Free Download Quran: Recitation By Abdul Basit Abdul Samad: Download Complete Quran In Win Rar Click Here To Download File Download File Click On Surah Name 1 Al-Fatiha (The Opening), سورة ا...
LIR RESPATI BUMIDAYA

Aplikasi jejaring sosial seperti facebook menawarkan platform yang efisien bagi kegiatan siswa dengan memperluas jaringan dan hubungan akrab. Situs jejaring sosial seperti facebook bisa membantu pelajar dalam berinteraksi secara sosial dan akademik yang akhirnya meningkatkan hasil belajar.
International Journal of Networking and Visual Organizations, mengungkapkan bahwa jejaring sosial online secara langsung dan mempengaruhi secara positif pembelajaran akademik. Dalam survey yang dilakukan, mereka menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan dan berkolaborasi menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas belajar
Kebaikan dan keuntungan penguna facebook adalah kita dapat tahu berita-berita paling baru dari facebook, berkomunikasi dengan teman-teman, mendapatkan teman baru dan bisa up to date status sesuai apa yang sedang dipikirkan dan coment status orang lain
Facebook juga bermanfaat bagi siswa yang efisien dengan bersosialisasi dan memperluas jaringan pertemanan mereka dan menjaga hubungan yang akrab.Banyak orang bilang facebook itu tidak ada manfaatnya,tapi ternyata ada.Facebook juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang menarik dan games yang menarik untuk dimainkan,sehingga pengguna facebook tidak bosan untuk memainkannya.
Facebook juga bisa memperkenalkan kita dengan orang lain dan juga bias berkomunikasi secara langsung. Facebook juga menyediakan fasilitas group untuk bergabung dan berkumpul. Bisa juga membahas topic dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk menjunjung aktivitas belajar.
Akibat buruk dari menggunakan facebook adalah lupa waktu. Karena sedang asik menggunakan facebook,orang-orang banyak yang lupa dengan urusan mereka masing-masing.Sehingga lupa untuk bekerja dan sekolah atau yang lainnya.Memainkan facebook juga berdampak negative bagi anak-anak sekolah,karena setiap anak-anak sekolah tidak sepenuhnya memikirkan pelajaran sekolahnya,tapi memikirkan facebook.
Dirangkum oleh: Danang, Putra, Johan, dan Iqbal (SMA/SMK)
Referensi: Vivanews
Kampung Cinangneng, Kecamatan Ciampea Udik, Bogor, terdengar gaduh
oleh teriakan dan celotehan sekitar 56 adik asuh GKI Panglima Polim,
Sabtu, 16 Juli 2011. Di tengah arus air yang tenang, sekelompok anak
mencipratkan air ke tubuh kerbau-kerbau yang tambun. “Mandiin kebo,
cuy..!” gumamku.
Namun, seakan tak terusik, dua kerbau yang dikawal sang gembala tetap berdiam di rendaman air sungai yang berada di belakang “Garden Guest House, Kampoeng Wisata Cinangneng”. Kaka Sisil, lulusan Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, termasuk yang antusias mengajak adik-adik untuk mengenal lebih dekat si kebo ‘halah’ maksudnya, mencoba mendekatkan tangan mungil adik-adik untuk memegang tubuh jinak kebo.
Sementara sebagian dari adik-adik , asyik bermain air sambil bersandar di batu-batu kali. Ada yang tidur-tiduran, tak khawatir pakaian basah kuyub. Tawa mereka lepas, karena akhirnya malah saling mencipratkan air satu sama lain. Di sudut lain, adik-adik remaja, tampak mengambil pose untuk foto-foto lewat ponsel. Mungkin demi ‘update status’ di facebook
Ya, keriaan di Cinangneng seakan tak terlupakan. Menikmati masa liburan sekolah, puji Tuhan, adik-adik asuh dapat merasakan rekreasi bersama kaka asuh. Mereka tidak sekedar basah-basahan saja, tapi juga keringat mereka sempat bercucuran saat berlatih tari bersama teteh yang piawai meliak-liukkan tubuh dan pinggulnya. Berdandan cantik bak pengantin, dengan kebaya hijau dan sanggul mungil yang diberi hiasan melati. Seorang adik, sempat celetuk “Hei ada penganten..” Rupanya dia sang guru tari.
Secara bergantian dibagi menjadi tujuh kelompok, adik-adik dipandu
akang dan teteh untuk belajar banyak hal. Mereka berputar dari saung
satu ke saung lainnya. Selain memandikan kerbau di sungai, dan berlatih
tari di aula mini dekat kolam renang, kegiatan lainnya adalah melukis
caping, bermain angklung dan gamelan, membuat wayang, membuat kue, dan
melihat pembuatan tahu tempe. Senangnya..
Saat melukis caping, adik-adik terlihat mampu menuangkan kreasi seninya lewat coretan yang disepakati bertajuk “Kampung Cinangneng 2011”, dengan kuas dan tinta minyak warna warni. Hasil karyanya lalu dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Hasil karya lainnya yang juga dibawa pulang adalah wayang yang terbuat dari batang daun singkong.
Cara membuatnya mudah saja, cukup sediakan sepuluh batang daun singkong, lalu diikat-ikat mengikuti pola tertentu. Menurut teteh pendamping bisa juga membuat wayang dari sedotan. Cuma hasil dari sedotan kurang lentur dibandingkan dengan batang daun singkong. Ka Eni, salah satu kaka asuh mengatakan senang bisa mencoba membuat wayang. “Gampang,” katanya tersenyum.
Pelajaran seni yang terbilang butuh kekompakan juga diajarkan kepada adik-adik. Yakni saat bermain angklung dengan not lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Burung Kakatua”. Meski adik-adik masih terlihat bingung dengan not-not yang ditunjuk teh Ria, dengan tongkat kayunya pada partitur, tapi semangat adik-adik untuk mengoyang-goyangkan alat musik dari bamboo itu mempesona sekali. Kaka asuh pun terlihat beberapa orang yang memegang angklung, di antaranya Ka Merry, Ka Mario, dan Ka Martha.
Ketika bermain gamelan, kekompakan sebagai sebuah tim juga terlihat saat Narti, Tuti, Indri dan kawan-kawan memainkan catrik. Menurut akang Ridwan, yang memandu mereka, catrik biasanya untuk upacara/kawinan, menyambut pria. Nadanya da mi na ti la. Ada yang memukul mukul bonang, saron, dan gong. Saat bermain 10 orang bersama pelatih gamelan, Mang Gani, para remaja ini mesem-mesem.. Hehe mungkin juga karena Mang Gani dan kang Ridwannya ganteng .
Namun saat adik-adik yang TK dan kelas 1 SD bermain gamelan, mereka terus memukul sesuka hati saja.. Yang penting pengenalan ya dik.. Ini namanya gamelan, siiipp..
Nah di tengah kesibukan aktivitas yang dijalani, sajian makan siang telah disediakan. Adik dan kaka semuanya terlihat lahap menyantap menu ayam goreng, tahu tempe, ikan asin, lalap, sayur sop/asem, dan lalap. Setelah itu, adik-adik bersiap-siap untuk mengelilingi kampong dan berkenalan dengan warga sekitar. Mereka melihat wirausahawan yang membuat tas, kaos dan jaket serta berjalan-jalan mengelilingi sawah.
Akang dan teteh pemandu memberikan keterangan tentang padi, dan keong emas. Disusul kemudian dengan menanam padi dengan teknik jalan mundur. Walhasil, baju dan kaki pun berlumuran lumpur coklat. Kalau kaka-kaka sih, cukup lihat dan potret sajalah ya..
Dan sebagai akhir dari pelajaran tentang alam di Kampoeng Cinangneng, adalah berjalan menyusuri sungai serta memandikan kerbau. Beres sudah, mandi deh di pancoran berbatang bamboo. Puji Tuhan, wajah-wajah segar dan gembira terpancar dari adik semua. Apalagi setelah sertifikat dari penyelenggara telah di tangan mereka.
Terima kasih juga kepada Ka Anna dan Ka Audi yang sudah mempersiapkan acara liburan yang tak terlupakan ini. Serta sebelas kaka lainnya, yang telah ikut mendukung seluruh kegiatan. Tuhan memberkati kita selalu.
Martha Silaban
LIR RESPATI BUMIDAYA
You are currently browsing the category archive for the ‘ARTICLE’ category.
Dulu, ketika saya SD, guru saya mengajarkan cara cepat mengalikan angka yang sama , dengan angka 5 sebagai angka satuannya;
contoh 25 x 25, 35 x 35,45×45 dan seterusnya.
Cara penyelesaiannya adalah :
25 x 25 ;
1. Pertama-tama ambil 1 angka satuan, yaitu angka 5, kemudian kalikan dengan angka 5 ( 5 x 5 = 25), angka 25 ini akan menjadi angka paling belakang(angka satuan dan angka puluhan)
2. Kedua ambil sisa angka selain angka 5, dalam contoh ini adalah angka 2, tambah kan nilai 1 pada angka 2( 1+2=3) dan kalikan dengan angka asalnya 2 ( 3 x2 =6), angka enam akan menjadi angka paling depan(angka ratusan).
dari hasil diatas didapat bahwa 25 x 25 = 625.
35 x 35;
1. 5×5 =25
2. (3+1) x 3 = 12
3. hasilnya menjadi 1225
45 x45;
1. 5×5=25
2.(4+1) x 4 =20
3. Hasilnya menjadi 2025
dan seterusnya, cara ini hanya bisa digunakan pada angkayang sama dan di belakang angka satuanya adalah angka 5.
Selamat mencoba.
Hormat dan terimakasih pada guru SD saya(Pak Rajagukguk),yang telah duluan meninggalkan dunia ini.
Salam Hangat,
Ben Parhusip
contoh 25 x 25, 35 x 35,45×45 dan seterusnya.
Cara penyelesaiannya adalah :
25 x 25 ;
1. Pertama-tama ambil 1 angka satuan, yaitu angka 5, kemudian kalikan dengan angka 5 ( 5 x 5 = 25), angka 25 ini akan menjadi angka paling belakang(angka satuan dan angka puluhan)
2. Kedua ambil sisa angka selain angka 5, dalam contoh ini adalah angka 2, tambah kan nilai 1 pada angka 2( 1+2=3) dan kalikan dengan angka asalnya 2 ( 3 x2 =6), angka enam akan menjadi angka paling depan(angka ratusan).
dari hasil diatas didapat bahwa 25 x 25 = 625.
35 x 35;
1. 5×5 =25
2. (3+1) x 3 = 12
3. hasilnya menjadi 1225
45 x45;
1. 5×5=25
2.(4+1) x 4 =20
3. Hasilnya menjadi 2025
dan seterusnya, cara ini hanya bisa digunakan pada angkayang sama dan di belakang angka satuanya adalah angka 5.
Selamat mencoba.
Hormat dan terimakasih pada guru SD saya(Pak Rajagukguk),yang telah duluan meninggalkan dunia ini.
Salam Hangat,
Ben Parhusip
Aplikasi jejaring sosial seperti facebook menawarkan platform yang efisien bagi kegiatan siswa dengan memperluas jaringan dan hubungan akrab. Situs jejaring sosial seperti facebook bisa membantu pelajar dalam berinteraksi secara sosial dan akademik yang akhirnya meningkatkan hasil belajar.
International Journal of Networking and Visual Organizations, mengungkapkan bahwa jejaring sosial online secara langsung dan mempengaruhi secara positif pembelajaran akademik. Dalam survey yang dilakukan, mereka menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan dan berkolaborasi menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas belajar
Kebaikan dan keuntungan penguna facebook adalah kita dapat tahu berita-berita paling baru dari facebook, berkomunikasi dengan teman-teman, mendapatkan teman baru dan bisa up to date status sesuai apa yang sedang dipikirkan dan coment status orang lain
Facebook juga bermanfaat bagi siswa yang efisien dengan bersosialisasi dan memperluas jaringan pertemanan mereka dan menjaga hubungan yang akrab.Banyak orang bilang facebook itu tidak ada manfaatnya,tapi ternyata ada.Facebook juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang menarik dan games yang menarik untuk dimainkan,sehingga pengguna facebook tidak bosan untuk memainkannya.
Facebook juga bisa memperkenalkan kita dengan orang lain dan juga bias berkomunikasi secara langsung. Facebook juga menyediakan fasilitas group untuk bergabung dan berkumpul. Bisa juga membahas topic dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk menjunjung aktivitas belajar.
Akibat buruk dari menggunakan facebook adalah lupa waktu. Karena sedang asik menggunakan facebook,orang-orang banyak yang lupa dengan urusan mereka masing-masing.Sehingga lupa untuk bekerja dan sekolah atau yang lainnya.Memainkan facebook juga berdampak negative bagi anak-anak sekolah,karena setiap anak-anak sekolah tidak sepenuhnya memikirkan pelajaran sekolahnya,tapi memikirkan facebook.
Dirangkum oleh: Danang, Putra, Johan, dan Iqbal (SMA/SMK)
Referensi: Vivanews
Liburan kemarin saya ke Bogor, tepatnya ke desa Cinangneng. Saya
berangkat hari sabtu pagi jam tujuh. Di sana saya bermain-main. Saya
bermain angklung, saya membuat wayang golek dari batang daun singkong.
Pertamanya sih susah, setelah diajari akhirnya saya bisa juga.
Saya lalu menggambar dan mewarnai di atas caping. Saya menuliskan kalimat Cinangneng Bogor 2011. Setelah menggambar, saya belajar menari jaipongan. Gerakannya cepat dan sedikit sulit. Saya lalu pergi ke tempat pembuatan kue bugis. Sangat menyenangkan. Setelah membuat kue bugis, saya belajar membuat wedang jahe. Saya kira rasanya tidak terlalu pedas, ternyata pedas sekali.
Lalu, saya istirahat dan makan siang. Setelah makan siang saya diajak
mengunjungi kampung warga. Di sana ada yang membuat engrang, tas, dll.
Barang-barang itu dijual.
Setelah itu saya pergi ke sawah untuk menanam padi. Setelah menanam padi di sawah, saya menyeberangi sungai dengan seutas tali, lalu saya juga memandikan kerbau. Setelah memandikan kerbau, saya membersihkan diri dan bersiap-siap pulang ke Jakarta.
ditulis oleh: Niko (adik asuh kelas 7)
Foto: kak Devi Sonya
Saya lalu menggambar dan mewarnai di atas caping. Saya menuliskan kalimat Cinangneng Bogor 2011. Setelah menggambar, saya belajar menari jaipongan. Gerakannya cepat dan sedikit sulit. Saya lalu pergi ke tempat pembuatan kue bugis. Sangat menyenangkan. Setelah membuat kue bugis, saya belajar membuat wedang jahe. Saya kira rasanya tidak terlalu pedas, ternyata pedas sekali.
Serbuk
untuk wedang jahe yang kami buat juga bisa dimakan sebagai permen jahe.
Rasanya agak pedas tapi membuat badan terasa hangat.
Setelah itu saya pergi ke sawah untuk menanam padi. Setelah menanam padi di sawah, saya menyeberangi sungai dengan seutas tali, lalu saya juga memandikan kerbau. Setelah memandikan kerbau, saya membersihkan diri dan bersiap-siap pulang ke Jakarta.
ditulis oleh: Niko (adik asuh kelas 7)
Foto: kak Devi Sonya
Namun, seakan tak terusik, dua kerbau yang dikawal sang gembala tetap berdiam di rendaman air sungai yang berada di belakang “Garden Guest House, Kampoeng Wisata Cinangneng”. Kaka Sisil, lulusan Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, termasuk yang antusias mengajak adik-adik untuk mengenal lebih dekat si kebo ‘halah’ maksudnya, mencoba mendekatkan tangan mungil adik-adik untuk memegang tubuh jinak kebo.
Sementara sebagian dari adik-adik , asyik bermain air sambil bersandar di batu-batu kali. Ada yang tidur-tiduran, tak khawatir pakaian basah kuyub. Tawa mereka lepas, karena akhirnya malah saling mencipratkan air satu sama lain. Di sudut lain, adik-adik remaja, tampak mengambil pose untuk foto-foto lewat ponsel. Mungkin demi ‘update status’ di facebook
Ya, keriaan di Cinangneng seakan tak terlupakan. Menikmati masa liburan sekolah, puji Tuhan, adik-adik asuh dapat merasakan rekreasi bersama kaka asuh. Mereka tidak sekedar basah-basahan saja, tapi juga keringat mereka sempat bercucuran saat berlatih tari bersama teteh yang piawai meliak-liukkan tubuh dan pinggulnya. Berdandan cantik bak pengantin, dengan kebaya hijau dan sanggul mungil yang diberi hiasan melati. Seorang adik, sempat celetuk “Hei ada penganten..” Rupanya dia sang guru tari.
Bersama teteh yang cantik 'bak pengantin', adik asuh berlatih menari Jaipong. Tangan dan kaki, serta pinggul digoyangkan.
Saat melukis caping, adik-adik terlihat mampu menuangkan kreasi seninya lewat coretan yang disepakati bertajuk “Kampung Cinangneng 2011”, dengan kuas dan tinta minyak warna warni. Hasil karyanya lalu dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Hasil karya lainnya yang juga dibawa pulang adalah wayang yang terbuat dari batang daun singkong.
Cara membuatnya mudah saja, cukup sediakan sepuluh batang daun singkong, lalu diikat-ikat mengikuti pola tertentu. Menurut teteh pendamping bisa juga membuat wayang dari sedotan. Cuma hasil dari sedotan kurang lentur dibandingkan dengan batang daun singkong. Ka Eni, salah satu kaka asuh mengatakan senang bisa mencoba membuat wayang. “Gampang,” katanya tersenyum.
Pelajaran seni yang terbilang butuh kekompakan juga diajarkan kepada adik-adik. Yakni saat bermain angklung dengan not lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Burung Kakatua”. Meski adik-adik masih terlihat bingung dengan not-not yang ditunjuk teh Ria, dengan tongkat kayunya pada partitur, tapi semangat adik-adik untuk mengoyang-goyangkan alat musik dari bamboo itu mempesona sekali. Kaka asuh pun terlihat beberapa orang yang memegang angklung, di antaranya Ka Merry, Ka Mario, dan Ka Martha.
Ketika bermain gamelan, kekompakan sebagai sebuah tim juga terlihat saat Narti, Tuti, Indri dan kawan-kawan memainkan catrik. Menurut akang Ridwan, yang memandu mereka, catrik biasanya untuk upacara/kawinan, menyambut pria. Nadanya da mi na ti la. Ada yang memukul mukul bonang, saron, dan gong. Saat bermain 10 orang bersama pelatih gamelan, Mang Gani, para remaja ini mesem-mesem.. Hehe mungkin juga karena Mang Gani dan kang Ridwannya ganteng .
Namun saat adik-adik yang TK dan kelas 1 SD bermain gamelan, mereka terus memukul sesuka hati saja.. Yang penting pengenalan ya dik.. Ini namanya gamelan, siiipp..
Nah di tengah kesibukan aktivitas yang dijalani, sajian makan siang telah disediakan. Adik dan kaka semuanya terlihat lahap menyantap menu ayam goreng, tahu tempe, ikan asin, lalap, sayur sop/asem, dan lalap. Setelah itu, adik-adik bersiap-siap untuk mengelilingi kampong dan berkenalan dengan warga sekitar. Mereka melihat wirausahawan yang membuat tas, kaos dan jaket serta berjalan-jalan mengelilingi sawah.
Akang dan teteh pemandu memberikan keterangan tentang padi, dan keong emas. Disusul kemudian dengan menanam padi dengan teknik jalan mundur. Walhasil, baju dan kaki pun berlumuran lumpur coklat. Kalau kaka-kaka sih, cukup lihat dan potret sajalah ya..
Dan sebagai akhir dari pelajaran tentang alam di Kampoeng Cinangneng, adalah berjalan menyusuri sungai serta memandikan kerbau. Beres sudah, mandi deh di pancoran berbatang bamboo. Puji Tuhan, wajah-wajah segar dan gembira terpancar dari adik semua. Apalagi setelah sertifikat dari penyelenggara telah di tangan mereka.
Terima kasih juga kepada Ka Anna dan Ka Audi yang sudah mempersiapkan acara liburan yang tak terlupakan ini. Serta sebelas kaka lainnya, yang telah ikut mendukung seluruh kegiatan. Tuhan memberkati kita selalu.
Martha Silaban
Tidak ada komentar:
Posting Komentar