Minggu, 26 Februari 2012

Free Download Quran: Recitation By Abdul Basit Abdul Samad

Free Download Quran: Recitation By Abdul Basit Abdul Samad: Download Complete Quran In Win Rar Click Here To Download File Download File Click On Surah Name 1 Al-Fatiha (The Opening), سورة ا...

LIR RESPATI BUMIDAYA

You are currently browsing the category archive for the ‘ARTICLE’ category.
Dulu, ketika saya SD, guru saya mengajarkan cara cepat mengalikan angka yang sama , dengan angka 5 sebagai angka satuannya;
contoh 25 x 25, 35 x 35,45×45 dan seterusnya.
Cara penyelesaiannya adalah :
25 x 25 ;
1. Pertama-tama  ambil 1 angka satuan, yaitu angka 5, kemudian kalikan  dengan angka  5 ( 5 x 5 = 25), angka 25 ini akan menjadi angka paling belakang(angka satuan dan angka puluhan)
2. Kedua ambil sisa angka selain angka 5, dalam contoh ini adalah angka 2, tambah kan nilai 1 pada angka 2( 1+2=3) dan kalikan dengan angka asalnya 2 ( 3 x2 =6), angka enam akan menjadi angka paling depan(angka ratusan).
dari hasil diatas didapat bahwa 25 x 25 = 625.
35 x 35;
1. 5×5 =25
2. (3+1) x 3 = 12
3. hasilnya menjadi 1225
45 x45;
1. 5×5=25
2.(4+1) x 4 =20
3. Hasilnya menjadi 2025
dan seterusnya, cara ini hanya bisa digunakan pada angkayang  sama dan  di belakang angka satuanya adalah angka 5.
Selamat mencoba.
Hormat dan terimakasih pada guru SD saya(Pak Rajagukguk),yang telah duluan meninggalkan dunia ini.
Salam Hangat,
Ben Parhusip
HARI PERTAMA
Jumat , 3 Februari 2012
Dalam perjalanan menuju Purwokerto, Kabupaten Banyumas, kami menggunakan kereta Purworejo Eksekutif, pukul 06.30. Saya bersama Bapak Prass ( Ketua Mabid Kespel ) , Bapak Kispriyadi ( Komisi Pekabaran Injil ) , Ditra (Komisi Pemuda Seksi Gelam ) dan Vanny ( rekan Tim Adik Asuh). Kami tiba di Stasiun Kereta Api Purwokerto pukul 12.00 siang, dan langsung dijemput bapak Faizal dengan mobil L 300. Siang itu, kami sempatkan dulu bersantap makan khas Sunda di Restoran Kabayan. Asyik juga ada makanan Sunda di sini.
Di perjalanan menuju Purwokerto
Tim sedang menuju Purwokerto
Kemudian kami menuju salah satu basecamp teman- teman tim Argowilis –sebuah pusat kegiatan belajar– yaitu Rumah Baca Si Mbah. Di tempat ini kami berjumpa dengan Pak Winarto (Mabid Persib) dan Pak Isworo ( majelis ), yang telah lebih dulu tiba. Di sini pun kami berkenalan dengan Danar, mahasiswa UNJ Jogjakarta yang sengaja datang untuk membantu di social work camp. Menurut Danar, dia tertarik datang ke tempat itu setelah melihat di Facebook.
Sekitar pukul 15.00, kami semua melanjutkan perjalanan ke Yayasan Argowilis, yang diketuai Bapak Abib. Yayasan yang terletak di Desa Sukawera , Cilongok ini adalah pusat kegiatan belajar masyarakat yang mengajari beberapa pelajaran seperti pendidikan keaksaraan , pendidikan kesetaraan , pendidikan ketrampilan dan pemberdayaan perempuan. Dan juga mengajari Paket A dan Paket B.
Yayasan Argowilis
Yayasan Argowilis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan
Pukul 16.00 kami melanjutkan perjalanan kami ke Dusun Pesawahan , Kabupaten Banyumas , Purwokerto. Kami kesana mengunakan mobil pick up terbuka, karena kondisi jalan yang berbatu-batu terjal, sekitar 10 menit. Mobil off road atau motor juga dapat digunakan untuk menempuh jalan itu. Menurut saya, perjalanan ini sangat menyenangkan, ekstrim sekaligus menyeramkan. Ditambah lagi di tengah jalan, kami semua kehujanan.
Tersenyum di Purwokerto
Tersenyum di Purwokerto
Namun setibanya di rumah Pak Seno, tempat menginap, kami diajak jalan-jalan untuk melihat pusat aliran listrik dan aliran air bersih. Indahnya.. Setelah bersantap malam, mulailah acara pertama kami di dusun. Kami berkumpul bersama masyarakat Pesawahan, untuk perkenalan dan menyampaikan tujuan kami datang ke desa mereka. Acara ini dibuka oleh Ketua Yayasan Argowilis, Bapak Abib.
Sebagai gambaran, Dusun Pesawahan, Kelurahan Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas adalah desa pinggir hutan yang terisolir akibat jalan berliku dan tanjakan terjal berbatu-batu menuju dusun itu. Di tempat ini tidak ada angkutan umum. Jumlah penduduk sekitar 500 jiwa atau sebanyak 123 Kepala Keluarga.
berkumpul bersama warga Dusun Pesawahan
berkumpul bersama warga Dusun Pesawahan
Belum ada sekolah, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Puskesmas. Warga lulusan Sekolah Menengah Atas cuma 1 orang, itu pun pendatang. Yang pernah sekolah sampai Sekolah Menengah Pertama tidak tamat sebanyak 4 orang. Pernah menempuh Sekolah Dasar (SD) tidak tamat dapat dihitung dengan jari. Selebihnya, buta aksara (Buta Huruf).
Sekolah SD terdekat berada di desa tetangga yang harus ditempuh lewat hutan dengan berjalan kaki selama 1 jam. Kepada masyarakat, Bapak Abib menjelaskan tujuan kedatangan kami untuk membangun sanggar belajar, mengajar anak-anak usia dini dan SD, menebar bibit ikan di telaga Kumpe, menanam pohon buah-buahan, menyerahkan buku-buku untuk rumah baca. Tapi setelah saya berinteraksi dengan warga, anak-anak mereka juga membutuhkan mainan.
HARI KEDUA
Sabtu, 4 Februari 2012
Sejak pagi, kami sudah bersiap untuk melakukan kegiatan, yakni membangun sanggar belajar, mengajar anak-anak usia dini dan SD, menebar bibit ikan di telaga Kumpe, menanam pohon buah-buahan, dan menyerahkan buku-buku untuk rumah baca. Namun sebelum menuju telaga kami sarapan pagi terlebih dahulu.


Kami berbagi tugas. Om Pras dan kawan-kawan bersama warga Pesawahan menuju Telaga Kumpe. Hal pertama yang mereka kerjaan adalah kerja bakti untuk membangun kerangka sanggar belajar dari kayu jati dan sekalian menebar bibit ikan dan menanam buah-buahan di sekitar tempat dibangunnya sekolah sanggar belajar.
Sedangkan saya, Kak Vanny dan Kak Danar mulai mengajar adik-adik usia dini dan adik-adik SD, pada pukul 10.00. Selain itu, kami dibantu oleh adik-adik dari Yayasan Argowilis, karena sebagian besar adik-adik Dusun Pesawahan tidak bisa bahasa Indonesia. Mereka memakai bahasa Jawa.
Saat itu, jumlah anak TK sekitar 40 orang dan adik-adik SD sebanyak 3 orang karena sebagian besar dari mereka pergi sekolah. Saya mengajar kelas TK, sedangkan murid SD diajar oleh Kak Vanny dan adik Eva dari tim Argowilis. Di kelas TK saya mengajari menyanyi dan mewarnai. Sedangkan di kelas SD, adik-adik belajar matematika dan belajar membaca . Kelas kami akhiri pukul 12.00.
Setelah kegiatan belajar-mengajar, kami membereskan dan memisahkan buku-buku berdasarkan kategori umur dan sekolah. Lalu kegiatan kami lanjutkan dengan meresmikan Rumah Baca, di rumah Pak Seno. Secara simbolis, kami juga memberikan pakaian kepada salah satu warga.
Perpustakaan
Meresmikan rumah baca bagi adik-adik
Kemudian, acara “social work camp” ditutup di Telaga Kampe. Penutupan acara berlangsung meriah, karena ada ‘dangdutan’ dari artis Purwokerto. Saya, Kak Vanny dan Om Pras juga menyumbang lagu. Semula panitia merencakan ada api unggun, tapi bubar deh karena hujan turun dengan derasnya. Semua warga berlarian menuju rumah masing-masing. Kami pun bergegas ke rumah Pak Seno.
Sebelum pulang, Kak Vanny sempat mencoba naik kapal di telaga itu. Malam harinya sekitar pukul 22.00, kami pulang menuju Jakarta naik mobil Pak Winarto. Dan tiba pada Minggu, 5 Februari 2012, sekitar pukul 08.00.
Bagi saya, “social workcamp” ini tidak akan terlupakan. Karena acara ini juga menyadarkan kita semua , kalau masih banyak masyarakat desa sangat membutuhkan pertolongan kita dari pelajaran sampai kebutuhan sehari-hari, khususnya anak-anak usia dini dan sekolah dasar. Ayo dari sekarang kita harus peduli dengan masyarakat terpencil!
warga Dusun Pesawahan dan Tim
warga Dusun Pesawahan dan Tim Social Work Camp
Terima kasih Tuhan Yesus, Tim Adik Asuh dan majelis yang sudah mempercayakan saya dan Kak Vanny melayani di Dusun Pesawahan. Semoga ada pelayanan seperti ini, supaya kita juga belajar berbagi kasih sayang yang sudah diajarkan Tuhan.
(Dwira Sekarkinasih)

Hari kamis, tanggal 1 sepetember 2011 yang lalu, jatuh pada hari ke 2 lebaran. Kami kakak-kakak asuh berkunjung ke tempat adik-adik asuh. Kakak-kakak asuh yang berpartisipasi yaitu Kak Vanny, Kak Dwira, Kak Qboy, Kak Audi, Kak Lia, Kak Mario, Kak Anna, Kak Yunita, Kak Corry, Kak Rita, Kak Hegel,dan Kak Sicil. Pukul 11.00 kita berangkat dari GKI KB ( Gereja Kristen Indonesia, Kebayoran-Baru) dengan menggunakan bus umum 72 menuju BRI dari gereja. Sampai disana kami disambut dengan baik oleh keluarga dari Amidah, keluarga Aprilia(Wewe),keluarga Angel dan masih banyak lagi dan dengan makanan kecil beserta soft drink.

Disana kami kakak-kakak asuh merasakan sukacita , dan ada satu cerita dari salah satu kakak asuh yang bernama Kak Hegel. Kak Hegel bermain karet bersama adik asuh yang bernama Angel, Apri, Novi dan Wewe, adik-adik merasa senang sekali setelah bermain-main bersama. Disaat adik-adik bermain, kakak-kakak asuh yang lain sibuk bercerita dengan orangtua dari adik-adik. Selanjutnya pada pukul 13.00 kita melanjutkan ke daerah rumah adik-adik yang ada di Damai dengan menggunakan bus metro-mini 610. Tetapi saat kami berjalan kaki, ada suatu tragedi salah satu kakak asuh yang bernama Kak Corry, Kak Corry merasakan sakit kepala sedikit sehingga Kak Corry terjatuh di perjalanan. Tetapi Kak Corry tetap semangat untuk bertemu adik-adik dan kami melanjutkan perjalanan. Sesampai disana kita disambut dengan sukacita oleh keluarga Ita, keluarga Karine, keluarga Satria, dan keluarga Dini. Disana kami mendapatkan kabar bahwa salah satu adik-asuh yang bernama Lina bahwa adik Lina menderita sakit tifus dari sebelum lebaran, karena keterbatasan tempat hanya 2 kakak asuh yaitu Kak Qboy dan Kak Mario yang masuk ke dalam rumahnya untuk melihat kondisi adik Lina.

Setelah dari Damai kami melanjutkan perjalanan ke rumah adik-asuh yang ada di Kober, Pangeran Antasari dan untuk menuju kesana kami menaiki  angkot 01 yang berwarna merah. Di kober kami mengunjungi rumah keluarga Amsori, keluarga Danang, dan keluarga Fatur. Kami disana di terima dengan baik dan sukacita. Dan disana kita berbincang-bincang sambil makan mie-pangsit beserta sirup yang disediakan oleh kluarga adik-adik yang ada disana. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 dan saatnya kami mengunjungi rumah adik-asuh yang lain yang bernama Ipung dan Iman.

Rumah yang kami kunjungi yang pertama yaitu rumah dari keluarga Iman, disana kami kakak-kakak asuh bercerita bersama dengan orang-tua Iman tentang sekolah dan pekerjan dari adik Iman. Setelah itu kami mengunjungi rumah adik-asuh yang bernama Woro. Tetapi disana kami hanya bertemu dengan orangtua dari adik Woro. Setelah itu, kami mengunjungi rumah dari adik asuh yang bernama Murni. Disana kami hanya singgah sebentar karena Murni dan keluarga mempunyai acara lain. Dan waktu sudah malam, saatnya kami kakak-kakak asuh kembali ke rumah masing-masing tetapi sebelumnya kami bersama-sama berkumpul di Gereja untuk me review kunjungan adik-asuh yang kami laksanakan dari pukul 11.00 – 18.00 WIB. Serunya kita berkunjung ke rumah adik-adik. Lebaran tahun depan kita ramaikan lagi yukkk… :)
Ditulis oleh Kak Vanny dan Kak Dwira

Aplikasi  jejaring sosial seperti facebook menawarkan platform yang efisien bagi kegiatan siswa dengan memperluas jaringan dan hubungan akrab. Situs jejaring sosial seperti  facebook bisa membantu pelajar dalam berinteraksi secara sosial dan akademik yang akhirnya meningkatkan hasil belajar.
International Journal of Networking and Visual Organizations, mengungkapkan bahwa jejaring sosial online secara langsung dan mempengaruhi secara positif pembelajaran akademik. Dalam survey yang dilakukan, mereka menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan dan berkolaborasi menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas belajar
Kebaikan dan keuntungan penguna facebook adalah kita dapat  tahu berita-berita paling  baru dari facebook, berkomunikasi dengan teman-teman, mendapatkan teman baru dan bisa up to date status sesuai apa yang sedang dipikirkan dan coment status  orang lain
Facebook juga bermanfaat bagi siswa yang efisien dengan bersosialisasi dan memperluas jaringan pertemanan mereka dan menjaga hubungan yang akrab.Banyak orang bilang facebook itu tidak ada manfaatnya,tapi ternyata ada.Facebook juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang menarik dan games yang menarik untuk dimainkan,sehingga pengguna facebook tidak bosan untuk memainkannya.
Facebook juga bisa memperkenalkan kita dengan orang lain dan juga bias berkomunikasi secara langsung. Facebook juga menyediakan fasilitas group untuk bergabung dan berkumpul. Bisa juga membahas topic dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk menjunjung aktivitas belajar.
Akibat buruk dari menggunakan facebook adalah lupa waktu. Karena sedang asik menggunakan facebook,orang-orang banyak yang lupa dengan urusan mereka masing-masing.Sehingga lupa untuk bekerja dan sekolah atau yang lainnya.Memainkan facebook juga berdampak negative bagi anak-anak sekolah,karena setiap anak-anak sekolah tidak sepenuhnya memikirkan pelajaran sekolahnya,tapi memikirkan facebook.
Dirangkum oleh: Danang, Putra, Johan, dan Iqbal (SMA/SMK)
Referensi: Vivanews

Liburan kemarin saya ke Bogor, tepatnya ke desa Cinangneng. Saya berangkat hari sabtu pagi jam tujuh. Di sana saya bermain-main. Saya bermain angklung, saya membuat wayang golek dari batang daun singkong. Pertamanya sih susah, setelah diajari akhirnya saya bisa juga.
Niko, Ansori, kak Vanny, Alan, dan wayang hasil buatan kami dari daun singkong. Bagus kan?
Saya lalu menggambar dan mewarnai di atas caping. Saya menuliskan kalimat Cinangneng Bogor 2011. Setelah menggambar, saya belajar menari jaipongan. Gerakannya cepat dan sedikit sulit. Saya lalu pergi ke tempat pembuatan kue bugis. Sangat menyenangkan. Setelah membuat kue bugis, saya belajar membuat wedang jahe. Saya kira rasanya tidak terlalu pedas, ternyata pedas sekali.
Serbuk untuk wedang jahe yang kami buat juga bisa dimakan sebagai permen jahe. Rasanya agak pedas tapi membuat badan terasa hangat.
Lalu, saya istirahat dan makan siang. Setelah makan siang saya diajak mengunjungi kampung warga. Di sana ada yang membuat engrang, tas, dll. Barang-barang itu dijual.
Teknik menanam padi disebut 'Menandur' atau menanam sambil mundur.
Setelah itu saya pergi ke sawah untuk menanam padi. Setelah menanam padi di sawah, saya menyeberangi sungai dengan seutas tali, lalu saya juga memandikan kerbau. Setelah memandikan kerbau, saya membersihkan diri dan bersiap-siap pulang ke Jakarta.

ditulis oleh: Niko (adik asuh kelas 7)
Foto: kak Devi Sonya
Kampung Cinangneng, Kecamatan Ciampea Udik, Bogor, terdengar gaduh oleh teriakan dan celotehan sekitar 56 adik asuh GKI Panglima Polim, Sabtu, 16 Juli 2011. Di tengah arus air yang tenang, sekelompok anak mencipratkan air ke tubuh kerbau-kerbau yang tambun. “Mandiin kebo, cuy..!” gumamku.
mandiin kerbau
Ka Sisil dan adik asuh memandikan kerbau di belakang sungai Kampoeng Cinangneng, Bogor
Namun, seakan tak terusik, dua kerbau yang dikawal sang gembala tetap berdiam di rendaman air sungai yang berada di belakang “Garden Guest House, Kampoeng Wisata Cinangneng”. Kaka Sisil, lulusan Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, termasuk yang antusias mengajak adik-adik untuk mengenal lebih dekat si kebo ‘halah’ maksudnya, mencoba mendekatkan tangan mungil adik-adik untuk memegang tubuh jinak kebo.
Sementara sebagian dari adik-adik , asyik bermain air sambil bersandar di batu-batu kali. Ada yang tidur-tiduran, tak khawatir pakaian basah kuyub. Tawa mereka lepas, karena akhirnya malah saling mencipratkan air satu sama lain. Di sudut lain, adik-adik remaja, tampak mengambil pose untuk foto-foto lewat ponsel. Mungkin demi ‘update status’ di facebook
Ya, keriaan di Cinangneng seakan tak terlupakan. Menikmati masa liburan sekolah, puji Tuhan, adik-adik asuh dapat merasakan rekreasi bersama kaka asuh. Mereka tidak sekedar basah-basahan saja, tapi juga keringat mereka sempat bercucuran saat berlatih tari bersama teteh yang piawai meliak-liukkan tubuh dan pinggulnya. Berdandan cantik bak pengantin, dengan kebaya hijau dan sanggul mungil yang diberi hiasan melati. Seorang adik, sempat celetuk “Hei ada penganten..” Rupanya dia sang guru tari.
menari jaipong
Bersama teteh yang cantik 'bak pengantin', adik asuh berlatih menari Jaipong. Tangan dan kaki, serta pinggul digoyangkan.
Secara bergantian dibagi menjadi tujuh kelompok, adik-adik dipandu akang dan teteh untuk belajar banyak hal. Mereka berputar dari saung satu ke saung lainnya. Selain memandikan kerbau di sungai, dan berlatih tari di aula mini dekat kolam renang, kegiatan lainnya adalah melukis caping, bermain angklung dan gamelan, membuat wayang, membuat kue, dan melihat pembuatan tahu tempe. Senangnya..
Saat melukis caping, adik-adik terlihat mampu menuangkan kreasi seninya lewat coretan yang disepakati bertajuk “Kampung Cinangneng 2011”, dengan kuas dan tinta minyak warna warni. Hasil karyanya lalu dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Hasil karya lainnya yang juga dibawa pulang adalah wayang yang terbuat dari batang daun singkong.
Cara membuatnya mudah saja, cukup sediakan sepuluh batang daun singkong, lalu diikat-ikat mengikuti pola tertentu. Menurut teteh pendamping bisa juga membuat wayang dari sedotan. Cuma hasil dari sedotan kurang lentur dibandingkan dengan batang daun singkong. Ka Eni, salah satu kaka asuh mengatakan senang bisa mencoba membuat wayang. “Gampang,” katanya tersenyum.
ini wayangku
Wayang yang terbuat dari batang pohon singkong dipamerkan bangga oleh adik asuh
Pelajaran seni yang terbilang butuh kekompakan juga diajarkan kepada adik-adik. Yakni saat bermain angklung dengan not lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Burung Kakatua”. Meski adik-adik masih terlihat bingung dengan not-not yang ditunjuk teh Ria, dengan tongkat kayunya pada partitur, tapi semangat adik-adik untuk mengoyang-goyangkan alat musik dari bamboo itu mempesona sekali. Kaka asuh pun terlihat beberapa orang yang memegang angklung, di antaranya Ka Merry, Ka Mario, dan Ka Martha.
Ketika bermain gamelan, kekompakan sebagai sebuah tim juga terlihat saat Narti, Tuti, Indri dan kawan-kawan memainkan catrik. Menurut akang Ridwan, yang memandu mereka, catrik biasanya untuk upacara/kawinan, menyambut pria. Nadanya da mi na ti la. Ada yang memukul mukul bonang, saron, dan gong. Saat bermain 10 orang bersama pelatih gamelan, Mang Gani, para remaja ini mesem-mesem.. Hehe mungkin juga karena Mang Gani dan kang Ridwannya ganteng .
main gamelan
Tuti dan Mang Gani dan delapan adik lainnya memainkan catrik
Namun saat adik-adik yang TK dan kelas 1 SD bermain gamelan, mereka terus memukul sesuka hati saja.. Yang penting pengenalan ya dik.. Ini namanya gamelan, siiipp..
Nah di tengah kesibukan aktivitas yang dijalani, sajian makan siang telah disediakan. Adik dan kaka semuanya terlihat lahap menyantap menu ayam goreng, tahu tempe, ikan asin, lalap, sayur sop/asem, dan lalap. Setelah itu, adik-adik bersiap-siap untuk mengelilingi kampong dan berkenalan dengan warga sekitar. Mereka melihat wirausahawan yang membuat tas, kaos dan jaket serta berjalan-jalan mengelilingi sawah.
menyusuri sawah dan keliling kampung
Menyusuri sawah dan keliling kampung
Akang dan teteh pemandu memberikan keterangan tentang padi, dan keong emas. Disusul kemudian dengan menanam padi dengan teknik jalan mundur. Walhasil, baju dan kaki pun berlumuran lumpur coklat. Kalau kaka-kaka sih, cukup lihat dan potret sajalah ya..
menanam padi
Menanam padi dengan berjalan mundur
Dan sebagai akhir dari pelajaran tentang alam di Kampoeng Cinangneng, adalah berjalan menyusuri sungai serta memandikan kerbau. Beres sudah, mandi deh di pancoran berbatang bamboo. Puji Tuhan, wajah-wajah segar dan gembira terpancar dari adik semua. Apalagi setelah sertifikat dari penyelenggara telah di tangan mereka.
Terima kasih juga kepada Ka Anna dan Ka Audi yang sudah mempersiapkan acara liburan yang tak terlupakan ini. Serta sebelas kaka lainnya, yang telah ikut mendukung seluruh kegiatan. Tuhan memberkati kita selalu.
group photo
Inilah kaka dan adik asuh yang ikut serta ke Cinangneng
Martha Silaban

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives