Minggu, 26 Februari 2012

ojo ngono dhek

LIR RESPATI BUMIDAYA



Padamu kuititipkan luka
Bekas gigitan  sejarah
Menganga di sela- sela isak dan tangis
Malam itu pudar bagiku
Kupersembahkan  kesetiaan diantara peluh  luka penderitaan
Menahan beban yang sarat
Jiwaku  perih karena kau terlalu kejam padaku
Menuntut pada apa yang tak kumampu
 Kau sombong dan angkuh
Pengecualianmu mendamparkanku disini.

Untuk saudaraku Djawad

Pertama-tama  kuperkenalkan
Namaku Djebeng sumantri eko sakti
Mangun sasmito
Istriku  tiga hidup layak semua

Barangakali aku tak pantas jadi satrawan kota yang layak tampil di Koran-koran. Mencontek karya-karya uraian orang  lain , jadi salah sambung. Aku hilang hidup,sebuah illusi berkepanjangan, sampai aku tak sanggup berdiri dalam kemandirianku. Dari usaha

Don Kisot.(JOHN Kesot)

Kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya yang serba menjatuhkan aku pun harus dituntut secara moral dan rohaniah, klarena itu memberatkan dosa dia sebagai kiai, masak  bisanya. Sebagai yang katanya kiai bisanya hanya meneror menjatuhkan amenghinakan, dan membuang orang tanpa hormat dan tanpa kebijaksanaan. Aku selalu dijatuhkan , dituduh, dijauhi, dipojokkan , difitnah oleh golongan-mereka (minhum) aku tak punya golongan yang termasuk minna.tidak heran ini adalah sandiwara yang sulit kuterima . aku dipaksa dan diposisikan kalah  dan terjatuh sejak awal mula berperan . pembunuhan dan kekerasan itu dilakukan bertubi-tubi dan tak punya ampun.siapa yang menjamin keberlangsungan hidup dan kesehatanku . yang aku rasakan dan aku terima adalah perlakuan sichoprenia yang serba tidak sehat. 16 tahun aku terperosok di comberan aku dimasukkan kesana dan tanpa martabat. Tidak ada pengertian pengertian yang dikatakan sebagai keikhlasn dan kesederhanaan , menjelma perbudakan tanpa bayaran dan kemiskinan yang sempurna. Sampai aku tak tahu tempatku sampai sekarang.jadi kau bisa bayangkan bagaimana aku bisa berkreatifitas.bagaimana kau harus merasakan pernderitaan dan penyakit jiwa berkepanjangan.aku bicara tidak hanya ini saja.ini sangat membingungkan dan sangat mengganggu jiwaku yang sejak kecil di besarkan dalam situasi scream , menakutkan , kekerasan dan kemarahan. Aku hampir tak bisa menguasai pikiranku sendiri. Hidupku deterjang ketakutan selalu , takut akan kekerasan yang terjadi di sekitarku .dan jika kau berdiri menetap matanya kau melihat sisa-sisa kekejaman yang dilakukan ketika masa mudanya dahulu.aku lebih suka memilikinya tanpa jarak. Aku lebih suka kebebasan penuh.aku ingin berjalan dengan normal dan akal sehat.aku ingin mengangkat satu ujung dan kau mengangkat ujung yang lain.musim dingin menerpaku dan tidak memuaskan aku . aku terkena penyakit  penyempitan saluran pernapasan , jadi lebih mirip asma , tetapi tak ada seorangpun berempati denganku tak seorangpun mau memperhatikan penyakitku , penyakitku makin prah dan seorangpun pernah mengerti.bahkan aku ijin sakitpun tak seorangpun percaya padaku.aku mendambakan musim panas seperti hari- hari yang lalu , dimana kehangatan menyelimutiku sepanjang hari . langit mendung membuat dadaku jadi mendung kelabu , dadaku sesak karena asma .dan terjadi bila cuaca dingin lembab.aku sama sekali tidak puas dengan keadaanku yang jdi bulan bulanan setiap ajaran baru. Aku hidup dalam ketidakpastian . aku tidak bias menentukan berapa penghasilanku. Betapa buruk perasaanku pada kalian , yang selali nyrekali aku setiap waktu. Bisanya hanya mensrekal dan menjegal. Kedamaian dunia hilang, kerjasama kehilangan makna.mereka menemukan dirinya dalam kejahatan , sedang aku kehilangan diriku diantara semak-semak belukar.musim dingin yang basah hanya menyiratkan ketidakpuasan pada dunia . dan kami kehilangan kemesraan sebagai manusia. Aku selalu didera ketakutan bahkan kepada istriku sekalipun . aku sungguh hidup sendiri dan sengsara.semua awan menutupi setiap langkahku.di dalam dada terkubur dilautan.dan bagian terbesar dari masalah adalah tari menarik kepentingan mereka berkepentingan untuk menghancurkan diriku.pertang dalam memperebvutkan posisi kepala dan pengatur . mereka saling menyerang , saling menjelekkan. Itu berarti mereka tidak akan berhenti bertarung.sekaranmg  kening kita dibatasi dengan kemenangan atau kehancuran bila kalah.dan seikat bunga kematian diatas nisan kita . karena mereka siap mencincang-cincang daging kita dan mengubur semua bagian kita.tangan-tangan kita dipatahkan , dibangun monument bergambar wajah mereka sendiri.pertemuan menyenangkan berubah dengan pertemuan menyeramkan.wajah perang yang muram , yang di kenang situa waktu mereka masih muda.perlahan menampakkan keriput depannya, bermaksum membuat barisan kuda mabok biar cepat berlari,barisan kuda yang siap menginjak kaki kaki pejuangnya sendiri.tapi aku tak bias berlaku tajam , setajam tipuan yang sportip.atau membuat tatapan yang memancarkan kasih, suatau tatapan bayangan cinta , yang tak pernah dipancarkan selam aku berdiri disisi.aku membatasi proporsi dari keadilan yang selama ini aku cari. Ditipu raut wajah yang disembunyikan, ya dengan alami mereka menyembunyikan kejahatan di dalam hati mereka.ya mereka cacat . ada yang kurus kerontang kurang gizi, ada yang giginya tonggos , ada yang matanya Cuma sebelah,ada yanbg cacat seumur hidup wajah dan mulutnya ( nurahmad), tidak cukup hanya itu , memang ia sudah lama mengincar pembunuhan kepada saya  dengancara dsan dalih apapun.sebelum saat aku menghembusakan nafas terakhir, dan saat nafasku memasuki dunia ini. Separuh mengangkat kaku pincang dan diarahkan ke  wajahku.hidupnya begitu pincang dan  sangat tidak teratur .gonggongan anjing seperti aku dianggap sepeerti angina lalu, seperti aku diberhentikan oleh mereka tanpa sepengetahuanku.kenapa aku dalam kelemahan saat menghadapi kekerassn seperti ini .daalam kelemahan disaat orang lain menemukan kedamaian.tanpa kesenangan melewati waktu. Setidaknya aku dsapat melihat bayangku di mentari pagi,dan memainkan kekuatan dalam kecacatanku sendiri.
Didik  Jawa Darminto Astuti- Didi pujo astute-john ester Didik


Fana (fanaku dalam keterasingan)

Kematian itu pasti.cepat atau lambat kemtian menjadi kepastian yang tak dapat dihindari. Kematian adalh sebuah prose salami. Ia adaklah symbol ketidakberdayaan, titik akhir sebuah proses kehidupan. Fase dimana realitas tak dapat dibantah lagi , artinya dunia dan kebenaran yang diperebutkan tidak ada yang abadi, semua hancur, semua berakhir, semua dalam kedudukan yang sama dihadapan kematian , tak berdaya. Pada hakekatnya disadari atau tidak, segala yang ada diduniua menuju prases kemusnahan, setiap yang lahir akhirnya harus mati, setiap yang di buat akhirnya harus rusak, setiap yang kuat pada gilirannya akan lemah. Begitulah seterusnya sunatullah berlaku, semua berujung pada kefanaan. Ada saat di pakai , ada saat disingkirkan . ada sat dibutuhkan ada saat disia-siakan, ada sat angkuh  sombong dibanggakan , ada saat dihancurkan. Begitu aksioma kehidupan  hanaya menunggu satnya, saat ada  dan saat tiada. Dari kenyataan ini hendaknya kita berfikir. Apakah artinya diri ini ? hanya makhluk yang mempunyai keterbatasan, kerbatasan usia, kesehatan , kekuatan dan lain sebagainya .pada dirinya ada fese-fase kelemahan yang tidak dapat ditolak. Karenanya  tidak pantas pongah bila memiliki kekuasan,tidak pantas sombong saat di beri kelonggaran dan memiliki kebesaran. Ingat semua itu tidak langgeng, saatnya berkurang dan hancur, disinilah hikmah penting kenapa manusia harus merenungi segala apa ayang ada pada dirinya karena kehidupan ini fana , maka semua yang ada pada dirinya  semua semu, semua berkurang dan hancur, semua kenikmatan didalamnya semu fatamorgana , tidak kekal, pangkat isane minggat, donyo kenane lungo. Bila akita abelomba-lomba dan tenggelam  dalam mencahari kepuasan dunia dan berlebih-lebihan mencaharinya kita hanya tertipu ,  kita tidak mendapatkan  kecuali hanya kehancuran dan kesiasiaan  ( nasehat agama ).



Arti Sempit dan sesak napas

Hidup makin terasa sempit tidak memiliki ruang gerak dan waktu berfikir. Semua terasa pahit , sampai akhirnya aku dimuntahkan. Kapan aku bias memandang  hidup sebagai kesempatan untuyk menebus dosa-dosa.(didik)

Kalau aku menungkan seluruh perasaanku seribu lembar kertas tidak akan mampu menampungnya.tapi apa artinya tulisanku kalau tidak kau baca.aku lelah bercita –cita.cukupkah hidup hanya dengan bercita-cita. Tanpa modal berarti hidup melompong. Hidup yang tidak menghidupi, hidupnya lebah terbang ke sana kemari atau hidupnya labah labah sarang digantung menggantang nasib, kalau dipandang asal hidup saja, suatu berkat yang boleh dinikmati ataupun cukup disesali, terhina dan tidak punya apa-apa.hidup harus nggasak atau digasak. Atau menikmati kemiskinan dan tak memiliki apa-apa, atau ketika keluar rumah jadi cercaan anak-anak muda yang bekerja maju, mondar-mandir kesana kemari tanpa tujuan, tekanan ekonomi sangat mendesak, kondisi keluarga berantakan, sulit mata air dan terganjalnya cita-cita . apakah kerja yang berkenan dimata Tuhan. Sepanjang tahun mregawe ora tau absent isih wae di jebleske jhono, di musuhi sampai hilang bentuk. Mek nututi dit 200 ewu wae kok tak ewangi njlebut-njlebuto, njebloske endhas. Kok malah sing mlakune bener malah kepetenah keporit-porit ngene iki piye gusti, sing dho di pikirno mek apike dhewe-dhewe. Wong mlakune bener mek di paeko. Wis ben kono ben kono eleke bend ho di katog-katogke. Agama hanya sebagai kedok , jadi preman sejarah.


Si Picek dari Gua tak tahu (si buta dari Gunung jebrol)

Penjilat picek itu selalu mencahari muka menghalalkan segala cara, bahasanya mengalir lancar dan berbelit-belit . berputar-putar, tipu muslihatnya memenuhi bathok kepalanya managemennya tanpa aturan dan amburadul, mencerminkan pikirannya yang semrawut. Hidup dengan gaya serampangan seperti lonthe ibukota saja gayanya.. predikat guru hanya topeng belaka, sangat busuk dan  tidak produktif. Dibalik itu ia adalah mayat hidup atau vampire yang menyedot darah kawan-kawannya. Jono keluarga- keluarga terhormat itu berbuat ngawur gudhal jaran, hidup kapitalistik , menekan  mrmpressur yang bawah. Guru bawah hanya untuk bancikan , tak tahu diarahkan kemana anak tiri ini diarahkan tak ada yang tahu, tak pernah senang dengan kreativitas orang, dan membuang  setiap hasil karya orang lain ke dalam keranjang sampah, wateg ora tau nyenengake kancane. Mbok matio , emoh kenal , wong ora keno dikelah, ora keno diberi masukan. Amergo kelahe nganggu konspirasi .

Terlebih dahulu aku mengeluarkan statemen, ”kamu bebas sebebas-bebasnya, melayani ikatan-ikatan emosionil, ikatan duniawi yang, kebencian dan kepalsuan, kepaitan, dosa santhet dan sihir”.” Tapi aku adalah orang yang dipersiapkan Tuhan untuk menghadapi itu semua itu dan sekaligus menghindari semua itu” , dua hal yang bertentangan : melalui ujian-ujian Fitnah, persoalan kehidupan, pelatihan ,masalah-masalah, sampai setiap orang akan siap untuk dipakai Tuhan. Mungkin lebih baik orang muallaf yang bertaubat dan taat, dari pada pengkhianat yang dilahirkan dengan kelakuan jahat.aku musti mengembangkan diri untuk menangkis tangkisan, karena tingkat kerohanian yang masih kanak-kanak. Masih harus belajar terus-menerus, belajar mengembangkan diri, mempersiapkan diri, agar dapat melayani dengan baik dan tahan banting. Terima semua didikan dengan suka cita.
Nasehat-nasehatmu selama ini hanya membuatku muak, aku makin tidak memahami tiap derap gerak langkahmu, sebab kamu mencontohkan yang lain , bagaimana aku harus mengikutinya. Sebab langkahku semula hanyalah cita-cita, tapi semua kau buyarkan . kalau tak kusampai pada kenyataan , itu bagiku wajar- wajar saja, itu karena kelakuanmu yang mnenjebakku.Romantisme ekstrim hanya melahirkan pembelaan massif, membabi buta yang membuatku muak,fanatisme, sektarian kotor yang dibatasi ruang dan waktu. Kamu mulai tidak memberiku ruang gerak dan tempat berpijak, bagaimana cara aku beratahan, bagaimana aku dapat mengenalimu, karena kau menarik mata-mata nanar orang yang menbenciku dan memiliki dendam kesumat sejarah denganku , mana pernah fair penilaiannya terhadapku, kau angkat pedang keangkuhan, kesombongan, kekerasan melebihi preman , pedang arogan, lalu kau menuai kapitalisme yang runtuh , sedang aku merujuk pada komunisme dan kebebasan mimbar akademik dengan berbagai friksi yang tak pernah kau fahami, kemajuan yang tak pernah kau toleransi. Walau aku rapuh, aku masih mencari sosok dirimu disela-sela waktu, walau dengan segenggap dendam dan kebencian yang tak kunjung jua  kutemukan dimana wajahmu lagi . aku hilang rupa dihadapanmu .

Seandainya kau tolak mentah-mentah kewarasanku, bocah liar kemarin sore saja kau pelihara dengan penuh kasih, sedangkan aku kau godog dalam kawahmu dengan  guru sapto dharmo ra duwe duit, sangkan paraning dumadi,dengan segala kekurangannya, sejuta harapan sirna, runtuhnya jurang pemisah menghadangku, pekatnya kegelapan melanda hidupku , musnahkan segala asa.haruskah kulari mengejar bayang-bayang,fantasi. Mengapa selalu saja ada saja orang yang mencuri keju digudangku, dia tidak banyak bicara tetapi selalu  menderita berpikir yang tak pernah usai, selalu ada yang mengganjal, dan menakutkan, meretas kaki menghembus nafas terakhir .kini terbukti orang baik-baik malah mati dipenjara , sedangkan penjahat berpesta pora.aku digantung mati oleh para serigala buas.karena aku macan gendaman, sedang mereka mendekat pada singa ompong.trhempas lagi aku disini , dengan ijazah sd, kk , dan ijazah sarjana yang kusam, karena terlalu capek cari kerja .segudang harapan digantung disana malah ketemu setan-setan bergentayangan dan sejumlah masalah-masalah setan, yang aku tak pernah tahu ujung dan pangkalnya, ada setan jauhari, mad juhari yang mencuri uang, ada setan syahli, ada setan mas’ngud, ada setan sukir yang mencuri pipa air, yang  semua setan-setan itu erat dengan hidupku, ada setan jono yang mertampas kedudukan dan kehormatanku, ada setan pencuri tanah dan fakta ;suhadi, ada setan pencemar nama baik; Munta’ib, Nur akmad, siti kalimah Da’im, soleh, rozak,dan semua menjegalku berniar membunuhku dengan menusuk kehormatanku dari belakang. Aku mau ikut setan sholeh  saja atau setan narto dan Yota entah bagaimana rasanya sebab dengan dinas sebagai anak buah setan barangkali lebih tenang daripada jadi Iblis-ajajil, yang angkuh, munafiq, bermuka dua dan sakit-sakitan. Masya allah, bahkan kalau sampe waktuku berlalu aku tak tahu kemana arah langkahku akan kusebut namamu, para setan-setan bangsat .

Penarik pedati di kubangan

Kutarik pedati usang dengan roda terseok seok, aku tak tahu kalau para penumpangnya penuh terkubang dilubang berlobang-lobang di jalan sejarah yang tidak rata. Para penumpang sendiri mulai gelisah apakah  samapai tujuan dengan keberadaan mereka semakin lama semakin sunyi karena menderita ketakjutan, sunyi mencekam , penarik pedati yang sarat beban itru dengan kejam mencambuki kuda beban itu tak berperi kemnanusian , tidak punya istirahat 07/01 kode pantatnya, setiap hari seperti itu , tak punya hati, tak punya perasaan , tak punya perasaan. Rasanya kepingin berteriak dalam keterpaksaan berteriak dan mencari celah , jalan keluar, karena hanya jadi  kuda beban Jono , tidak pernah  hidup tanpa hasil bagi kuda itu. Kuda makin kelelahan  tidak ada  tambahan gizi , seluruh binatang dinaikkan ke setrek itu . ada kadal, ada serigala, ada musang, ada anjing, ada kerbau , ada sapi, dan semua binatang sejagad dimasukkan keatas kereta itu, walau sarat beban  tetapi sang pengawas memaksa dan tidak menambah kuda lain, kusirnya tak boleh berfikir akan berjalan kemana , diarahkan ke timur atau ke barat , kusir tidak tahu arah sebab pengawas terlalu kejam dank eras , para penumpang yang usrek diturunkan di tengah jalan begitu saja tanpa diberi bekal perjalanan , kalau perlu malah di denda. Moncong-moncong mulai saling memfitnah , ada moncong yang dipojokkan oleh penumpang lain, lantaran ia paling banyak berteori ,paling banyak membawa buku, paling hafal semua rumus dan filsafat. Moncong itu tak pernah diberi kesempatan untuk berfikir sekalipun apalagi kok bicara. Akhirnya moncong itu menemukan jalan keluar dengan melobangi perlahan –lahan kereta itu dari bawah samapai ia menemukan jalan keluar untuk beranjak dari kubangan itu.. jalan keluar bagi kusir , kalau belum usai, mungkin dalam kebimbangannyapara penumpang itu ermosi menyetop pedati lain. Timbul masalah baru yang mengerogoti otak’ apakah ia sengaja diperosokkan  kusir baru di pedati ini .
Sementara pendepan mencari sopir pedati baru yang sabar dan bersemangat, muncul korban yang sering dilupakan orang-orang, tidak masuk daftar hitungan dan selalu dicampakkan. Orang-orang lupa itu betapa semangat memperdaya orang  dalam hitungan itu, bahkan menghabisi hak hidupnya apakah esok masih ada matahari diantara semak-semak ini ?


Dimana ketenangan itu

Wahai murid-muridku, bagaimana pikiranmu, mana yang lebih banyak membantahnya, air yang ada didalam empat samudera ataukah air yang  kutumpahkan ketika air mataku menangis, ketika kau berpetualang dan tersesat dalam ziarah yang panjang ini , sebab yang jadi bagianmu adalah segala yang kau benci, yang kau cintai dan yang tidak berguna bagimu .

Nrimo ing pandum dan pasrah diri

Orang bijaksana merasa tenang  bukan karena ia bicara pada dirinya sendiri melainkan adalah lebih baik untuk bersikap tenang. Ia bersikap tenang karena memang tidak ada sesuatupun di dunia ini yang mengganggu pikirannya. Jika air bias begitu jernih bila sedang tenang, begitu pula batin manusia ?. jika pikiran orang bijaksana  bisa menjadi cermin alam semesta yang memantulkan semua yang ada di dalamnya; sikap pasip, lenang, lemah,tanpa prasangka, tanpa aksi , menunjukkan alam semesta dalam keadaan damai dan menampakkan betapa tingginya perkembangan watak manusia.

Penderitaan
Penderitaan yang menderaku tanpa batas, kematian yang menekan begitu dahsyat , emncekam, satu persoalan filsafat serius menghempasku yaitu keinginan untuk bunuh diri, barangkali itu yang menjawab pertanyaan filosofis. Hal ini seperti seorang yang telah dihunjam anak panah beracun, dan seorang kawanpun tak ada yang menolong.orang sakitpun ber ujara:saya tidak sudi anak panah ini dicabut samapi saya tahu siapa nama-nama orang  yang telah melukai saya, samapai saya tahu entah darimana dia berasal.’ Orang tadi akan mati tanpa pernah tahu sebab kematiannya, apa yang diketahuinya. Begitu pula entah dunia ini kekal atau tidak… masih saja ada kelahiran , usia tua, kesengsaraan , ratapan, penderiataan , duka cita dan keputus asaan yang papa.(batas sakitku).

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives