Senin, 26 Maret 2012

ARGO WIWLWIS

LIR RESPATI BUMIDAYA

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
PKBM Argowilis
Desa Sokawera Kec. Cilongok Kab. Banyumas
Jawa Tengah









Program Diversifikasi Layanan Pendidikan Kesetaraan
Direktorat Pendidikan Kesetaraan
Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal
Departemen Pendidikan Nasional

Daftar Isi



Halaman Judul ........................................1
Daftar Isi............................................2
Kata Pengantar........................................3
Belajar Bersama Masyarakat Desa Hutan                       Profil Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Argowilis..........................................4
Mobil Kelas Berjalan Alternative Layanan Pendidikan Kesetaraan Bagi Masyarakat Desa Hutan.............................................11
”Melayani Dengan Hati” Potret Kegiatan Pembelajaran di beberapa lokasi Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan PKBM Argowilis.........................16
RP2M Radio Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat 87.5 MHz..........................................35
Sekilas Mengenai Relawan / Tutor Mobil Kelas Berjalan PKBM Argowilis...........................38












Kata Pengantar





Salam Lestari,......

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan berjuta nikmat kepada kami sehingga sampai detik ini kami masih dapat melakukan aktifitas pelayanan terhadap warga masyarakat yang Belajar bersam kami di Pendidikan kesetaraan Paket B dan C PKBM Argowilis.

Melalui secarik kertas ini kami tuliskan sekilas kegiatan PKBM Argowelis dalam memanfaatkan Bantuan Sosial Mobil Kelas Berjalan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan layanan Pendidikan khususnya melalui program Pendidikan kesetaraan baik paket B maupun Paket C.

Apa yang sudah kami lakukan tentunya masih jauh dari harapan Direktorat Penidikan Kesetaraan Dirjen PNFI Departemen Pendidikan Nasional yang telah memfasilitasi Mobil Kelas Berjalan kepada kami.
Namun kami akan selalu berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan kami kepada warga masyarakat/sasaran Program ini.

Kepada Pihak – pihak yang selalu mendukung kegiatan kami, kami hanya dapat mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya.
Terutama kepada ;
Direktorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas di Jakarta
Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah
Dinas Pendidikan Kabupetn Banyumas dan Purbalingga
Perum Perhutani KPH Banyumas Timur
Warga masyarakat dan Pemerintah Desa Lokasi Kegiatan Pendidikan Kesetaraan Kelas berjalan.
Dan seluruh pihak yang tak dapat kami tuliskan satu demi satu.

Semoga Apa yang telah kami terima dapat terus bermanfaat sehingga para pihak dapat memperoleh manfaat positif dari kegiatan ini.

Mengakhiri kata pengantar ini, kami mohon maaf apabila dalam melaksanakan amanah pemanfaatan Mobil Kelas Berjalan ini masih jauh dari harapan para pihak.
Semoga Kebersamaan para pihak dengan PKBM Argowilis dapat terus terjalin sehingga kami akan menjadi lebih baik dalam segala hal.

Sekian dan terimaksih.

Salam Lestari,......
                        Purwokerto,  Mei 2009
                        Mewakili Teman – teman
Relawan PKBM Argowilis




   A.U.S. SAKHIRIN
   General Manager

Belajar Bersama Masyarakat Desa Hutan
Profil Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM Argowilis


Awalnya, kami hanyalah sekelompok pesanggem (petani hutan) yang “diberi” kesempatan bertumpangsari palawija disebagian hutan di utara desa kami. Kami berkesempatan bertumpangsari setelah lahan hutan di belakang rumah kami di tebang oleh pengelola hutan (Perhutani) pada tahun 1998. Penebangan secara total yang menjadikan sebagian hutan di desa kami seperti lapangan golf. Tak berpohon seluas lebih dari 30 (Tiga puluh) hektar. Penebangan, yang menjadikan jalan-jalan di kampung kami rusak. Karena setiap hari pada waktu itu selalu dilewati truk-truk yang kelebihan beban muatan.  Penebangan, yang menjadikan ayam hutan, monyet, burung-burung dan babi hutan berpindah tinggal. Penebangan yang  sampai kini masih menyisakan kegersangan dan memberi kami kekeringan ketika satu bulan tiada turun hujan.

Untuk menjadi pesanggem, kami disuruh mendaftar kepada petugas pengelola hutan (mandor). Kemudian, kami dikumpulkan dan diberi penyuluhan. Intinya kami boleh bercocok tanam, tapi kami juga harus menanam tanaman kayu hutan. Kami juga wajib menjaga dan memelihara  tanaman kayu hutan. Waktu itu, kami hanya diberi kesempatan memanfaatkan lahan hutan selama-lamanya 2 (dua ) tahun. Setelah itu kami tak boleh lagi bercocok tanam. Agar pengaturannya menjadi mudah, kami diminta untuk membuat kelompok. Namanya Kelompok Tani Hutan. Jadilah pada tanggal 25 mei 1999 kami (236 pesanggem) menyepakati berdirinya Kelompok Tani Hutan yang diberi nama ARGOWILIS. Selanjutnya sering disebut dengan istilah KTH ARGOWILIS.  Kata ARGOWILIS sendiri berasal dari dua kata yaitu ARGO yang berarti Gunung/Pegunungan dan WILIS yang berarti Hijau. Dengan menyandang nama itu diharapkan KTH mampu menghijaukan kembali pegunungan (hutan) yang gundul.

Awalnya juga, kami hanya berpikir tentang bagaimana memanfaatkan lahan hutan yang gundul itu untuk ikut menanam tanaman yang bisa memberi kami makanan dan atau tambahan penghasilan. Di lahan itu kami menanam singkong, jagung, padi gaga dan aneka sayuran. Kami juga harus menanam tanaman damar sebagai tanaman kehutanan. Tapi, kami tak pernah menikmati hasil bercocok tanam. Tanaman kami rusak di serang babi hutan dan monyet (barangkali ini merupakan bentuk protes dan luapan kemarahan karena tempat tinggalnya telah dirusak).  Untuk ngrembug masalah-masalah dan rencana kegiatan kelompok, setiap bulan pada tanggal 20 malam kami berkumpul. Kadang dirumah salah satu pengurus dan kadang-kadang di rumah anggota kelompok.

Kemudian, diperjalanan waktu kami sering mendapat undangan untuk mengikuti pertemuan-pertemuan dan pelatihan-pelatihan. Baik yang diselenggarakan oleh pengelola hutan (Perhutani) dan atau yang diadakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dari kegiatan-kegiatan itu, kami mulai sedikit tahu dengan apa yang disebut pengelolaan hutan. Kami sering mendengar istilah-istilah yang awalnya sangat tidak kami kenal. Kami menyebut istilah istilah itu dengan bahasa langitan. Seperti : Social Forestry, Timber Manajement, Community Based Forest Banajement, Partisipatory Rural Apprisal dan macam-macam istilah lainnya.

Dari sedikit-sedikit pengetahuan yang kami peroleh, kami mencoba mendiskusikan (rembugan/gendu-gendu rasa dalam bahasa kami) dengan teman-teman kami di kelompok. Untuk hal-hal yang praktis dan tidak njlimet, kadang-kadang langsung kami praktekkan. Salah satunya adalah, ketika kami mendapatkan pemahaman bahwa sesungguhnya kelompok hanyalah sebuah alat untuk mencapai tujuan.
Seperti sebuah kendaraan/angkutan umum yang membawa para penumpang dari sebuah pangkalan menuju ke sebuah terminal dan atau tempat tujuan tertentu. Kami mulai rembugan. Darimana kami hendak memulai dan kemana tujuan hendak diarahkan ???.    
Proses panjang pencarian dan penentuan itu membawa kami pada sebuah kesepakatan. Kami akan memulai dari kampung kami sendiri. Kami akan memulai dari persoalan-persoalan yang ada di kampung kami. Kami akan memulai dari potensi yang ada di kampung. Kami akan memulai dari apa yang kami miliki. Kami akan memulai dari apa yang kami bisa. Sekecil dan dalam bentuk apapun. 

Ternyata, persoalan dikampung kami tidak hanya persoalan petani hutan dan persoalan pengelolaan sumberdaya hutan. Persoalan di kampung kami ternyata persoalan yang sangat komplek. Sangat beragam. Dari hasil identifikasi (baca : pencarian) yang kami lakukan bersama teman-teman, ditemukan puluhan puluh (ratusan) daftar masalah yang ada dikampung kami.
Beberapa diantaranya dapat kami tulis sebagai berikut :
Pendapatan masyarakat dikampung kami rata-rata kurang dari 1.000,- (seribu rupiah) perkapita perhari
Lebih dari 60 % (enam puluh) persen kepala keluarga di kampung kami tidak memiliki pekerjaan tetap. (Desember 2008 jumlah KK ada 2080)
Tingkat pendidikan masyarakat kampung masih sangat rendah.  (jumlah jiwa 6.683. sarjana hanya 6 orang, lulusan SLTA 190 orang, lulusan SLTP 355 orang, lulusan SD 3218 orang, tidak Tamat SD 1243 orang, belum bisa membaca masih ada 326 orang dan sisanya masih disekolah dasar dan atau belum sekolah)
Sumberdaya hutan belum memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat kampung kami. (luas hutan yang masuk wilayah administrasi desa kami tercatat ada 561 hektar)
Banyak warga kampung kami yang terikat pinjaman (hutang) dengan Bank plecit (baca : rentenir)
Dll masalah yang tak cukup ditulis satu persatu

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM Argowilis adalah sebuah organisasi berbasis masyarakat yang pendiriannya di inisiasi oleh  Program Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD)  Kelompok Tani Hutan (KTH) Argowilis. Secara organisatoris PKBM Argowilis merupakan lembaga yang mandiri dan otonom. Namun demikian secara historis, dan dalam aktifitasnya PKBM Argowilis senantiasa bersinergis dengan Kelompok Tani Hutan Argowilis.  

Sebagai organisasi masyarakat, PKBM Argowilis lahir karena menjumpai persoalan - persoalan yang ada ditengah - tengah masyarakat, terutama persoalan yang berkaitan dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat desa hutan, yaitu :

Masih banyak warga desa hutan yang belum bisa baca tulis
Banyaknya warga desa hutan yang DO Sekolah Dasar
Banyaknya lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SLTP
Banyaknya lulusan SLTP yang tidak melanjutkan ke SLTA
Banyaknya usia produktif yang belum bekerja dan tidak memiliki usaha
Susahnya memperoleh lapangan pekerjaan di desa
Rendahnya tingkat pendapatan masyarakat desa hutan

Pendirian PKBM ini dimaksudkan agar upaya-upaya mengatasi persoalan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat bisa dilakukan secara lebih intensif, terpadu dan berkelanjutan.

PKBM Argowilis dibangun bersama oleh masyarakat untuk mengatasi persoalan - persoalan masyarakat dengan visi, misi dan tujuan sebagai berikut :

VISI

Berperan aktif dalam mewujudkan warga desa miskin tak berdaya menjadi warga negara yang berkualitas dan berdaya.

MISI

Menyelenggarakan dan mengembangkan Pendidikan Non Formal (Luar Sekolah) bagi warga desa miskin terutama anak-anak dan perempuan secara terpadu berkelanjutan
Mengembangkan sumberdaya lokal untuk pengembangan ekonomi warga desa secara arif,demokratis dan berkelanjutan
Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal sebagai sejarah, peradaban dan kekayaan nasional
Mengembangkan kerjasama dan jejaring kerja dengan berbagai pihak untuk mendukung pencapaian visi dan misi PKBM Argowilis

TUJUAN

Secara umum  PKBM Argowilis bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia desa hutan sehingga  memiliki pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan sikap hidup yang bertanggung jawab kepada dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama.

Sedangkan secara khusus tujuannya adalah memberikan pelayanan kegiatan belajar  secara terpadu dan berkelanjutan kepada warga desa miskin /warga belajar agar :

Memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dalam rangka mewujudkan keadilan pendidikan disetiap lapisan masyarakat
Memiliki pendidikan setara pendidikan formal tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Menengah Umum
Memiliki pengetahuan, kemampuan, kecakapan dan sikap mental  sebagai bekal memasuki dunia kerja baik bekerja mandiri dan atau bekerja pada suatu perusahaan/ jasa dengan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Memiliki kemampuan untuk mengelola potensi dan sumberdaya lingkungannya
Memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya pendidikan untuk dirinya sendiri maupun untuk anggota keluarganya.

Diantara banyaknya Program yang dilaksanakan oleh PKBM Argowilis adalah Program Pendidikan Kesetaraan dengan Mobil Kelas Berjalan yang awalnya kami peruntukan bagi para petani hutan dan anak-anaknya yang tidak mampu bersekolah di sekolah formal karena berbagai alasan ekonomi sehingga mereka tidak bisa membayar biaya transportasi harian menuju ke tempat belajar.



Mobil Kelas Berjalan Alternative Layanan Pendidikan Kesetaraan Bagi Masyarakat Desa Hutan
Secara Geografis,Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM Argowilis merupakan salah satu PKBM yang berlokasi di daerah pegunungan, tepatnya di sekitar Gunung Slamet di desa Sokawera Kecamatan Cilongok Kab. Banyumas. Naik Gunung dan turun Gunung untuk melayani warga masyarakat yang tinggal disekitar hutan untuk memperoleh pendidikan merupakan Kegiatan keseharian kami, Relawan – relawan / Tutor di PKBM Argowilis.

Awal berdirinya PKBM Argowilis dilatarbelakangi karena disekitar kami banyak warga masyarakat yang setelah tamat SD tidak dapat melanjutkan ke SLTP dan terlebih bagi warga masyarakat yang telah selesai mengenyam pendidikan di SLTP, sangat jarang mereka bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA.

Kesemuanya itu dikarenakan kondisi ekonomi masyarakat di desa kami tidak menjangkau untuk membayar mahalnya biaya transport angkutan pedesaan untuk menuju ke Sekolah yang jauh dari desa kami.

Setelah kami menyelenggarakan Kegiatan Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket B dan C mulai tahun 2002 di desa kami, Al-khamdulillah sebagaian dari masyarakat di desa kami dapat merasakan belajar setara dengan mereka yang belajar di sekolah Lanjutan.

Mulai tahun 2004, PKBM Argowilis mendapat kepercayaan dari Perum Perhutani KPH Banyumas Timur yang wilayah kerjanya meliputi kab. BAnyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara untuk mendampingi Lembaga Masyarakat Desa Hutan yang berada di tiga Kabupaten yaitu; Kab. Banyumas, Kab. Cilacap dan Kab. Purbalingga.
Dari berbagai Kegiatan pendampingan yang kami lakukan, kami berusaha untuk meningkatkan SDM Warga masyarakat desa hutan yang kami dampingi melalui Kegiatan Pendidikan Kesetaraan.

Ternyata,…..
Setelah kami melakukan observasi di beberapa desa Hutan Selain desa Sokawera dimana PKBM Argowilis berada, masih banyak desa – desa lain yang kondisinya bila dilihat dari berbagai sisi lebih memprihatinkan dari desa kami, dimana Kemiskinan, Kebodohan dan Ketertinggalan menjadi stigma yang melekat pada mereka.

Secara singkat dapat kami sampaikan bahwa sasaran program pendidikan Kesetaraan di Desa – desa Sekitar Hutan di tiga Kab. Tersebut diatas masih sangat banyak.Namun sampai dengan saat ini mereka masih belum terlayani karena jarangnya Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan di Desa – desa Sekitar hutan.

Dari latar belakang tersebut, PKBM Argowilis merasa terpanggil untuk melakukan kegiatan pembelajaran melalui Program Pendidikan Kesetaraan seperti yang kami lakukan di desa kami mulai tahun 2002 sampai dengan sekarang.

Pertengahan tahun 2008 yang lalu, PKBM argowilis mendapatkan anugerah sekaligus amanah dari Direktorat Pendidikan Kesetaraan Dirjen PNFI Depdiknas, berupa sebuah mobil pembelajaran atau mobil kelas berjalan.
Mobil yang kami terima dilengkapi dengan berbagai sarana yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.
Ada LCD Projector , Laptop , Genset dan beberapa alat praktek keterampilan.

Melalui Bantuan Sosial Mobil Kelas Berjalan ini,PKBM Argowilis mengajak Tutor / Relawan untuk belajar berbagi dengan menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan baik Paket B maupun Paket C di daerah – daerah yang belum terlayani oleh Penyelenggara Program Pendidikan Kesetaraan khususnya di Desa – desa Sekitar Hutan.
Di Wilayah kerja Perum Perhutani KPH Banyumas Timur sendiri memiliki 162 seratus enam puluh dua Desa Hutan yang yang tersebar di 4 empat kabupaten {Banyumas,Purbalingga,Cilacap dan Banjarnegara}. Dan sebagaian dari jumlah desa tersebut menjadi desa hutan binaan PKBM Argowilis.
Namun karena keterbatasan personil / relawan di PKBM sehingga kami baru menyelenggarakan pembinaan SDM Masyarakat Desa Hutan secara intensif melalui Program pendidikan Kesetaraan terpadu di 3 tiga desa Model yaitu;
Desa Serang Kec.Karangreja Kab. Purbalingga
Desa Sokawera Kecamatan Cilongok Kab. Banyumas
Desa Glempang Kecamatan Pekuncen Kab. Banyumas
Di ketiga Desa Model ini PKBM Argowilis menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Masyarakat Desa Hutan. Dan salah satu kegiatan Peningkatan SDM Masyarakat Desa Hutan kami lakukan dengan menyelenggarkan Pendidikan Kesetaraan Paket B dan C yang berbasis pada pendidikan kehutanan atau Agroforestry

Dari ketiga desa itu, saat ini jumlah warga belajar Pendidikan Kesetaraan PKBM Argowilis berjumlah 325 {tiga ratus dua puluh lima} seperti tertulis pada tabel dibawah ini.


No    Jenjang Pendidikan    Laki - laki    Perempuan    Jumlah      
1.        Paket B Kelas I  Argowilis    6    4    10      
2.        Paket B Kelas II Argowilis    18    2    20      
3.        Paket B Kelas III (UNPK)    14    7    21      
4.        Paket C Kelas I    24    6    30      
5.        Paket C Kelas II    22    10    32      
6.        Paket C Kelas III ( UNPK)    27    17    44      
7.        Paket B Kelas I Serang    15    -    15      
8.        Paket C Kelas I Serang    83    28    111      
9.        Paket B Kelas 1 Glempang    22    20    42   





Foto – foto Lokasi Pembelajaran

               
    Suasana Kegiatan Belajar dengan Mobil Kelas Berjalan    Salah satu Lokasi Pembelajaran di Desa Serang

                               
                                     Diskusi Kelompok                                       Abah Sakirin
                              Mengawali kegiatan Belajar                                                                    Menemani Warga Belajar

    
                          Lokasi Pembelajaran                                                                                 Warga Belajar Paket B
                              di Dukuh Sawen                                                                             di Dukuh Sawen Desa Glempang

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives