Ayat Batu
Kubelah ayatayat batumu di kulminasi bukit
Yang terhampar di sajadahku
Kujatuhkan di tebingtebing lautmu
Cuma gemuruh ombak dalam takbirku
Angin mana di gurungurunmu beribu kafilah
Dan beribu unta yang tersesat di tepitepi
hutanmu
Dan bersafsaf di oasis bumimu yang letih
Kuseru namamu tak hentihenti
Di ruasruas jari tanganku
Yang gemetar dan berdarah
Tumpahlah semesta langit
Di mata anak Adam yang sujud di kakimu
Banjarbaru, 2000
Kubelah ayatayat batumu di kulminasi bukit
Yang terhampar di sajadahku
Kujatuhkan di tebingtebing lautmu
Cuma gemuruh ombak dalam takbirku
Angin mana di gurungurunmu beribu kafilah
Dan beribu unta yang tersesat di tepitepi
hutanmu
Dan bersafsaf di oasis bumimu yang letih
Kuseru namamu tak hentihenti
Di ruasruas jari tanganku
Yang gemetar dan berdarah
Tumpahlah semesta langit
Di mata anak Adam yang sujud di kakimu
Banjarbaru, 2000
Gairah Embun
Menjilati garisgaris permukaan tangan
Menggendong keranjang yang kita anyam
Setetesdemisetetes embun kita kumpulkan
Bertebaran dalam mazmurmazmur malam
Kita bersidekap dalam gumpalan warna angin
Membakar lipatandemilipatan tubuh fana
Mata mencari sesuatu yang pernah kita punya
Sebelum keburu surya bangkit dari mimpinya
Kunyah segala dedaunan dan akarakaran
Jadi serbuk hatinurani
Kucurkan ke piala kita tanpa sisa
Agar bebas dari perangkap dusta
Mulutmu wangi sarigading
Menyentuh gordengorden jendela
Tapi jangan kau buka
Sebentar lagi pagi beranjak tiba
Menjilati garisgaris permukaan tangan
Menggendong keranjang yang kita anyam
Setetesdemisetetes embun kita kumpulkan
Bertebaran dalam mazmurmazmur malam
Kita bersidekap dalam gumpalan warna angin
Membakar lipatandemilipatan tubuh fana
Mata mencari sesuatu yang pernah kita punya
Sebelum keburu surya bangkit dari mimpinya
Kunyah segala dedaunan dan akarakaran
Jadi serbuk hatinurani
Kucurkan ke piala kita tanpa sisa
Agar bebas dari perangkap dusta
Mulutmu wangi sarigading
Menyentuh gordengorden jendela
Tapi jangan kau buka
Sebentar lagi pagi beranjak tiba
Dalam lindap lembayung senja
Kemana risalah burungburung putih
Tibatiba kau jatuhkan sebiji rambai
Seketika masasilamku terpanggang
di rerumpun bakau
Kau beri aku sampan
Riakdemiriak menyusuri uraturat nadi
Wajahmu sudah lain tapi begitu angkuh
Tumbuh rumahrumah batu
Orangorang tak pernah kukenal lagi
Dengan salam yang pernah kau ajarkan
Lihat ketika kau jatuhkan lagi sebiji
Tanganku kenapa begitu bodoh
memegang dayungmu
Kemana risalah burungburung putih
Tibatiba kau jatuhkan sebiji rambai
Seketika masasilamku terpanggang
di rerumpun bakau
Kau beri aku sampan
Riakdemiriak menyusuri uraturat nadi
Wajahmu sudah lain tapi begitu angkuh
Tumbuh rumahrumah batu
Orangorang tak pernah kukenal lagi
Dengan salam yang pernah kau ajarkan
Lihat ketika kau jatuhkan lagi sebiji
Tanganku kenapa begitu bodoh
memegang dayungmu
Kulepas burungburung
Ke awanawan serbuk masasilam
Sebab pepohonan yang kutanam
Menanggalkan dedaunan
Helaidemihelai namamu
Rebah ke bumi
Sepanjang khatulistiwa
Matahari berdarah
Menetes di bulubulunya
Yang putih
Maka jangan kau cari lagi
Siapa yang luka di antara kita
Jangan kau tanya lagi
Benih dalam rahimmu
Yang terbelah
Oleh bibirbibir kita sendiri
Dari peradaban yang hilang
Terbanglah membidik masadepan
Di hatinurani yang terbakar
Gumpalan rindudendam
Dan lepas dari ikatan
Ke awanawan serbuk masasilam
Sebab pepohonan yang kutanam
Menanggalkan dedaunan
Helaidemihelai namamu
Rebah ke bumi
Sepanjang khatulistiwa
Matahari berdarah
Menetes di bulubulunya
Yang putih
Maka jangan kau cari lagi
Siapa yang luka di antara kita
Jangan kau tanya lagi
Benih dalam rahimmu
Yang terbelah
Oleh bibirbibir kita sendiri
Dari peradaban yang hilang
Terbanglah membidik masadepan
Di hatinurani yang terbakar
Gumpalan rindudendam
Dan lepas dari ikatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar