Minggu, 04 Maret 2012

broot

LIR RESPATI BUMIDAYA
berikut inilah sejarah penemuan antiseptik - Sejarah penemuan antiseptik secara umum septis berati efek toksis dari mikroorganisma penyebab penyakit pada tubuh selama infeksi. Antiseptik; ukuran-ukuran yang menghentikan efek tersebut dengan pencegahan infeksi.

Oliver Weldell Holmes (1809 – 1894) seorang dokter Ameraka pada tahun 1843 menekankan bahwa penyakit demam pada wanita bersifat menular. Oleh karena itu ditularkan dari satu wanita lain melalui tangan dikter.

Tahun 1846 seorang dokter dari Hungaria, Ignaz Philipp Semmelweiz menemukan penggunaan klorin sebagai desinfektan bagi tangan dokter. Pada tahun 1860 ahli bedah dari Inggris, Josept Lister menemukan asam karbol atau phenol dapat digunakan untuk membunuh bakteri.

Lister menggunakan larutan ini untuk merendam alat-alat bedah dan menyemprot ruangan operasi. Cara tersebut demikian sukses untuk mengatasi infeksi setelah operasi yang sebelumnya menyebabkan kematian 45% dari pasiennya.

Cara tersebut segera dapat diterima dan dilakukan oleh ahli bedah yang lain. Penemuan tersebut merupakan hari penemuan teknik aseptik untuk mencegah infeksi. Sekarang ini berbagai macam senyawa kimia dan alat fisik lain dapt mengurangi mikroorganisma di ruang operasi, ruangan untuk bayi prematur dan ruangan tempat memasukkan obat ke dalam kontainer yang steril. 
erikut inilah Kesadaran Manfaat Susu Masih Kurang artikel Kesadaran Manfaat Susu Masih Kurang tentang Kesadaran Manfaat Susu Masih Kurang - SUSU mengandung kelengkapan lima gizi utama, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Namun, konsumsi susu orang Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu sekitar dua gelas per orang setiap bulan. Jadi kalau dirata-ratakan, setiap harinya orang Indonesia cuma minum dua-tiga sendok.
Sementara Malaysia, kata Heiko Schipper, Marketing PT Nestle Indonesia, mengonsumsi susu lima kali lebih banyak atau setara dengan 10 gelas per orang setiap bulan. Orang Thailand mengonsumsi sembilan gelas, dan orang Filipina delapan gelas per orang setiap bulan.

“Kalau dihitung tingkat dunia, konsumsi perkapita per tahun adalah 40 liter. Thailand 21 liter per kapita per tahun. Filipina juga 21 liter per tahun. Sementara Indonesia cuma lima liter perkapita per tahun,” kata Schipper kepada Media.

Rendahnya konsumsi susu di Indonesia itu, Menurut Schipper, disebabkan banyak faktor, misalnya, susu dianggap mahal, sehingga daya beli masyarakat kecil. Tetapi, bisa juga akibat kurangnya pemahaman akan manfaat susu.

“Kalau penyebabnya mahal, kenapa Filipina yang tingkat perekonomiannya hampir sama bisa tinggi konsumsi susunya ? Berarti pemahanan akan pentingnya susu buat kesehatan yang kurang. Jadi, bukan masalah harga,” lanjut Schipper.

Untuk itu lanjutnya, pendidikan penting guna menyadari masyarakat akan pentingnya susu. Ia juga mengatakan untuk anak-anak jenis susu bubuk lebih baik ketimbang kental manis. Karena susu bubuk sedikit mengandung gula. Sedangkan susu kental manis lebih cocok untuk membuat kue, kopi, dan lain sebagainya.

Bagi orang Indonesia, sebetulnya pentingnya manfaat susu sudah disadari sejak dahulu. Cuma, ada sebagian masyarakat yang merasa enek ketika berhadapan dengan susu. Untuk itu, kata praktisi gizi Rienani S Mahadi, susu bisa dicampur dengan makanan lain, misalnya es krim yang banyak mengandung susu, puding, cake, kue-kue kering, dan makanan lainnya.

Di lain pihak, Indah Soelistyawati, Marketing PT Nestle Indonesia mengatakan, idealnya, tiap orang minum susu dua gelas per orang per hari. Berarti sebulan 60 gelas susu. Jadi, kalau tiap keluarga terdiri dari dua anak dan dua orang tua, berarti sekitar 240 (60x4) gelas dibutuhkan dalam sebulan.

Bagi orang yang berpenghasilan tidak tetap, susu memang dianggap mahal. Misalnya, kemasan 400 gr saja harganya sekitar Rp 15.000, paling lama habis dikonsumsi selama dua pekan. “Harga ini tentu saja mahal bagi pegawai rendahan, namun sekarang Nestle juga menyediakan kemasan ekonomis ini cocok buat buruh harian,” ujar Ibu Indah.

Sementara itu, Ir ThomasDharmawan, Excutive Director Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) mengatakan, rendahnya angka konsumsi susu di Indonesia disebabkan harga susu cenderung tinggi, dan rakyat Indonesia sebagian memiliki alergi terhadap laktosa.

“Laktosa merupakan gula yang terkandung dalam susu. Zat ini yang tidak mungkin ditemukan dalam kandungan makanan lain. Laktosa terdiri atas glukosa dan galaktosa,” tambah Thomas.
Namun begitu, lanjut Thomas, konsumsi susu di Indonesia sebetulnya selalu mengalami perubahan, contoh paling nyata adalah waktu krisis ekonomi. Jumlah konsumen susu turun drastis. Hal itu, jelas Thomas, dikarenakan mahalnya biaya kemasan yanag dipakai dalam pengolahan susu, terutama susu impor.

Lebih lanjut Thomas menjelaskan konsumsi per kapita Indonesia pada tahun 1997 cuma mencapai 474 gr. Tetapi di tahun 1998 merosot sampai 375 g. Tahun 2000 konsumsi susu meningkat lagi hingga mencapai 80,788 ton. Angka tersebut terus meningkat, dan pada tahun 2003 diperkirakan bisa mencapai 100,565 ton.
“Diharapkan konsumsi per kapita akan meningkat kembali diiringi meningkatnya pendapatan masyarakat.”

Pasar susu
Proudk susu nasional pada tahun 1999 mencapai 436 ribu ton, pada tahun 2000 mengalami peningkatan hingga 497,87 ribu ton. Dan di tahun 2001, lanjut Thomas, produksi susu nasional diharapkan mencapai 531,87 ribu ton.

Dari berbagai jenis susu yang telah dipabrikan, jelasnya lagi, susu bubuk menempati urutan pertama dalam tingkat produksinya dibanding jenis susu lainnya, seperti susu kental manis, atau susu murni.
“Tingginya tingkat produksi susu bubuk disebabkan luasnya jaringan pasar yang dikuasai oleh susu bubuk. Selain itu, jenis susu ini dapat dikonsumsi oleh semua umur dari bayi, orang dewasa, dan manula,” kata thomas, kepada Media.

Sedangkan urutan kedua, lanjutnya, ditempati susu lanjutan atau susu formula. Susu jenis ini memiliki tingkat produksi 20,079 ton pada tahun 1997, namun tahun 1998 turun, karena adanya gejolak ekonomi yang menyebabkan meningkatnya harga. Pada tahun ini produksi susu lanjutan mencapai angka 15,367 ton dan kembali mengalami peningkatan pada tahun 2000 dengan angka 15,858 ton. Sementara produksi susu bayi hanya 1,842 ton pada 1997 dan untuk susu lanjutan mencapai 7,329 ton pada tahun yang sama.

Tetap impor
Dikatakan konsumsi susu di Indonesia masih rendah, yaitu cuma 1,391 ton di tahun 1996, namun begitu untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, impor susu masih dilakukan dalam jumlah cukup besar. Karena produksi susu dalam negeri di tahun yang sama hanya mencapai 380 ribu ton. Impor juga cenderung meningkat melihat konsumsi susu di Indonesia juga terus meningkat, kecuali ketika krisis moneter mengalami penurunan. Di tahun 1997-1999, misalnya, terlihat turun, yaitu 1,275 ton, kemudian turun lagi jadi 1,030 ton, dan di tahun 1999 juga cuma 1,258 ton. Baru di tahun 2000 meningkat jadi 1,537 ton dan 1,869 ton di tahun 2001. Sementara untuk produksi susu juga mengalami penurunan, baru tahun 2000 dan 2001 naik jadi 395 ribu ton dan 435 ribu ton.

“Dapat dikatakan hasil produksi susu dalam negeri tidak mencukupi jumlah konsumsi susu nasional. Karena itu Indonesia masih membutuhkan impor susu,” tegas Thomas.

Sementara itu, data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukan, jumlah impor susu bubuk tahun 1997 mencapai 45,681 ton dengan harga US$91,8juta. Jumlah impor pada tahun 1998 mengalami penurunan dengan angka 37,589 ton, namun pada tahun ini jumlah harga yang dibayar Indonesia kepada negara importir mengalami kenaikan yaitu US$121,6juta. Sementara pada tahun 1999 tercatat 55,048 ton dengan harga US$80,7 juta.

Menurut Thomas susu yang didatangkan dari luar negeri masih harus diproses atau diolah kembali. Biasanya ada perusahaan lokal yang menangani pengolahan susu impor ini. Pengolahan kembali ini, lanjutnya, penting karena dikhawatirkan dalam perjalanan ke Indonesia terkontaminasi suatu penyakit.

Negara yang menjadi pemasok kebutuhan susu Indonesia menurut data yang tercatat di BPS adalah Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Australia pada tahun 1998 mengekspor 11,433 ton dengan harga US$18,57 juta dan pada tahun 1999 mengalami kenaikan sampai 13,913 ton dengan harga US$18,6 juta.

Sedangkan impor dari Selandia Baru mencapai 14,449 ton dengan harga US$26,19 juta pada tahun 1998-1999 jumlahnya sama dengan harga US$20,8 juta. Amerika Serikat mengekspor 2,265 ton pada tahun 1998 dengan harga US$3,3 juta, dan pada tahun 1999 meningkat jadi 6,125 ton dengan harga US$8,28 juta.

“Susu impor dari Selandia Baru dan Australia selama ini masih harus diolah lagi oleh perusahaan susu lokal. Sedangkan impor dari Amerika Serikat biasanya sudah dalam kemasan siap minum,” jelas Thomas.
Selain mengimpor susu, Indonesia juga mengekspor susu ke Australia, Bangladesh, Belgia, Belize, Chile, dan beberapa negara di Asia. Menurut BPS, tahun 1997 jumlah ekspor Indonesia mencapai 704 ton dan menjadi 1,190 ton di tahun 1999. Sampai sejauh ini jenis susu yang diekspor adalah susu bubuk.

Cenderung membebaskan
Menurut Thomas, pemerintah sejak Januari 1998 melalui peraturan no.4/1998 telah mengatur koordinasi, bimbingan, dan pengembangan perusahaan susu di Indonesia. Peraturan tersebut lanjutnya, termasuk mengatur pengendalian susu impor, obligasi pengemasan susu di dalam negeri yang kini berada di luar tanggung jawab pemerintah.

“Peraturan ini cendeung membebaskan pasar susu, pemerintah hanya meninjau saja. Tidak ada lagi yang mengikat pasaran susu di dalam negeri selama itu tidak melanggar peraturan yang berlaku. Jika industri susu akan menjual produknya pada pihaklain, pemerintah tidak diperkenankan ikut campur dalam menentukan harga. Yang berhak dalam menentukan harga adalah dua pihak yang terkait,” jelas Thomas. @Gizi.Net

anfaat tahu bagi kesehatan artikel tentang manfaat tahu ini sengaja saya tuliskan agar kita semua tahu tentang manfaat tahu bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah manfaat Tahu, Tahu adalah salah satu makanan yang paling sering dikonsumsi dan digandrungi masyarakat Indonesia ini tak hanya enak. Namun, memiliki manfaat lain terutama untuk kesehatan. Tampil dengan bentuk sederhana dan lembut, tahu hadir dalam berbagai warna, mulai putih, kuning, hingga cokelat. Meski penampilan luar tidak terlalu menarik, tahu mengandung beberapa nutrisi sehat, termasuk kaya akan protein, rendah kalori, dan bebas kolesterol.

Tahu telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan berasal dari China. Pada umumnya tahu sering diikut sertakan dalam menu masakan Asia. Meskipun sangat lunak ketika dicampur dengan bahan lain, tahu dapat menambahkan sentuhan yang tepat untuk setiap hidangan. Selain sering disebut sebagai "keju Asia", kandungan tahu yang sangat kaya protein kedelai, telah terbukti secara medis memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol sebanyak 30 persen. LDL (kolesterol jahat) dapat berkurang sebanyak 35-40 persen, mengurangi terjadinya pembekuan darah, bahkan meningkatkan tingkat HDL (kolesterol baik). Penderita penyakit jantung dan diabetes bisa merasakan manfaat besar dari kandungan tahu yang terdapat dalam makanan mereka.

Tidak hanya bermanfaat bagi penderita penyakit jantung, tetapi tahu juga bisa memberikan manfaat lain bagi wanita. Kandungan tahu membantu mengurangi dan mencegah gejala-gejala tidak nyaman saat menopause, dengan menyeimbangkan tingkat estrogen. Tahu yang juga diperkaya dengan kalsium telah terbukti sebagai efektif bila dikonsumsi oleh penderita rheumatoid arthritis. Penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri, yang mengakibatkan peradangan dalam waktu cukup lama pada sendi. Tahu dapat dibeli di setiap toko maupun pasar-pasar Asia dan tersedia dalam berbagai warna dan ukuran. Menambahkan potongan tahu dalam salad Anda merupakan cara sehat untuk mendapatkan manfaat lebih. Nah inilah sedikit manfaat tahu yang dulis dalam (artikel 

kesemutan secara garis besar dijelaskan sebagai berikut. Proses terjadinya kesemutan Sistem saraf sensorik mempunyai prosedur kerja baku. Rangsangan berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan suhu panas atau dingin diterima oleh reseptor di kulit. Rangsangan itu lalu dikirimkan ke saraf tepi dan kemudian masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang.
Dari situ rangsangan diteruskan ke atas sampai ke thalamus (pusat penyebaran impuls - impuls sensorik). Proses selanjutnya, rangsangan dikirimkan ke kulit otak (cerebral cortex). Pada saat inilah apa yang dirasakan tadi baru akan disadari oleh penderita. Kalau ada gangguan dalam jalur sensorik baku tadi maka akan timbul kesemutan.

Kita mesti mewaspadai jika ada gejala lain di luar kesemutan. Karena kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya. Kalau ada tumor di otak, selain gejala kesemutan, biasanya disertai pula sakit kepala, muntah - muntah dan kelumpuhan kecil.

Semoga tambahan informasi yang sedikit ini bisa membantu kita untuk belajar mengetahui tentang kesehatan, artikel kesehatan lainnya dapat Anda lihat dengan klik menu kesehatan dibawah ini, dan terima kasih telah membaca

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives