LIR RESPATI BUMIDAYA
ku Wori dan ini adalah buku harian ku yang kuberi nama Worry with single “R” Umurku saat ini 8 tahun dan aku kelas 2 di SD inpres, uang sekolahnya memang murah, mungkin karena itulah bune memasukkan aku di SD ini, padahal bangunannya jelek banget, mana gurunya suka mukul pula.
Tapi aku paling suka saat hujan, dimana sekolah lain masuk, di sekolah ku libur, karena banjir, dan atap nya pasti bocor.
Aku benci semua jam di sekolah, kecuali jam istirahat, dan yang paling aku benci adalah jam pelajaran agama, dimana aku harus menghapal berbagai macam doa dengan bahasa dan tulisan yang sama sekali aku tak mengerti.
dan guru ku akan memukul ku keras sekali setiap aku tak apal satu doa.
Hari ini jhon datang kesekolah menjemput ku pada saat jam pelajaran agama, aku senang sekali, jadi aku tak harus maju kedepan dan di pukul karena aku belum hapal doa yang harus ku hapal dari minggu lalu.
Tapi jhon datang karena bune masuk rumah sakit lagi, kali ini bune koma katanya, entah apa itu maksud nya.
Bune terbaring di ruang tertutup, Jhon dan aku hanya bisa melihat dari luar kaca, bune sedang tidur mungkin, dia tak bergerak sama sekali, selain banyak alat alat yang di pasang di tubuh nya.
Didepan kaca jhon merangkul pundak ku sambil bilang “wori ini saat nya berdoa”, lalu jhon mengepalkan tangan nya, aku bingung, kenapa jhon mengepalkan tangan nya dan bukan menengadahkan seperti yang guru ku ajarkan, tapi jhon melihatku dan menengadahkan tangan ku.
“berdoa seperti yang diajarkan guru mu untuk kesembuhan ibu mu”
aku mengadahkan tangan dan mulai berdoa
“abcdefghijklmnopqrstuvwxyz.. abcdefghijklmnopqrstuvwxyz..
abcdefghijklmnopqrstu… “
aku berhenti karena melihat jhon yang
sedang melihatku dengan muka memerah, pasti aku akan di pukulnya seperti guru memukulku karena aku tak hapal doa,
aku menjauh pelan karena takut, sambil gemetar aku bilang pada Jhon “aku tak hapal doa untuk bune yang sakit jhon.., huruf huruf itu kusampaikan pada Tuhan supaya di rangkai menjadi doa untuk bune”
Jhon menjauh
aku melanjutkan berdoa..
ku Wori dan ini adalah buku harian ku yang kuberi nama Worry with single “R” Umurku saat ini 8 tahun dan aku kelas 2 di SD inpres, uang sekolahnya memang murah, mungkin karena itulah bune memasukkan aku di SD ini, padahal bangunannya jelek banget, mana gurunya suka mukul pula.
Tapi aku paling suka saat hujan, dimana sekolah lain masuk, di sekolah ku libur, karena banjir, dan atap nya pasti bocor.
Aku benci semua jam di sekolah, kecuali jam istirahat, dan yang paling aku benci adalah jam pelajaran agama, dimana aku harus menghapal berbagai macam doa dengan bahasa dan tulisan yang sama sekali aku tak mengerti.
dan guru ku akan memukul ku keras sekali setiap aku tak apal satu doa.
Hari ini jhon datang kesekolah menjemput ku pada saat jam pelajaran agama, aku senang sekali, jadi aku tak harus maju kedepan dan di pukul karena aku belum hapal doa yang harus ku hapal dari minggu lalu.
Tapi jhon datang karena bune masuk rumah sakit lagi, kali ini bune koma katanya, entah apa itu maksud nya.
Bune terbaring di ruang tertutup, Jhon dan aku hanya bisa melihat dari luar kaca, bune sedang tidur mungkin, dia tak bergerak sama sekali, selain banyak alat alat yang di pasang di tubuh nya.
Didepan kaca jhon merangkul pundak ku sambil bilang “wori ini saat nya berdoa”, lalu jhon mengepalkan tangan nya, aku bingung, kenapa jhon mengepalkan tangan nya dan bukan menengadahkan seperti yang guru ku ajarkan, tapi jhon melihatku dan menengadahkan tangan ku.
“berdoa seperti yang diajarkan guru mu untuk kesembuhan ibu mu”
aku mengadahkan tangan dan mulai berdoa
“abcdefghijklmnopqrstuvwxyz.. abcdefghijklmnopqrstuvwxyz..
abcdefghijklmnopqrstu… “
aku berhenti karena melihat jhon yang
sedang melihatku dengan muka memerah, pasti aku akan di pukulnya seperti guru memukulku karena aku tak hapal doa,
aku menjauh pelan karena takut, sambil gemetar aku bilang pada Jhon “aku tak hapal doa untuk bune yang sakit jhon.., huruf huruf itu kusampaikan pada Tuhan supaya di rangkai menjadi doa untuk bune”
Jhon menjauh
aku melanjutkan berdoa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar