Senin, 26 Maret 2012

GURII

LIR RESPATI BUMIDAYA
pertama kali dikatakan ‘guru’ saya beberapa tahun lalu. Dan hingga pagi ini saya meyakininya.
Karena itu, dibalik segala sesuatu yang terjadi, pasti ada beberapa alasan kenapa perjalanan hidup saya ‘dibelokkanNya’ ke Purwokerto. For more than one years..
Atau sebenarnya ini bukan pembelokan? :-)


Lantas jika di kemudian hari saya meninggalkan kota ini karena menemukan jalan lain untuk ditempuh, pastilah ada tujuan lain, yang diinginkan Tuhan dalam hidup.
Karena saya yakin bahwa setiap manusia itu unik dan memiliki tempatnya di alam semesta. Tersendiri. Tak tergantikan. So, there must be a reason..
Terima kasih pada mbak Riana, juga suara-suara ramai dalam hati yang telah menginspirasi tulisan ini, bahkan menjadi sumbernya..
Saya mohon ijin untuk membaginya pada yang lain.
Insya Allah bermanfaat.. Bukankah seperti yang kau bilang, kita semua terhubung mbak?
Lagu ini kupersembahkan pada semua orang, semua peristiwa, yang sengaja ataupun tidak telah menjadi ‘guru’ dalam hidup.
Terima kasih karena telah memupuk, menyiram, memotong daun2 layu saya (meski kadang itu sakit :-) ), dan juga menjadi matahari-matahari, bahkan menjelma mercusuar dan pelita..


For Good”
I’ve heard it said
That people come into our lives for a reason
Bringing something we must learn
And we are led
To those who help us most to grow
If we let them
And we help them in return
Well, I don’t know if I believe that’s true
But I know I’m who I am today
Because I knew you…
Like a comet pulled from orbit
As it passes a sun
Like a stream that meets a boulder
Halfway through the wood
Who can say if I’ve been changed for the better?
But because I knew you
I have been changed for good
It well may be
That we will never meet again
In this lifetime
So let me say before we part
So much of me
Is made of what I learned from you
You’ll be with me
Like a handprint on my heart
And now whatever way our stories end
I know you have re-written mine
By being my friend…
Like a ship blown from its mooring
By a wind off the sea
Like a seed dropped by a skybird
In a distant wood
Who can say if I’ve been changed for the better?
But because I knew you
Because I knew you
I have been changed for good
And just to clear the air
I ask forgiveness
For the things I’ve done you blame me for
But then, I guess we know
There’s blame to share
And none of it seems to matter anymore
Like a comet pulled from orbit
As it passes a sun
Like a stream that meets a boulder
Halfway through the wood
Like a ship blown from its mooring
By a wind off the sea
Like a seed dropped by a skybird
In a distant wood
Who can say if I’ve been
Changed for the better?
I do believe I have been
Changed for the better
And because I knew you…
Because I knew you…
I have been changed for good…


masa ketika kita pulang. Secara lahiriah, wadag, maupun batiniah, hati. Ya, sayapun pulang ke ceruk masa lalu di Semarang. Menelusuri kota lama, nyekar di Kendal, dan tak lupa, menata ulang tumpukan buku di rak yang berdebu. Di sanalah jejak2 itu tersimpan.

Dari lemari tak terurus itulah saya sadar, betapa lebih dari 20 tahun lalu (saat itu masih SMP) sebenarnya Allah telah menyiapkan beberapa hal untukku. Allah mendorongku membaca buku-buku Al Ghazali, juga menyentuh (meski secara superfisial) ajaran ilmu tasawuf dari berbagai sumber.
Surrender. Pasrah. Tawakkal. Salah satu kunci terbesar dalam hidup yang selama ini pelan terlupa.
Dari salah satu buku terbaca ulang doa Ibnu Taimiyah saat ia dipenjara dan didholimi. (yang ternyata adalah HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas).
Dan mulai hari ini, doa itu akan terus mengisi hidup. Menjadi salah satu titik awal dari segala sesuatu.
“Ya Allah hidupkanlah aku apabila kehidupan itu lebih baik bagiku. Dan matikanlah aku apabila kematian itu lebih baik bagiku. ”
Kulanjutkan dengan doa versiku sendiri :
“Ya Allah kupasrahkan segala sesuatu dalam hidupku kepadaMu. Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tak tahu apa-apa.. ”
Dari sanalah kuputuskan untuk mengakhiri segala kegelisahan, dan mengawali hidup baru. Yakni dengan percaya, bahwa Allah selalu bersama. Membimbing. Memberi yang terbaik. Mendorongku untuk pantang menyerah, namun di saat yang sama menyerahkan keputusan akhir padaNya. Dalam keluarga, karir, masa depan, apapun.

Hari ini pula aku berdoa bagi kesembuhan guru dan mentorku, dr Jatno Karjono SpJP di Surabaya, yang percaya bahwa aku akan tumbuh di manapun saya ditanam. Berbunga meski di tanah yang keras sekalipun.
Terima kasih atas segalanya Guru. Terima kasih karena telah menjadi sumber inspirasi. Ngaturaken sugeng riyadi..
Terakhir, akhirnya kalimat dalam film Fearless kembali terngiang.
Everything is arranged. Everything is wonderful..

Sepotong Senja

Entah kenapa pagi ini aku merasa sangat kesepian.
Kulihat rak buku, kubaca ulang kumpulan cerpen Seno Gumira Ajidarma, Sepotong Senja Untuk Pacarku, yang kubeli hampir 10 tahun lalu.
Dan tanpa kusadari ia membuatku makin terpuruk. Tenggelam dalam cahaya keemasannya, yang meski indah membuatku makin merasa sendiri. Membuatku teringat pada satu masa.
Mungkin juga karena hari2 ini aku harus memutuskan sesuatu. Memutuskan untuk diam atau melangkah. Dengan segala konsekuensinya. Padahal kadang segalanya tampak kabur. Sangat kabur..
Dieu, please help me..
Please….
Apapun yang terjadi, Tuhanku, tolong jangan jadikan aku dalam golongan orang2 yang menyerah.. Jadikan aku orang yang berdiri hingga batas akhir waktu…
Amin.

Sepotong Senja Untuk Pacarku ( by SGA)

Alina tercinta,
Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?
Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di kejauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.
Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.
Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.
Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.
Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.
Baca selebihnya »

Menerobos Gelap dan Masih Tetap Tersenyum..

Hari2 ini, tak terasa menjelang setahun sudah aku di Purwokerto. Terus menggerus tanya, akankah aku tetap berada di sini tahun depan? Apa yang akan terjadi dengan orang2 yang kusayangi saat kutinggalkan mereka?
Yah, kini aku tengah mencoba Menerobos Gelap, dan berusaha Masih Tetap Tersenyum.
Terima kasih pada lagu2 dari Padi.
Yang seperti juga masa lalu, saat aku mengalami masa sulit di Ternate, kini kembali menemani.
Menguatkan aku.. (dari Ternyata Cinta)
Menerobos Gelap, by Padi
Ku ikrarkan hati untuk maju melangkah pergi
Menerobos dinding-dinding gelap ini
Tak kupertanyakan lagi
Seperti waktu itu, pernah kuterjebak,
Tanpa satu teman menemaniku…

Ketika aku tenggelam
Dalam kesunyian ini
Kucoba mendamaikan hatiku
Sepatutnya, aku mampu melaluinya
Menjejakkan kakiku
Meretaskan jiwa

(Ku) Tegaskan diriku untuk melewatkan hari
Dengan keyakinan hati yang kumiliki
Biar… Aku ikhlaskan peluhku
Basahi jiwaku, Sirami hatiku
Aku akan tetap terus melangkah..
Menerobos Gelap
Masih Tetap Tersenyum

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives