Festival Malang Kembali 2012
Latar Belakang
Peroebahan Morpologi kota-kota di Indonesia dewasa ini sangat tjepat, menoeroet ahli perkotaan doenia, peroebahan tidak sadja di daerah perkotaan tapi soedah menjentoeh daerah pinggiran. Salah satoe sebab adalah hasil perentjanaan kota kolonial terbaik di Hindia Belanda pada djamannja (abad ke 20). Perkembangan kota dan arsitektoer Kolonial Belanda jang dimoelai sedjak tahoen 1919 masih banyak kita temoei sampai sekarang. Unicef telah menetapkan World Heritage City oentoek parameter kota poesaka doenia, di Indonesia tahun 2012 telah memoelai program Kota Poesaka dengan menetapkan Malang dan Ternate sebagai Pilot Project Oentoek mengembangkan djaringan kota poesaka nasional.Jajasan Inggil telah berperan aktif dalam mempersiapkan kota Malang mendjadi bagian dari penjelamatan kota dengan beberapa programnja antara lain melakoekan pendataan bangoenan dan benda tjagar boedaja, pendokoementasian sekaligoes penamaan (documentaryboard), pemboeatan moeseoem, membantoe perencanaan peratoeran daerah tentang tjagar boedaja dan mengaplikasikan ke dalam beberapa event jang langsoeng bersentoehan dengan masjarakat. Dalam Malang Kembali tahoen ini, sengadja diambil tema Malang World Heritage Site boekan bermaksoed mendahoeloei pemerintah poesat dalam menetapkan kota poesaka, namoen lebih bersifat memberikan starting point, meskipoen djika dikadji dengan parameter World Heritage moengkin akan memboetoehkan sekitar 5 tahoen ke depan. Dengan penetapan niatan dasar ini diharapkan semoea stake holder heritage mempersiapkan langkah ke depan menoeroet bidang dan otoritas masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar