Kamis, 02 Agustus 2012

pkg

LIR RESPATI BUMIDAYALOKASI PESERTA DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMP
MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN PENJAS ORKES
TANGGAL 3 S.D. 7 JULI 2012
DI LPMP JAWA TENGAH
NO
KAB/KOTA
SEKOLAH
MAT
PENJAS
JML
1 Kab. Sukoharjo SMPN 1 Grogol
1
1
6
SMPN 3 Kartasura
1
1
SMP Al Islam Kartasura
1
1
2 Kab. Boyolali SMPN 6 Boyolali
1
1
6
SMPN 4 Mojosongo
1
1
SMPN 2 Ampel
1
1
3 Kab. Klaten SMPN 3 Gantiwarno
1
1
6
SMPN 7 Klaten
1
1
SMPN 4 Klaten
1
1
4 Kab. Sragen SMPN 1 Miri
1
1
6
SMPN 2 Karangmalang
1
1
SMPN 4 Sragen
1
1
5 Kab. Karanganyar SMPN 3 Colomadu
1
1
6
SMPN 1 Karangpandan
1
1
SMPN 3 Tasikmadu
1
1
6 Kab. Wonogiri SMPN 1 Baturetno
1
1
6
SMPN 4 Selogiri
1
1
SMPN 2 Wuryantoro
1
1
7 Kota Magelang SMPN 8 Magelang
-
1
4
SMPN 13 Magelang
1
1
SMP Muhammadiyah Alternatif
1
-
8 Kab. Magelang SMPN 1 Mungkid
1
1
6
SMPN 1 Mertoyudan
1
1
SMPN 1 Tegalrejo
1
1
9 Kab. Temanggung SMP Kanisius, Temanggung
1
1
6
SMP 1 Parakan
1
1
SMPN 1 Ngadirejo
1
1
10 Kab. Wonosobo SMP 2 Mojotengah
1
1
6
SMPN 3 Wonosobo
1
1
SMPN 1 Selomerto
1
1
11 Kab. Purworejo SMPN 15 Purworejo
1
1
6
SMPN 31 Purworejo
1
1
SMPN 33 Purworejo
1
1
12 Kab. Kebumen SMPN 5 Kebumen
1
1
6
SMPN 2 Adimulyo
1
1
SMPN 7 Kebumen
1
1
JUMLAH
35
35
70
ALOKASI PESERTA DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD
MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
TANGGAL 3 S.D. 7 JULI 2012
DI LPMP JAWA TENGAH
No
Kabupaten/Kota
Sekolah
Penjas
KepSek
Pengawas
JML
1 Kab. Sukoharjo SDN Bekonang 02 Mojolaban
1
-
1
2
SDN Nguter 02
1
-
-
1
SDN Telukan 02 Grogol
1
-
-
1
2 Kab. Boyolali SDN 9 Boyolali
1
-
-
1
SDN 3 Nogosari
1
-
1
2
SDN 1 Wonosegoro
1
1
-
2
3 Kab. Klaten SD Gunung Gajah 2 Bayat
1
-
-
1
SD Mereng 1 Trucuk
1
1
-
2
4 Kab. Sragen SDN Sidoharjo 1
1
-
1
2
SDN Karangasem 2 Tanon
1
-
-
1
SDN Mojopuro 1 Sumberlawang
1
-
-
1
5 Kab. Karanganyar SDN 02 Papahan Tasikmadu
1
1
-
2




-
-
1




-
1
2




1
-
2




-
-
1




-
-
1




-
1
2




1
-
2




-
-
1




1
-
2




-
1
2




-
-
1




1
-
2




-
-
1




-
-
1




1
-
2




-
-
1




-
-
1



8
6
pasal bahagia, memang aku bahagia. Bahagia dengan kehidupan sekarang. Bahagia sebab ada keluarga yang menyokong dan mendukung setiap keputusan yang aku lakukan. Bahagia bila ada kawan-kawan yang ambil berat tak lupa juga kawan yang selalu jadi pengkritik hebat yang menyebabkan aku semakin tabah, semakin cuba untuk jadi yang lebih baik. Bahagia bila ada seorang yang sudi mendengar luahan rasa, memberi pendapat di kala perlu, tempat untuk mengadu segala cerita suka, duka dan pilu, dan sandaran di saat ingin berkongsi segala apa yang berlaku dalam hidup aku.
Bercerita tentang dia, aku tersangat bersyukur. Dia kaya dengan kasih sayang. Dia kaya dengan perasaan empati. Dia kaya dengan rasa tanggungjawab. Dia kaya dengan sikap rendah diri. Bagi aku, tidak mengapa dia tidak kaya dengan harta kerana hal yang satu itu tentang rezeki. Rezeki yang boleh dicari. Memang dia tidak kaya. Tidak punya hati yang berjuta-juta untuk menyintai 3, 4 orang wanita dalam satu masa. Sebab tu aku suka dia. Sebab diri dia. Sebab dia adalah diri dia yang seadanya.
Dan tadi satu hal yang buat aku semakin rasa terharu. Terharu yang bahagia. Bila dia ingatkan tentang hari esok. Apa ada dengan hari esok? Ada sambutan apa ya? Hari untuk apa ya? Itulah diri aku yang terkadang tersangat pelupa. Bila dia cakap esok adalah ulang tahun  kelahiran abah aku, oh my God! Kenapa aku boleh lupa? Kenapa dia pula yang ingatkan aku? Ya Allah...
Dan bila dia suarakan tentang hadiah untuk abah. I mean my dad. Hadiah ulang tahun. Hadiah hari jadi. Hadiah birthday or whatsoever we called, aku diam seketika. Betapa dia ambil berat tentang itu. Mengajak aku untuk cari sesuatu buat abah. Hadiah yang baginya perlu sebagai tanda ingatan. Dan aku tahu, itu bukan sengaja dibuat untuk mengambil hati aku. Ikhlas yang aku dapat ketahuinya. Ikhlas yang Allah lebih arif tentang rasa hatinya. Terima kasih abang untuk itu.
Kendati aku masih bercuti dari berpuasa, lepas aku makan, terus aku update tentang peristiwa tadi. Peristiwa di mana aku begitu terharu dengan sikapnya. Begitu bersyukur kerana setelah kekecewaan yang tersangat panjang, aku ditemukan dengannya.
Bila persoalkan pertemuan kami kali ini, banyak yang berlaku di luar jangkaan. Di mana dia yang sepatutnya ditugaskan di luar semenanjung Malaysia ditempatkan di negerinya sendiri. Di mana aku yang dulu tinggal di Kelantan, belajar di Kelantan, sekarang belajar di sini. Di mana aku mati-mati nyawa ikan ingatkan aku  bakal ditempatkan di Bukit Mertajam, Pulau Pinang dan dia di luar semenanjung Malaysia. Tiba-tiba kami di sini. Tiba-tiba kami kembali.
Dan sebab itu aku dan dia sebulat suara tak ingin sia-siakan peluang yang ada. Allah lakukan sesuatu bersebab. Allah jadikan sesuatu bersebab. Dan Allah ciptakan pertemuan kami pun bersebab.
Sesetengah pihak mungkin jelek dengan cara aku memujinya. Tapi tak kisah la. Sebab terkadang aku malu untuk nyatakan terang-terangan bila berhadapan dengan dia. Sebab tak semua rasa aku boleh dengan wadefaknya pot-pet pot-pet di depan dia. Hanya dengan penulisan di blog baru aku dapat luahkan semuanya. Semuanya. Semua rasa yang ada bila aku bersama dia. Bagaimana aku menjadi diri sendiri dengan dia. Bagaimana aku boleh gelak macam pontianak bila besama dia. Bagaimana aku boleh menangis sampai merah hidung, merah mata, merah semuanya bila dengan dia. Bersama dia, aku rasa selesa. Rasa selamat. Rasa dilindungi. Rasa dihormati. Kan dah terang-terangan dinyatakan di blog, aku tulis cerita untuk rasa bahagia. Ya, rasa bahagia.
Ya, menulis di blog, meluah rasa di blog dengan harapan dia baca blog ini. Dengan harapan dia lebih tahu apa yang aku rasa. Dengan harapan dia tahu aku ikhlas dengan dirinya. Sebagaimana aku iklas menerimanya sebagai sahabat lebih dari 2 tahun yang lalu. Biar dia tahu. Ingin dia tahu. Lebih bahagia bila dia tahu.
Dan terfikir jugak aku, apa reaksinya bila dia tahu? Adakah dia jugak akan bahagia? Adakah dia rasa gembira? Dan adakah dia akan bertambah gementar setiap kali kami berjumpa? :)
Sama seperti 2 tahun lepas. Ketika kami masih lagi berkawan. Dia kelihatan gementar. Tapi aku lupa wajahnya tika tu. Mungkin juga sama seperti sekarang. Mungkin juga sekarang lebih matang. 2 tahun yang mematangkan. 2 tahun yang terlalu banyak halangan dan persimpangan yang mendewasakan. Mungkin juga wajah nervous yang sama. Di mana sekarang pun dia masih gementar. Kerap kali menyapu peluh walaupan air-con kereta di paras maksimum. Sehinggakan aku yang berada di seat penumpang menggigil kesejukan. Dia berpeluh. Berpeluh yang bahagia. Kasihan dia. Kerana aku, dia gementar. Kerana aku, kadang-kadang butir-bicaranya menyimpang siur. Ayat menggigil. Menggigil malu, mungkin. Ya, dari dulu dia lelaki pemalu. Bagi aku.
Malu yang hadir bila bersama aku. Betul kew? Apa maknyanya malu yang dulu? Apa maknanya perasaan gementar 2 tahun yang dulu? Dan kenapa perasaan yang sama muncul walau dah 2 tahun berlalu? 
Mungkin aku yang tidak perasan. Hanya aku.
Dia tidak pernah bercinta? Oh, tidak. Lelaki normal semestinya bercinta. Dia juga seperti aku. Pernah bercinta. Tapi perasaan malu itu tiada. Dan bercerita tentang cinta yang sebelumya, kami bersikap terbuka. Kerana mereka-mereka itu masa dulu kami. Mereka-mereka yang harus dilupakan. Mereka-mereka yang hanya kenangan.

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives