LIR RESPATI BUMIDAYA
Dengan derivasi pemikiran ini, harus
difikirkan pula tentang kurikulum madrasah Aliyah yang serba tidak jelas dan
tidak terarah. Konon katanya mau di arahkan
ke jenis pemikiran yang mengarah kepada
pemikiran berjenjang , untuk melandasi
pimikiran untuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kasuistik mau diarahkan ke timur tetapi pihak atasan
justru memakai pemikiran barat ( Jakarta),
mana konsep yang seimbang dengan ukuran itu . teknis otoriter dan school
bullying pun dilakukan pihak pimpinan dan memutuskan suatu keputusan dengan hati panas dan
kebencian dan pertimbangan para pembisik
yang mendem kekuasaan . lantas mau diarahkan kemana
pendidikan kita ?
Konsep
pondok pesantren.
Adapun konsep pondok
pesantren dan perkembangannya, bahwa pondok pesantren sebagai semangat clerical
–religius yang kini biasa orang mengatakan
bahwa pendidikan pesantren sebagai konsep terpadu dan terkonsentrasi , tempat
pendidikan agama .banyak orang berfikir picik dan sangat kapitalis memandang
lembaga agama. Agama sudah melembaga dan terkooptasi oleh kepentingan. Musti
diwaspadai apa yang paling diharapkan dari kebijakan lembaga. Lembaga hanya
sebagai bentuk pemerasan. Baik mulai soal nilai, soal kenaikan kelas , dan
berkaitan soal-soal yang lain , yang tentu saja saling berkaitan erat.dengan agama
tidak lagi memiliki nilai profetis, agama bukannya membuat orang nenjadi taat
dengan aturan Tuhan , melainkan menjadi pemberontak, demi kepentingannya sendiri,demi kepentingan kiai-kiai picik yang mengumbar kebengisan dan haus kekuasaan.
Bagaimana jikalau anda melihat anak manusia naik ke
tempat dimana ia sebelumnya berada. Mulai dari waktu itulah banyak murid-murid mengundurkan diri dan tidak
lagi mengikut dia , karena dia terlalu keras. Barang siapa diantara kalian yang
tidak berdosa, hendaklah ia yang melempar
batu kepada perempuan itu. Ke tempat aku pergi tidak mungkin kamu datang,
karena kamu tidak mungkin tahu tempatku, aku akan pergi dan kamu akan mencari
aku, tetapi kamu akan mati dalam dosamu hai pemfitnah yang biadab. Kamu berasal
dari sudra, aku dari atas, kamu hanya berasal dari dunia ini tapi aku bukan
dari dunia ini , kau tampar pipi kiriku
aku berikan semuanya milikku , tapi kau akan mati karena dosamu., kamu
akan mati dalam dosamu . apalagi gunanya bicara dengan kamu, kamu bicara hanya
karena dunia, sedang aku bicara atas nama ”kebenaran dan kesadaran”. Ia
tidak akan membiarkan aku sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang
berkenan kepadanya. Kami adalah dari keturunan Ibrahim yang berani mengorbankan
anaknya demi Tuhan . bukan demi nafsu sahwat
dan tidak pernah menjadi budak siapapun, karena mampu membeli apapun.
Aku tegaskan bahwa setiap orang yang berbuat
dosa akan menanggung akibatnya dan
dia tergolong hamba dosa. Dan hamba tidak pernah tinggal dalam rumah ,
melainkan mengembara mencari domba,
akan tetapi anak akan tetap tinggal dalam rumah
hingga ia pantas dikorbankan .aku tahu kalau kamu adalah keturunan Abraham . tetapi
kenyataannya kalian berusaha membunuh aku dengan berbagai lemparan fitnah yang
sangat keji. Apa yang kulihat , itulah yang kukatakan. Tetapi kamu berbuat
hanya dari apa yang kamu dengar tanpa pernah melihatnya (hai Tua Buta). Kami tidak dilahirkan dari zinah seperti kamu. Jika allah adalah
kekasihmu, bapamu,Tuhanmu, kamu akan mengasihi aku bukannya menyingkirkan aku.
Kau hanyalah berkata atas kehendakmu sendiri di dalam dirimu tidak ada
kebenaran, tidak ada kata maaf, kau
pendusta , bapak dari segala dusta.
Karena aku mengatakan kebenaran padamu, akan tetapi kamu tidak percaya
kepadaku. Kau mengatakan aku kerasukan setan .. aku tidak kerasukan setan,
tetapi aku menerima fitnahmu karena aku
menghormati perjuangan bapakku yang membesarkan aku untuk kau bunuh ? dan
kalian tidak menghormati aku sama sekali. Aku
adalah ruh Ibrahim sekaligus Ismail sekaligus yesus. Aku hidup tidak mencari hormat bagi diriku sendiri, ada satu
yang kucahari Ridlonya. Sebab barang
siapa amenuruti firmanku , ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Adakah kalian lebih besar dari kemuliaan bapaku. Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya sebelum Abraham jadi, aku telah ada. Bagaimana menuntun kamu
sampai matamu jadi melek hai orang buta ? jono
Hidupku
hanya tinggal harga diri thok. Semua dirampok oleh kehormatan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar