Jumat, 16 November 2012

bu giyoo

LIR RESPATI BUMIDAYAGuru Dan Orang Tua Patut Berbangga
Catatan Asep Haryono

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 1 November 2012 hari Kamis yang lalu saya sempat menyaksikan sendiri acara serah terima Hadiah bagi para Juara Lomba Penulisan Cerpen yang diselenggarakan oleh PT (Persero) Perkebunan Nusantara XIII bekerja sama dengan Harian Pontianak Post, dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) yang mengambil tema "Sawit Membangun Kalimantan Barat".

Lomba Menulis Cerpen ini memang diselenggarakan khusus untuk Pelajar se Kalimantan Barat dengan satu harapan agar para pelajar khususnya dapat memahami arti penting perkebunan sawit dalam pembangunan perekonomian sekaligus melestarikan lingkungan alam sekitarnya. Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini sebesar Rp.12.350.000,- (Dua Belas Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), Trophy dan Sertifikat sudah dibagikan kepada seluruh pemenang lomba penlisan cerpen tersebut

Para pelajar se Kalimantan Barat yang berhasil lolos seleksi dan keluar sebagai juara dalam lomba ini tentunya sudah memenuhi syarat dan kriteria ketat yang dibuat oleh dewan juri misalnya seperti naskah yang ditulis harus tulisan sendiri (Aseli), bukan terjemahan, saduran atau melakukan pelanggaran hak cipta atau mengambil ide dari tulisan orang lain atau dari karya yang sudah ada.

Belum pernah diterbitkan di media massa cetak maupun elektronik dan atau tidak sedang diikut sertakan dalam lomba lain. Masih banyak syarat ketat lainnya yang diajukan oleh Dewan Juri dan ternyata mereka lah yang berhasil menjadi pemenangnya. Saya beruntung bisa hadir menyaksikan langsung dan menjadi saksi sejarah prosesi penyerahan hadiah ini dan merekam setiap detil kejadiannya dalam rekaman foto foto dengan menggunakan kamera digital Nikon Coolpix S3000 milik saya pribadi.

Feel Like A Celebrity
Guru dan orang tua mana yang tidak berbangga jika anak didiknya atau anak anaknya menjadi pemenang atau Juara suatu kompetisi atau pertandingan. So pasti pasti senang dan sangat bangga kepada anak anak yang bisa menorehkan prestasi di bidangnya masing masing. Menjadi juara atau pemenang apa pun itu tentu akan berdampak sangat positif bagi mental si anak dan memicu semangatnya untuk lebih berprestasi lagi di masa yang akan datang. Dampak positif lainnya adalah mengharumkan nama lembaga, sekolah atau nama guru dan orang tuanya juga ikut membumbung tinggi. 

Ditengah maraknya pemberitaan kejahatan dunia maya yang banyak memakan korban generasi muda, banyaknya kasus kasus penyalahgunaan narkoba di tengah generasi muda yang marak belakangan ini, ternyata masih banyak generasi muda yang justru membukukan catatan cemerlang dengan segudang prestasi dan mengharumkan nama sekolah, guru dan kedua orang tuanya.  Hal ini memang wajar mereka syukuri dan juga mereka banggakan mengingat pertandingan dan kompetisi yang mereka jalani dari tahap awal penyisihan, hingga penjurian memakan banyak waktu  dan tenaga.


CHAMPIONS : Inilah foto bareng para Juara Penulisan Cerpen Tentang Sawit berkumpul bersama.  Betapa bangganya Para Orang Tua, Guru, Sahabat dan Keluarga dengan mereka.  Generasi Muda yang cemerlang. Saya pun turut terharu dan bangga terhadap mereka, wahai anak anak ku.  Foto Asep Haryono

TROPHY DAN PIALA : Inilah Trophy dan hadiah Para Pemenang Lomba Penulisan Cerpen Tingkat Pelajar Se Kalimantan Barat yang diselenggarkaan oleh PTPN XIII- Pontianak Post-SPS.  Foto Asep Haryono

PRESTASI : Inilah para pelajar, para Juara Penulisan Cerpen 2012 tentang sawit yang duduk di ruang oval lantai 5 Graha Pena dalam rangka serah terima Hadiah. Mereka didampingi oleh keluarga, Guru dan pembimbing masing masing.  Betapa bangganya orang tua terhadap mereka. Itu pasti.  Foto Asep Haryono

SERAH TERIMA HADIAH : Direktur PTPN XIII Bapak P Girsang berkenan menyerahkan hadiah dan Trophy kepada para Juara Juara Lomba Penulsan Cerpen Tema Sawit Tahun 2012.   Ada hadiah uang tunai (fresh money) juga loh dalam amplop para masing masing Juara ini. Duit broo... Duitttt...  Foto Asep Haryono

LIKE A CELEBRITY :  Seperti Artis tenar, Bintang, atau Selebriti atau apalah namanya. Kilauan sinar kamera para fotographer mengabadikan mereka, para Juara Juara.  Feel like a celebrity.  Betapa nikmatnya menjadi Juara. Trust me. Foto Asep Haryono

INTERVIEW :    Juara I Lomba Penulisan Cerpen Tema Sawit PTPN XIII Tahun 2012 , Daffa Priska Febianti, dari SD Muhammadiyah 2 Pontianak sedang diwawancarai oleh PonTV.    Feel like a celebrity? Absolutely :)))   Foto Asep Haryono

SELAMAT :   Selamat sekali lagi buat para Juara Lomba Penulisan Cerpen Tingkat Pelajar Se Kalimantan Barat tahun 2012 bertema Sawit yang diselenggarakan oleh PTPN XIII-Pontianak Post-SPS.  Tetaplah semangat dan meningkatkan prestasinya di masa mendatang.  Kami bangga pada kalian.  Keep up the good work.  Foto Kolase Asep Haryono

Mengapa para Juara ini patut besyukur dan berbangga? Ya karena untuk mencapai pada tahap itu mereka harus fight (berjuang) harus mampu merontokkan saingan dan peserta lainnya yang juga memiliki bakat. dan talenta yang luar biasa.  Mencari yang terbaik dari yang baik adalah tugas dari Dewan Juri yang terkenal dengan slogan "Keputusan mutlak dan tidak diadakan surat menyurat"  (hari gene pake surat? hehehe).  Para Juara ini tentu akan menjadi pusat perhatian (Center Of Attention) di sekolahnya, di tempat tinggalnya masing masing bahkan di rumahnya masing masing juga. Halah kebanyakan masing masing.

Para Juara juara ini pulang ke rumahnya masing masing, dan ke sekolahnya tentu akan disambut gegap gempita bak pahlawan yang menang di medan pertempuran.  Kawan kawan sekelasnya, teman teman , para tetangga, para guru, dan para tetangga berduyun duyun menghampiri para juara ini.

Mengobrol dengan mereka, tanya jawab bersenda gurau kalau perlu syukuran sekalian makan makan wah senangnya luar biasa. Para juara ini pasti akan mendapatkan banyak ucapan selamat dari kawan sekelas, orang tua, dan tetangga, duh duh duh rasanya selangit. Saya tahu karena saya pernah merasakan betapa nikmatnya jadi Juara I dalam sebuah competition atau pertandingan.  Feel like a celebrity. Ya seperti selebriti  Sensasi yang luar biasa menjadi seorang Juara.  Nikmat. (Asep Haryono)

Bookmark and Share
Selengkapnya......

Friday, November 2, 2012

Ada "Haji Cilik" di Al Azhar

Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Suasana Lebaran Iedul Qurban 1433 Hijriah dalam bentuk pemotongan hewan qurban memang sudah lama berlalu, namun suasana bulan yang sering dikenal dengan bulan Haji ini masih terasa hingga di akhir penghujung bulan Dzulhijjah 1433 Hijriah atau kalau dalam perhitungan kalender Masehi masih di bulan Oktober 2012.

Ketika saya tahu bahwa ada jadual manasik haji bagi kelas TK A Peguruan Islam Al Azhar Pontianak, saya pun mempercayakan kepada bunda Abbie untuk antar jemputnya hari itu. Namun kekecewaan saya karena tidak dapat hadir menyaksikan "haji haji kecil" itu bermanasik haji terbayarkan sudah dengan bebera foto foto yang berhasil dibuat bundanya.

Sebagai kelengkapan untuk artikel hari ini, saya sempatkan untuk hadir di acara Manasik Haji yang diselenggarakan oleh TK Islam Al Azhar Pontianak di hari yang lain, namun juga belum berhasil.  Ada memang kegiatan Manasik Haji namun diselenggarakan khusus anak tingkat SD saja dan berdasarkan informasi yang saya dapatkan di sana bahwa penyelanggaraan manasik untuk tingkat TK sudah selesai. "Wah sudah selesai ya sudahlah tidak apa saya ambil gambar yang ini saja" gumam saya dalam hati


Menanamkan Disiplin

Saya pun memarkir motor Honda SupraFit saya di halaman luar dibalik pintu gerbang Perguruan Islam Al Azhar tersebut bergabung dengan kendaraan para pengunjung lainnya yang juga dipakrir di luar. Saya melihat betapa banyaknya anak anak SD yang ikut kegiatan latihan manasik haji yang diselenggarakan di Halaman atau Plaza Perguruan Islam Al Azhar tersebut.   Banyak dari para pengunjung (mungkin juga para orang tua) yang menggunakan kamera digital dan juga Handphonenya mengambil foto foto di sana.
Abbie.  Foto Asep Haryono
Abbie, putra pertama saya juga ikut kegiatan manasik Haji tingkat TK di hari sebelumnya.  Kebetulan saja baju Ihram (Begitukah tulisannya? Maaf kalaw salah) sudah dimiliki sejak acara kegitan acara Manasik Haji yang sudha diselenggarakan pada tahun sebelumnya.  Jadi begitu ada agenda atau jadual Manasik Haji pada tahun ini, Abbie sudah punya jadi tidak perlu (membeli baju) lagi.  
Bunda Abbie pun sudah saya "bekali" dengan kamera digital Nikon Coolpix S3000 yang biasa saya pakei itu untuk digunakan dalam mengambil gambar atau foto selama berlangsungnya kegiatan di acara manasik Haji hari itu.  Namun sayang sekali tidak banyak foto yang berhasil diambil oleh bundanya saat itu. Namun demikian saya tidak berkecil hati karena bisa "terbayar" dengan foto foto yang saya ambil sendiri pada kesempatan Manasik Haji di kesempatan yang lain.

Saya memperhatikan urutan demi urutan Manasik Haji tingkat SD yang sudah dilaksanakan dengan baik oleh Perguruan Islam Al Azhar tersebut mulai dari pengaturan barisan yang dipimpin oleh para Gurunya masing masing kemudian "Sholat" yang juga dipimpin oleh gurunya.  Kemudian dilanjutkan dengan peragaan bagaimana rombongan "haji cilik" ini memasuki bentuk bangunan yang diibaratkan sebagai Terowongan Mina dugaan saya sih. Maaf kalau salah.  Hingga aktifitas anak anak tersebut berkeliling bangunan yang diibaratkan sebagai "KaBah".  Menarik sekali rangkaian tata urutan manasik Haji ini


BATU : Para "Haji Cilik" ini memungut batu batu yang diibaratkan kegiatan melempar Jumrah di rangkaian manasik Haji yang diselenggarakan oleh Perguruan Islam Al Azhar ini. Foto Asep Haryono

KELILING  : Para "Haji Cilik" dengan dibimbing oleh para "pembimbing haji" berjalan berkeliling bangunan yang berbentuk kubus yang diibaratkan Kabah. "Labaikka Allah huma Labaikk. Labaik Kalla Sarri Kallakalla baik".  Foto Asep Haryono

MELEMPAR JUMRAH : Para "Haji Cilik" kemudian melempar bangunan yang dianggap sebagai pelemparan Jumrah. Saya sempat terkena lemparan batu para "haji cilik" ini beberapa kali saat mengambil foto ini .  Hiheiheiheiee.  Jangan jangan saya dianggap setan jadi pantas ditimpuk hahahahahaha  Foto Asep Haryono
TEROWONGAN : Para "Haji Cilik" berbaris rapih melewati bentuk seperti terowongan yang diibaratkan sebagai Terowongan MIna. Benarkah demikian?    . Foto Asep Haryono
ISTIRAHAT : Abbie yang paling tengah saat mengikuti Manasik Haji khusus TK di hari sebelumnya.  Foto ini diambil oleh bundanya.  Foto Rudi Maryati.S.Pd
Demikianlah sekelumit foto foto yang berhasil saya ambil pada pelaksanaan Manasik Haji tingkat SD yang diselenggarakan oleh Perguruan Islam Al Azhar Pontianak yang merupakan agenda atau kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap bulan Dzulqaidah setiap tahunnya.  Dari kegiatan manasik Haji inilah anak anak kita ditanamkan kepercayaan dan kemantapan niat yang suci dan ikhlas untuk bisa melaksanakan perintah Allah SWT jika sudah diberikan kemampuan untuk berangkat Haji ke tanah suci di masa yang akan datang. Amin Amin Amin Ya Robbal Alamin.  (Asep Haryono)
Bookmark and Share
Selengkapnya......

Thursday, November 1, 2012

Kita (Seharusnya) Malu Dengan Mak Yati

Mak Yati.  Foto dari Viva Co Id
Kisah Pemulung Yang Berkurban
Catatan Asep Haryono

Ketika saya memutar channel salah satu televisi Swata pada pukul sekitar 19.30 WIB, saya dikejutkan dengan tayangan eksklusif tentang seorang pemulung di wilayah Tebet yang bernama Mak Yati (55 Tahun)  yang berkurban 2 (dua) ekor kambing. Yang lebih mengejutkan saya saat menyaksikan tayangan di TV tersebut adalah kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia , Salim Segaf Al Jufri., yang menyambangi Mak Yati dan memberinya hadiah rumah dan pekerjaan.

Sang menteri terketuk hatinya atas kedermawanan Mak Yati, pemulung, yang berkurban 2 ekor Kambing yang menurut sang Menteri adalah hal yang luar biasa Tentu dalam benak kita adalah yang yang luar biasa betapa seorang pemulung yang tidak tetap penghasilannya dan hidup serba kekurangan ternyata mampu menyumbangkan 2 (dua) ekor Kambing untuk disumbangkan kepada Masjid di sekitar tempat tinggalnya untuk dibagikan kepada warga lainya. Dalam penuturannya seperti yang disampaikan kepada awsak VIVAnews di gubuknya, Tebet, Jakarta Selatan, Mak Yati menabung uang selama 3 (tiga) tahun dan akhirnya mampu membeli 2 (dua) ekor kambing unt

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives