Jumat, 16 November 2012

LIR RESPATI BUMIDAYACatatan Asep Haryono
Sifat dasar manusia adalah dipenuhi oleh akal dan perasaan, namun pada dasarnya sifat manusiawi itulah adalah ciri kita semua.  Apa sajakah sifat sifat dasar manusia itu ?  Mudah saja untuk menjawab pertanyaan ini.  Mulai dari sedih, gembira, dan marah misalnya adalah beberapa contoh dasar dari sifat sifat lahiriah manusia.  

Manusia diberkahi oleh Allah SWT berupa akal atau pikiran yang bisa digunakan untuk membantunya bertahan dalam kehidupan di dunia yang fana ini. Berkaitan dengan emosi di sini sangat dimungkinkan sifat dasar yang satu ini dimiliki oleh sebagian orang, dan mungkin saja sebagian yang lain tidak demikian. Marah , dan pemarah adalah dua kata yang nyaris serupa maknanya.

Orang yang marah dibandingkan dengan orang yang pemarah adalah dua kebiasaan manusia yang sering kita jumpai di sekitar kita. Kaitannyta dengan Emosi dalam tulisan ini sebenarnya cakupannya luas tidak selalu berwujud perasaan marah.


Emosi atau emosional adalah jenis kelompok kata yang menggambarkan “perasaan” manusia, dan di sana juga termasuk benci (hate), sayang (love), dan sudah tentunya adalah marah (angry) itu tadi.  Untuk mempersempit bahasan dalam tulisan ini saya ciutkan menjadi “jangan mengikuti amarah” dirasa cukup tepat untuk menggambarkan “visi” dan maksud yang saya harapkan bisa dipahami dari tulisan ini.

Emosi Cenderung Merugikan
Coba saja dipahami dengan seksama apa jadinya jika keputusan yang kita buat didasari oleh emosi yang meluap luap di dalam dada.. Hasilnya bisa tebak keputusan yang diambil bisa jadi makin galau atau tidak berakibat baik baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain. Contoh yang ekstrim adalah tindakan bunuh diri (suicide). Mungkin mereka yang melakukan itu (bunuh diri) tidak dapat berpikir dengan jernih dan tenang. Apa yang dia putuskan melakukan suicide itu akan menyelesaikan masalahnya. Ternyata tidak kan?

Jadi apa pun yang akan kita buat sebaiknya dipikirkan baik baik dan tenang. Memikirkan dampak buruk yang kemungkinan akan terjadi jika sebuah keputusan itu dibuat. Memikirkan dampak positif atas keputusan yang dibuat. Kedua duanya harus kita pikirkan dahulu sebelum membuat keputusan. Seorang pedagang yang rugi karena dagangannya tidak laku hari itu harus memikirkan langkah apa sebaiknya yang harus dilakukan agar (kerugian) serupa tidak terjadi lagi.

Kadang kala saat emosi sudah mencapai ubun ubun di Kepala, keputusan yang dibuat tampak selalu benar (seem its right) padahal jika semuanya sudah berjalan normal, dan keadaan menjadi tenang (calm down) barulah kita sadar dan ngeh bahwa keputusan yang dibuat itu tidak baik di akhirnya. Nah kalaw sudah begini kan nasi sudah jadi bubur (walaupun saya kurang suka sama bubur-red).  Maksud saya adalah kalaw sudah begini susah untuk ditarik kembali. Nah kalaw sudah begini siapa yang rugi? Tentu diri kita sendiri yang merasakan dampak (rugi) tersebut.(Asep Haryono

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives