Senin, 26 Maret 2012

ARGOWILIS SEKOLAH ALAM

LIR RESPATI BUMIDAYA
Kejar Paket B dan C Di Desa Sokawera Kecamatan Cilongok Kab. Banyumas – Jawa Tengah

Sekolahku adalah Rumahku
Alam dan Lingkunganku adalah Guruku
Pengabdian Kepada Tuhan adalah Hidupku

”Alhamdulillah sebab dene PKBM Argowilis ngawontenaken kejar paket B lan paket C Anak Kulo Saged Sekolah, Wong Asale Kulo niki tiyang mboten mampu” { Maryati RT 03 RW 03 Desa Sokawera}
{Alhamdulillah karena PKBM Argowilis menyelenggarakan Kejar Paket B dan C Anak Saya bisa dekolah, karena saya berasal dari keluarga yang tak mampu}

S
okawera, kata orang berasal dari kata “Soka” yang berarti pemandangan dan “Wera” yang berarti yang indah. Kata orang juga, Sokawera berasal dari kata “Sukawarah” yang berarti suka bermusyawarah. Dengan menggunakan ilmu Jawa “otak-atik gatuk”, Sokawera dimaknai sebagai kampungnya orang-orang yang suka bermusyawarah untuk membangun lingkungan tinggalnya menjadi indah dan nyaman.

Secara administrative, Desa Sokawera masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis, desa Sokawera termasuk desa hutan, yaitu desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Negara bagian pegunungan Slamet

Jarak desa Sokawera dari ibu kota  Kecamatan Cilongok kurang lebih 10 (sepuluh) kilometer arah utara dengan waktu tempuh sekitar 15 (lima belas) menit, dari ibu kota kabupaten Banyumas kurang lebih 20 (dua puluh) kilometer arah barat laut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama kurang lebih 30 (tiga puluh) menit.

Kondisi umum Desa Sokawera adalah sebagai berikut :


1.    Luas Wilayah    :    1008,5 hektar      
2.    Jumlah Dusun    :    3 Dusun      
3.    Jumlah Rukun Warga (RW)    :    9 RW      
4.    Jumlah Rukun Tetangga (RT)    :    59 RT      
5.    Jumlah Kepala Keluarga    :    2085 KK      
6.    Jumlah Penduduk    :    6683 jiwa      
ª    Laki-laki    :    3441 jiwa      
ª    Perempuan    :    3242 jiwa      
7.    Batas desa :    :          
ª    Sebelah Utara    :    Hutan Negara      
ª    Sebelah Timur    :    Desa Sunyalangu       
ª    Sebelah Selatan    :    Desa Singasari      
ª    Sebelah Barat    :    Desa Gunung Lurah      
8.    Ketinggian dari Permukaan air Laut    :    372 - 600 m      
9.    Curah hujan pertahun    :    3000 m/th   

















D
engan meluncurkan berbagai program bantuan,pemerintah berupaya meniadakan kewajiban membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP), barangkali para pengambil Kebijakan di Negeri ini berkeyakinan bahwa Wajib Belajar Pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun akan berjalan mulus….

Disekitar kami,…
Masih terdapat ribuan anak-anak lulusan SD yang tetap tak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP dan SLTA. Biaya Transportasi dan kebutuhan belajar lainnya (seperti buku pelajaran dan biaya ekstrakurikuler), menjadikan anak-anak golongan ini tetap tak bisa menikmati pendidikan di  SLTP DAN SLTA

Ketika Pendidikan Non Formal menawarkan program Kelompok Belajar Paket B sebagai tempat belajar yang tidak harus membeli buku, tidak perlu bayar kegiatan ekstrakurikuler, tidak perlu biaya transport, sebuah harapan akan keberhasilan Wajar Dikdas 9 (sembilan) tahun pun kembali memancar di wajah dunia pendidikan nasional,…..



Ternyata,….
Masih terdapat ribuan anak-anak lulusan SD yang tetap tak bisa melanjutkan sekolah di SLTP DAN SLTA. Mengapa ???

Ternyata,….
(salah satunya adalah) Pendidikan bagi masyarakat miskin tak cukup hanya dengan “membebaskan” mereka dari sejumlah kewajiban pembiayaan. Pendidikan bagi masyarakat miskin juga harus mampu menjawab dan mengatasi persoalan kemiskinan itu sendiri

 “Kelompok Belajar Paket B dan C Terpadu adalah sebuah inisiatif penyelenggaraan Pendidikan Non Formal Kesetaraan dengan kelompok sasaran Warga Masyarakat dari keluarga miskin di sekitar hutan untuk mencoba “menjawab” permasalahan pendidikan bagi masyarakat miskin. Sebuah program pembelajaran yang penyelenggaraannya belajar dari pengalaman penyelenggaraan Kejar Paket B dan C PKBM Argowilis  Banyumas sepanjang  tahun 2001 – 2008. Belajar dari pengalaman penyelenggaraan Kejar Paket B di PKBM Argowilis, menurut keyakinan kami, proses dan kualitas hasil pendidikan di Kejar Paket B dan C akan menjadi lebih baik, manakala :
Penyelenggaraan pembelajaran di kemas secara menarik dan menyenangkan sehingga warga belajar dapat menikmati pembelajaran dengan nyaman dan senang
Ada keterlibatan dan peran aktif warga belajar, orang tua, masyarakat, tutor, penyelenggara, petugas PNF dan Pemerintah dalam proses pembelajaran
Cukup tersedia sarana dan prasarana pembelajaran, seperti buku modul, buku-buku bacaan, peralatan ketrampilan, ruang belajar, komputer ,Laboratorium Agroforestry dan lain – lain.
Diselenggarakan secara terpadu dan berkelanjutan

Terpadu, mengandung maksud :
Ä    Penyelenggaraan Kejar Paket B dan C ini merupakan keterpaduan antara kebutuhan belajar warga belajar, kewajiban orang tua, I’tikad membantu sesama dari  para tutor dan penyelenggara, serta keinginan masyarakat dan tanggungjawab Pemerintah
Ä    Proses pendidikannya merupakan keterpaduan antara pendidikan umum, agama dan ketrampilan
Ä    Hasil belajar tidak hanya ijazah, tetapi warga belajar juga memperoleh penghasilan dari kegiatan belajar


Waktu    Kegiatan      
Senin, Selasa dan Rabu      
13.00 – 14.00    Diskusi Kelompok      
14.00– 14.30    English Season      
14.30 – 16.00    Belajar Modul Sesuai Kurikulum Paket B dan C      
16.00 – 17.00    Live Skill :
Teori/diskusi
·7    Agroforestry
·8    Otomotif
·9    Komputer
·10    Musik dan Vokal
·11    Kecantikan dan Perawatan Tubuh
·12    Aneka Olahan Hasil Agribisnis Warga Belajar
·13    Peternakan dan Perikanan
Dll.   

Sekilas mengenai Program Pendidikan kesetaraan diatas mudah – mudahan dapat memberikan gambaran mengenai perjuangan para relawan dalam membelajarkan masyarakat yang hidup di daerah sekitar hutan Gunung Slamet.
Masyarakat yang memiliki keinginan untuk terus belajar namun kandas karena faktor ekonomi {transport menuju sekolah lanjutan yang tidak terjangkau}.

Dengan memanfaatkan Mobil Kelas berjalan/ Kelas Pembelajaran yang ada di PKBM Argowilis mereka mendapatkan kembali hak mereka sebagai warga Negara, yaitu memperoleh layanan pendidikan.

 Kustanto { Warga Belajar Paket C Argowilis }
Bersekolah di PKBM argowilis memberikan aku sebuah pengalaman baru tentang dunia pendidikan, yang menurutku sangat unik dan juga menarik. Dahulu aku ini bersekolah di sekolahan formal yang mempunyai peraturan yang ketat, yang segala sesuatunya diatur dalam sebuah peraturan-peraturan yang mengikatku, baik itu dari tingkahlaku, cara belajar, maupun cara berpakaian. Namun kini setelah aku belajar di PKBM Argiwilis akuini merasakan perbedaan yang sangat menonjol antara pendidikan formal dan non formal, dipendidikan nonformal ini aku dapat merasakan manfaat dari ilmu, seberapa pentingnya ilmu dan bagaimana cara-cara penerapan ilmu itu sendiri. Tanpa ada paksaan untuk menerima ilmu itu sendiri.

Di PKBM Argowilis aku ini benar-benar dibuat menjadi manusia yang merasa bodoh akan ilmu, karena disini banyaksekali kegiatan yang belumpernah aku daptkan apalagi bayangkan sebelumnya, karena bagiku semuaini bagaikan mimpi disianghari disaat aku ini diberi pelajaran atau pendidikan yang mungkin menurutku hanya orang-orang kaya saja yang dapat mengenyam pendidikan seperti ini, karena biasany pendidikan seperti ini memerlukan biaya yang sangat banyak dan hanya diadakan dikota-kota besar saja. Dan takmungkin aku yang seorang Anak ”takmampuini” untuk bersekolah di dalam kota yang biayanya seabreg gedenya. Yang  mungkin untuk jalan kesana saja biayanya mampu untuk makan keluargaku seharian.

Kini aku belajar di sekolahan non formal tepatnya di PKBM Argowilis dan aku dapat belajar berbagai macam ketrampilan dan pendidikan yang sangat banyak,  Adapun pembelajaran disini seperti belajar komputer yang diajarkan sampai dengan mengerti cara mengedit, mengeprin, bahkan sampai dengan belajar membetulkan kalau ada kerusakan.pada komputer itu sendiri. Selain belajar komputer disini aku juga diajarin tentang tatacara pengambilan gambar/menyoting, perbengkelan kendaraan bermotor,  menjahit, beternak, pembudidayaan ikan dan yang lain-lain.

Namun ada sebuah peristiwa yang membuatku malu yaitu disaat ada turis yang datang ke PKBM ini, disini aku merasa sangat malu saat ditanya oleh turis tersebut dengan bahasa asing yang aku taktau makna dari perkataan meraka, dan disini aku ini merasa perlu untuk belajar sungguh-sungguh apapun itu dan dimanapun itu dan ini setidaknya bisa menjadi motifasiku untuk belajar, karena aku takmau merasa malu untuk yang ke duakalinya. Dan yang pastinya kini aku merasa mencarai ilmu itu tak ada batasnya karena mungkin kalau kita tidak ketemu sekarang, mungkin esok atau lusa pun akan ketemu jua..

Yang menarik dari kegiatan pembelajaran di PKBM Argowilis adalah tentang waktu pembelajaran disini yaitu warga belajar dituntut untuk mandiri dalam hal waktu belajar, yang maksudnya yaitu setiap warga belajar itu dituntut untuk tau apa yang sedang mereka ingin pelajari, karena tutor itu membebaskan warga belajarnya untuk memilih jenis pelajaran/ketrampilan apa yang akan dipelajari sesuai dengan keinginan hati anak yang sedang belajar disini.

Dan setelah beberapa lama aku berada di PKBM Argowilis aku baru tau ternyata belajar/bersekolah itu takhanya dapat dilakukan didalam ruang kelas saja, namun melalui buku, dongeng, kegiatan dialam terbuka,bermain, atau dengan komputerpun aku bisa mendapatkan sebuah pengetahuan atau pengalaman yang baru, selain dari itu pembelajaran yang didapatkanpun akan sangat terasa manfaatnya.

Ada sesuatu yang menarik disini dan yang pastinya lain daripada yang lain, yaitu tentang julukan dan sikap warga belajar terhadap para guru atau tutor-tutor disini, ya’ni para warga belajar itu apabila memanggil tutor-tutor disini tidak dengan sebutan bapak guru atau ibu guru, namun dengan julukan kangmas - mbakyu, malah kalau ada warga belajar yang memnggil dengan julukan bapak guru  atau ibu guru akan ditertawakan olweh mereka karena kalau mereka menyapa dengan julukan demikian berarti anak tersebut jelas jarang berkumpul dengan para tutor-tutor disini. Tentang sikap warga belajar terghadap para tutor, mereka para warga belajar mengganggap para tutor disini adalah sebagai seorang kakak atau mbakyau dan juga sebagai teman yang bisa diajak ngobrol dengan asik, selain itu tutor juga bisa berlaku sebagai orang tua yang bisa menasehati anak-anaknya apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh anak-anaknya.

Tapi yang membuat aku kagum dan berterimakasih adalah disaat mereka menggratiskan biaya pendidikan di sekolahan ini disaat semua kebutuhan slalu diukur dengan uang, baik itu kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohaniah. Dan yang pastinya ini memberikan peluang pendidikan bagi orang-orang yang seperti Aku dan teman-temanku  yang minim uang  untuk mengenyam pendidikan yang sepadan.

Harapan Aku terhadap PKBM Argowilis ini adalah supaya jangan pernah meninggalkan kekhasan dari sekolah ini yaitu murah dan ber kualitas dan semoga bagi para tutor-tutor disini selalu tabah menghadapi kami-kami para warga belajar yang tak taudiri dan mereptkan dalam segala segi tingkah laku maupun perbuatan ini.

Kiranya cukup sekian sajalah komentar Aku terhadap lembaga pendidikan yang mendidik ini, dan tak ada kata lain selain kata terimakasih yang sebesar-besarnya terhadap PKBM Argowilis yang telah memberikan kesempatan terhadap orang-orang seperti saya dan teman-teman saya untuk bisa mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas.
.









Kejar Paket B di Desa Glempang
Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas - Jateng
Desa Glempang yang merupakan salah satu Desa lokasi kegiatan pendidikan Kesetaraan yang diselenggrakan oleh PKBM Argowilis dengan memanfaatkan Mobil Kelas Berjalan berada di sebelah barat laut ibu kota kabupaten Banyumas.

Desa Glempang berada  di sebelah utara Rel kereta api Jurusan Jakarta – Purwokerto.
Secara administrative, Desa Glempang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis, desa Glempang termasuk desa hutan, yaitu desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Negara bagian pegunungan Slamet sebelah barat daya.

Jarak desa Glempang dari ibu kota  Kecamatan Pekuncen kurang lebih 10 (sepuluh) kilometer arah utara dengan waktu tempuh sekitar 15 (lima belas) menit, dari ibu kota kabupaten Banyumas kurang lebih 40 (Empat puluh) kilometer arah barat laut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama kurang lebih 90 (sembilan puluh) menit.
Dari PKBM Argowilis, menuju desa Glempang memerlukan waktu 60 menit kearah barat dengan menggunakan jalur alternatif {Jalur Wisata Curug Cipendok}

Tak Kurang dari 42 {empat puluh dua} Warga belajar Kejar paket B selalu menanti kedatangan relawan / Tutor dari PKBM Argowilis.
Pak Sakiman, Beliau adalah salah satu dari mereka.
Pak Sakiman merupakan Salah satu dari beberapa orang yang ditokohkan di desa Glempang.
Salah satu aktifitas beliau selain sebagai petani adalah Ketua Pesanggem {Petani Penggarap Lahan Hutan}. Walaupun usia tak lagi muda,beliau tetap semangat dan selalu menyemangati teman – temanya yang mengikuti kegiatan Belajar di Kejar Paket B yang diselenggarakan oleh PKBM Argowilis di Desa ini.
Beliau berharap kelak di kampungnya tak ada lagi warga yang hanya memiliki ijasah SD.
Apalagi konon katanya di desa Glempang ini akan dibangun menjadi desa wisata, sehingga masyarakat yang berada didalamnya harus berdaya.


Pak Sakiman Yang selalu bersemangat untuk belajar

Setiap Hari kamis kegiatan pembelajaran di desa Glempang kami lakukan. Satu hari dalam seminggu memang kurang, Namun karena keterbatasan waktu para relawan/Tutor dan karena sebagian besar warga belajar adalah para buruh tani yang harus bekerja harian sehingga satu hari dalam satu minngu merupakan kesepakatan yang saat ini ideal kami lakukan.

Namun secara insidentil kegiatan belajar dapat ditambah waktunya setelah ada kesepakatan antara Warga Belajar dengan Tutor.
Kegiatan ini bertempat di dukuh Sawen desa Glempang Kecamatan Pekuncen Kab. Banyumas.

Dukuh Sawen merupakan lokasi perumahan warga masyarakat yang telah di relokasi karena Bencana Alam tanah longsor yang pada tahun 2000 menimpa kampung mereka.

Di salah satu rumah warga belajar {Sukirman} kegiatan Belajar ini dilaksanakan. Walaupun sempit untuk menampung 42 Warga belajar, Tetapi sampai saat ini tidak menjadi permasalahan yang mengganggu jalannya proses pembelajaran.

Mudah – mudahan kedepan di kampung ini dapat dibangun lokasi untuk pertemuan / pembelajaran yang dapat menampung banyak orang sehingga kegiatan belajar mengajar di Dukuh Sawen dapat berjalan dengan lancar.










RP2M Radio Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat 87.5 MHz

Setiap pagi menjelang pukul 10 Wib, DJ Denok { Sarotun } setelah selesai melakukan aktivitas rutinnya sebagai peternak Kambing Peranakan Etawa berangkat menuju Sekretariat PKBM Argowilis.
Tanpa canggung, Sarotun/Mas Denok langsung menuju salah satu ruangan di PKBM Argowilis.

Sarotun langsung menyalakan komputer dan beberapa alat elektronik di dalam Studio Radio Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat {RP2M}

Sambil mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dan materi siaranya, Sarotun memutar lagu pembuka dan jinggle RP2M. Lagu – lagu dari Album Dangdut Pendidikan selalu diputar diawal perjumpaan melalui frekuensi 87.5 FM.

Dengan Bahasa yang apa Adanya, Mas Sarotun {Warga Belajar Paket C Kelas 1} mulai On Air

  
Sarotun Masih Belajar di Kelas 1 Kejar Paket C di PKBM Argowilis

”Aassalamu ngalaikum wr.wb
Selamat pagi sahabat belajar RP2M , semoga di hari yang bersahabat ini sahabat belajar masih sehat dan masih semangat belajar, tentunya tak lupa buat adik-adik ku yang lagi belajar di Pendidikan anak usia dini /PAUD PKBM argowilis”.

”Masih bersama kak denok dan RP2M yang di pancar luaskan di JL raya sokawera-cilongok tepatnya di pkbm argowilis,sebelum adik-adik mendengarkan sebuah lagu anak-anak, kak denok menyapa dulu buat adik-adik ku yang masih sibuk menyiapkan diri untuk berangkat belajar di pkbm argowilis”.

Pada pukul 14.30 sampai selesai Kita akan di temanai kakang dan mbkayu tutor.untuk belajar bersama seperti biasanya dilakukan di pkbm argowilis.

”Selamat malam sahabat belajar...?di kesempatan malam yang sangat indah penuh dengan sinar rembulan dan bintang apa lagi sambil mendengarkan RP2M dengan lagu-lagu pop indo,untuk menemani sahabat belajar,yang masih belajar dan tak lupa juaga buat yang lagi beristirahat melepas lelahan karena di pagi harinya udah beraktifitas,kebersamaan bersama RP2M di malam hari dari pukul 19.30 sampai pukul 23.30”

Beberapa penggal kalimat diatas ditulis langsung oleh Sarotun sebagai penyiar terfavorit di RP2M.

RP2M didirikan untuk menemani sahabat Belajar PKBM Argowilis.Jarak antara PKBM dengan rumah warga belajar yang jauh menjadi dekat dengan hadirnya Radio Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat atau lebih dikenal dengan RP2M Argowilis.

Radio Pendidikan ini sangat membantu proses belajar warga Belajar pendidikan kesetaraan yang kami layani dengan Mobil Kelas Berjalan.
Minimnya pertemuan yang disebabkan karena jarak yang jauh dapat terbantu dengan belajar lewat radio.

  


Sekilas Mengenai Relawan / Tutor Mobil Kelas Berjalan PKBM Argowilis

 Nama Saya Darsono, Saya relawan yang secara umur paling tua sehingga saya ditempatkan sebagai pembina PKBM Argowilis. Saya Direktur Yayasan Argowilis semenjak tahun 2007 sampai dengan 2011. Saya juga menjadi Tutor untuk bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan dan sosiologi.
Selain di Argowilis saya memiliki pekerjaan di Desa Saya {Singasari} sebagai Kadus.


 Assalamu’alaikum, Nama Saya Ahmad Umar Sukron Sakhirin di singkat A.U.S. Sakhirin biasa dipanggil Abah. Istri saya satu anak saya Lima.
Di PKBM Argowilis untuk saat ini saya menjabat sebagai Ketua/General manager. Saya juga menjadi Tutor pendidikan kesetaraan untuk Berbagi Ilmu Budi Pekerti dan Pengetahuan Agama Islam.

 Nama saya Muhamad Toha, saya biasa dipanggil Kang Toha.saya bergabung dengan PKBM Argowilis semenjak tahun 2003 sampai dengan sekarang.
Jabatan saya saat ini adalah Sekretaris PKBM, Selain itu saya juga sedang belajar melakukan pendampingan Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Wilayah Kerja Perum Perhutani KPH Banyumas Timur.
Kalau di Pendidikan kesetaraan, saya menjadi NST untuk Agroforestry.

 Saya Romdoni, di PKBM Argowilis saya yang ngurusi Finance/keuangan. Hobi saya di bidang IT juga saya sampaikan pada warga belajar pendidikan kesetaraan PKBM Argowilis yang seneng dengan Komputer.
Pekerjaan saya selain menjadi Bendahara di Argowilis adalah tukang servise komputer.


 Perkenalkan, Saya Miftahussurur. Di PKBM saya dipercaya sama temen – temen untuk mengurusi Program Kesetaraan. Terkadang saya sering dipanggil Kabid Kesetaraan. Di Penidikan Kesetaraan saya sebagai Tutor Bahasa Indonesia.
Selain di Argowilis, saya seorang guru di salah satu SLTP di Kab. Banyumas.



Nama saya Purwanto, saya bukan Tutor di PKBM Argowilis
Saya  hanya menemani warga belajar yang
Mau mempelajari perbengkelan.Selain itu saya lebih
Sering berperan sebagai Leader International
WorkCamp yang sering kami lakukan di Argowilis.
Driver Mobil Kelas Pembelajaran juga saya
Yang menjabat.

 Darto, Itu nama saya. Saya paling seneng berbagi ilmu biologi, apalagi saya tahu bahwa alam dan lingkungan tempat belajar kita sangat mendukung proses belajar, jadi nggak usah repot – repot bikin laboratorium.
Saya juga sebgai pengelola Taman Bacaan Masyarakat ”AKSARA” PKBM Argowilis
Selain Tutor di PKBM Argowilis, saya seorang Guru di Madrasah Ibtidaiyah/SD di Desa Babakan.
Saya paling seneng menjadi Pramuka. Salam Pamuka.



 Nama Saya Imam Munajat, Saya baru bergabung dengan PKBM Argowilis pada tahun 2008 yang lalu. Saya menjadi Teman Belajar / Tutor Akuntansi untuk Pendidikan kesetaraan Paket C dan IPS Ekonomi untuk Paket B.
Saya paling senang ketika melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan Mobil Kelas Berjalan, maklum.. anak kampung...
Saya juga menjabat sebgai sekretaris bidang Pendidikan Kesetaraan melayani Pak Miftah.

 My Name Is Sugiarti. Saya selalu menemani Warga belajar Paket B dan C untuk belajar Bahasa Inggris.Kebetulan di PKBM kami sering dikunjungi oleh Volunteer Luar Negeri yang senang membantu Warga belajar untuk memperlancar bahasa inggris.
Selain bahasa inggris saya juga mendampingi Warga Belajar Perempuan melalui program Pemberdayaan Perempuan Desa PKBM Argowilis.


 Saya Adib, Saya bersama dengan PKBM Argowilis mencoba berbagi pengetahuan yang saya miliki kepada seluruh warga belajar pendidikan kesetaraan khususnya dibidang kewirausahaan atau entreprener education dan lingkungan hidup atau Green Education.
Fri, 13 Nov 2009 @09:54

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives