LIR RESPATI BUMIDAYA
Leave a comment
Pernah
mendengar seorang anak yang begitu bahagia karena tidak naik kelas?
Kedengarannya aneh, bukan? Tetapi kenyataannya.. ya, ada!
Leave a comment
Hal
ini terjadi pada salah satu adik asuh kami. Kami mengunjungi rumahnya
yang hanya berupa satu bilik kecil sebuah lapak. Bilik itu adalah ruang
tamu, ruang tidur sekaligus dapur. Tidak ada ruangan yang lain. Saat
kami datang, adik kami ini sedang sendirian karena orangtuanya sedang
bekerja.
Dengan
prihatin kami menanyakan perihal ia tidak naik kelas tahun ini. Kami
kuatir hal tersebut membuat ia tertekan karena ia anak yang agak
tertutup. Tetapi ia hanya tersenyum, ada gurat kelegaan di wajahnya.
Kami bingung ketika ia mengatakan bahwa hal itu justru menyenangkan
hatinya. Alasannya sederhana, sekarang ia sudah terbebas dari anak-anak
yang sering jahil mengejeknya karena mereka semua sudah naik kelas. Di
kelas lamanya ini, ia tidak perlu gelisah karena diejek dan dapat lebih
berkonsentrasi belajar serta memperoleh nilai yang bagus.
Perilaku
merendahkan dan direndahkan orang lain sudah dimulai sejak anak-anak.
Hal ini menjadi suatu keprihatinan tersendiri bagi kami. Bukan saja anak
orang kaya, anak-anak golongan ekonomi lemah juga kadang melakukannya.
Adik kami yang saat ini bahagia karena tinggal kelas juga pasti tidak
bisa menebak apakah setelah terlepas dari anak-anak jahil sebelumnya
tidak akan bertemu anak-anak jahil yang lain. Terlalu sayang rasanya
bagi seorang anak untuk mengorbankan satu tahun pelajaran demi kedamaian
hati.
Percakapan
hari itu akhirnya tidak lagi membahas soal tidak naik kelas. Kami
bercerita tentang hidup yang juga memiliki sisi-sisi yang baik, mencoba
mereka-reka keikhlasan adik kami untuk mengampuni dan berdamai dengan
hatinya, dan berulang kali menegaskan bahwa ia anak yang hebat dan layak
dicintai. Orang lain boleh saja bodoh sehingga belum melihat semua itu,
tetapi tidak akan menjadi penghalang bagi haknya untuk mengembangkan
potensi terbaik yang ada dalam dirinya.
Jadi, jangan tidak naik kelas lagi ya…
Dalam
pelayanan masyarakat, dikenal tujuh butir pedoman pelayanan publik.
Pedoman ini diperkenalkan oleh Lord Nolan dan lebih dikenal dengan the Nolan Principles (The Committee on Standard in Public Life, www.publicstandard.gov.uk, 1995), yaitu:
-
Penyangkalan Diri (Selflessness)
-
Integritas (Integrity)
-
Objektivitas (Objectivity)
-
Memiliki pertanggungjawaban (Accountability)
-
Keterbukaan (Openness)
-
Kejujuran (Honestly)
-
Kepemimpinan (Leadership)
Apa hubungannya dengan blog ini?
Secara
langsung, pedoman tersebut tidak berhubungan dengan blog ini. Tim
Pelayanan Adik Asuh juga masih bergumul dan belajar untuk menerapkan
pedoman tersebut dalam pelayanan kami terhadap anak-anak sektor informal
dan komunitasnya.
Blog
Adik Asuh sendiri dibuat sebagai usaha untuk mendokumentasikan
bagaimana pelayanan ini berproses sekaligus sebagai wahana interaksi
dengan rekan-rekan sekerja melalui dunia maya untuk saling mendukung,
mengoreksi dan menguatkan.
Dalam hubungannya dengan the Nolan Principles, pembuatan blog ini sekaligus merupakan upaya pertanggungjawaban publik (public accountability)
bahwa dengan segala jatuh bangunnya, pelayanan ini boleh terus hadir.
Ada proses pendisiplinan diri di sini, ada keterbukaan, ada kejujuran
dalam melihat permasalahan dan berkat, belajar objektif dan belajar
untuk tidak mementingkan diri sendiri serta memiliki Integritas dalam
tim.
CIBFest ’08 dan blog ini
Blog
ini terpilih sebagai blogger terbaik kategori organisasi dalam CIBFest
’08. Puji Tuhan. Semua kakak asuh merasa senang dan bangga. Ini suatu
kejutan yang indah ketika kami berada dalam masa sarat pergumulan.
Walaupun demikian, kami harus menyadari bahwa apa yang coba secara jujur
kami sampaikan melalui blog ini jauh dari hebat. Semuanya ini hanya
karena cinta Tuhan yang besar pada kami, jadi biarlah semua kemuliaan
hanya milik Tuhan semata.
Terima
kasih CIBFest ’08 yang sudah memberi kepercayaan kepada kami untuk
menyandang predikat juara. Untuk seluruh kakak asuh, dan semua
rekan-rekan yang melayani anak-anak sektor informal…. Ayo terus
semangat!!!
Tuhan memberkati!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar