LIR RESPATI BUMIDAYA
dunia anak, karakter anak, mediating learning to children, PAUD, Pelayanan Adik Asuh, pengalaman dicintai | by adikasuh | 2 comments
dunia anak, karakter anak, mediating learning to children, PAUD, Pelayanan Adik Asuh, pengalaman dicintai | by adikasuh | 2 comments
Pipit,
Murni dan Hamidah tinggal di tiga lapak yang berbeda. Masing-masing di
daerah Radio Dalam, Kober Pangeran Antasari dan Damai Cipete. Karakter
mereka pun berbeda. Pipit anak yang cerdas, pandai mengaji tetapi moody
dan mudah cemberut. Murni, gadis kecil pendiam yang mulai tumbuh jiwa
pemberontakannya seiring dengan kurangnya perhatian dari keluarga dan
juga teman-teman yang kurang bersahabat. Sedangkan Hamidah, ia selalu
ceria di segala suasana dan jenis orang yang sangat loyal serta begitu
perhatian kepada kakak asuh. Begitu banyak adik dan begitu banyak
karakter. Tetapi yang pasti mereka sama seperti anak-anak pada umumnya,
memiliki hak untuk mengalami masa kanak-kanak yang penuh canda dan tawa,
mengalami perasaan dicintai sebagai seorang anak.
Begitu
banyak anak yang tumbuh dalam kepahitan, mengenal susah sejak masa
kecilnya, menjalani kehidupan yang keras. Miskin pujian dan apresiasi.
Banyak anak mengamini bahwa mereka memang bodoh dan miskin serta bukan
pemilik masa depan yang gilang gemilang. Pasrah pada apa yang mereka
pikir sebagai jalan hidup.
Tim
Pelayanan Adik Asuh memilih jalur pendidikan untuk menolong anak-anak
bangsa ini dan mendampingi mereka dengan segala keterbatasan yang ada
untuk mengejar berbagai ketertinggalan dalam pelajaran. Dua jam seminggu
adalah waktu yang sangat sedikit, sehingga terkadang kami juga harus
belajar puas dengan apa yang ada. Prestasi akademik adik-adik jelas jauh
di bawah anak-anak lainnya yang bersekolah di sekolah-sekolah bagus
berfasilitas lengkap, dan dalam banyak hal kami berjuang keras agar
nyala api motivasi mereka tidak padam.
Namun bukan cuma nilai akademis yang dikejar..
Anak-anak
belajar dari pengalaman. Pengalaman pun tak kurang-kurang mengajar
begitu banyak hal kepada mereka, entah itu manis atau getir. Yang pasti,
untuk setiap adik yang Tuhan taruh dalam pelayanan kami, kami belajar
untuk mencintai mereka dengan segala karakteristiknya. Karena pengalaman
dicintai dan dihargai pada masa kecil adalah bekal yang sangat berharga
bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Sebuah
foto telah mengabadikan senyuman Pipit, Murni dan Hamidah ketika
bermain di taman dekat GKI Kebayoran Baru namun tidak mengekalkan
kebahagiaan masa kecil mereka. Perjalanan yang mereka akan lalui masih
sangat panjang dan semoga cinta dan kasih sayang yang kami berikan
memampukan mereka untuk tetap mencintai kehidupan dengan segala suka
dukanya dan menyadari bahwa mereka berharga. Setidak-tidaknya
demikianlah mereka di mata Tuhan dan di mata kami.
Tersenyumlah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar