LIR RESPATI BUMIDAYA
KEJAR PAKET C RINTISAN
MURNI VOKASI SISTEM TERBUKA
PROGRAM UNGGULAN AGROFORESTRY BERBASIS IT
PKBM ARGOWILIS
TAHUN 2009
Latar Belakang
FOREST
The environment is an important part of our life. In a beautiful country as Indonesia, nature has to be taken care of. Argowilis is aware of the actual problems that affect the forests of Indonesia as for example massive disforestation. Together with the forest government, Perhutani, and other organizations are trying to preserve what is one of the most valuable patrimonies of Indonesia for the high percentage of people who live in and from the forest and whose lives rely on it.
It’s not an easy task: just in Sokawera village there are 561 hectares to be controlled and preserved form human impact. Although, step by step, Argowilis is reaching one clear objective: to conscience the people about the importance of the environment. Because the only way o save the forests is working all together.
NO FOREST… NO WATER... NO LIFE…
EDUCATION
The second main goal of Argowilis is education, especially for the people who can not afford or have lost the chance of a formal education.
Some of the educational programs that this organization performs are: kindergarten, non formal school (paket B and C), live skill and women empowerment. The majority of these activities take place at the Argowilis centre, located in Sokawera village. Also, in recent years, they have expanded their educational projects to other villages as Serang _ Purbalingga or Glempang.
As a volunteer, mostly as English teacher, I have experienced what it means for all these people the support that they receive from Argowilis. To emphasise my words I would like to explain the case of Serang:
Argowilis provide teachers three times a week. It implies the traveling costs and the time of the people who accompanies the teacher (for it’s pretty far from Sokawera) just for a two hours class of English.
But all this effort can not be valued in a material way, because all this effort provides to the young students of Serang a chance where before there wasn’t. Through education they provide a chance for a better future. And in my modest opinion, I think that they succeed because they believe in what they do.
I am sure that the majority of these students will compensate all this effort and as a result it will become as benefits for the people of Indonesia.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat / PKBM Argowilis terletak di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi sumberdaya Alam berupa Hutan di Propinsi Jawa Tengah.
Di Kaki Gunung Slamet bagian Barat daya tepatnya di desa Sokawera Kec. Cilongok disinilah PKBM Argowilis melakukan berbagai aktivitasnya.
Salah satu aktifitas yang dijalani pada tahun 2009 adalah menyelenggarakan program pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMU. Pada Program ini, khususnya kelas 2 merupakan Program Rintisan Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka PKBM Argowilis yang diikuti oleh 70 warga belajar yang dibagi menjadi 2 Kelas.
Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka merupakan Salah satu model terbaru dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan khususnya Paket C yang diselenggarakan di PKBM Argowilis. Murni Vokasi mengandung maksud dalam pembelajarannya berisi 50 % mata pelajaran umum dan 50 % berisi materi keterampilan sesuai dengan karakteristik maupun unggulan Lokal.
Terbuka mengandung maksud bahwa pada program ini warga belajar dapat menentukan sendiri kapan WB mau belajar dan dimana disesuaikan dengan keterbatasan dan kesempatan yang dimiliki oleh Warga belajar dan Tutor.
Jenis keterampilan yang dikehendaki oleh warga belajar disesuaikan dengan keinginan, keahlian dan sumberdaya yang dimiliki oleh WB sendiri.
Dalam Program Rintisan ini PKBM Argowilis mencoba mengaplikasikan Program Unggulan Agroforestry Berbasis Teknologi Informasi / IT. Dalam Pembelajarannya PKBM Argowilis memasukkan materi berupa teori dan praktek Agroforestry yang dikombinasikan dengan materi dan praktek Teknologi Informasi sebagai pendukung Agoroforestry.
RINTISAN PAKET C MURNI INTEGRASI VOKASI TERBUKA
Pengertian
Paket C Murni Integrasi Vokasi Terbuka adalah program pendidikan kesetaraan Paket C setara SMA yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dan pembelajaran keterampilan siap kerja dengan pola pembelajaran disesuaikan dengan potensi, karakteristik, perkembangan, dan kondisi peserta didik.
1) Konsep Vokasi
Kecakapan vokasi (vocasional skill) dan Kecakapan akademik (academic skill) termasuk kedalam kecakapan hidup spesifik. Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran atau kerja intelektual. Kecakapan vokasi terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan keterampilan motorik. Kelebihan pendidikan vokasi antara lain, peserta didik secara langsung dapat mengembangkan keahliannya disesuaikan dengan kebutuhan lapangan atau bidang tugas yang akan dihadapinya. Seperti Kecakapan dalam bidang pekerjaan tertentu, kecakapan menciptakan atau membuat produk, dan berwirausaha. (Puskur Balitbang Depdiknas).
2) Integrasi Vokasi
Ciri khas pencapaian SKL program Paket C adalah memiliki keterampilan berwirausaha. Pencapaian kompetensi tersebut dikembangkan melalui mata pelajaran keterampilan fungsional yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan secara terintegrasi dan/ atau dalam bentuk mata pelajaran tersendiri. (Permen Diknas No.23/2006)
Materi belajar muatan lokal merupakan kajian yang diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran atau secara tersendiri sebagai mata pelajaran pilihan. Pengembangan kepribadian profesional merupakan kemampuan mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengelola potensi, bakat, minat, prakarsa, kemandirian, tindakan, dan waktu secara profesional sesuai tujuan dan kebutuhan.
3) Pola Pembelajaran Terbuka
Pola pembelajaran terbuka adalah pola pembelajaran yang menekankan belajar mandiri dan peserta didiknya bebas menentukan pilihan pembelajaran dalam mencapai kompetensinya. Peserta didik tidak terikat dalam menentukan pilihan bahan ajar, ruang, waktu pembelajaran, dan nara sumber. Peserta didik dapat menyesuaikan dengan kebutuhan belajarnya, menggunakan kesempatan, penyelesaian dan ketuntasan pencapaian kompetensi dengan bimbingan tutor atau mencari sumber belajar lainnya untuk mencapai standar kompetensi yang ditentukan dalam program kesetaraan.
Terbuka berarti bahwa peserta didik lebih leluasa dalam menentukan pilihan.
Peserta didik mempunyai keleluasaan dalam menentukan kecepatan/ Lama waktu pembelajaran dan peserta didik dapat menentukan sendiri waktu belajarnya, sesuai dengan kemauan dan waktu yang dimilikinya. Pembatasan waktu ditentukan oleh ujian semester, waktu ujian nasional.
Peserta didik mempunyai keleluasaan dalam memilih tempat belajar. Belajar dapat dilakukan di rumah, di perpustakaan, di tempat kerja, atau di mana saja yang dianggap tepat oleh peserta didik.
Peserta didik dapat menentukan sendiri cara belajar yang sesuai untuk dirinya. Menyusun rencana belajar dengan memilih sebuah modul dan dipelajarinya sampai selesai dalam batas waktu tertentu, baru kemudian pindah ke modul lain. Peserta didik juga bebas menentukan apakah semua modul akan dipelajari setiap hari. Dalam hal ini masing-masing modul diberi jatah waktu tertentu, misalnya masing-masing 60 menit. Kalau jumlah modulnya ada 4 buah, maka setiap hari belajar 4 x 60 menit=240 menit. Peserta didik juga bebas menentukan media belajar yang akan digunakannya, apakah membaca buku, melihat program video, belajar dengan bantuan komputer, mendengarkan kaset audio, menghadiri diskusi atau seminar, dan sebagainya.
MENGAPA AGROFORESTRY BERBASIS IT ?
Sebagaiamana kita ketahui, bahwa Desa Sokawera dimana PKBM Argowilis Berada merupakan salah satu desa Hutan dari 2059 desa hutan yang ada di Jawa Tengah.
Desa Hutan adalah Desa yang secara langsung berbatasan dengan Hutan.
Sebagian Masyarakat di Desa Sokawera sangat bergantung dengan adanya Hutan dan sumberdaya alam yang terkandung didalamnya seperti kayu bakar, Hijauan pakan ternak, Air bersih dan sebagian kecil sudah memanfaatkan lahan hutan untuk bercocok tanam.
Dengan bertambahnya penduduk di desa Sokawera dan bertambahnya keluarga baru yang mendirikan perumahan di desa Sokawera menjadikan tanah pertanian maupun perkebunan di lahan milik semakin berkurang, padahal kebutuhan masyarakat akan berbagai hasil pertanian dan perkebunan semakin hari semakin meningkat.Dengan alasan tersebut beberapa tahun kedapan masyarakat akan mulai merambah kawasan hutan untuk bercocok tanam.
Pemanfaatan lahan hutan untuk bercocok tanam harus dilakukan dengan cara – cara yang baik dan benar sehingga tidak mengganggu dan merusak ekosistem hutan. Pemilihan Jenis tanaman yang tepat juga perlu dipikirkan agar kegiatan bercocok tanam dapat berdampak pada Ekonomi , ekologi dan konservasi .
Melalui Program Paket C Rintisan Murni Vokasi Sistem Terbuka ”Agroforestry Berbasis IT” yang dirintis oleh PKBM inilah nantinya akan muncul para petani Hutan yang profesional, Visioner dan Peduli Lingkungan.
Potensi Sumberdaya Hutan Desa Sokawera ;
Luas hutan negara yang masuk wilayah administrasi desa Sokawera kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas adalah 561 hektar.
Tabel : Data Potensi hutandi wilayah desa Sokawera sebagai berikut :
Potensi Hutan
Petak Luas Baku
(Hektar) Fungsi hutan Jenis tanaman Tahun tanam Luas desa
(Hektar)
1. 51. a 150,2 HPT HAKL - 59,00
2. 51. b 23,10 HPT Damar 1998 23,10
3. 51. c 23,70 HPT Damar 1999 23,70
4. 51. d 11,40 HPT Pinus 1974 11,40
5. 51. e 5,20 HPT - 1974 5,20
6. 51. f 53,60 KPS - 1974 43,6
7. 51. g 14,50 HPT Pinus 1976 14,50
8. 51. h 39,40 HPT Damar 1993 5,00
Damar 1999 34,4
9. 51. i 41,80 HPT Kosong - 9,0
10. 51. o 23,90 HPT Pinus 1977 23,90
11. 51. p 5,20 HPT Pinus 1967 5,20
12. 52. h 32,80 HPT Pinus 1980 8.80
13. 52. t 6,20 HPT Pinus 1967 6,20
14. 58. d 288 HL HAKL 288
JUMLAH 561
Catatan :
Kawasan Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya
Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air,mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah instrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah.
Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan
BAGAIMANA PROSES BELAJARNYA ?
Di PKBM Argowilis Proses kegiatan belajar untuk program rintisan Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka dilakukan selama 6 enam hari dalam satu minggu.
3 Tiga hari di peruntukan untuk mata pelajaran Murni Akademik dan 3 hari untuk Murni Vokasi yaitu Agroforestry berbasis IT.
Sebanyak 70 Peserta Program Paket C Murni integrasi Vokasi Sistem Terbuka PKBM Argowilis yang terbagi menjadi 2 kelas pembelajaran mempelajari Teori akademik yang diberikan waktu 3 tiga hari dan teori vokasi program unggulan Agroforestry berbasis IT selama 1 [ satu ] hari dan diberi waktu 2 [ dua ] hari untuk mengaplikasikan langsung pada lahan demplot dan mendokumentasikannya melalui IT.
Teori :
Warga Belajar akan mendapatkan materi Tentang Kehutanan,Pertanian, Peternakan dan IT yang akan disampaikan oleh Tutor dan Narasumber Teknis yang memiliki Kompetensi pada bidang – bidang tersebut.
Praktek :
Masing – masing warga belajar akan mendapatkan hak pengelolaan lahan hutan seluas 2500 m2 [ Seperempat Ha ] untuk praktek langsung.
Warga Belajar akan terdaftar sebagai anggota Istimewa Lembaga Pengelola Sumberdaya Hutan Desa Sokawera yang telah menjalin kerjasama dengan PKBM Argowilis.
Sebagai bukti Hak Pengelolaan, Setiap warga belajar akan menandatangani MOU antara WB dengan LPSDH, dan mendapatkan kartu Anggota LSPDH.
Hak – hak dan kewajiban sebagai pengelola lahan akan diterima oleh warga belajar sebgai anggota LPSDH.
Peranan IT dalam Proses Agroforestry ;
Seekor katak yang berada didalam tempurung akan mengatakan bahwa dunia ini sempit, akan tetapi ketika temurung itu dibuka sang katakpun akan tahu bahwa dunia ini begitu luas.
Berbagai Informasi Usaha dibidang Agroforestry akan dengan mudah dan cepat diketahui oleh warga belajar dengan memanfaatkan Teknologi Informasi seperti Internet. Melalui Internet Warga belajar akan tahu komoditi apa yang sedang laku dipasaran, dapat mengetahui sentra budidaya komoditi tertentu dengan mudah dan cepat.
Diharapkan , melalui Internet setiap warga belajar dapat melihat peluang usaha maupun peluang pasar berbagai produk Usaha dibidang Agroforestry yang akan mereka jalankan.
Melalui Media Internet mereka dapat menawarkan aneka produk yang mereka hasilkan.
” Maia Shop” melalui dunia maia warga belajar memajang produk melalui Blog ataupun Website yang telah mereka pelajari cara pembuatan dan pengelolaannya.
DENGAN SIAPA SAJA ?
Dalam Menyelenggarakan Program Rintisan Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka dengan Program Unggulan Agroforestry Berbasis IT di PKBM Argowilis diselenggarakan dengan dukungan berbagai pihak ;
NO
Nama Instansi
Peran dan Kontribusi
1. PKBM Argowilis Menjalankan / melaksanakan semua Kegiatan pada program ini { Leading Sektor }
2. Direktorat Kesetaraan JKT Mendampingi dan Memfasilitasi Pelaksanaan Program
3. LPSDH Sokawera Membantu memfasilitasi Lahan Praktek Agroforestry
4. Perum Perhutani Membantu dan Mendampingi Program Agroforestry
5. Dinas Pendidikan Mendampingi dan Memfasilitasi pelaksanaan Program
6. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Membantu Menyediakan Nara Sumber Teknis Kehutanan dan Perkebunan
7. Dinas Peternakan dan Perikanan Membantu Menyediakan Narasumber Teknis Peternakan dan Perikanan
8. Dinas Pertanian Membantu menyediakan Narasumber teknis bidang Pertanian
9.
APA HASILNYA
Dari Penyelenggaraan Program Kejar Paket C Rintisan Murni Vokasi Sistem Terbuka Program Unggulan Agroforestry Berbasis IT ini diharapkan akan dapat menghasilkan ;
1. Panduan Penyelenggaraan Kejar Paket C Murni VOKSTER Jurusan Agroforestry Berbasis IT
2. 30 Warga Belajar / peserta Program memiliki pengetahuan akademik dan keterampilan Agroforestry
3. 30 Warga Belajar Memiliki Toko Aneka Hasil Usaha Agroforestry dalam dunia Maia melalui Blog atau Website.
4. 30 Warga Belajar memiliki Demplot Usaha Agroforestry yang menghasilkan
5. Terpeliharanya 7.5 Ha Hutan di Desa Sokawera
PENUTUP
Program Paket C murni integrasi vokasi terbuka dilaksanakan dalam upaya memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap lulusan pendidikan yang memiliki kompetensi vokasi yang siap diserap lapangan kerja ataupun usaha mandiri. Sistem pembelajaran menggunakan pola terbuka yang dapat menyesuaikan dengan keterbatasan dan kesempatan yang dimiliki oleh peserta didik tanpa mengurangi tujuan minimal kompetensi akademik.
Kegiatan vokasi yang dipelajari peserta didik memerlukan kecermatan penyelenggara dalam menyesuaikan dengan peluang kerja yang ada dan potensi ekonomi lokal yang diunggulkan. Kecermatan melihat peluang dapat lebih difokuskan dengan melakukan evaluasi daya serap lapangan kerja terhadap lulusan program, melakukan kerjasama atau kemitraan terhadap dunia usaha dan Industri.
Peserta didik program pendidikan kesetaraan paket C integrasi vokasi terbuka memiliki kecenderungan orientasi keterampilan kerja dibandingkan belajar kompetensi akademik. Tutor diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik tentang pentingnya manfaat kompetensi akademik terhadap materi vokasi ataupun sebaliknya. Kompetensi akademik dapat memudahkan pembelajaran vokasi begitu pula materi belajar vokasi dapat menjadi kegiatan fungsional penerapan kompetensi akademik.
Program ini memerlukan kreativitas penyelenggara dalam penerapan pembelajarannya. Sehingga program akan terus diperbaiki dalam pembelajaran, evaluasi dan daya serap lapangan kerja.
Argowilis, 7 Oktober 2009
GM.PKBM ARGOWILIS
AUS. SAKHIRIN
KEJAR PAKET C RINTISAN
MURNI VOKASI SISTEM TERBUKA
PROGRAM UNGGULAN AGROFORESTRY BERBASIS IT
PKBM ARGOWILIS
TAHUN 2009
Latar Belakang
FOREST
The environment is an important part of our life. In a beautiful country as Indonesia, nature has to be taken care of. Argowilis is aware of the actual problems that affect the forests of Indonesia as for example massive disforestation. Together with the forest government, Perhutani, and other organizations are trying to preserve what is one of the most valuable patrimonies of Indonesia for the high percentage of people who live in and from the forest and whose lives rely on it.
It’s not an easy task: just in Sokawera village there are 561 hectares to be controlled and preserved form human impact. Although, step by step, Argowilis is reaching one clear objective: to conscience the people about the importance of the environment. Because the only way o save the forests is working all together.
NO FOREST… NO WATER... NO LIFE…
EDUCATION
The second main goal of Argowilis is education, especially for the people who can not afford or have lost the chance of a formal education.
Some of the educational programs that this organization performs are: kindergarten, non formal school (paket B and C), live skill and women empowerment. The majority of these activities take place at the Argowilis centre, located in Sokawera village. Also, in recent years, they have expanded their educational projects to other villages as Serang _ Purbalingga or Glempang.
As a volunteer, mostly as English teacher, I have experienced what it means for all these people the support that they receive from Argowilis. To emphasise my words I would like to explain the case of Serang:
Argowilis provide teachers three times a week. It implies the traveling costs and the time of the people who accompanies the teacher (for it’s pretty far from Sokawera) just for a two hours class of English.
But all this effort can not be valued in a material way, because all this effort provides to the young students of Serang a chance where before there wasn’t. Through education they provide a chance for a better future. And in my modest opinion, I think that they succeed because they believe in what they do.
I am sure that the majority of these students will compensate all this effort and as a result it will become as benefits for the people of Indonesia.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat / PKBM Argowilis terletak di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi sumberdaya Alam berupa Hutan di Propinsi Jawa Tengah.
Di Kaki Gunung Slamet bagian Barat daya tepatnya di desa Sokawera Kec. Cilongok disinilah PKBM Argowilis melakukan berbagai aktivitasnya.
Salah satu aktifitas yang dijalani pada tahun 2009 adalah menyelenggarakan program pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMU. Pada Program ini, khususnya kelas 2 merupakan Program Rintisan Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka PKBM Argowilis yang diikuti oleh 70 warga belajar yang dibagi menjadi 2 Kelas.
Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka merupakan Salah satu model terbaru dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan khususnya Paket C yang diselenggarakan di PKBM Argowilis. Murni Vokasi mengandung maksud dalam pembelajarannya berisi 50 % mata pelajaran umum dan 50 % berisi materi keterampilan sesuai dengan karakteristik maupun unggulan Lokal.
Terbuka mengandung maksud bahwa pada program ini warga belajar dapat menentukan sendiri kapan WB mau belajar dan dimana disesuaikan dengan keterbatasan dan kesempatan yang dimiliki oleh Warga belajar dan Tutor.
Jenis keterampilan yang dikehendaki oleh warga belajar disesuaikan dengan keinginan, keahlian dan sumberdaya yang dimiliki oleh WB sendiri.
Dalam Program Rintisan ini PKBM Argowilis mencoba mengaplikasikan Program Unggulan Agroforestry Berbasis Teknologi Informasi / IT. Dalam Pembelajarannya PKBM Argowilis memasukkan materi berupa teori dan praktek Agroforestry yang dikombinasikan dengan materi dan praktek Teknologi Informasi sebagai pendukung Agoroforestry.
RINTISAN PAKET C MURNI INTEGRASI VOKASI TERBUKA
Pengertian
Paket C Murni Integrasi Vokasi Terbuka adalah program pendidikan kesetaraan Paket C setara SMA yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dan pembelajaran keterampilan siap kerja dengan pola pembelajaran disesuaikan dengan potensi, karakteristik, perkembangan, dan kondisi peserta didik.
1) Konsep Vokasi
Kecakapan vokasi (vocasional skill) dan Kecakapan akademik (academic skill) termasuk kedalam kecakapan hidup spesifik. Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran atau kerja intelektual. Kecakapan vokasi terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan keterampilan motorik. Kelebihan pendidikan vokasi antara lain, peserta didik secara langsung dapat mengembangkan keahliannya disesuaikan dengan kebutuhan lapangan atau bidang tugas yang akan dihadapinya. Seperti Kecakapan dalam bidang pekerjaan tertentu, kecakapan menciptakan atau membuat produk, dan berwirausaha. (Puskur Balitbang Depdiknas).
2) Integrasi Vokasi
Ciri khas pencapaian SKL program Paket C adalah memiliki keterampilan berwirausaha. Pencapaian kompetensi tersebut dikembangkan melalui mata pelajaran keterampilan fungsional yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan secara terintegrasi dan/ atau dalam bentuk mata pelajaran tersendiri. (Permen Diknas No.23/2006)
Materi belajar muatan lokal merupakan kajian yang diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran atau secara tersendiri sebagai mata pelajaran pilihan. Pengembangan kepribadian profesional merupakan kemampuan mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengelola potensi, bakat, minat, prakarsa, kemandirian, tindakan, dan waktu secara profesional sesuai tujuan dan kebutuhan.
3) Pola Pembelajaran Terbuka
Pola pembelajaran terbuka adalah pola pembelajaran yang menekankan belajar mandiri dan peserta didiknya bebas menentukan pilihan pembelajaran dalam mencapai kompetensinya. Peserta didik tidak terikat dalam menentukan pilihan bahan ajar, ruang, waktu pembelajaran, dan nara sumber. Peserta didik dapat menyesuaikan dengan kebutuhan belajarnya, menggunakan kesempatan, penyelesaian dan ketuntasan pencapaian kompetensi dengan bimbingan tutor atau mencari sumber belajar lainnya untuk mencapai standar kompetensi yang ditentukan dalam program kesetaraan.
Terbuka berarti bahwa peserta didik lebih leluasa dalam menentukan pilihan.
Peserta didik mempunyai keleluasaan dalam menentukan kecepatan/ Lama waktu pembelajaran dan peserta didik dapat menentukan sendiri waktu belajarnya, sesuai dengan kemauan dan waktu yang dimilikinya. Pembatasan waktu ditentukan oleh ujian semester, waktu ujian nasional.
Peserta didik mempunyai keleluasaan dalam memilih tempat belajar. Belajar dapat dilakukan di rumah, di perpustakaan, di tempat kerja, atau di mana saja yang dianggap tepat oleh peserta didik.
Peserta didik dapat menentukan sendiri cara belajar yang sesuai untuk dirinya. Menyusun rencana belajar dengan memilih sebuah modul dan dipelajarinya sampai selesai dalam batas waktu tertentu, baru kemudian pindah ke modul lain. Peserta didik juga bebas menentukan apakah semua modul akan dipelajari setiap hari. Dalam hal ini masing-masing modul diberi jatah waktu tertentu, misalnya masing-masing 60 menit. Kalau jumlah modulnya ada 4 buah, maka setiap hari belajar 4 x 60 menit=240 menit. Peserta didik juga bebas menentukan media belajar yang akan digunakannya, apakah membaca buku, melihat program video, belajar dengan bantuan komputer, mendengarkan kaset audio, menghadiri diskusi atau seminar, dan sebagainya.
MENGAPA AGROFORESTRY BERBASIS IT ?
Sebagaiamana kita ketahui, bahwa Desa Sokawera dimana PKBM Argowilis Berada merupakan salah satu desa Hutan dari 2059 desa hutan yang ada di Jawa Tengah.
Desa Hutan adalah Desa yang secara langsung berbatasan dengan Hutan.
Sebagian Masyarakat di Desa Sokawera sangat bergantung dengan adanya Hutan dan sumberdaya alam yang terkandung didalamnya seperti kayu bakar, Hijauan pakan ternak, Air bersih dan sebagian kecil sudah memanfaatkan lahan hutan untuk bercocok tanam.
Dengan bertambahnya penduduk di desa Sokawera dan bertambahnya keluarga baru yang mendirikan perumahan di desa Sokawera menjadikan tanah pertanian maupun perkebunan di lahan milik semakin berkurang, padahal kebutuhan masyarakat akan berbagai hasil pertanian dan perkebunan semakin hari semakin meningkat.Dengan alasan tersebut beberapa tahun kedapan masyarakat akan mulai merambah kawasan hutan untuk bercocok tanam.
Pemanfaatan lahan hutan untuk bercocok tanam harus dilakukan dengan cara – cara yang baik dan benar sehingga tidak mengganggu dan merusak ekosistem hutan. Pemilihan Jenis tanaman yang tepat juga perlu dipikirkan agar kegiatan bercocok tanam dapat berdampak pada Ekonomi , ekologi dan konservasi .
Melalui Program Paket C Rintisan Murni Vokasi Sistem Terbuka ”Agroforestry Berbasis IT” yang dirintis oleh PKBM inilah nantinya akan muncul para petani Hutan yang profesional, Visioner dan Peduli Lingkungan.
Potensi Sumberdaya Hutan Desa Sokawera ;
Luas hutan negara yang masuk wilayah administrasi desa Sokawera kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas adalah 561 hektar.
Tabel : Data Potensi hutandi wilayah desa Sokawera sebagai berikut :
Potensi Hutan
Petak Luas Baku
(Hektar) Fungsi hutan Jenis tanaman Tahun tanam Luas desa
(Hektar)
1. 51. a 150,2 HPT HAKL - 59,00
2. 51. b 23,10 HPT Damar 1998 23,10
3. 51. c 23,70 HPT Damar 1999 23,70
4. 51. d 11,40 HPT Pinus 1974 11,40
5. 51. e 5,20 HPT - 1974 5,20
6. 51. f 53,60 KPS - 1974 43,6
7. 51. g 14,50 HPT Pinus 1976 14,50
8. 51. h 39,40 HPT Damar 1993 5,00
Damar 1999 34,4
9. 51. i 41,80 HPT Kosong - 9,0
10. 51. o 23,90 HPT Pinus 1977 23,90
11. 51. p 5,20 HPT Pinus 1967 5,20
12. 52. h 32,80 HPT Pinus 1980 8.80
13. 52. t 6,20 HPT Pinus 1967 6,20
14. 58. d 288 HL HAKL 288
JUMLAH 561
Catatan :
Kawasan Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya
Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air,mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah instrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah.
Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan
BAGAIMANA PROSES BELAJARNYA ?
Di PKBM Argowilis Proses kegiatan belajar untuk program rintisan Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka dilakukan selama 6 enam hari dalam satu minggu.
3 Tiga hari di peruntukan untuk mata pelajaran Murni Akademik dan 3 hari untuk Murni Vokasi yaitu Agroforestry berbasis IT.
Sebanyak 70 Peserta Program Paket C Murni integrasi Vokasi Sistem Terbuka PKBM Argowilis yang terbagi menjadi 2 kelas pembelajaran mempelajari Teori akademik yang diberikan waktu 3 tiga hari dan teori vokasi program unggulan Agroforestry berbasis IT selama 1 [ satu ] hari dan diberi waktu 2 [ dua ] hari untuk mengaplikasikan langsung pada lahan demplot dan mendokumentasikannya melalui IT.
Teori :
Warga Belajar akan mendapatkan materi Tentang Kehutanan,Pertanian, Peternakan dan IT yang akan disampaikan oleh Tutor dan Narasumber Teknis yang memiliki Kompetensi pada bidang – bidang tersebut.
Praktek :
Masing – masing warga belajar akan mendapatkan hak pengelolaan lahan hutan seluas 2500 m2 [ Seperempat Ha ] untuk praktek langsung.
Warga Belajar akan terdaftar sebagai anggota Istimewa Lembaga Pengelola Sumberdaya Hutan Desa Sokawera yang telah menjalin kerjasama dengan PKBM Argowilis.
Sebagai bukti Hak Pengelolaan, Setiap warga belajar akan menandatangani MOU antara WB dengan LPSDH, dan mendapatkan kartu Anggota LSPDH.
Hak – hak dan kewajiban sebagai pengelola lahan akan diterima oleh warga belajar sebgai anggota LPSDH.
Peranan IT dalam Proses Agroforestry ;
Seekor katak yang berada didalam tempurung akan mengatakan bahwa dunia ini sempit, akan tetapi ketika temurung itu dibuka sang katakpun akan tahu bahwa dunia ini begitu luas.
Berbagai Informasi Usaha dibidang Agroforestry akan dengan mudah dan cepat diketahui oleh warga belajar dengan memanfaatkan Teknologi Informasi seperti Internet. Melalui Internet Warga belajar akan tahu komoditi apa yang sedang laku dipasaran, dapat mengetahui sentra budidaya komoditi tertentu dengan mudah dan cepat.
Diharapkan , melalui Internet setiap warga belajar dapat melihat peluang usaha maupun peluang pasar berbagai produk Usaha dibidang Agroforestry yang akan mereka jalankan.
Melalui Media Internet mereka dapat menawarkan aneka produk yang mereka hasilkan.
” Maia Shop” melalui dunia maia warga belajar memajang produk melalui Blog ataupun Website yang telah mereka pelajari cara pembuatan dan pengelolaannya.
DENGAN SIAPA SAJA ?
Dalam Menyelenggarakan Program Rintisan Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka dengan Program Unggulan Agroforestry Berbasis IT di PKBM Argowilis diselenggarakan dengan dukungan berbagai pihak ;
NO
Nama Instansi
Peran dan Kontribusi
1. PKBM Argowilis Menjalankan / melaksanakan semua Kegiatan pada program ini { Leading Sektor }
2. Direktorat Kesetaraan JKT Mendampingi dan Memfasilitasi Pelaksanaan Program
3. LPSDH Sokawera Membantu memfasilitasi Lahan Praktek Agroforestry
4. Perum Perhutani Membantu dan Mendampingi Program Agroforestry
5. Dinas Pendidikan Mendampingi dan Memfasilitasi pelaksanaan Program
6. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Membantu Menyediakan Nara Sumber Teknis Kehutanan dan Perkebunan
7. Dinas Peternakan dan Perikanan Membantu Menyediakan Narasumber Teknis Peternakan dan Perikanan
8. Dinas Pertanian Membantu menyediakan Narasumber teknis bidang Pertanian
9.
APA HASILNYA
Dari Penyelenggaraan Program Kejar Paket C Rintisan Murni Vokasi Sistem Terbuka Program Unggulan Agroforestry Berbasis IT ini diharapkan akan dapat menghasilkan ;
1. Panduan Penyelenggaraan Kejar Paket C Murni VOKSTER Jurusan Agroforestry Berbasis IT
2. 30 Warga Belajar / peserta Program memiliki pengetahuan akademik dan keterampilan Agroforestry
3. 30 Warga Belajar Memiliki Toko Aneka Hasil Usaha Agroforestry dalam dunia Maia melalui Blog atau Website.
4. 30 Warga Belajar memiliki Demplot Usaha Agroforestry yang menghasilkan
5. Terpeliharanya 7.5 Ha Hutan di Desa Sokawera
PENUTUP
Program Paket C murni integrasi vokasi terbuka dilaksanakan dalam upaya memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap lulusan pendidikan yang memiliki kompetensi vokasi yang siap diserap lapangan kerja ataupun usaha mandiri. Sistem pembelajaran menggunakan pola terbuka yang dapat menyesuaikan dengan keterbatasan dan kesempatan yang dimiliki oleh peserta didik tanpa mengurangi tujuan minimal kompetensi akademik.
Kegiatan vokasi yang dipelajari peserta didik memerlukan kecermatan penyelenggara dalam menyesuaikan dengan peluang kerja yang ada dan potensi ekonomi lokal yang diunggulkan. Kecermatan melihat peluang dapat lebih difokuskan dengan melakukan evaluasi daya serap lapangan kerja terhadap lulusan program, melakukan kerjasama atau kemitraan terhadap dunia usaha dan Industri.
Peserta didik program pendidikan kesetaraan paket C integrasi vokasi terbuka memiliki kecenderungan orientasi keterampilan kerja dibandingkan belajar kompetensi akademik. Tutor diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik tentang pentingnya manfaat kompetensi akademik terhadap materi vokasi ataupun sebaliknya. Kompetensi akademik dapat memudahkan pembelajaran vokasi begitu pula materi belajar vokasi dapat menjadi kegiatan fungsional penerapan kompetensi akademik.
Program ini memerlukan kreativitas penyelenggara dalam penerapan pembelajarannya. Sehingga program akan terus diperbaiki dalam pembelajaran, evaluasi dan daya serap lapangan kerja.
Argowilis, 7 Oktober 2009
GM.PKBM ARGOWILIS
AUS. SAKHIRIN
Fri, 13 Nov 2009 @09:46
Tidak ada komentar:
Posting Komentar