LIR RESPATI BUMIDAYA
semenjak tahun 2004 yang lalu, Argowilis Foundation selalu dikunjungi oleh banyak Volunteer / relawan dari berbagai belahan dunia seperti dari benua Asia maupun Eropa. Para volunteer stay di Argowilis untuk bersama - sama dengan relawan Argowilis melakukan hal - hal kecil yang dapat bermanfaat bagi masyarakat di pedesaan.
Contoh kegiatan yang biasa dilakukan adalah ;
1. Mengajar di Pendidikan Nonformal
2. Belajar mengenai kebudayaan di Desa - desa pinggiran Hutan
3. Reboisasi Hutan baik Hutan Negara maupun Hutan Masyarakat.
4. Touring and Explore Banyumas wisata.
Pada desember 2009 ini sudah ada 2 Orang Volunteer dari England yang akan bergabung bersama dengan kami di Argowilis.
Bagi anda yang berminat untuk bergabung bersama kami, mari ... kami buka untuk anda agar dapat bergabung bersama argowilis foundation. Anda pasti senang, minimal kita punya pengalamn untuk bersam -sama orang Luar negeri, Belajar bahasa atau memperlancar bahasa. Gratis kok,......
Seberkas cahaya menembus celah dinding,membangunkan sekumpulan anak-anak
yang tertidur dengan beralaskan tikar berteman gitar yang terlelap
setelah begadang semalaman,mereka terbangun dari mimpi pagi.sepucuk
semangat tergambar jelas dari raut wajah mereka yang terlihat lusuh
dengan gaya acak-acakan mereka.
semenjak tahun 2004 yang lalu, Argowilis Foundation selalu dikunjungi oleh banyak Volunteer / relawan dari berbagai belahan dunia seperti dari benua Asia maupun Eropa. Para volunteer stay di Argowilis untuk bersama - sama dengan relawan Argowilis melakukan hal - hal kecil yang dapat bermanfaat bagi masyarakat di pedesaan.
Contoh kegiatan yang biasa dilakukan adalah ;
1. Mengajar di Pendidikan Nonformal
2. Belajar mengenai kebudayaan di Desa - desa pinggiran Hutan
3. Reboisasi Hutan baik Hutan Negara maupun Hutan Masyarakat.
4. Touring and Explore Banyumas wisata.
Pada desember 2009 ini sudah ada 2 Orang Volunteer dari England yang akan bergabung bersama dengan kami di Argowilis.
Bagi anda yang berminat untuk bergabung bersama kami, mari ... kami buka untuk anda agar dapat bergabung bersama argowilis foundation. Anda pasti senang, minimal kita punya pengalamn untuk bersam -sama orang Luar negeri, Belajar bahasa atau memperlancar bahasa. Gratis kok,......
Wed, 25 Nov 2009 @10:24
U2d, Ipank, Umam, dan dua teman lainnya yang mengaku anak punk ini
mulai melangkah keluar dari tempat mereka terlelap, berjalan menuju
tepian jalan tempat mereka biasa nongkrong.tanpa kenal cuci muka apalagi
sarapan, mereka memulai aktifitas mereka di siang itu. Petikan gitar
mengiringi canda dan gelak tawa, asap rokokpun mulai mengepul dari
bibir-bibir mereka.
Mungkin inilah sebagian kecil kehidupan anak-anak muda di negri ini,
akan tetapi mereka itu bukanlah anak tak berguna yang hanya
bisanongkrong dan beraktifitas yang ga jelas. Mereka juga punya
cita-cita, angan, impian juga harapan yang sama dengan anak-anak lain
seusianya.atau bahkan lebih dari itu.
Mentari semakin terik dan mulai menyengat kulit. Umam yang pada
dasarnya berpegang teguh pada prinsip dan ideology hidup itu mengajak
teman-teman tongkrongannya untuk mengenyam pendidikan gratis yang di
selenggarakan di tetangga desa. U2d, Ipank serta dua teman lainnya masih
ragu akan adanya pendidikan yang di selenggarakan secara gratis. “Masa
hari gini masih ada pendidikan gratis, buat bisnis sih kayaknya iya”
ucap U2d.
Rasa penasaran menuntun mereka untuk mencoba mengetahui lebih tentang
pendidikan yang di selenggarakan secara gratis itu. “Ok lah mam kita
langsung aja kesana, aku juga masih ingin meneruskan belajar yang sempat
tertunda” usul Ipank. Mereka memang anak-anak yang tidak sempat
melanjutkan sekolah karena alasan biaya. Bagi mereka keberadaan tempat
belajar yang menyediakan paket pendidikan gratis itu sangat berarti.
Mereka dapat mengenyam pendidikan, mengetahui lebih banyak hal, dan
harapan mereka untuk mencapai cita-citapun terasa semakin dekat.
Dengan langkah penuh semangat, mereka mulai beranjak pulang untuk
bersiap mendaftar sebagai warga belajar.pada waktu yang telah di
tentukan mereka berkumpul dan berangkat menuju rumah belajar. Dengan
berjalan kaki mereka berangkat bersama-sama, terik matahari yang semakin
menyengat tak melelehkan semangat mereka untuk belajar dan berubah
menjadi orang yang berguna.
Sat, 7 Nov 2009 @22:37
Tidak ada komentar:
Posting Komentar