LIR RESPATI BUMIDAYA

Desain cover ~
Nar to
Pewajah Isi ~ Jimy P.
Pracetak ~ Indra
Pemeriksa aksara ~
Ifah
Ukuran: 14,8 x
21
Jumlah Halaman :
x + 90
halaman
ISBN : 979 989 61 5
0
Diterbitkan oleh Penerbit
Arina
Cetakan ke-1, 2010
Alamat:
Jl. Pakelmulyo UH
V/411, Golo
Umbulharjo, Yogyakar
ta
Telp. (0274) 377034
Tau Nggak Sih Elo?
HIDUP di jaman yang
serba modern ini
memang serba susah dan selalu serba salah. Sekarang
ini banyak yang rajin shalat tapi juga tekun maksiat,
banyak yang suka ngaji tapi juga lancar ngerumpi, banyak
yang gemar berdakwah
tetapi juga hobi korupsi,
banyak yang memakai jilbab tetapi juga senang “telanjang”. Ini memang realita
dan bahkan berkembang
di jaman yang
serba “edan” ini. Bahkan
dalam buku Kalatidha, R. Ng. Ranggawarsita
mengatakan bahwa “Amenangi jaman
edan, sar wa ewuh ing pamikir,
melu edan ora tahan, yen
ora melu nglakoni, ora oleh panduman” (mengalami jaman
gila, serba sulit dalam pemikiran, ikut
menggila tak tahan, kalau
tidak ikut menggila, tidak mendapat bagian). Pernyataan
tersebut memang ada benarnya, tetapi kalau
kamu sudah tahu dan bahkan
bisa membedakan mana
yang baik dan mana yang
buruk
tidak semestinya kamu juga
ikut-ikutan edan. Dan kamu
juga harus mampu berpikir cerdas dan bersikap
bijak dalam menghadapi
kehidupan ini.
Oh
ya, guys! Semakin
maraknya model ataupun jenis
pakaian termasuk
juga jilbab (kerudung)
yang di desain buat kalian yang
memeluk agama Islam,
sebenarnya
tidak terlepas dari pengaruh
era globalisasi dan pengaruh
budaya Barat yang kian hari kian
tak terbendung. So, kalau memang kejadiannya
sudah sedemikian parah,
sekarang ini kamu dituntut
untuk waspada dan harus selektif
dalam memilih ataupun mencontoh beragam perilaku, budaya dan termasuk jenis
ataupun model pakaian yang di
bawa oleh era yang serba modern
ini.
Nah,
kalau kamu “sempat”
membaca al-Qur’an surat al-Ahzab
ayat 59, di situ Islam telah
mengajarkan untuk senantiasa menutupi
aurat dengan memakai
pakaian yang bisa melindungi dari berbagai bahaya
dan godaan cowok. Namun budaya Barat yang sebagian
besar di kampanyekan oleh pemeluk Yahudi
dan Nasrani justru mengidentikkan
pakaian sebagai alat yang dapat dipakai
untuk merangsang nafsu cowok. Pakaian
itu sengaja
didesain sedemikian rupa, sehingga cowok
bisa menikmati keindahan
tubuh para cewek.
Akibat dari itu, di tengah-tengah kehidupan yang serba modern ini telah banyak
teman-teman kamu yang perilaku atapun kehidupannya
sudah berkiblat pada budaya Barat yang serba menggoda itu. Mereka sudah
berani memakai pakaian yang
modelnya buka-bukaan dan serba feminin, sehingga tubuh mereka kelihatan
seksi, montok dan
seolah-olah sengaja membiarkan lekuk-liku tubuh mereka
nampak vulgar dan dapat ditonton ataupun dinikmati oleh cowok secara gratis.
Sorr y guys,
saya hampir lupa ngejelasin ar ti “buka-bukaan”.
Buka-bukaan yang dimaksud di sini yang
pasti bukan cewek yang berpose telanjang bulat lho…. (awas,
pikirannya jangan sampai ngeres!). Tapi itu tuh,
cewek yang memakai pakaian namun masih menunjukkan ataupun
memamerkan bagian-bagian tubuh yang “terlarang”
untuk dilihat (aurat)
dan ber tujuan
untuk menarik perhatian
cowok. Misalnya, sengaja melebarkan krah baju untuk memamerkan “sedikit”
buah dadanya (maaf), memakai baju tanpa lengan,
memakai rok mini sehingga
betis dan pahanya kelihatan, dan sebagainya.
Oke, sekarang kita
lanjutkan lagi pembicaraan yang sempat terputus tadi. Untuk saat
ini, saya lihat di antara
kamu kan banyak yang suka memakai jilbab, tapi banyak juga tuh yang pakaian bawahannya model ngetat.
Saya tidak tahu
apakah kamu termasuk
memakai jilbab atau bukan,
tapi yang jelas
jika kamu suka
membiasakan
diri untuk memakai pakaian yang ngetat,
lantas apa ar tinya jilbab yang kamu kerudungin di
kepala? Apa hanya karena kamu ingin dibilang gaul dan
modis, sehingga bagi
kamu yang berjilbab terpaksa harus membuat
tubuh kamu kelihatan seksi dengan memakai pakaian yang serba
ngetat itu?
Memang perempuan mana yang tidak merasa senang atau
bangga dan bahkan sampai
merasa “sempit bajunya” jika
ada yang
memuji kecantikan dan keseksiannya. Tapi kalau dipuji
hanya karena pamer keseksian
dengan buka-bukaan aurat, apa ada untungnya? Memakai
pakaian seronok, tipis,
ngetat dan transparan kalau bagi
seorang ar tis ataupun
selebritis memang ada untungnya.
Soalnya, dengan berpose begitu
bisa jadi akan tambah naik popularitasnya.
Tapi apakah
kamu juga termasuk
seorang ar tis ataupun selebritis? So, lebih baik
instrospeksi
dulu deh, sebelum kamu melakukan sesuatu agar tidak
menyesal di kemudian hari. Oke!
Gaya
pakaian modis dan funky
yang kamu sukai
dan bahkan sampai kamu rela melupakan
kodrat dari Tuhan sekarang
ini sebenarnya dipicu
oleh beberapa faktor
seper ti yang
telah disebutkan oleh Abu
al-Ghifari berikut ini :
Per tama, karena maraknya
tayangan televisi, VCD (Video
Compact Disk)
ataupun bacaan-bacaan baik dari surat
kabar,
tabloid ataupun bacaan lainnya yang terlalu
vulgar yang banyak berkiblat ke mode Barat. Semenjak menjamurnya televisi
yang dibarengi persaingan rebutan simpati
dari pemirsa dan telah dibukanya kran kebebasan pers menyebabkan semakin bebasnya tayangan-tayangan vulgar dan buka-bukaan yang dapat
mempengaruhi mental generasi muda
Islam. Sehingga kamu cenderung suka meniru-niru dan mencontoh dari tayangan-tayangan
ataupun gambar-gambar vulgar yang
kamu lihat itu. Akibatnya kamu sampai lepas
kontrol
dan menganggap kalau budaya memamerkan aurat termasuk kalian yang berjilbab
merupakan
hal yang wajar dan memang sudah menjadi trend
dan mode-nya.
Dijual
bebasnya VCD, tabloid dan bacaan porno seakan telah manjain kamu
untuk menikmatinya. Tayangan televisi
yang berbau seronok, seper
ti tayangan film-film yang sedikit porno, ulah para
ar tis dan
selebritis ser ta para bintang
iklan yang suka memakai pakaian
seksi, tembus pandang dan serba terbuka, para penyanyi
dengan goyang ngebor,
goyang ngecor, goyang patah-patah, goyang gergaji,
goyang kibas-kibas, goyang kayang, ser ta ulah
para dancer yang sering “jingkrak-jingkrak”
dengan pakaian seksi telah merusak
moral dan merangsang
nafsu birahi para
cowok. Sehingga kalau
mereka
tidak kuat lagi menahan
gejolak kelelakiannya, pada akhirnya mereka akan nekad melakukan
perbuatan-perbuatan bejat seper ti, onani, melakukan petting
sama pacar atau
bahkan sampai sexual
transaxtion di tempat-tempat prostitusi. Naudzubillahi
min Dzalik.
Kedua,
karena
minimnya pengetahuan kamu terhadap nilai- nilai dan ajaran Islam. Kamu
pada sadar nggak sih, kalau
sekarang ini yang namanya pelajaran
agama di sekolah semakin hari semakin dikurangi saja.
Bahkan kurikulum yang dirancang pemerintah telah memberikan ruang
gerak yang sangat sempit bagi pelajaran
agama. Pelajaran agama yang
diharapkan akan mampu memberikan
pemahaman ser ta dapat dijadikan sebagai bekal dalam
hidup agar bisa menjaga diri dari
perbuatan yang dilarang
syara’ sekarang ini sudah dianggap kurang penting dan sudah tidak layak
lagi diajarkan di sekolah. Padahal sebenarnya
kamu kan sangat membutuhkan
pemahaman pengetahuan agama,
kalau semakin dikurangi, bagaimana kamu
bisa paham sama
nilai-nilai ajaran agama? Akibat
dikuranginya jam pelajaran agama
di sekolah, maka
kalian sekarang ini
kelihatan semakin jauh dari ajaran
Islam, sehingga kalian telah banyak
kehilangan arah dalam menentukan sikap termasuk
juga cara berpakaian.
Minimnya
pengetahuan dan pemahaman agama,
akan menjebak kamu untuk melakukan
perbuatan-perbuatan yang lepas kendali. Agama yang ajarannya
dapat dijadikan kendali dan kontrol dalam
kehidupan kamu, harus dipahami secara sungguh-sungguh agar kehidupan kamu tidak lagi
menyimpang dari rel dan
tatanan kehidupan beragama. Kalau kamu sudah tidak lagi mau menganggap agama sebagai
rel kehidupan, sudah barang tentu
kamu akan tersesat dan akan
melakukan perbuatan-perbuatan
yang bejat dan sesat.
Ketiga,
karena
kegagalan fungsi dan peran keluarga dalam
mengontrol perilaku dan akhlak
kamu sebagai seorang anak. Para
orang tua kamu gagal membimbing dan mengarahkan kamu pada akhlak
yang benar, sehingga kamu
juga dapat “melenggang”
bebas dalam
berperilaku ataupun berpakaian. Justru sekarang
ini kalau kamu meminta dibelikan pakaian, orang tua kamu
juga tidak mau tahu pakaian model apa yang
akan kamu beli, dan bahkan
ada dari sebagian orang tua yang juga
tidak mau ketinggalan
dengan trend remaja, sehingga mereka
pun banyak yang tampil modis
dan bergaya
seksi di muka umum seper
ti halnya gaya kaum remaja.
Kegagalan orang tua
dalam mendidik anak disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya
karena
kurang pahamnya orang tua itu
sendiri dengan ajaran agama. Selain itu,
mereka juga terlalu sibuk dengan
pekerjaan, hingga kurang perhatian
pada anak. Banyak orang tua yang hanya mempercayakan pendidikan anaknya pada sekolah, sehingga
seolah-olah hanya pihak sekolah
lah yang berhak mendidik anak
mereka. Padahal,
perhatian orang tua terhadap anak
sangatlah penting bagi masa depan si anak itu sendiri. Anak akan merasa segan dan patuh kepada orang tua jika
orang tuanya mau memperhatikan dan
menjaga keharmonisan keluarga. Kurangnya perhatian orang
tua terhadap anak-anak akan mengakibatkan si anak mencari perhatian ataupun kesenangan
dengan caranya sendiri. Kebiasaan beraktivitas
clubbing, terjun ke dugem (dunia gemerlap) dengan membiasakan diri “menyelinap” ke bar, ke café, bahkan sampai
nginep di tempat “teman”
merupakan bentuk ekspresi dari
pencarian kesenangan mereka. Apalagi
jika keluarganya sedang mengalami
broken
home, anak-anak
itu juga akan semakin
frustasi
dan semakin tidak betah untuk
tinggal di rumah. Akibatnya,
mereka
suka hura-hura dan bersenang senang
dengan teman-temannya di luar rumah.
Perlu juga kamu
ketahui, bahwa anak dikatakan yatim-piatu bukanlah hanya anak
yang ditinggal mati
oleh bapak ataupun
ibunya. Namun, anak yang
tidak mendapat perhatian
dan kasih sayang dari orang tuanya juga dapat dikatakan yatim-piatu. Anak tersebut mempunyai bapak dan ibu, tapi kalau
tidak mendapatkan perhatian dan
kasih sayang, apa ar tinya
bapak dan ibu bagi anak
tersebut? So, jangan salahkan anak 100% jika
ia melakukan tindakan yang menyimpang, sebab orang tua
juga patut untuk dipersalahkan.
Oke guys,
sekarang kita sedikit berbelok arah dalam pembicaraan kita. Nggak apa-apa kan? Begini nih,
kebiasaan Clubbing di café, bar
ataupun tempat-tempat sejenis
pada dasarnya tidak
melanggar aturan syara’
dan berar ti diperbolehkan dalam Islam. Namun, ada satu konsekuensi bahwa
ketika kalian melakukan clubbing
harus
bisa menjauhkan diri dari larangan-larangan
syara’ dan tidak boleh keseringan.
Sebab, jika kalian sudah terbiasa
clubbing secara berlebihan, akan berakibat buruk bagi masa
depan kalian sendiri. Bagi kalian yang
suka berlebihan clubbing suatu saat pasti akan
terjerumus
dalam kelakuan dan tindakan yang
melanggar norma agama,
seper ti suka minum-minuman beralkohol sampai pada “nyicipin” pil setan, nyabu, ser ta
obat-obatan terlarang lainnya.
Kalau sudah begitu
tidak lagi menutup
kemungkinan bagi kalian untuk
berbuat mesum ataupun perbuatan
bejat lainnya (Hi….
ngeri!)
Keempat, karena perancang
busana atau desainer yang
tidak memahami ataupun mengindahkan nilai-nilai ajaran Islam. Perancang busana sekarang ini cenderung lebih berkiblat pada mode Barat,
sehingga pakaian yang mereka
bikin dan rancang, hampir kesemuanya
“berbau” Barat yang cenderung lebih mengedepankan kesan
feminin dan seksi ataupun
yang model buka-bukaan.
Rancangan busana yang ditampilkan oleh modelling ataupun para ar tis sekarang
ini hampir tidak ada yang
tidak buka-bukaan. Dan biasanya kalau kamu sudah melihat
yang namanya ar tis ataupun
selebritis, kamu cenderung suka meniru tingkah
laku dan gaya berpakaian mereka,
sehingga kamu juga tidak mau
ketinggalan ber tingkah laku dan
memakai pakaian seper ti mereka. Kamu
juga akan memakai pakaian yang serba
seksi, ngetat, dan model bukabukaan
yang norak abis.
Selain
itu, model jilbab
“mini” yang memaksa leher
dan dada kamu kelihatan ser ta bahkan
kalau kamu sedang naik kendaraan
bermotor juga
mampu memaksa rambut
kamu kelihatan dan ber tebaran, sebenarnya juga dipicu
oleh adanya tayangan-tayangan model
jilbab yang ditawarkan oleh
para desainer di media cetak dan elektronik yang
cenderung
tidak memperhatikan muatan moral religi.
Sehingga, jilbab yang mereka desain kebanyakan
masih belum sesuai dengan aturan standar
jilbab yang dibenarkan oleh Islam. So,
mulai sekarang kamu musti lebih
hati-hati lagi dalam memilih jilbab, pilihlah jilbab yang sesuai dengan
aturan syara’. Jangan mudah tergiur dengan banyaknya
model jilbab yang
hanya mengejar trend mode semata,
sebab hal itu cenderung memamerkan aurat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar