Minggu, 30 September 2012

ATAS BAWAH NGGAK SINKROON

LIR RESPATI BUMIDAYA
Desain cover ~ Nar to
Pewajah Isi ~ Jimy P.
Pracetak ~ Indra
Pemeriksa aksara ~ Ifah

Ukuran: 14,8 x 21

Jumlah Halaman : x + 90 halaman
ISBN : 979 989 61 5 0


Diterbitkan oleh Penerbit Arina
Cetakan ke-1, 2010

Alamat:
Jl. Pakelmulyo UH V/411, Golo
Umbulharjo, Yogyakar ta
Telp. (0274) 377034

Tau Nggak Sih Elo?

HIDUP di jaman yang serba modern ini memang serba susah dan selalu serba salah. Sekarang ini banyak yang rajin shalat tapi juga tekun maksiat, banyak yang suka ngaji tapi juga lancar ngerumpi, banyak yang gemar berdakwah tetapi juga hobi korupsi, banyak yang memakai jilbab tetapi juga senang “telanjang”. Ini memang realita dan bahkan berkembang di jaman yang serba “edan ini. Bahkan dalam buku Kalatidha, R. Ng. Ranggawarsita mengatakan bahwa Amenangi jaman edan, sar wa ewuh ing pamikir, melu edan ora tahan, yen ora melu nglakoni, ora oleh panduman (mengalami jaman gila, serba sulit dalam pemikiran, ikut menggila tak tahan, kalau tidak ikut menggila, tidak mendapat bagian). Pernyataan tersebut memang ada benarnya, tetapi kalau kamu sudah tahu dan bahkan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk tidak semestinya kamu juga ikut-ikutan edan. Dan kamu juga harus mampu berpikir cerdas dan bersikap bijak dalam menghadapi kehidupan ini.
Oh ya, guys! Semakin maraknya model ataupun jenis pakaian termasuk juga jilbab (kerudung) yang di desain buat kalian yang memeluk agama Islam, sebenarnya tidak terlepas dari pengaruh era globalisasi dan pengaruh budaya Barat yang kian hari kian tak terbendung. So, kalau memang kejadiannya sudah sedemikian parah, sekarang ini kamu dituntut untuk waspada dan harus selektif dalam memilih ataupun mencontoh beragam perilaku, budaya dan termasuk jenis ataupun model pakaian yang di bawa oleh era yang serba modern ini.
Nah, kalau kamu “sempat membaca al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 59, di situ Islam telah mengajarkan untuk senantiasa menutupi aurat dengan memakai pakaian yang bisa melindungi dari berbagai bahaya dan godaan cowok. Namun budaya Barat yang sebagian besar di kampanyekan oleh pemeluk Yahudi dan Nasrani justru mengidentikkan pakaian sebagai alat yang dapat dipakai untuk merangsang nafsu cowok. Pakaian itu sengaja didesain sedemikian rupa, sehingga cowok bisa menikmati keindahan tubuh para cewek. Akibat dari itu, di tengah-tengah kehidupan yang serba modern ini telah banyak teman-teman kamu yang perilaku atapun kehidupannya sudah berkiblat pada budaya Barat yang serba menggoda itu. Mereka sudah berani memakai pakaian yang modelnya buka-bukaan dan serba feminin, sehingga tubuh mereka kelihatan seksi, montok dan seolah-olah sengaja membiarkan lekuk-liku tubuh mereka nampak vulgar dan dapat ditonton ataupun dinikmati oleh cowok secara gratis.


Sorr y guys, saya hampir lupa ngejelasin ar ti “buka-bukaan”. Buka-bukaan yang dimaksud di sini yang pasti bukan cewek yang berpose telanjang bulat lho…. (awas, pikirannya jangan sampai ngeres!). Tapi itu tuh, cewek yang memakai pakaian namun masih menunjukkan ataupun memamerkan bagian-bagian tubuh yang “terlarang untuk dilihat (aurat) dan ber tujuan untuk menarik perhatian cowok. Misalnya, sengaja melebarkan krah baju untuk memamerkan “sedikit” buah dadanya (maaf), memakai baju tanpa lengan, memakai rok mini sehingga betis dan pahanya kelihatan, dan sebagainya.
Oke, sekarang kita lanjutkan lagi pembicaraan yang sempat terputus tadi. Untuk saat ini, saya lihat di antara kamu kan banyak yang suka memakai jilbab, tapi banyak juga tuh yang pakaian bawahannya model ngetat. Saya tidak tahu apakah kamu termasuk memakai jilbab atau bukan, tapi yang jelas jika kamu suka membiasakan diri untuk memakai pakaian yang ngetat, lantas apa ar tinya jilbab yang kamu kerudungin di kepala? Apa hanya karena kamu ingin dibilang gaul dan modis, sehingga bagi kamu yang berjilbab terpaksa harus membuat tubuh kamu kelihatan seksi dengan memakai pakaian yang serba ngetat itu?
Memang perempuan mana yang tidak merasa senang atau bangga dan bahkan sampai merasa “sempit bajunya jika ada yang memuji kecantikan dan keseksiannya. Tapi kalau dipuji hanya karena pamer keseksian dengan buka-bukaan aurat, apa ada untungnya? Memakai pakaian seronok, tipis, ngetat dan transparan kalau bagi seorang ar tis ataupun selebritis memang ada untungnya. Soalnya, dengan berpose begitu bisa jadi akan tambah naik popularitasnya. Tapi apakah kamu juga termasuk seorang ar tis ataupun selebritis? So, lebih baik instrospeksi dulu deh, sebelum kamu melakukan sesuatu agar tidak menyesal di kemudian hari. Oke!
Gaya pakaian modis dan funky yang kamu sukai dan bahkan sampai kamu rela melupakan kodrat dari Tuhan sekarang ini sebenarnya dipicu oleh beberapa faktor seper ti yang telah disebutkan oleh Abu al-Ghifari berikut ini :
Per tama, karena maraknya tayangan televisi, VCD (Video Compact Disk) ataupun bacaan-bacaan baik dari surat kabar, tabloid ataupun bacaan lainnya yang terlalu vulgar yang banyak berkiblat ke mode Barat. Semenjak menjamurnya televisi yang dibarengi persaingan rebutan simpati dari pemirsa dan telah dibukanya kran kebebasan pers menyebabkan semakin bebasnya tayangan-tayangan vulgar dan buka-bukaan yang dapat mempengaruhi mental generasi muda Islam. Sehingga kamu cenderung suka meniru-niru dan mencontoh dari tayangan-tayangan ataupun gambar-gambar vulgar yang kamu lihat itu. Akibatnya kamu sampai lepas kontrol dan menganggap kalau budaya memamerkan aurat termasuk kalian yang berjilbab merupakan hal yang wajar dan memang sudah menjadi trend dan mode-nya.
Dijual bebasnya VCD, tabloid dan bacaan porno seakan telah manjain kamu untuk menikmatinya. Tayangan televisi yang berbau seronok, seper ti tayangan film-film yang sedikit porno, ulah para ar tis dan selebritis ser ta para bintang iklan yang suka memakai pakaian seksi, tembus pandang dan serba terbuka, para penyanyi dengan goyang ngebor, goyang ngecor, goyang patah-patah, goyang gergaji, goyang kibas-kibas, goyang kayang, ser ta ulah para dancer yang sering “jingkrak-jingkrak” dengan pakaian seksi telah merusak moral dan merangsang nafsu birahi para cowok. Sehingga kalau mereka tidak kuat lagi menahan gejolak kelelakiannya, pada akhirnya mereka akan nekad melakukan perbuatan-perbuatan bejat seper ti, onani, melakukan petting sama pacar atau bahkan sampai sexual transaxtion di tempat-tempat prostitusi. Naudzubillahi min Dzalik.
Kedua, karena minimnya pengetahuan kamu terhadap nilai- nilai dan ajaran Islam. Kamu pada sadar nggak sih, kalau sekarang ini yang namanya pelajaran agama di sekolah semakin hari semakin dikurangi saja. Bahkan kurikulum yang dirancang pemerintah telah memberikan ruang gerak yang sangat sempit bagi pelajaran agama. Pelajaran agama yang diharapkan akan mampu memberikan pemahaman ser ta dapat dijadikan sebagai bekal dalam hidup agar bisa menjaga diri dari perbuatan yang dilarang syara’ sekarang ini sudah dianggap kurang penting dan sudah tidak layak lagi diajarkan di sekolah. Padahal sebenarnya kamu kan sangat membutuhkan pemahaman pengetahuan agama, kalau semakin dikurangi, bagaimana kamu bisa paham sama nilai-nilai ajaran agama? Akibat dikuranginya jam pelajaran agama di sekolah, maka kalian sekarang ini kelihatan semakin jauh dari ajaran Islam, sehingga kalian telah banyak kehilangan arah dalam menentukan sikap termasuk juga cara berpakaian.
Minimnya pengetahuan dan pemahaman agama, akan menjebak kamu untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang lepas kendali. Agama yang ajarannya dapat dijadikan kendali dan kontrol dalam kehidupan kamu, harus dipahami secara sungguh-sungguh agar kehidupan kamu tidak lagi menyimpang dari rel dan tatanan kehidupan beragama. Kalau kamu sudah tidak lagi mau menganggap agama sebagai rel kehidupan, sudah barang tentu kamu akan tersesat dan akan melakukan perbuatan-perbuatan yang bejat dan sesat.
Ketiga, karena kegagalan fungsi dan peran keluarga dalam mengontrol perilaku dan akhlak kamu sebagai seorang anak. Para orang tua kamu gagal membimbing dan mengarahkan kamu pada akhlak yang benar, sehingga kamu juga dapat “melenggang bebas dalam berperilaku ataupun berpakaian. Justru sekarang ini kalau kamu meminta dibelikan pakaian, orang tua kamu juga tidak mau tahu pakaian model apa yang akan kamu beli, dan bahkan ada dari sebagian orang tua yang juga tidak mau ketinggalan dengan trend remaja, sehingga mereka pun banyak yang tampil modis dan bergaya seksi di muka umum seper ti halnya gaya kaum remaja.
Kegagalan orang tua dalam mendidik anak disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya karena kurang pahamnya orang tua itu sendiri dengan ajaran agama. Selain itu, mereka juga terlalu sibuk dengan pekerjaan, hingga kurang perhatian pada anak. Banyak orang tua yang hanya mempercayakan pendidikan anaknya pada sekolah, sehingga seolah-olah hanya pihak sekolah lah yang berhak mendidik anak mereka. Padahal, perhatian orang tua terhadap anak sangatlah penting bagi masa depan si anak itu sendiri. Anak akan merasa segan dan patuh kepada orang tua jika orang tuanya mau memperhatikan dan menjaga keharmonisan keluarga. Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anak akan mengakibatkan si anak mencari perhatian ataupun kesenangan dengan caranya sendiri. Kebiasaan beraktivitas clubbing, terjun ke dugem (dunia gemerlap) dengan membiasakan diri “menyelinap” ke bar, ke café, bahkan sampai nginep di tempat “teman merupakan bentuk ekspresi dari pencarian kesenangan mereka. Apalagi jika keluarganya sedang mengalami broken home, anak-anak itu juga akan semakin frustasi dan semakin tidak betah untuk tinggal di rumah. Akibatnya, mereka suka hura-hura dan bersenang senang dengan teman-temannya di luar rumah.
Perlu juga kamu ketahui, bahwa anak dikatakan yatim-piatu bukanlah hanya anak yang ditinggal mati oleh bapak ataupun ibunya. Namun, anak yang tidak mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya juga dapat dikatakan yatim-piatu. Anak tersebut mempunyai bapak dan ibu, tapi kalau tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang, apa ar tinya bapak dan ibu bagi anak tersebut? So, jangan salahkan anak 100% jika ia melakukan tindakan yang menyimpang, sebab orang tua juga patut untuk dipersalahkan.
Oke guys, sekarang kita sedikit berbelok arah dalam pembicaraan kita. Nggak apa-apa kan? Begini nih, kebiasaan Clubbing di café, bar ataupun tempat-tempat sejenis pada dasarnya tidak melanggar aturan syara’ dan berar ti diperbolehkan dalam Islam. Namun, ada satu konsekuensi bahwa ketika kalian melakukan clubbing harus bisa menjauhkan diri dari larangan-larangan syara’ dan tidak boleh keseringan. Sebab, jika kalian sudah terbiasa clubbing secara berlebihan, akan berakibat buruk bagi masa depan kalian sendiri. Bagi kalian yang suka berlebihan clubbing suatu saat pasti akan terjerumus dalam kelakuan dan tindakan yang melanggar norma agama, seper ti suka minum-minuman beralkohol sampai pada “nyicipin” pil setan, nyabu, ser ta obat-obatan terlarang lainnya. Kalau sudah begitu tidak lagi menutup kemungkinan bagi kalian untuk berbuat mesum ataupun perbuatan bejat lainnya (Hi…. ngeri!)
Keempat, karena perancang busana atau desainer yang tidak memahami ataupun mengindahkan nilai-nilai ajaran Islam. Perancang busana sekarang ini cenderung lebih berkiblat pada mode Barat, sehingga pakaian yang mereka bikin dan rancang, hampir kesemuanya “berbau Barat yang cenderung lebih mengedepankan kesan feminin dan seksi ataupun yang model buka-bukaan. Rancangan busana yang ditampilkan oleh modelling ataupun para ar tis sekarang ini hampir tidak ada yang tidak buka-bukaan. Dan biasanya kalau kamu sudah melihat yang namanya ar tis ataupun selebritis, kamu cenderung suka meniru tingkah laku dan gaya berpakaian mereka, sehingga kamu juga tidak mau ketinggalan ber tingkah laku dan memakai pakaian seper ti mereka. Kamu juga akan memakai pakaian yang serba seksi, ngetat, dan model bukabukaan yang norak abis.
Selain itu, model jilbab “mini yang memaksa leher dan dada kamu kelihatan ser ta bahkan kalau kamu sedang naik kendaraan bermotor juga mampu memaksa rambut kamu kelihatan dan ber tebaran, sebenarnya juga dipicu oleh adanya tayangan-tayangan model jilbab yang ditawarkan oleh para desainer di media cetak dan elektronik yang cenderung tidak memperhatikan muatan moral religi. Sehingga, jilbab yang mereka desain kebanyakan masih belum sesuai dengan aturan standar jilbab yang dibenarkan oleh Islam. So, mulai sekarang kamu musti lebih hati-hati lagi dalam memilih jilbab, pilihlah jilbab yang sesuai dengan aturan syara’. Jangan mudah tergiur dengan banyaknya model jilbab yang hanya mengejar trend mode semata, sebab hal itu cenderung memamerkan aurat.
http://store.bukutablet.com/files/uploads/c5e49ff865730e749863800829d6129f/2b92802519467e6531fdb352d237a2/OEBPS/Images/image.003.png

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives