Minggu, 30 September 2012

Nafsu mulhamah

LIR RESPATI BUMIDAYA

Nafsu mulhamah adalah nafsu yang diilhami oleh Allah SWT. Ilham yaitu suatu kebenaran yang dicampakkan oleh Allah kepada sebagian makhluk-Nya dan sebagian makhluk yang menerima ilham itu membenarkannya dan tertuntut untuk mengamalkannya.

Nafsu mulhamah adalah nafsu yang diilhami oleh Allah berarti nafsu itu dilimpahi kebenaran oleh Allah dimana nafsunya membenarkan kebenaran tersebut dan nafsu itu tertuntut pada dirinya untuk mengamalkan kebenaran tersebut. Bila nafsu itu diilhami oleh Allah maka tentunya kecenderungan-kecenderungan, kemauan-kemauan nafsu selalu benar di sisi Allah. Walaupun asalnya, pada diri nafsu itu, ada kecenderungan-kecenderungan nafsu yang tidak baik, tetapi kalau nafsu itu diilhami oleh Allah, kecenderungan nafsu yang tidak baik tak berdaya dan yang muncul adalah kecenderungan ilhamiah. Sehingga kecenderungan nafsu selalu benar di sisi Allah. Kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini dalam mereaksi segala sesuatu, umumnya yang sering tampil adalah reaksi dari nafsu. Nafsu berada di hati bagian luar atau di as-sodru atau di dada. Karena nafsu berada di hati bagian luar, di mana dada itu merupakan yang paling terdepan dari hati untuk bersentuhan dengan dunia luar. Maka bila manusia melihat, mendengar, merasakan sesuatu yang berasal dari dunia luar, maka yang tersentuh pertama kali adalah yang ada di dada.
.
Sedangkan yang ada di dada, yang paling dominan yaitu nafsu. Maka bila manusia melihat, mendengar, merasakan sesuatu dari dunia luar, yang pertama kali tersentuh pertama kali, bereaksi yang terdepan dan yang paling dominan adalah nafsu.

Contohnya kalau ada orang yang melihat rumah yang sangat indah, rapi dan bersih, maka begitu mata itu melihat rumah tersebut, yang tersentuh pertama kali adalah di dada, dan begitu menyentuh dada, sentuhan itu langsung tersentuh pada nafsu, maka nafsu bereaksi. Karena memang nafsu itu berhasrat pada dunia dan bergairah pada dunia. Kalau nafsu itu tidak dibenahi niscaya kita dalam mereaksi kehidupan di dunia ini seringkali reaksinya itu dari nafsu, dan bila nafsunya jelek maka akan muncul reaksi-reaksi yang jelek.

Oleh sebab itu, khususnya bagi diri saya, maka benahilah nafsu dan tingkatkan kualitas nafsu itu, jangan sampai berada pada nafsu ammaarohbissuu.

Bagaimana meningkatkan kualitas nafsu sampai pada nafsul mulhamah? Kalau nafsu itu diilhami oleh Allah, begitu mata memandang sesuatu dan tertarik, maka yang tersentuh pertama kali adalah nafsu dan kemudian nafsu itu bereaksi, tetapi bila nafsu itu diilhami oleh Allah, maka yang muncul adalah reaksi yang bersifat ilhamiah. Dan bila reaksinya bersifat ilhamiah maka reaksi itu adalah reaksi yang benar di sisi Allah. Bila reaksinya benar di sisi Allah, maka perilaku dan perbuatan kita itu, walaupun dari nafsu, tetap benar di sisi Allah.

Suatu hal yang sangat terpuji dan menguntungkan bila nafsu kita sudah pada tahap nafsul mulhamah.

Allah berfirman dalam QS As Syams ayat 7 dan 8, "Dan demi nafsu serta penyempurnaan ciptaan-Nya, maka Allah mengilhamkan ke dalam nafsu itu jalan kefasikan dan jalan ketakwaan."

Berdasarkan ayat ini, berarti nafsu punya peluang untuk diilhami oleh Allah. Kapan nafsu itu dapat ilham dari Allah? Bila nafsu itu tidak dalam keadaan sedang bergejolak negatif. Bila nafsu itu sedang bergejolak negatif, sedang melakukan aktifitas negatif, sedang bergerak ke arah yang negatif atau sedang dalam kecenderungan-kecenderungan negatif, maka nafsu tidak dapat dimasuki ilham oleh Allah.

Nafsu bisa dimasuki ilham oleh Allah bila nafsu itu daam keadaan kosong dari kecenderungan negatif, gejolak-gejolak negative, kemauan-kemauan negatif. Nafsu harus dalam keadaan bersih dari kekotoran. Bila nafsu bersih dari kekotoran maka nafsu memungkinkan untuk dapat ilham dari Allah.

Oleh karena itu kadang-kadang pada dalam waktu-waktu tertentu nafsu mendapatkan ilham dari Alloh, tetapi di lain waktu, nafsunya tidak mendapatkan ilham dari Allah. Bila nafsu mendapatkan ilham, maka reaksi nafsu menjadi positif dan baik di sisi Allah, tetapi begitu nafsu tidak mendapatkan ilham dari Allah, maka reaksi nafsu menjadi negatif dan tidak benar di sisi Allah.

Mengapa ilham jarang turun pada nafsu? Biasanya sebabnya adalah nafsu sibuk dengan reaksi-reaksi duniawi sehingga nafsu tidak kosong sehingga ilham sulit masuk. Kalau ingin nafsu kita meningkat pada nafsul mulhamah, maka kurangi reaksi-reaksi nafsu yang berkaitan dengan duniawi.

Apakah berarti kita tidak boleh mereaksi duniawi? Boleh. Apakah dengan mengkaji ini kita harus menjauh dari duniawi? Tidak. Duniawi harus kita dekati, harus kita raih, dan harus kita manfaatkan sehingga bernilai di dunia dan akherat. Nafsul mulhamah bukan berarti nafsu itu menjauh dari dunia, membenci dunia atau mengisolir diri dari dunia, tetapi nafsul mulhamah adalah nafsu yang tetap berhasrat dan bergairah pada dunia, tetapi ilham itu menghantarkan nafsu untuk memanfaatkan dunia sehingga dunianya bermanfaat di dunia dan di akherat. Oleh sebab itu, sangat beruntunglah bagi orang-orang yang nafsunya telah berada pada nafsu mulhamah.

Untuk menjadi nafsu mulhamah, yang pertama, kurangi reaksi-rekasi duniawi yang tidak berfungsi untuk memanfaatkan dunia.

Begitu dapat informasi dan informasi itu membuat peluang untuk meraih harta banyak, maka tertariklah nafsu untuk mendapatkan harta yang banyak itu. Maka upayakan agar tujuan meraih harta yang banyak itu untuk memanfaatkan harta yang banyak itu di jalan Allah. Bila nafsu itu mau mengikuti prinsip semacam itu, ia berhasrat pada dunia dan nafsunya menginginkan untuk memanfaatkan dunia di jalan Allah, maka walaupun nafsu itu bereaksi seperti itu, tidak menutup datangnya ilham dari Allah.

Tetapi bila nafsu tertarik pada harta benda dan nafsu menuntut diri manusia untuk mengejar dunia (mendapatkan harta benda) dan yang dibayangkan oleh nafsu kemewahan dan kenikmatan sehingga nafsu sibuk dengan reaksi-reaksi untuk mendapatkan dunia dan sibuk dengan bayangan-bayangan kenikmatan dunia maka nafsu semacam ini tertutup untuk mendapatkan ilham dari Allah.

Nafsu yang terbuka untuk mendapatkan ilham adalah nafsu yang bersih dari gejolak yang kotor, kemauan-kemauan yang kotor, reaksi-reaksi yang kotor. Yang kotor adalah cinta pada dunia, cinta pada kemegahan dan kemewahan.

Caranya pertama adalah bersihkan kekotoran-kekotoran yang ada pada nafsu.
Kedua, usahakan nafsu itu jangan mau ditumpangi oleh setan. Setan dalam menggoda manusia sering menumpang pada nafsu. Dan dengan adanya pengaruh-pengaruh dari setan, pengaruh setan itu menutup nafsu untuk mendapat ilham dari Allah.

Maka, khususnya bagi diri saya, marilah kita tingkatkan kualitas nafsu kita sehingga nafsu kita bisa sampai pada tahap nafsu mulhamah, nafsu yang diilhami Allah, dengan cara mengurangi kecenderungan-kecenderungan nafsu yang tidak baik dan selalu berlindung kepada Allah dari godaan-godaan setan
] Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh , sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah , hatiku bertanya . Apakah wajah ini yang kelak akan
bercahaya bersinar indah di surga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak akan hangus legam di neraka Jahannam

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….
Menatap Allah , menatap Rasulullah , menatap kekasih-kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak , melotot , menganga , terburai menatap
Neraka Jahannam………..


Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala kutatap mulut , apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan .. Mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang
menjemput ?


Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur , dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.



Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..yang getir

penghangus , penghancur setiap usus.

Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?

Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?



Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang

mengiris tajam

Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu

yang engkau ucapkan untuk menipu ?

Betapa jarang engkau jujur.

Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.



Tatkala kutatap tubuhku.

Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …

Bersinar , bersukacita , bercengkrama di surga ?

Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur , mendidih , di dalam lahar

membara jahannam , terpasung tanpa ampun , derita yang tak pernah berakhir

Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang engkau lakukan ?

Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?

Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau

tindas dengan kekuatanmu ?

Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli

padahal engkau mampu ?

Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?



Ketika kutatap hai tubuh

Seperti apa gerangan isi hatimu

Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu

Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu

Apakah hatimu segagah ototmu

Atau selemah daun-daun yang mudah rontok

Ataukah hatimu seindah penampilanmu

Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu



Betapa beda ..betapa beda …apa yang tampak di cermin

dengan apa yang tersembunyi

Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi

Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng

Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka

Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng

Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..

Sedangkan aku … hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus

Aku tertipu , aku malu ya Allah

Allah ..selamatkan aku..Amin ya Rabbal ‘alamin
orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa (QS 49:13).

Kombinasi proses pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh butir-butir air hujan menghasilkan pelangi yang indah melengkung di langit. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu adalah warna lengkapnya yang mengungkapkan hakikat warna cahaya matahari. Keragaman warnanya hanya ditampakkan untuk menunjukkan keindahan. Hijaunya daun, merahnya mawar, kuningnya emas, putihnya melati, serta birunya langit dan laut tampak karena sifat pantulan, serapan, atau hamburan warna cahaya matahari oleh masing-masing zat tersebut.

Dari segi spektrum energinya, komponen cahaya matahari yang paling kuat adalah cahaya kuning. Tetapi hal itu tidak menjadikan seluruh alam jadi tampak kuning. Masing-masing komponen warna punya perannya masing-masing untuk menunjukkan keindahan alam raya. Ketika bersatu dalam satu berkas cahaya, kita tidak mengenali bahwa cahaya matahari sesungguhnya terdiri dari banyak komponen. Semuanya tampak menyatu. Pelangi menunjukkan keberagaman komponen cahaya matahari dalam keharmonisan dan keindahan.

Pelangi dan cahaya matahari adalah suatu pelajaran tentang persatuan yang hakiki. Karakteristik masing-masing komponen tidak harus ditonjolkan, dihilangkan, atau diseragamkan, karena keanekaragaman adalah suatu kekayaan. Masing-masing komponen punya peran dan keunggulan tersendiri. Kekuatan mayoritas pun tidak boleh memaksakan atau mendominasi.

Allah menciptakan manusia berkelompok-kelompok (QS 49:13). Dengan kekhasannya masing-masing, anggota kelompok bisa saling mengenal lebih dekat karena kemiripan tradisi, visi, dan misi mereka. Masing-masing kelompok punya karakteristik yang tidak harus dibaurkan atau diseragamkan demi persatuan. Berbangsa-bangsa dan berkelompok-berkelompok itu agar saling mengenal dalam kelompok kecil tersebut, demikian firman-Nya. Bukan untuk berpecah dengan kelompok lain. Bukan untuk membanggakan kelompoknya atau merendahkan lainnya.

Bersuku-suku, berpartai-partai, atau berkelompok-kelompok adalah sunatullah. Biarlah ada suku A, B, atau C. Biarlah ada partai K, L, atau M. Biarlah ada ormas X, Y, atau Z. Keanekaragamannya seindah pelangi. Tetapi ketika dipersatukan dalam memperjuangkan tegaknya agama Allah, semua menyatu seperti seberkas cahaya matahari yang cemerlang.

Tidak ada suku, partai, atau kelompok yang merasa paling unggul, paling kokoh, paling banyak pendukungnya, paling reformis, atau paling baik dengan merendahkan lainnya. Kelompok yang direndahkan bisa jadi lebih baik (QS 49:11). Sesungguhnya keunggulan hakiki hanyalah Allah yang paling tahu dari kadar ketaqwaannya (QS 49:13).

Persatuan adalah perwujudan keharmonisan masing-masing komponen yang menerima perbedaan sebagai suatu kekayaan yang memperindah kehidupan. Menyeragamkan sering menghasilkan persatuan yang semu. Ibarat pelangi, perbedaan warna muncul hanya untuk menunjukkan keindahan, bukan untuk bercerai berai.
di kutip dari T. Djamaluddin

Semoga di dalam kehidupan dunia yang fana ini Allah SWT memberikan kepada kita karunia NIKMAT

PEMBERIAN ALLAH SWT di Dunia

1. Nikmat
2. Istidroj

Nikmat : Karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, yang dicintai, disayangi & diridhoi-Nya

(QS.1. Al-Fatihah : 6-7)
“Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat
kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula) mereka yang sesat”

(QS. 2 Al-Baqarah : 150)
“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Aku sempurnakanlah nikmat-Ku atasmu dan supaya kamu mendapat petunjuk”

(QS. 4 An-Nisaa` : 69-70)
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : para Nabi, Shiddiqin, Orang-orang yang mati Syahid dan Orang-orang yang Shalih. Dan mereka itu teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Dzat Yang Maha Mengetahui”

Tanda - tanda Nikmat :

1. Rizki, Kekayaan, Pangkat & Jabatannya digunakan untuk berinfaq & berjihad di jalan Allah

(QS. 9. At-Taubah : 20)
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”

2. Semakin bertambah derajat taat & taqwanya, maka semakin ditambah baginya nikmat karunia-Nya

(QS. 65. Ath-Thalaaq)
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan untuknya jalan keluar
(dari persoalannya), dan akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (kebutuhan) nya”

3. Nikmat jika disyukuri,maka akan semakin ditambah. Jika dikufuri, maka akan menjadi azab

(QS. 14. Ibrahim : 7)
"Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

4. Hamba Allah yang diberi nikmat di dunia, maka ia akan diberi nikmat pula di akhirat

(QS. 22. Al-Hajj : 56)
“Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan diantara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan”

(QS. 52 Ath-Thuur : 17-18)
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka”

(AL-Hikam : 82)
“Barangsiapa yang dapat merasakan buahnya amal tatkala masih di dunia, maka itu tanda atas adanya diterimanya amal diakhirat nanti”

Istidroj : " Pemberian Allah yang diberikan kepada manusia yang tidak beriman, kafir, munafik, fasik, jahat, ahli maksiat, yang tidak disukai-Nya, dibenci, dilaknat & dimurkai-Nya "

Penjelasan (QS. 7. Al-A’raaf : 182-183):

Sesungguhnya Allah membukakan untuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, pintu-pintu rizki dan bebagai macam penghidupan di dunia sehingga mereka terpedaya dengan segala sesuatu yang ada pada mereka, dan mereka berkeyakinan bahwa sesungguhnya mereka berada pada suatu keberuntungan, sebagaimana firman Allah dalam (QS.6. Al-An’aam : 44-45) :

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”

(QS. 68 Al-Qolam : 44-45)
“Maka serahkanlah (Wahai Nabi) kepada-Ku (urusan)orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Quran). Nanti Kami akan menarik mereka secara berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat kokoh”

Tanda - tanda Istidroj :

1. Rizki, Kekayaan, Pangkat & Jabatannya digunakan untuk Menghalangi Manusia dari Jalan Allah

(QS. 8 Al-Anfaal : 36)
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam nereka Jahannam orang-orang kafir itu dikumpulkan”

2. Rizki, Kekayaan, Pangkat & Jabatannya Adalah bagian dari Proses menuju Azab Allah

(QS. 9. At-Taubah : 55)
“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda & anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir”

(QS. 40 Al-Mukmin : 4)
“Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah bolak-baliknya mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain membuatmu terpedaya”

3. Semakin bertambah Kemaksiatan & Kekafirannya, maka semakin ditambah Kekayaan & Kesenangan Duniawinya

(Tanbihul Ghaafiliin : 93)
“Apabila kamu melihat orang yang Allah berikan apa saja yang ia sukai sedangkan ia terus-menerus di dalam kemaksiatannya, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidroj”

(AL-Hikam : 75)
“TAKUTLAH DARI ADANYA KEBAIKAN PEMBERIAN ALLAH KEPADAMU, SEDANGKAN KAMU TERUS-MENERUS BERBUAT KEBURUKAN KEPADA-NYA, BAHWA ITU ADALAH ISTIDROJ BAGIMU, SEBAGAIMANA ALLAH BERFIRMAN, KAMI AKAN ISTIDROJ MEREKA DARI ARAH YANG MEREKA TIDAK KETAHUI”

4. Orang yang diistidroj di dunia, maka di akhirat bagiannya hanya Siksa yang Abadi

(QS. 3 Ali Imran : 10)
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka”

(QS. 10 Yunus : 4)
“Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang sangat panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka”

(QS. 2 Al-Baqarah : 217)
“Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal abadi di dalamnya”

" SUKSES YANG HAKIKI HANYA DAPAT KITA RAIH DENGAN MEMADUKAN ANTARA MAKSIMALNYA USAHA DAN SEMPURNANYA TAAT KEPADA ALLAH DENGAN SELURUH KETENTUAN HUKUM DAN SYARIATNYA "

(QS. 7. Al-A`raaf : 96)
“Sesungguhnya jikalau penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives