LIR RESPATI BUMIDAYA
masyarakatnya masih menganut kepercayaan tentang hari atau bulan baik untuk melangsungkan pernikahan. Sedangkan dalam Islam sendiri dianggap semua hari adalah baik. Tetapi tidak ada salahnya untuk mengikuti petunjuk para leluhur sebelum kita dalam melangsungkan sebuah acara pernikahan.
Berikut ini beberapa petunjuk dari sebuah primbon Jawa perjodohan untuk acara akad nikah, sesuai bahasa aslinya (bahasa Jawa) karena memang kebnyakan yang memakai primbon ini adalah mereka yang berasal dari Jawa.
Suro : tukar padu, nemu kerusakan. (jangan dilanggar)
Sapar : kekurangan, sugih utang. (boleh dilanggar)
Maulud : mati salah siji. (jangan dilanggar)
Rabiul Akhir : tansah dicatur an nemu ujar ala. (boleh dilanggar)
Jumadilawal : kerep kelangan, kapusan, sugih satru. (boleh dilanggar)
Jumadilakhir : sugih mas salaka.
Rejeb : sugih anak an slamet.
Ruwah : rahayu ing sakabehe.
Pasa : cilaka gedhe. (jangan dilanggar)
Syawal : kekurangan, sugih utang. (bisa dilanggar)
Dzulhijah : gering, kerep pasulayan lan mitra. (jangan dilanggar)
Besar : sugih nemu suka harja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar