Kamis, 04 Oktober 2012

konflik Novel tanpa TITIK jebeng sholihul hadi

LIR RESPATI BUMIDAYA
 
Mengenang Arwah Kang Dull

Setelah sekian lama aku mengabdi di beberapa instansi pemerintah maupun non pemerintah  alias NGO, termasuk  di sekolah dasar beberapa guru honorer wiyata bhakti dipertanyakan oleh DPR status kedudukannya .pengabdian yang dimaksudkan adalah , mereka mengajar dan memasuki instansi pendidikan dengan status yang tidak jelas dengan  tidak pernah tahu  akan dikemanakan . pada tidak menyadari  mereka sudah puluhan tahun mengabdi di beberapa dinas pendidikan , denga tanpa kepastian , harap-harap cemas  , diangkat sebagai  calon pegawai negeri sipil Guru atau tidak kok.sebab tanpa memasuki wilayah pendidikan itu para sarjana pendidikan itu akan dibawa kemana , dan tidak akan mampu bekerja selain di wilayah ranah  selain pendidikan. Satu hal yang musti dipikirkan adalaah apakah nanti tidak terjadi gejolak, ketika sudah mereka bekerja tanpa bayaran  , ditambah lagi tugas –tugas sekolah mereka terbengkelai, tidak ada I’tikad baik pemerintah untuk mengentaskan mereka. Kenapa kalau dulu  masih diperbolehkan dan masih mau menerima  calon pegawai dari  SPG selama mereka masih sekolah..apa yang akan diharapkan dari program pengentasan kemiskinan. Mau tani  juga sulit unrtuk mendapatkan pupuk. Mau gimana lagi kalau semua serba spekulasi. Semua serba tidak jelas. kemana pemberkasan dan database. Melalui seleksi alamiah melalui umum atau bagaimana. Atau kalau masuh berada dalam satu instansi, mau diarahkan keman tidak ada orang yang mengetahui. Dikemanaakan pemberkasan-pemberkasan itu, siapa yang membawa ? siapa yang mengawal. Siapa yang menjamin?. Keprihatinan dan kesia-siaan waktu yang mereka lakukan. Setelah sekian lama menggenggam penderitaan dan kesusahan yang tiada pernah kunjung usai .kapan semuanya ini berakhir  .


Bojoku lalen

. Banyak orang mulai memojokkanku. Menginterogasiku dan mulai bertanya macam-macam pilihan yang dia pilih sendiri.
Belanjaan abis  uangnya sendiri aja menyesalnya setengah mati. Aku tak pernah habis mengerti pengulangan p-engulangan kegagalan yang selalu kami alami. Tau karena kebodohannya  yang sellu lamban alam mengambil keputusan. Selalu saja ada masalah yang memaksa kami untuk berlari saling menolak  saling menyalahkan  .  dia susah sekali diatur dan selalu memberontak kebijaksanaanku. Selalu menolak pendapatku .  mengecilkan obsesiku . tidak pernah pinter-pinter  sama aku.  Ya sudah keputusan untuk gambling sudah bulat kami sama sama  buta tapi  saling menuntun . dan selalu saling menuntut . dia selalu menuntut uang gaji yang banyak , minta pangkat yang tinggi , minta kelebihan jam lembur, menuntut gono gini 3 milyard  tanpa mau tahu kekurangan kami. Menuntut rumah tangga yang layak , tapi tanpa pernah mau melayani kami dengan puas, dengan baik . seharusnya dia berkaca sejauh mana IQ dia ? apakah mampu menyelesaikan soal-soal delik akademis. Menolak ketika waktu masih longgar memasuki lapangan akademis lebih lanjut. Tak mau sekolah agar dia pintar dan bisa bertanding  memberdayakan diri sendiri menangkis.usus pendek, gagak rimang, buta arep ,iri , dengki menerpa kami , kami harus biasa menengok ke belakang dengan bewirausaha  karena kenyataannya kami tak benar-benar tak mampu secara ekonomi. Pergolakan masih berlangsung hingga kini sampai-kami kehilangan jati diri. Sampai kami tak mengenali sebenarnya siapa kami, dan bagaimana seharusnya kami berlaku . akan berbuat apa dan berlaku bagaimana?. Minta pertolongan siapa. Keluarga saja tak sanggup melakukan ini semua. Jati diriku hilang.kami tewas , kami selalu hidup  dibalik awan hitam . kami betul-betul ditinggalkan oleh peradaban , tanpa penghasilan ,tanpa pekerjaan , tanpa kehormatan , tanpa suatu kaidah yang tepat untuk di ikuti . orang tua sudah tak mempunyai pedoman yang patut di teladani . orang tua melarikan diri dari tanggung jawabnya . sampai kami sama sekali tak mengenal mereka dan kepada siapa gerangan kami dapat bertumpu .  seperti ada tembok besar dan jurang pemisah yang sngat dalam . , lama-kelamaan bukannya tumbuh rasa kasih akung dan kepercayaan , tetapi malah sebaliknya yang terjadi , orang tua hanya biasa marah-marah dan menyalahkan keputusan tindakan yang di ambil oleh anaknya. Anak sendiri tidak di maafkan, lali diajarkan kebencian dan hukuman  yang tidak pernah diketahui sampai  dimana batas  dfaketegasan dan kedisiplinan yang dijadikan ambang  pemutusan hubungan kerja . dasar-dasar kebencian , terror , bulliying  , kerja keras , dan hukumn tanpa kenal ampun , amputasi waktu , pengancaman , pemecatan ,pengurangan jam, penghilangan peran, musuh-musuh licik , menghantuinya setiap hari .tidak ada ketenangan kerja , karena selalu bekerja dalam wacana terror.pertanggung jawaban yang sama sekali tak dapat diterima. Berhadapan dengan orang-orang yang tidak professional .di anggap penghianat, hanya gara-gara bentuk soal yang sama.hal-hal kecil yang dieksposs untuk mempermalukan  kami dimata rekan kerja . hilang harga diri.merasa di injak-injak. Pembunuhan peran serta.memang sulit untuk menerima kenyataan kalau kenyataannya kalah yo mau apa lagi, mau nuntut apa, mau nuntut siapa?

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives