Kamis, 04 Oktober 2012

LIR RESPATI BUMIDAYA
Aku telah mendengar semuanya dari ayahmu , sheryl . Setelah itu aku penasarn untuk menanyakan langsung kepadamu tentang kemelut rumah tanggamu itu . 'ayah memang tidak bisa tutup mulut!' .
'ingat , antara aku dan om wirya tidak pernah ada rahasia!' .
Dan dia lebih sayang kepadamu daripada kepadaku
Ayahmu lebih percaya kepadaku , itu yang benar
Karena itu aku iri padamu , karen!
Seharusnya aku yang
iri padamu , sheryl! Kau memiliki segalanya
Lagi lagi itu yang kau maksud . Suami dan anak anak , bukan ?
Lagi lagi kau benar !
Tapi seperti yang telah kau dengar dari ayahku , dengan berumah tangga juga bukan berarti jauh dari masalah . Aku malah ingin kembali lajang sepertimu agar bebas dari kemelut .
Andai aku jadi kau , aku akan menikmati kemelut yang kuhadapi sebagai seni . Bagaimanapun , konflik dalam perkawinan terdengar lebih indah daripada menjadi gunjingan seperti aku . Mereka bilang aku ini perawan tua . Sebagian orang malah mencurigaiku lesbian karena tak kawin kawin .
''makanya kawin dong !''
''nikah maksudmu ?''
''ya , semacam mengajak seorang pria ke penghulu , begitulah . . !''
''memangnya segampang itu ?''
''memangnya sesulit apa sih ?''
''mentang mentang sudah kawin !''
''di bandung kan banyak cowok ganteng ?''
''yaumil , jefry , irfan , hakim , yovi !''
''seingatku dulu kau idolanya pria pria . ''Apa kau bingung karena banyak pilihan ?''
''justru bingung karena tak ada pilihan !''
''dasar perfeksionois !''
''sheryl , bukan aku yang salah ! Tapi hatiku ini yang tak mau nyangkut nyangkut .
''lalu hatimu itu mau kau sangkutkan pada siapa sih ?''
Sementara keduanya bercakap cakap , hujan deras mengaburkan pandangan ke luar jendela kamar karen . Ia mengeraskan volume suaranya yang tertelan suara hujan . Akhirnya , ia berhasil juga menghubungi sheryl . Tadinya , sempat berfikir jangan jangan pulau ana itu sudah menghilang dari peta kepulauan seribu karena ponselnya sulit mendapatkan sinyal . Sheryl sendiri senang bukan main mendapatkan telepon kedua setelah dari ayahnya bebrapa hari silam . Karenina adalah salah satu orang yang diharapkan menghubunginya karena kedekatan mereka di masa lalu .
Seraya berbaring di peraduannya , karen mengintrogasi habis habisan rumah tangga sheryl . Satu minggu kemudian karen menyanggupi undangan sheryl ke pulau ana . Begitu sampai , bukan sheryl yang ditemuinya lebih dulu . Melainkan zoi dan ninoy yang sedang dihalaman samping .
''ayo , lihat ' siapa yang datang ? Karen menyapa sambil mengembangkan kedua tangannya . Mengejutkan kedua anak laki laki itu dari belakang .
Serta merta zoi dan ninoy berpaling .
''tante..'' keduanya menghambur ke pelukan karenina . Keduanya lalu mengantar karen ke dalam . Zoi membawakan tas pakaianya , sedangkan ninoy membimbing tangannya .
Ketika ketiganya berjalan , yang tampak adalah pemandangan seorang ibu diantara kedua putranya . Karen memang sudah pantas menjdai seorang ibu . Perbedaan umur lima tahun dengan sheryl malah membuat keduanya tampak sebaya .
Ketika karen masuk ke kamar yang disediakan untuknya , sheryl tengah mengganti bed cover . Kemudian mereka melepas kangen dengan mengobrol di tempat tidur sampai siang . Karen bahkan menceritakan keluhan ayahnya sendiri , atmadi , yang merasa tidak cocok bekerja sama dengan sheryl di kantor . Bukan untuk mengadu domba . Melainkan untuk menertawakannya .
''aku mampir ke kantor papa kemarin'' , cetus karenina . ''aku janji pada papa untuk memberimu pelajaran begitu sampai dipulau biar kamu kapok . Tidak sekali kali lagi menentang papaku di kantor ! . Tidak sekali kali lagi menekannya dengan pendapatmu yang egois itu ! Hasilnya , aku diberi cek tambahan . Kubilang pada papa agar tidak usah memikirkanmu lagi karena sekarang kau sudah pensiun ! .
''aku cuti sementar'' tukas sheryl menanggapi ucapan sepupunya . ''aku akan bekerja kembali ! Lihat saja nanti !'' ancamnya dengan geram .
Karen tertawa melihat reaksi sheryl .
Malamnya , karen baru bisa bertemu dengan beni yang seharian pergi ke luar pulau . Sheryl menyuruh elis untuk mengumpulkan semua orang di lobi untuk menyambut kedatangan semua orang di lobi untuk menyambut kedatangan karen . Karen tahu beni yang datang begitu pintu terkuak .
Ia bisa merasakannya . Sementara menuruni anak anak tangga , pandangannya tak lepas dari pintu yang kemudian dimasuki beni . Setelah masuk , beni merasa takjub oleh kerukunan para penghuni yang berkumpul di lobi .
Terlebih lebih , bahkan tercengan , ketika pandangannya tertumpu pada dua orang wanita ditangga yang berjalan bersisian dalam harmoni .
Karen yang mengambil inisiatif terlbih dahulu untuk menyapa beni setibanya dibawah .
''bukankah karenina atmadi dan sheryl wiryadinata tak akan sempurna tanpa satu sama lain?''
Beni tertegun sejenak sebelum akhirnya menghampiri karenina dan menjawab pertanyaannya dengan senyuman .
Keduanya lalu berjabat tangan . Sheryl menyingkir , memberi keleluasan bertukar sapa kepada beni dan karen . Beni mengiring tamunya itu ke ruang

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives