Kamis, 04 Oktober 2012

NOBEL TT DJENENG

LIR RESPATI BUMIDAYA
 
tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
(hijrah dalam arti pindah lingkungan dari lingkungan depag yang tidak sehat , kelingkungan dinas yang sehat, walaupun pait , karena mereka tidak tahu agama ,daripada bicara soal agama tetapi mereka tindakannya tidak mencerminkan sama sekali . Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,
janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan keuntungan kekafiran atas keimanan . dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan azab keputusan-Nya." Jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat  sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan
Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. ( Darma akan kocar-kacir ,  dibawa angin perubahan, hanya tinggal bangunannya saja). berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka yang busuk. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu,( jadi sekalian ) Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.( Nurahmad Cs trmasuk Munta’ib). Semoga Allah mema'afkanmu( Jono)kenapa kamu selau mebuat keputusan sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya Didik ) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?( golongan Nur ahmad cs) Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu, selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka menembus di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka  menjatuhkanmu dengan memaksa orang lain mendengarkan perkataan mereka.( contoh munafik adalah munta’ib itu)  , dari dahulupun , dan dimanapun dia menjadi sumber kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah atas.orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).( wong darma kabeh ngene iki) mereka memperoleh tempat perlindunganmu atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya( sembunyi di ketek dan silit penguasa ) di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648cs berlaku kikir. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka.pantas. Jahannam
Malaikat disampingku mengingatkan untuk meninggalkan dirimu
Setan mengingatkanku untuk tetap bersamamu

Dasar sialan

Aku mengalah , masih kau injak tengkukku.
Aku melawan malah kau bunuh aku
Kalian rame-rame berkonspirasi
Menyingkirkan aku
Kalian adalah sekawanan heyna dan serigala buas
Yang haus darah harimau
Ketika aku menerkam kalian
Aku menyadari dagingmu tidak enak
Aku tak selera
Kau kirim ular beludak
Yang bisanya tak bias kutawarkan
Aku sekarat sendiri ….
                                    Dec 19-2008

Nisanku

Sudah kupersiapkan  nisanku
Di seperempat abad hidupku
Reingkarnasiku tidak menghadirkan inspirasi
Aku sekarat lagi.. aku mati
Aku tak ada… fana
Ditelan zaman
Dipaksa menerima kekalahan
Walaupun tak ada yang tahu
Aku telah mati
 Nisanku dimana?
Siapa yang membawa?
Untuk apa?
Untuk mengubur siapa lagi ?
Isma’il bin Idris



                                    Dec12_1996


DIAMKU

Ketika aku diam
Semua benda mengajak bicara
Ada kursi
Ada meja
Ada almari yang penuh pembicaraan
Ada tembok
Ada lantai
Ada genting yang pecah
Ada kamar yang berserakan pembicaraan
Ada batu yang semua mengajakku bicara
Dan penaku pun menggeruskan puisi, menuliskan
Menyaksikan semua pembicaraan mereka
Lalu dia berbicara , bercerita di sesobek kertas.
Aku tak terbiasa berbicara yang di dengar orang .
                                                Jan-16 – 2006

Hilang lagi

Terhempas , hilang zatku disini
Terpuruk disaat semua orang  bertemu,
Dengan apa yang mereka cari
Sementara aku tersudut disini
Tak menemui apa-apa,
Tak pernah kesampaian apa-apa
Yang aku cari lari menjauh
Tapi taka apa
Aku bertahan disini
Menyesali meratapi nasib
Hujanpun basahkan hatiku
Dingin beku menangis
Tapi tetap aku bertahan dan mencahari
                                    Juni  16- 2006




Ketika aku beranggapan
Bahwa cintamu
Tidaklah pantas untukku
Ternyata aku tahu
Bahwa itu adalah kodrat

Aku sadari karena
Semakin bertemu aku menemukan
Betapa kerasnya hatimu
Kukira cinta itu indah
Tapi aku tak pernah tahu warnanya
Aku mulai bertanya
Kemanakah gerangan cintaku?
                                    Dec 13-2008
                                    DIDIK sutoatmojo wangsitoloyo


Aku
Aku bukan driku lagi
Aku kehilangan langkah
Langkahku berat

Bila datang senja
Tak kukenal lagi suara itu
Gemuruh itu menggetarkan kalbu
Seperti hujan runtuh
Dihanyam badai puyuh…


Jejak langkahku hilang diterpa badai
Seribu gelisahku  memajang mimpi
Jejak harapan yang memanjang
Memenuhi pantai harapan
Sampai di ujung penantian

Aku menrawang ke segenap langit
 Semua mendung dan menagis
Semua menangis dan suaranya sayup-sayup
Membumbung tinggi ke angkasa

Mega berarah menjanjikan hujan
Gerimis menanan rumput-luka
Hujan panas bercampur berganti-ganti
Aku limbung kehilangan asa
Bayang baing kembali gelap
Segelap tipu-tipu para pejabat
Gelisah antara diangkat atau dipecat.


Gaibku

Detak waktu memburu
Seperempat abad lebih sewindu  aku lewat
Degup kalbu berpacu…
Mendekap lagi nuraraniku
Alfaku mau seperti itu
Malam makin kelam
Jangkrik tolondo kedinginan
Merintih sendiri tanpa akup
Polos tak bersirip
Tak berkuasa untuk bertarung
Binatang malam itu menjerit menyobek sukma
Menganga tungku kehidupan
Membakar cahaya tungku perapian
Gugup langkahku , oleng diriku
Hilang gaibku ditelan fajar.
Aku belajar mengerang
 Mengejar rasa hatiku
Terjepit  konspirasi jahat
Mencahari yang hangus
Lalu bergegas lari






Janji Burung

Tujuh burung kuterbangkan
Burung  lain  kau sangkarkan
Pantas keseharian tak kulihat kepaknya…
Tak kudengar kicauannya
Katanya semua burung akan kau bebaskan
Haaya janji-janji burung belaka
Janjimu hanya kicau burung
Lalu untuk apa buatku

Tak pernah kau dengar burung bernyanyi
Kau biarkan tetap disangkarnya atau biar terbang kemana ia suka
Angin puyuh menamparnya
Biar rasa tenteram menyatu nafas
Dalam satu ruang
Dalam satu arah
Dalam satu rasa
Dalam satu waktu
Janaga kau teruskan lagi, atau kau tuliskan
Jejak burung
Jangan pula kau lukis  darah burung menetes di kanfasmu

                                    Manusia burung, dec21-2008

Janji saja
Janji-janji saja untuk apa kalau tak kau tepati
Bintang masih tidur diperaduannya
Burung-burungku banyak yang hilang
Kau sembelih dan kau tembak mati (puisi untuk Tomo sang penjarah)
Harusnya kau hidup tidak berpamrih
Biar langkahmu mantap
Dan kesalahan tak melahirkan penyesalan

PROTES

Tuhan…. Aku protes
Aku lelah berdo’a  tapi tak kunjung kau kabulkan
Aku bersedih.. jiwaku letih.. hatiku rapuh
Sudut pandangku kabur tak tahu
Aku akan menuju kemana

Disamping kanan kiri depan belakangku
Penuh orang gila( jono siti nurkmad munta’ib)
Di depanku orang gila bawaan
Di sebelah kananku oaring gila pengadu domba pencuri nyawa
Di belakangku  gila busana
Disamping kiriku gila jabatan biasa melakukan muslihat
Lengkap kekaburanku
 Kemana langkah kutuju
 Sejarahku lengkap dihinggapi perasaan Gila
Atasanku gila, memotong tangannya sendiri

Padamu kuititipkan luka
Bekas gigitan  sejarah
Menganga di sela- sela isak dan tangis
Malam itu pudar bagiku
Kupersembahkan  kesetiaan diantara peluh  luka penderitaan
Menahan beban yang sarat
Jiwaku  perih karena kau terlalu kejam padaku
Menuntut pada apa yang tak kumampu
 Kau sombong dan angkuh
Pengecualianmu mendamparkanku disini.

Untuk saudaraku Djawad

Pertama-tama  kuperkenalkan
Namaku Djebeng sumantri eko sakti
Mangun sasmito
Istriku  tiga hidup layak semua

Barangakali aku tak pantas jadi satrawan kota yang layak tampil di Koran-koran. Mencontek karya-karya uraian orang  lain , jadi salah sambung. Aku hilang hidup,sebuah illusi berkepanjangan, sampai aku tak sanggup berdiri dalam kemandirianku. Dari usaha

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives