Kamis, 04 Oktober 2012

NOBEL TT

LIR RESPATI BUMIDAYA
 
Don Kisot.(JOHN Kesot)., W@hite Shoot.

Kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya yang serba menjatuhkan aku pun harus dituntut secara moral dan rohaniah, klarena itu memberatkan dosa dia sebagai kiai, masak  bisanya. Sebagai yang katanya kiai bisanya hanya meneror menjatuhkan amenghinakan, dan membuang orang tanpa hormat dan tanpa kebijaksanaan. Aku selalu dijatuhkan , dituduh, dijauhi, dipojokkan , difitnah oleh golongan-mereka (minhum) aku tak punya golongan yang termasuk minna.tidak heran ini adalah sandiwara yang sulit kuterima . aku dipaksa dan diposisikan kalah  dan terjatuh sejak awal mula berperan . pembunuhan dan kekerasan itu dilakukan bertubi-tubi dan tak punya ampun.siapa yang menjamin keberlangsungan hidup dan kesehatanku . yang aku rasakan dan aku terima adalah perlakuan sichoprenia yang serba tidak sehat. 16 tahun aku terperosok di comberan. aku dimasukkan kesana dan tanpa martabat. Tidak ada pengertian-pengertian yang dikatakan sebagai keikhlasan dan kesederhanaan , menjelma perbudakan tanpa bayaran dan kemiskinan yang sempurna tamat.Sampai aku tak tahu tempatku sampai sekarang.jadi kau bisa bayangkan bagaimana aku bisa berkreatifitas.bagaimana kau harus merasakan pernderitaan dan penyakit jiwa berkepanjangan.aku bicara tidak hanya ini saja.ini sangat membingungkan dan sangat mengganggu jiwaku yang sejak kecil di besarkan dalam situasi scream , menakutkan , kekerasan dan kemarahan. Aku hampir tak bisa menguasai pikiranku sendiri. Hidupku deterjang ketakutan selalu , takut akan kekerasan yang terjadi di sekitarku .dan jika kau berdiri menetap matanya kau melihat sisa-sisa kekejaman yang dilakukan ketika masa mudanya dahulu.aku lebih suka memilikinya tanpa jarak. Aku lebih suka kebebasan penuh.aku ingin berjalan dengan normal dan akal sehat.aku ingin mengangkat satu ujung dan kau mengangkat ujung yang lain.musim dingin menerpaku dan tidak memuaskan aku . aku terkena penyakit  penyempitan saluran pernapasan , jadi lebih mirip asma , tetapi tak ada seorangpun berempati denganku tak seorangpun mau memperhatikan penyakitku , penyakitku makin prah dan seorangpun pernah mengerti.bahkan aku ijin sakitpun tak seorangpun percaya padaku.aku mendambakan musim panas seperti hari- hari yang lalu , dimana kehangatan menyelimutiku sepanjang hari . langit mendung membuat dadaku jadi mendung kelabu , dadaku sesak karena asma .dan terjadi bila cuaca dingin lembab.aku sama sekali tidak puas dengan keadaanku yang jdi bulan bulanan setiap ajaran baru. Aku hidup dalam ketidakpastian . aku tidak bias menentukan berapa penghasilanku. Betapa buruk perasaanku pada kalian , yang selali nyrekali aku setiap waktu. Bisanya hanya mensrekal dan menjegal. Kedamaian dunia hilang, kerjasama kehilangan makna.mereka menemukan dirinya dalam kejahatan , sedang aku kehilangan diriku diantara semak-semak belukar.musim dingin yang basah hanya menyiratkan ketidakpuasan pada dunia . dan kami kehilangan kemesraan sebagai manusia. Aku selalu didera ketakutan bahkan kepada istriku sekalipun . aku sungguh hidup sendiri dan sengsara.semua awan menutupi setiap langkahku.di dalam dada terkubur dilautan.dan bagian terbesar dari masalah adalah tari menarik kepentingan mereka berkepentingan untuk menghancurkan diriku.pertang dalam memperebvutkan posisi kepala dan pengatur . mereka saling menyerang , saling menjelekkan. Itu berarti mereka tidak akan berhenti bertarung.sekaranmg  kening kita dibatasi dengan kemenangan atau kehancuran bila kalah.dan seikat bunga kematian diatas nisan kita . karena mereka siap mencincang-cincang daging kita dan mengubur semua bagian kita.tangan-tangan kita dipatahkan , dibangun monument bergambar wajah mereka sendiri.pertemuan menyenangkan berubah dengan pertemuan menyeramkan.wajah perang yang muram , yang di kenang situa waktu mereka masih muda.perlahan menampakkan keriput depannya, bermaksum membuat barisan kuda mabok biar cepat berlari,barisan kuda yang siap menginjak kaki kaki pejuangnya sendiri.tapi aku tak bias berlaku tajam , setajam tipuan yang sportip.atau membuat tatapan yang memancarkan kasih, suatau tatapan bayangan cinta , yang tak pernah dipancarkan selam aku berdiri disisi.aku membatasi proporsi dari keadilan yang selama ini aku cari. Ditipu raut wajah yang disembunyikan, ya dengan alami mereka menyembunyikan kejahatan di dalam hati mereka.ya mereka cacat . ada yang kurus kerontang kurang gizi, ada yang giginya tonggos , ada yang matanya Cuma sebelah,ada yanbg cacat seumur hidup wajah dan mulutnya ( nurahmad), tidak cukup hanya itu , memang ia sudah lama mengincar pembunuhan kepada aku  dengancara dsan dalih apapun.sebelum saat aku menghembusakan nafas terakhir, dan saat nafasku memasuki dunia ini. Separuh mengangkat kaku pincang dan diarahkan ke  wajahku.hidupnya begitu pincang dan  sangat tidak teratur .gonggongan anjing seperti aku dianggap sepeerti angina lalu, seperti aku diberhentikan oleh mereka tanpa sepengetahuanku.kenapa aku dalam kelemahan saat menghadapi kekerassn seperti ini .daalam kelemahan disaat orang lain menemukan kedamaian.tanpa kesenangan melewati waktu. Setidaknya aku dsapat melihat bayangku di mentari pagi,dan memainkan kekuatan dalam kecacatanku sendiri.
Didik  Jawa Darminto Astuti- Didi pujo astute-john ester Didik


Fana (fanaku dalam keterasingan)

Kematian itu pasti.cepat atau lambat kemtian menjadi kepastian yang tak dapat dihindari. Kematian adalh sebuah prose salami. Ia adaklah symbol ketidakberdayaan, titik akhir sebuah proses kehidupan. Fase dimana realitas tak dapat dibantah lagi , artinya dunia dan kebenaran yang diperebutkan tidak ada yang abadi, semua hancur, semua berakhir, semua dalam kedudukan yang sama dihadapan kematian , tak berdaya. Pada hakekatnya disadari atau tidak, segala yang ada didunia menuju prases kemusnahan, setiap yang lahir akhirnya harus mati, setiap yang di buat akhirnya harus rusak, setiap yang kuat pada gilirannya akan lemah. Begitulah seterusnya sunatullah berlaku, semua berujung pada kefanaan. Ada saat di pakai , ada saat disingkirkan . ada sat dibutuhkan ada saat disia-siakan, ada sat angkuh  sombong dibanggakan , ada saat dihancurkan. Begitu aksioma kehidupan  hanaya menunggu satnya, saat ada  dan saat tiada. Dari kenyataan ini hendaknya kita berfikir. Apakah artinya diri ini ? hanya makhluk yang mempunyai keterbatasan, kerbatasan usia, kesehatan , kekuatan dan lain sebagainya .pada dirinya ada fese-fase kelemahan yang tidak dapat ditolak. Karenanya  tidak pantas pongah bila memiliki kekuasan,tidak pantas sombong saat di beri kelonggaran dan memiliki kebesaran. Ingat semua itu tidak langgeng, saatnya berkurang dan hancur, disinilah hikmah penting kenapa manusia harus merenungi segala apa ayang ada pada dirinya karena kehidupan ini fana , maka semua yang ada pada dirinya  semua semu, semua berkurang dan hancur, semua kenikmatan didalamnya semu fatamorgana , tidak kekal, pangkat isane minggat, donyo kenane lungo. Bila akita abelomba-lomba dan tenggelam  dalam mencahari kepuasan dunia dan berlebih-lebihan mencaharinya kita hanya tertipu ,  kita tidak mendapatkan  kecuali hanya kehancuran dan kesiasiaan  ( nasehat agama ).



Arti Sempit dan sesak napas

Hidup makin terasa sempit tidak memiliki ruang gerak dan waktu berfikir. Semua terasa pahit , sampai akhirnya aku dimuntahkan. Kapan aku bias memandang  hidup sebagai kesempatan untuyk menebus dosa-dosa.(didik)

Kalau aku menungkan seluruh perasaanku seribu lembar kertas tidak akan mampu menampungnya.tapi apa artinya tulisanku kalau tidak kau baca.aku lelah bercita –cita.cukupkah hidup hanya dengan bercita-cita. Tanpa modal berarti hidup melompong. Hidup yang tidak menghidupi, hidupnya lebah terbang ke sana kemari atau hidupnya labah labah sarang digantung menggantang nasib, kalau dipandang asal hidup saja, suatu berkat yang boleh dinikmati ataupun cukup disesali, terhina dan tidak punya apa-apa.hidup harus nggasak atau digasak. Atau menikmati kemiskinan dan tak memiliki apa-apa, atau ketika keluar rumah jadi cercaan anak-anak muda yang bekerja maju, mondar-mandir kesana kemari tanpa tujuan, tekanan ekonomi sangat mendesak, kondisi keluarga berantakan, sulit mata air dan terganjalnya cita-cita . apakah kerja yang berkenan dimata Tuhan. Sepanjang tahun mregawe ora tau absent isih wae di jebleske jhono, di musuhi sampai hilang bentuk. Mek nututi dit 200 ewu wae kok tak ewangi njlebut-njlebuto, njebloske endhas. Kok malah sing mlakune bener malah kepetenah keporit-porit ngene iki piye gusti, sing dho di pikirno mek apike dhewe-dhewe. Wong mlakune bener mek di paeko. Wis ben kono ben kono eleke bend ho di katog-katogke. Agama hanya sebagai kedok , jadi preman sejarah.

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives