LIR RESPATI BUMIDAYA
Don
Kisot.(JOHN Kesot)., W@hite Shoot.
Kalimat-kalimat yang keluar
dari mulutnya yang serba menjatuhkan aku pun harus dituntut secara moral dan
rohaniah, klarena itu memberatkan dosa dia sebagai kiai, masak bisanya. Sebagai yang katanya kiai bisanya
hanya meneror menjatuhkan amenghinakan, dan membuang orang tanpa hormat dan
tanpa kebijaksanaan. Aku selalu dijatuhkan , dituduh, dijauhi, dipojokkan ,
difitnah oleh golongan-mereka (minhum) aku tak punya golongan yang termasuk
minna.tidak heran ini adalah sandiwara yang sulit kuterima . aku dipaksa dan
diposisikan kalah dan terjatuh sejak
awal mula berperan . pembunuhan dan kekerasan itu dilakukan bertubi-tubi dan
tak punya ampun.siapa yang menjamin keberlangsungan hidup dan kesehatanku .
yang aku rasakan dan aku terima adalah perlakuan sichoprenia yang serba tidak
sehat. 16 tahun aku terperosok di comberan. aku dimasukkan kesana dan tanpa
martabat. Tidak ada pengertian-pengertian
yang dikatakan sebagai keikhlasan dan kesederhanaan , menjelma perbudakan tanpa
bayaran dan kemiskinan yang sempurna tamat.Sampai aku tak tahu tempatku sampai
sekarang.jadi kau bisa bayangkan bagaimana aku bisa berkreatifitas.bagaimana
kau harus merasakan pernderitaan dan penyakit jiwa berkepanjangan.aku bicara
tidak hanya ini saja.ini sangat membingungkan dan sangat mengganggu jiwaku yang
sejak kecil di besarkan dalam situasi scream , menakutkan , kekerasan dan
kemarahan. Aku hampir tak bisa menguasai pikiranku sendiri. Hidupku deterjang
ketakutan selalu , takut akan kekerasan yang terjadi di sekitarku .dan jika kau
berdiri menetap matanya kau melihat sisa-sisa kekejaman yang dilakukan ketika
masa mudanya dahulu.aku lebih suka memilikinya tanpa jarak. Aku lebih suka
kebebasan penuh.aku ingin berjalan dengan normal dan akal sehat.aku ingin
mengangkat satu ujung dan kau mengangkat ujung yang lain.musim dingin menerpaku
dan tidak memuaskan aku . aku terkena penyakit
penyempitan saluran pernapasan , jadi lebih mirip asma , tetapi tak ada
seorangpun berempati denganku tak seorangpun mau memperhatikan penyakitku ,
penyakitku makin prah dan seorangpun pernah mengerti.bahkan aku ijin sakitpun
tak seorangpun percaya padaku.aku mendambakan musim panas seperti hari- hari
yang lalu , dimana kehangatan menyelimutiku sepanjang hari . langit mendung
membuat dadaku jadi mendung kelabu , dadaku sesak karena asma .dan terjadi bila
cuaca dingin lembab.aku sama sekali tidak puas dengan keadaanku yang jdi bulan
bulanan setiap ajaran baru. Aku hidup dalam ketidakpastian . aku tidak bias
menentukan berapa penghasilanku. Betapa buruk perasaanku pada kalian , yang
selali nyrekali aku setiap waktu. Bisanya hanya mensrekal dan menjegal.
Kedamaian dunia hilang, kerjasama kehilangan makna.mereka menemukan dirinya
dalam kejahatan , sedang aku kehilangan diriku diantara semak-semak belukar.musim
dingin yang basah hanya menyiratkan ketidakpuasan pada dunia . dan kami
kehilangan kemesraan sebagai manusia. Aku selalu didera ketakutan bahkan kepada
istriku sekalipun . aku sungguh hidup sendiri dan sengsara.semua awan menutupi
setiap langkahku.di dalam dada terkubur dilautan.dan bagian terbesar dari
masalah adalah tari menarik kepentingan mereka berkepentingan untuk
menghancurkan diriku.pertang dalam memperebvutkan posisi kepala dan pengatur .
mereka saling menyerang , saling menjelekkan. Itu berarti mereka tidak akan
berhenti bertarung.sekaranmg kening kita
dibatasi dengan kemenangan atau kehancuran bila kalah.dan seikat bunga kematian
diatas nisan kita . karena mereka siap mencincang-cincang daging kita dan
mengubur semua bagian kita.tangan-tangan kita dipatahkan , dibangun monument
bergambar wajah mereka sendiri.pertemuan menyenangkan berubah dengan pertemuan
menyeramkan.wajah perang yang muram , yang di kenang situa waktu mereka masih
muda.perlahan menampakkan keriput depannya, bermaksum membuat barisan kuda
mabok biar cepat berlari,barisan kuda yang siap menginjak kaki kaki pejuangnya
sendiri.tapi aku tak bias berlaku tajam , setajam tipuan yang sportip.atau
membuat tatapan yang memancarkan kasih, suatau tatapan bayangan cinta , yang
tak pernah dipancarkan selam aku berdiri disisi.aku membatasi proporsi dari
keadilan yang selama ini aku cari. Ditipu raut wajah yang disembunyikan, ya
dengan alami mereka menyembunyikan kejahatan di dalam hati mereka.ya mereka
cacat . ada yang kurus kerontang kurang gizi, ada yang giginya tonggos , ada yang matanya Cuma sebelah,ada yanbg cacat
seumur hidup wajah dan mulutnya ( nurahmad), tidak cukup hanya itu , memang ia
sudah lama mengincar pembunuhan kepada aku
dengancara dsan dalih apapun.sebelum saat aku menghembusakan nafas
terakhir, dan saat nafasku memasuki dunia ini. Separuh mengangkat kaku pincang
dan diarahkan ke wajahku.hidupnya begitu
pincang dan sangat tidak teratur .gonggongan
anjing seperti aku dianggap sepeerti angina lalu, seperti aku diberhentikan
oleh mereka tanpa sepengetahuanku.kenapa aku dalam kelemahan saat menghadapi
kekerassn seperti ini .daalam kelemahan disaat orang lain menemukan
kedamaian.tanpa kesenangan melewati waktu. Setidaknya aku dsapat melihat
bayangku di mentari pagi,dan memainkan kekuatan dalam kecacatanku sendiri.
Didik Jawa Darminto Astuti- Didi pujo astute-john
ester Didik
Fana
(fanaku
dalam keterasingan)
Kematian
itu pasti.cepat atau lambat kemtian menjadi kepastian yang tak dapat dihindari.
Kematian adalh sebuah prose salami. Ia adaklah symbol ketidakberdayaan, titik
akhir sebuah proses kehidupan. Fase dimana realitas tak dapat dibantah lagi ,
artinya dunia dan kebenaran yang diperebutkan tidak ada yang abadi, semua
hancur, semua berakhir, semua dalam kedudukan yang sama dihadapan kematian ,
tak berdaya. Pada hakekatnya disadari atau tidak, segala yang ada didunia
menuju prases kemusnahan, setiap yang lahir akhirnya harus mati, setiap yang di
buat akhirnya harus rusak, setiap yang kuat pada gilirannya akan lemah.
Begitulah seterusnya sunatullah berlaku, semua berujung pada kefanaan. Ada saat di pakai , ada
saat disingkirkan . ada sat dibutuhkan ada saat disia-siakan, ada sat
angkuh sombong dibanggakan , ada saat
dihancurkan. Begitu aksioma kehidupan
hanaya menunggu satnya, saat ada
dan saat tiada. Dari kenyataan ini hendaknya kita berfikir. Apakah
artinya diri ini ? hanya makhluk yang mempunyai keterbatasan, kerbatasan usia,
kesehatan , kekuatan dan lain sebagainya .pada dirinya ada fese-fase kelemahan
yang tidak dapat ditolak. Karenanya
tidak pantas pongah bila memiliki kekuasan,tidak pantas sombong saat di
beri kelonggaran dan memiliki kebesaran. Ingat semua itu tidak langgeng,
saatnya berkurang dan hancur, disinilah hikmah penting kenapa manusia harus
merenungi segala apa ayang ada pada dirinya karena kehidupan ini fana , maka
semua yang ada pada dirinya semua semu,
semua berkurang dan hancur, semua kenikmatan didalamnya semu fatamorgana ,
tidak kekal, pangkat isane minggat, donyo kenane lungo. Bila akita abelomba-lomba dan tenggelam dalam mencahari kepuasan dunia dan
berlebih-lebihan mencaharinya kita hanya tertipu , kita tidak mendapatkan kecuali hanya kehancuran dan kesiasiaan ( nasehat agama ).
Arti Sempit
dan sesak napas
Hidup
makin terasa sempit tidak memiliki ruang gerak dan waktu berfikir. Semua terasa
pahit , sampai akhirnya aku dimuntahkan. Kapan aku bias memandang hidup sebagai kesempatan untuyk menebus
dosa-dosa.(didik)
Kalau
aku menungkan seluruh perasaanku seribu lembar kertas tidak akan mampu
menampungnya.tapi apa artinya tulisanku kalau tidak kau baca.aku lelah bercita –cita.cukupkah
hidup hanya dengan bercita-cita. Tanpa modal berarti hidup melompong. Hidup
yang tidak menghidupi, hidupnya lebah terbang ke sana kemari atau hidupnya labah labah sarang
digantung menggantang nasib, kalau dipandang asal hidup saja, suatu berkat yang
boleh dinikmati ataupun cukup disesali, terhina dan tidak punya apa-apa.hidup
harus nggasak atau digasak. Atau menikmati kemiskinan dan tak memiliki apa-apa,
atau ketika keluar rumah jadi cercaan anak-anak muda yang bekerja maju,
mondar-mandir kesana kemari tanpa tujuan, tekanan ekonomi sangat mendesak,
kondisi keluarga berantakan, sulit mata air dan terganjalnya cita-cita . apakah
kerja yang berkenan dimata Tuhan. Sepanjang tahun mregawe ora tau absent isih
wae di jebleske jhono, di musuhi sampai hilang bentuk. Mek nututi dit 200 ewu
wae kok tak ewangi njlebut-njlebuto, njebloske endhas. Kok malah sing mlakune
bener malah kepetenah keporit-porit ngene iki piye gusti, sing dho di pikirno
mek apike dhewe-dhewe. Wong mlakune bener mek di paeko. Wis ben kono ben kono eleke bend ho di
katog-katogke. Agama hanya sebagai kedok , jadi preman sejarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar