LIR RESPATI BUMIDAYA
ke pergaulan jalanan yang keras dan tanpa belas , dan pergaulan
orang-orang yang tertawan oleh alam Ruh. Mereka akrab dengan minuman-minuman
keras, berkelana, nglambrang, mengembara tanpa tahu arah dan tidak bertanggung
jawab pada keluarga. Mau pulang ke rumah takut jadi orang tahanan. Tiap hari
hanya ketemu dengan dukun-dukun , mbah suko, mbah kariman , mbah nhggariman, dan
mbah sardi , tetua-tetua adat desa karang pandan .kanag ramli sesekali juga datang
untuk berdiskusi dengan kami persoalan alam arwah. Bahkan tidak jarang sampai
kami menginap dirumahnya.aku akan di tambani katanya”
Aku diusahakan diobatkan ,di datangkan ke rumah kiai-kiai ,dukun-dukun,
aku dianggap kesurupan, kelebon, kemasukan demit susah diam, maunya ngeloyor
terus . Tapi usaha-usaha penyembukan
terhadapku semua sia-sia. Sampai-sampai aku tak sempat mengoreksi diriku,
sesungguhnya siapakah aku ini . niatku hanya satu , bercerai dengan istriku
yang telah membuat aku terlantar,membuang anak-anakku ke tong sampah, dia
selalu menyakiti aku dengan kata-kata kasar dan menuntut selalu uang yang
banyak, aku mengerti tapi tidak tahu solusinya.masyarakat sudah menobatkanku
sebagai orang gila bawaan sejak bayi. Hatiku sakit sedalam-dalamnya, bahkan
akhir-akhir ini niat untuk bercerai itu malah makin menguat karena
ucapan-ucapannya yang memekakkan telinga, tak jarang malah ia memakiku,
menghinaku dengan kata-kata kasar,katanya nggak becus mencari uang, dan semua kata yang tidak mengenakkan perasaan. Kuceritakan semua
niat ceraiku itu tapi tak ada alasan mendasar untuk menceraikannya , karena
keluargaku masih saying dan menyukainya tapi aku sudah mendalam medongkol
kebencianku. Selama aku kerja pun ia sudah terbiasa tidak menghargai perasaan aku,
apalagi kok dalam keadaan aku tertekan, dia sama sekali tak mengerti dan tidak
bekerja seperti ini . ia selalu membuat alibi untuk selalu menag, mengatur ,
arogan , egois, matrialis individualis, mengusir aku dari rumah dan pulang
musti selalu bawa uang, sehingga aku tak bisa menceraikannya begitu saja.
Sebenarnya aku mulai kerasan tinggal dirumah tapi ia mulai mngusaikku dari semedi. Dia dulu dari kalangan darah
biru , kalangan terpandang, kalangan orang pandai sopan santun dan pandai bersilat
lidah dan tanpa kenyataan , hanya mengolah kata-kata. Sebenarnya setressku bukan
karena itu saja, ini sudah kualami sejak 1991, jauh sebelum mengenalnya,
semenjak aku kuliah mengambil jurusan filsafat di sebuah perguruan alam semesta jurusan jalan lurus, aku
keluar dari asrama besar tahun 1995 dan
aku masih menderita sampai awal tahun 2009.
Pada mula tahun1999 aku sudah memiliki putra dua dari istriku wahyu
widyo putraningrat, anak pertama GOGOR adean anak keduaku plencing. Setelah
punya aknak dua penderitaan dan sesak dadaku makin sarat , penyakit jiwaku
makin parah aku mesti minum obat penenang. Aku selalu menulis ini tetapi tak
ada satu percetakanpun yang mau memuatnya.
Hari-hari aku tak mau berputus asa, yang bisa aku lakukan hanya
mengarang an menulis, melukiskan setiap kejadian yang tak pernah selesai, perti
orang mau ngantor tapi tak pernah punya kantor. Rumah yang aku tinggali semua
penuh denga jim yang sewaktu-waktu siap merasuki jiwaju yang lemah, dan
perilaku penghuni rumahku pun seperti orang asing, semua terasa asing
memandangku , demikian pula aku memandang mereka ,,.. semua serba asing saling tak kenal .panjang ceritanya.
Kelihatannya kumpul serumah tapi seperti orang asing saja semua aneh . hidup
dibimbing penuh orang-orang aneh, bicara aneh , diam aneh , berdiri aneh ,
berjalan aneh , berputar-putar dari situ- ke situ lagi. Ada orang hitam ada
orang bule, ada orang china yang semuanya mengancam kehidupanku . ada juga
orang arab yang mau membunuhku dengan pedangnya, sepertinya aku di culik, dibacok beramai-ramai , di
sembelih dengan goloknya, lalu aku di
buang di selokan. Tahu deh mereka
kerja apa dan apa yang mereka dapat
dari kematianku. Mereka memenuhi kamarku seperti kamarnya sendiri, kamarku
penuh dengan sajadah, banyak orang masuk ke kamarku hanya untuk berdoa,
minta pangkat, minta istana, minta anak
, minta rezeki yang banyak, minta kekayaan , do’a yang paling banyak
dikatakan dalam sembahyang meraka.
Yang diberikan tentu yang terbaik yaitu berkah
Ibu kata Yudi nama seekor jim yang merasuki aku minggu ini. Nanti kalu
sudah dikasih sajadah panjang pasti do’a
kamu banyak yang terkabul. Aku tidak tahu apa-apa dengan pemahaman mereka,
hanya tidak faham saja , kok bisa
begitu, alam buruknya tetep buruk , tidak
ada pengaruh baik sama sekali . weallahu a’lam.
Aku di
serang santhet yang memenuhi dadaku setiap pagi dan sore.
Pengaruh kuburan di alam arwah( efek terdampar di
alam Arwah)
Pengaruh kuburan dengan alam arwah sangat dekat sekali.sangat tergantung terhadap
tangapan orang alam arwah itu. Sejauh mana tingkat pemahaman alam arwah
terhadap makna kuburan, dan sejauh mana tingkatan pencapaian pinjiwaan , melepaskan
kelekatan terhadap hal-hal yang bersifat duniawi. Artinya alam arwah tidak lagi mempermasalahkan
kuburan dunia seperti pathok atau kijing yang dihias indah-indah.dari
pengamatan aku yang sudah lama masuk alam arwah , memang banyak arwah
bergentayangan karena terikast pada makamnya, seperti hyalnya orang yang suka
memamerkan rumahnya ketika masuh didunia. Seperti kata pepatah jawa” koe balik
sangune opo , ape di enggo tiku opo no konone.”. tergantung tujuan apa
yang diniatkan ketika orang itu hidup.
Orang yang memulai memasuki alam arwah segalanya berubah, sudah memulai ketingkat perjalanan
arwah tak sempat lagi memikir golek sangu
, karena sudah saatnya berangkat.
Kuburan
atau nisan hanya bersifat monumental sementara saja. Monument untuk pertanda untuk mengerti sejarah generasi selanjutnya.
Oleh karena itu sering dijumpai orang membangun makam , membangun cungkup atau
kuburan keluarga, terpisah dengan makam umum, dibangun secara mewah, megah , di
nilai dari prestige keluarga , sebenarnya
sah-sah saja. semua dinilai dengan kebenaran material, menelan biaya
yang tidak sedikit.. sepertinya kebenaran material baik untuk keluarga dan
generasi yang akan datang, seolah itu suatu prestasi sejarah yang tiada banding
dari orang lain yang dimakamkan disitu.tapi kalau dinilai dari kebenaran
arwah-spiritual semua tak berarti apa-apa, semua itu tidak baik efeknya bagi
alam arwah. Tak jadi persoalan dia dimakamkan seperti itu, itu hanya poersoalan
missi yang dilihat oleh orang hidup biasa dean demi kepentingan perasaan ”wah.”
Secara arwah itu malah membebani, dan tidak baik bagi arwah yang dimakamkan
disitu. Makam yang
megah dan mewah hanya menjadi symbol keluarganya saja. Hal itu membuat arwah terikat kuat pada keduniawian belaka,
apalagi kalau keluarga yang ditinggalkan selalu mengharap-harap, suka kepada
warisan yang ditinggalkannya , sda juga yang embahagi wisit atau angpho. Sehingga
pada waktu ritual pemakaman pun dikuti ritual yang aneh-anehy atau peresmuian
makam. Lalu keluaraga almarhum meminta
supaya yang mati tetap tinggal
disaqna dan tidak ngeluyur kemana-mana karena disitu telah dibangunkan istana
yang megah.artinya begitu arwah yang meninggal mengiyakannya, maka sudah barang
tentu dia terikat kuat pada tempat itu, seperti diikat. Dia tidak bisa masuk ke alam arwah yang lebih sempurna,
tidak dapat menempuh perjalanan untuk waktu yang lama sekali.ketakutan dan kekhawatiran pada waktu masih hjidup tidak akan terejdi pada saat orang pindah kea
lam arwah, bahkan arwah tidak mempersoalkan , apakah ia dikubur, dibakar, dikremasi artau pun di larung. Sebuah ketakutan yang di buat-buat
oleh pengikut agama-agama .
Ada pesan kepada anak-anaknya yang
ditinggalkan, agar setelah ia meninggal, supaya jenazah dikubur, khawatir nanti
kalau kuburannya digusur, lantas ia minta dibakar saja. Juga ada yang
merepotkan lagi supaya jenazahnya dibakar lantas abunya disimpan dalam guci.
Sedang kalau dimakamkan juga akan
merepotkan keluarganya yang ditinggalkan, akan mondar-mandir ke makam untuk berziaroh , untuk tabur bunga atau kirim
do’a. tapi aneh lagi ada yang berpesan
kubur yang dalam, agar tidak di eker-eker anjing, jangan dikremasi atau dibakar
sebab dia ngeri melihat tubuhnya terbakar, dia kepanasan dan menderita ! begitu
katanya.
Dari pandangan apirutual aku sendiri lain lagi, pengalama sehabis
kemtian biasanaya di selanggarakan berbagai macam ritual, biasanya sebelum di
doakan , terus dikafani terus di doakan lagi baru dibawa ke makam, tak peduli
matinya ditabrak mobil di jalanan atau di sruduk hewan buas, aku cenderung berpendapat,
semuanya baik , tapi bahwa jenaazah yang
dikremasi akan lebih rapi dari pada dikubur, sebab kalau
dikubur, mempunyai resiko arwahnya terikat pada makamnya. Artinya hal ini
menghamabat jalannya arwah. Kalau dikremasi lalu dibuang dilaut, seperti jasad osama bin ladin benggol teroris yang di kejar kejar
interpol amerika
, mengurangi keterikatan kebendaan arwah terhanyut secara dunia dari
kehidupan.lantas apakah guananya ritual alam arwah ?.
Dari
pengalaman aku ritual tetap ada gunanya dan manfaatnya untuk arwah selama arwah
tersebut masih berada dalam alam transisi atau alam gentayangan. Dengan akurat bahwa upacara ritual
benar-benar dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan spiritual mantap.
Kalau tidak maka semua kiriman itu tidak akan sampai,k tidak mampu menembus
alam arwah, dan tidak diterima , artinya mubadzir..
Untuk mengetahui siapa gerangan
orang yang emmpunyai kemampuan menembus alam ghaib, melakukan ritual
upacara,pembersihan rumah, tentu adalah orang-oprang suci yang telah mendapat
hidayah, diberi petunjuk dengan jelas , dan ditunjuk oleh tetua -tetua dan
sesepuh untuk memimpin ritual itu. (14-1-2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar