Kamis, 04 Oktober 2012

NOVEL TANPA TITIK JABANG BATYI

LIR RESPATI BUMIDAYA
 
ke pergaulan jalanan yang keras dan tanpa belas , dan pergaulan orang-orang yang tertawan oleh alam Ruh. Mereka akrab dengan minuman-minuman keras, berkelana, nglambrang, mengembara tanpa tahu arah dan tidak bertanggung jawab pada keluarga. Mau pulang ke rumah takut jadi orang tahanan. Tiap hari hanya ketemu dengan dukun-dukun , mbah suko, mbah kariman , mbah nhggariman, dan mbah sardi , tetua-tetua adat desa karang pandan .kanag ramli sesekali juga datang untuk berdiskusi dengan kami persoalan alam arwah. Bahkan tidak jarang sampai kami menginap dirumahnya.aku akan di tambani katanya”
Aku diusahakan diobatkan ,di datangkan ke rumah kiai-kiai ,dukun-dukun, aku dianggap kesurupan, kelebon, kemasukan demit susah diam, maunya ngeloyor terus  . Tapi usaha-usaha penyembukan terhadapku semua sia-sia. Sampai-sampai aku tak sempat mengoreksi diriku, sesungguhnya siapakah aku ini . niatku hanya satu , bercerai dengan istriku yang telah membuat aku terlantar,membuang anak-anakku ke tong sampah, dia selalu menyakiti aku dengan kata-kata kasar dan menuntut selalu uang yang banyak, aku mengerti tapi tidak tahu solusinya.masyarakat sudah menobatkanku sebagai orang gila bawaan sejak bayi. Hatiku sakit sedalam-dalamnya, bahkan akhir-akhir ini niat untuk bercerai itu malah makin menguat karena ucapan-ucapannya yang memekakkan telinga, tak jarang malah ia memakiku, menghinaku dengan kata-kata kasar,katanya nggak becus mencari uang, dan semua kata yang tidak mengenakkan perasaan. Kuceritakan semua niat ceraiku itu tapi tak ada alasan mendasar untuk menceraikannya , karena keluargaku masih saying dan menyukainya tapi aku sudah mendalam medongkol kebencianku. Selama aku kerja pun ia sudah terbiasa tidak menghargai perasaan aku, apalagi kok dalam keadaan aku tertekan, dia sama sekali tak mengerti dan tidak bekerja seperti ini . ia selalu membuat alibi untuk selalu menag, mengatur , arogan , egois, matrialis individualis, mengusir aku dari rumah dan pulang musti selalu bawa uang, sehingga aku tak bisa menceraikannya begitu saja. Sebenarnya aku mulai kerasan tinggal dirumah tapi ia mulai mngusaikku dari semedi. Dia dulu dari kalangan darah biru , kalangan terpandang, kalangan orang pandai sopan santun dan pandai bersilat lidah dan tanpa kenyataan , hanya mengolah kata-kata. Sebenarnya setressku bukan karena itu saja, ini sudah kualami sejak 1991, jauh sebelum mengenalnya, semenjak aku kuliah mengambil jurusan filsafat di sebuah perguruan alam semesta jurusan jalan lurus, aku keluar dari asrama besar  tahun 1995 dan aku masih menderita sampai awal tahun 2009.
Pada mula tahun1999 aku sudah memiliki putra dua dari istriku wahyu widyo putraningrat, anak pertama GOGOR adean anak keduaku plencing. Setelah punya aknak dua penderitaan dan sesak dadaku makin sarat , penyakit jiwaku makin parah aku mesti minum obat penenang. Aku selalu menulis ini tetapi tak ada satu percetakanpun yang mau memuatnya.
Hari-hari aku tak mau berputus asa, yang bisa aku lakukan hanya mengarang an menulis, melukiskan setiap kejadian yang tak pernah selesai, perti orang mau ngantor tapi tak pernah punya kantor. Rumah yang aku tinggali semua penuh denga jim yang sewaktu-waktu siap merasuki jiwaju yang lemah, dan perilaku penghuni rumahku pun seperti orang asing, semua terasa asing memandangku , demikian pula aku memandang mereka ,,.. semua serba asing  saling tak kenal .panjang ceritanya. Kelihatannya kumpul serumah tapi seperti orang asing saja semua aneh . hidup dibimbing penuh orang-orang aneh, bicara aneh , diam aneh , berdiri aneh , berjalan aneh , berputar-putar dari situ- ke situ lagi. Ada orang hitam ada orang bule, ada orang china yang semuanya mengancam kehidupanku . ada juga orang arab yang mau membunuhku dengan pedangnya, sepertinya aku di culik, dibacok beramai-ramai , di sembelih dengan goloknya, lalu aku di buang di selokan. Tahu deh mereka kerja apa dan apa yang mereka dapat dari kematianku. Mereka memenuhi kamarku seperti kamarnya sendiri, kamarku penuh dengan sajadah, banyak orang masuk ke kamarku hanya untuk berdoa, minta pangkat, minta istana, minta anak , minta rezeki yang banyak, minta kekayaan , do’a yang paling banyak dikatakan dalam sembahyang meraka. Yang diberikan tentu yang terbaik yaitu berkah Ibu kata Yudi nama seekor jim yang merasuki aku minggu ini. Nanti kalu sudah dikasih sajadah panjang pasti do’a kamu banyak yang terkabul. Aku tidak tahu apa-apa dengan pemahaman mereka, hanya tidak faham saja , kok bisa begitu, alam buruknya tetep buruk , tidak ada pengaruh baik sama sekali . weallahu a’lam.

Aku di serang santhet yang memenuhi dadaku setiap pagi dan sore.


Pengaruh kuburan di alam arwah( efek terdampar di alam Arwah)

Pengaruh kuburan dengan alam arwah sangat  dekat sekali.sangat tergantung terhadap tangapan orang alam arwah itu. Sejauh mana tingkat pemahaman alam arwah terhadap makna kuburan, dan sejauh mana tingkatan pencapaian pinjiwaan , melepaskan kelekatan terhadap hal-hal yang bersifat duniawi. Artinya  alam arwah tidak lagi mempermasalahkan kuburan dunia seperti pathok atau kijing yang dihias indah-indah.dari pengamatan aku yang sudah lama masuk alam arwah , memang banyak arwah bergentayangan karena terikast pada makamnya, seperti hyalnya orang yang suka memamerkan rumahnya ketika masuh didunia. Seperti kata pepatah jawa” koe balik sangune opo , ape di enggo tiku opo no konone.”. tergantung tujuan apa yang  diniatkan ketika orang itu hidup. Orang yang memulai memasuki alam arwah segalanya  berubah, sudah memulai ketingkat perjalanan arwah tak sempat lagi memikir golek sangu , karena sudah saatnya berangkat.
Kuburan atau nisan hanya bersifat monumental sementara saja.  Monument untuk pertanda  untuk mengerti sejarah generasi selanjutnya. Oleh karena itu sering dijumpai orang membangun makam , membangun cungkup atau kuburan keluarga, terpisah dengan makam umum, dibangun secara mewah, megah , di nilai dari prestige keluarga , sebenarnya  sah-sah saja. semua dinilai dengan kebenaran material, menelan biaya yang tidak sedikit.. sepertinya kebenaran material baik untuk keluarga dan generasi yang akan datang, seolah itu suatu prestasi sejarah yang tiada banding dari orang lain yang dimakamkan disitu.tapi kalau dinilai dari kebenaran arwah-spiritual semua tak berarti apa-apa, semua itu tidak baik efeknya bagi alam arwah. Tak jadi persoalan dia dimakamkan seperti itu, itu hanya poersoalan missi yang dilihat oleh orang hidup biasa dean demi kepentingan perasaan ”wah.” Secara arwah itu malah membebani, dan tidak baik bagi arwah yang dimakamkan disitu. Makam yang megah dan mewah hanya menjadi symbol keluarganya saja. Hal itu membuat  arwah terikat kuat pada keduniawian belaka, apalagi kalau keluarga yang ditinggalkan selalu mengharap-harap, suka kepada warisan yang ditinggalkannya , sda juga yang embahagi wisit atau angpho. Sehingga pada waktu ritual pemakaman pun dikuti ritual yang aneh-anehy atau peresmuian makam. Lalu keluaraga almarhum meminta  supaya  yang mati tetap tinggal disaqna dan tidak ngeluyur kemana-mana karena disitu telah dibangunkan istana yang megah.artinya begitu arwah yang meninggal mengiyakannya, maka sudah barang tentu dia terikat kuat pada tempat itu, seperti diikat. Dia tidak bisa masuk ke alam arwah yang lebih sempurna, tidak dapat menempuh perjalanan untuk waktu yang lama sekali.ketakutan  dan kekhawatiran pada waktu masih hjidup  tidak akan terejdi pada saat orang pindah kea lam arwah, bahkan arwah tidak mempersoalkan , apakah ia dikubur, dibakar, dikremasi artau pun di larung. Sebuah ketakutan yang di buat-buat oleh pengikut agama-agama .
            Ada pesan kepada anak-anaknya yang ditinggalkan, agar setelah ia meninggal, supaya jenazah dikubur, khawatir nanti kalau kuburannya digusur, lantas ia minta dibakar saja. Juga ada yang merepotkan lagi supaya jenazahnya dibakar lantas abunya disimpan dalam guci. Sedang kalau dimakamkan  juga akan merepotkan keluarganya yang ditinggalkan, akan mondar-mandir ke makam untuk berziaroh , untuk tabur bunga atau kirim do’a. tapi  aneh lagi ada yang berpesan kubur yang dalam, agar tidak di eker-eker anjing, jangan dikremasi atau dibakar sebab dia ngeri melihat tubuhnya terbakar, dia kepanasan dan menderita ! begitu katanya.
            Dari pandangan apirutual aku sendiri lain lagi,  pengalama sehabis kemtian  biasanaya di selanggarakan  berbagai macam ritual, biasanya sebelum di doakan , terus dikafani terus di doakan lagi baru dibawa ke makam, tak peduli matinya ditabrak mobil di jalanan atau di sruduk hewan buas, aku cenderung berpendapat, semuanya baik ,  tapi bahwa jenaazah yang dikremasi akan lebih  rapi dari pada dikubur, sebab kalau dikubur, mempunyai resiko arwahnya terikat pada makamnya. Artinya hal ini menghamabat jalannya arwah. Kalau dikremasi lalu dibuang dilaut, seperti jasad osama bin ladin benggol teroris yang di kejar kejar interpol amerika , mengurangi keterikatan kebendaan arwah terhanyut secara dunia dari kehidupan.lantas apakah guananya ritual alam arwah ?.
            Dari pengalaman aku ritual tetap ada gunanya dan manfaatnya untuk arwah selama arwah tersebut masih berada dalam alam transisi atau alam gentayangan. Dengan akurat bahwa upacara ritual benar-benar dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan spiritual mantap. Kalau tidak maka semua kiriman itu tidak akan sampai,k tidak mampu menembus alam arwah, dan tidak diterima , artinya mubadzir..
            Untuk mengetahui siapa gerangan orang yang emmpunyai kemampuan menembus alam ghaib, melakukan ritual upacara,pembersihan rumah, tentu adalah orang-oprang suci yang telah mendapat hidayah, diberi petunjuk dengan jelas , dan ditunjuk oleh tetua -tetua dan sesepuh untuk memimpin ritual itu. (14-1-2009)

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives