LIR RESPATI BUMIDAYA
Kang dul bertemu dengan dewi mumtaz di alam arwah(
sebuah cerita)
Kang dull bertemu dengan Dewi mumtaz
dari India dan taj mahal. Dia bercerita ; aku tidak pernah kemana-mana
selama hidup biasa, tapi aku bisa berkelana ke mana mana dalam alam arwah, selama
berkelana lama selkali tidak berjumpa
dengan sioapa-siapa, aku juga berkeliling menjumpai sanak keluarga,handai
taulan, teman-teman yang jadi pejabat , aku lihat keadaannya aku datangi mereka
,tapi serta merta mereka tidak membukakan pintu, mereka tak mampu melihat aku,
tidak mau melihat sisi lain dari diriku. Yang mereka lihat hanya sisi hidup
mereka sehari-hari yang doyan dolan ke tempat-tempat kenalannya, tapi mereka
sama sekali sudah tak mau kenal dengan aku , karena aku sudah terlanjur masuk
alam ajaalil maktub. Bertemu dalam suasaana berbeda dalam keadaan
gentayangan, ada juga yang gentayangan ke korea arab , Amerika, Sudan’ Maroko ,Israel dan Palestina. Disisi lain ada berita
yang justru mengejutkan tentang masuknya
Didik ke Alam Gaib, berita yang
disampaikan dari alam Gaib memberitakan keadaan didik. Ketika aku memasuki alam itu, aku bertemu arwah-arwah asing lain
bergentayangan dipasar-pasar, yang tidak aku kenal satu-persatu, aku
betul-betul tidak kenal mereka, tetapi mereka sok akrab dengan aku, aku sudah
terlau terkenal di alam arwah, dan aku sudah dinantikan mereka- mereka kesepian
jika aku tidak datang, walau terkadang mereka membuat hati kesal. Aku tidak
diperkenankan bertanya ataupun menjawab pertanyaan , melainkan mecengis saja
,atau diam saja. Orang–orang yang biasa aku kenal di Alam Arwah , sudah sulit aku
ketemukan disini, mulai kang Ramli , kang Basas, pak Asrab, semua sudah
hengkang dari kegaiban pasar, barangkali sudak pindsah alam, semua yang aku
kenal dulu hilang. Hilang dari dunia alam normal. Arwah meneng artinya piye
carane ngejak ngomong tidak asal ngomong ora kok angger cap ngomongan nggabrul.
Nek apik di bcap , sing bener di catet, dalam catatan buku besar
Di alam arwah tidak ada orang bercakap-cakap kalau tidak betul-betul
pembicara ulung, kalau sesama arwah bisa berbicara, pasti mereka berdebat, nati
ujung-ujungnya berkelahi, bisa jadi karena tidak dapat berbicara, ya kalau
tidak cocok ya Cuma pakai pengertian, atau langlung marah dan saling baku
hantam. Di lam arwah juga sama , ada jotosan , malah banyak jotosan, karena
disana tidak ada batas hukum polisi. Ya ada juga yang berebut tempat, ada yang berebut harta,ada
yang berebut perempuan cantik-cantik,
ada yang berebut pangkat, ada yang berebut warisan, umpamanya kalau ia mau
berteduh di suatu teras atau rumah kosong , umpama ada orang berteduh di suatu
teras , lalu ia di iri orang lalu di usir, ada yang mengalah dan meninggalkan tempat itu diam saja, juga
ada kalau ada arwah baru yang mau ikut berteduh dia welcome saja.tetapi kalau
yang sudah ada disitu adalah pentolan atau preman
arwah, misalnya dalam keadaan hujan dia tidak mau berbagi tempat, ia
mengusir bahkan kadang memukul dan menendang. Emperan teras yang dimaksud bukat
teras seperti orang hidup, tetapi teras alam arwah, dalam kehidupan arwah, dan
bangunan alam arwah,atau rumah dalam alam arwah.
Kemudian aku mencari-cari di alam
arwah itu, apakah ada musholla atau masjid? ternyata disana juga ada masjid dan
musholla , masjidnya bagus , mushollanya juga bagus. Waktu mau sholat , aku
tersesat, ternyata musholla alam ghaih, aku
pun masuk disana , sholat disana dan sekedar tiduran disana setelah terjatuh
dari sepeda motor di kopeng pada lebaran lalu.disana tidak ada seorangpun ,
tapi karpetnya hijau bersih , disana tidak ada orang berjamaah , mereka
bersembahyang tapi tidak kelihatan yang lainnya, ya keadaannya seperti
masjidnya orang hidup beneran , ya mushollanya orang hidup.waktu aku tunbggu
samapi maghrib, aku ikut sholat berjamaah, sholat ikut mereka , ternyata disini
sama saja dengan sholatnya orang hidup, mereka hanya berlomba-lomba sholat, isinya
seperti biar dihormati sesama alam arwah saja, tidak karena allah. Aku juga
melihat mereka sholat 5 waktu berjamaah disitu, mereka bergurau, tertawa-tawa ,
saling mengejek dengan yang lain, saling menipu, saling mengorbankan, saling
menjegal , saling menjelekkan dan saling kentut yang baunya nggak ketulungan ,makannya
jengkol barangkali nggak, atau mereka makannya apa? Aku juga akhirnya ikut
kentut tetpi bau wangi seperti mimyak
kasturi, kentutku berbeda dengan mereka. Kentut mereka lebih berbau anyir
seperti bangkai, karena makanan mereka dari barang haram barangkali , atau
hasil korupsi, atau maling. Setelah aku perhatikan dengan seksama , ternyata
disana ada arwah-arwah bejajil, jim ,ifrit, demit, setan, iblis, banaspati,
gendoruwo , wewe gombel, sundel bolong, semua ikut sholat
berjamaah , pake rukuh rapi , berdandan
cantik dan ganteng layaknya mau sholat Id. Beberapa arwah kelihatan mau
sholat karena di suruh malaikatnya saja , atau karena”pekewuh” kalau tidak mau
ikut sholat nanti di ingkel-ingkel malaikat yang bernama Jalil. Di godog di air
panas dan di sunduki atau di sujeni dari anus samapai kepala seperti
babi guling oleh malaikat yang bernama subhan. Dan di masukkan api yang menyala
oleh malaikat Malik .ada yang sholat kepalanya njungkir balik, ada yang pake
bathuk, ada yang sembahyang tapi tidak ada suaranya, jadi hanya jengkang
–jengking saja, kepayahan dari tengah malam sampai fajar berharap dapat
mukjizat , dapat rejeki , pekerjaan , pangkat dan seluruh kebutuhan hidupnya
hanya dengan sholat, ada yang lamcing
, begitu salam langsung plencing, tidak pake do’a-do’anan karena tidak sempat
berdo’a, ada yang suka sholat sendiri-sendiri. Ada yang suka sholat berjamaah,
yang sholat sendiri karena tidak percaya pada kepandaian , kefasihan, ketuaan ,
kesaktian, kekuasaan Imamnya, karena
imamnya sering lupa rekaat sholat dan bacan sholat, akhirnya ia suka sholat
sendiri, setelah sholat baru keluar lagi.
Lah sama sekali beda 180 derajat dengan masjidnya orang hidup, karena
orang hidup itu kebutuhannya banyak , lalu para imam menggunakan kekuasaannya
atas masjid dan pesantrennya untuk mencari amalan yang menghasilkan duit, pura-pura
cari sumbangan untuk penghidupan dan kekayaan mereka, ada juga yang mencuri isi
kothak amal mesjid untuk piara kambing atau sapi mereka , atau berdagang,
membuat acara-acara proposal atas nama masjid, karena ia seorang pengurus
masjid ,tetapi hasilnya dipakai pribadi , menghidupi dirinya dan keluarganya.
Pas aku masuk ikut
sholat, malah aku bingung sekali,
lafal azan, iqomah, dan lafatz sholatnya jauh sekali berbeda dengan yang diajarkan kepada aku waktu MI,sampai
di IAIN, aku heran yang belajar agama yahono yahene malah dianggap tidak bisa
apa-apa, termasuk baca qur’an dan khutbah , tetapi mereka yang grathul-grathul baca qur’an, ora karuan
makhraj dan tajwidnya , sudah berani memperebutkan jabatan imam di alam arwah,
aku jadi kudu edan dewe. Karena
shofnya terlalu rapat berbeda dengan shof waktu di dunia, aku sempat jeblogan
waktu sujud, kamu menghadap ke barat ia mengahadap ke timur.
Lha di mesjidnya orang hidup, kok ada penjaga ghaibnya, aku malah heran
, lebih galak dari orang hidup itu sendiri, puntinya di pasah halus diberi ghendhel bagus-bagus dan di beri kaca
bertuliskan allah dan muhammad. Waktu aku tiduran diemperan pendapa masjid itu
aku diseret keluar dan di usir, katanya sudah siang , masjid tidak boleh
dipakai tidur-tiduran , karena dianggapnya aku orang gila, karena bajuku lusuh,
tidak boleh sholat bersama orang waras yang necis-necis, tidak boleh tidur-tiduran
ditempat ini entar ngorok dan ngiler, najis . dilarang berbicara diwaktu
khotbah, kecuali keluarga masjid itu sendiri . Pada waktu membesarkan volume
ampli. Ini bukan tempat mandi umum, ini bukan tempat tidur kere njembel, ”begitu
ujar penjaga masjid yang bernama mastur itu”. Ini bukan peristirahatan.
Akhirnya karena tidak punya tempat berteduh aku terpaksa tidur di beGENGgekan,tempat terkotor di alam arwah,
karena di masjid-masjid biasanya tidak ada wc dan kamar mandinya, orang sholat
mesti ngempet ngising dan pipis , tapi di pasar-pasar
, terminal , dan kompleks ada banyak tempat
seperti itu., juga kadang-kadang tidur
di emperan toko , di rondan , balai desa dan dipasar ketika hari
sudah siang.dan pedagang sudah pulang ke rumah mereka.
Sehari-hari aku berkelana dalam alam arwah , ngganggur, tidak memiliki
pekerjaan , makan dari pemberian orang , atau mengorek makan sisa dari sampah-sampah, ya begitu praktis hidupku ,
tapi aku menikmatinya, alam arwah itu ternyata begitu besar, gegitu luas tidak
terbatas, aku bebas ngalor-ngidul, ngetan-ngulon , kesana kemari , pulang pergi
membawa apa saja yang aku mau . tapi aku dipesen arwah bapakku untuk selalu
berlaku jujur dan selalu melaksanakan sholat lima waktu dimana saja berada, dan
sehabis sembahyang harus wiridan selalu berdoa-doa afiyah , doa sapu jagat dan
bertadarus Al-Qur’an. Sehabis sembahyang biasanya aku berkeliling-kelilling,
sekitar sawah , di desa-desa sekitar, mengunjungi
pejabat-pejabat desa dan anak-anak kecil, berteduh disana-sini karena tidak
punya tempat singgah tetap., Kadang kala
teringat wakjtu aku di usir dari asramaku, yang dirobohkan untuk membangun
asrama Haji, betapa kejamnya arwah malaikat yang dipimpin Kaji Sis Aji, pemimpin
alam arwah para tikus putih . Yang perbuatannya sangat jahat dalam pemfitnahan
aku, sekaligus melakukan pengusiran.Aku tidak berdaya tiap2 aku berkelompok aku
di usir , setiap kali aku berteduh, aku di
usir, sehingga aku selalu berpindah-pindah tempat, mulai dari emperan took
, serambi mesjid , rondan karena kalah pamor dan tidak punya kekuatan mempertahankan diri untuk tempat berteduh saja . Tiap punya
apa-apa selalu di buang ,dibakar, tiap aku punya Anak, anakkupun dibuang , tiap
punya istri aku diceraikan oleh
orang-orang yang mengaku dirinya normal-waras , pun tiap aku punya pekerjaan ,aku
selau dipecat,disingkirkan, mereka iri, barangkali ., tiap punya harta ,
hartaku dihabisi, di apusi Ripa’I, Jono cs, Suhadi , ditipu Jabir, dan di
serakahi Ibuku dan paklek-paklekku sendiri , dirampok,m mereka habiskan, baik oleh keluarga kelompok lampoar rifa’I, Herman , Isma’il, salekun, semua
menggrayak harta bapakku dan keluarga Endog2 Bosoks..pertama sekali dengan
sopan santun mereka bilang hutang,
membutuhkan tolong tetapi tidak mau mengembalikan
uang bapakku semuanya, hanya diberi perjanjian kosong belaka, dan tiap
menagih dilempari botol bekas dan kursi Rusak . Uang bapakku mereka rampok habis,
hingga aku nggak bisa apa-apa, dipakai berpesta-pora mereka untuk menjadikan
anak-anak mereka pegawai,jadi polisi, tentara dan pengusaha sedangkan keadaanku
sangat mengenaskan, dipenuhi dengan
kemiskinan,dipenuhi kehinaan , kemelaratan, tak mampu makan , kembang kempis,
seakan mereka mendesak keberadaanku di Dunia ini memaksa aku harus masuk
ke alam gha’ib karena kemiskinan .Harga diriku hancur lantak , dijerat
dengan denda-denda dosa yang tak pernah kulakukan, mereka pinter-pinteran,
saling mengkibul, saling menipu, saling menjegal . Cita-citaku berantakan,
kandas,sepertinya aku tidak bisa kembali ke alam dunia normal, aku serba salah,
serba kalah dalam segala kekalahan ! Maasya allah.laa haula walaa quata illa
billahil ‘aliyyil azdiim. Ana dhoiifun , fa Qowwini yaaa Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar