Kamis, 04 Oktober 2012

NOVEL TT 45

LIR RESPATI BUMIDAYA
 
Penarik pedati di kubangan

Kutarik pedati usang dengan roda terseok seok, aku tak tahu kalau para penumpangnya penuh terkubang dilubang berlobang-lobang di jalan sejarah yang tidak rata. Para penumpang sendiri mulai gelisah apakah  samapai tujuan dengan keberadaan mereka semakin lama semakin sunyi karena menderita ketakjutan, sunyi mencekam , penarik pedati yang sarat beban itru dengan kejam mencambuki kuda beban itu tak berperi kemnanusian , tidak punya istirahat 07/01 kode pantatnya, setiap hari seperti itu , tak punya hati, tak punya perasaan , tak punya perasaan. Rasanya kepingin berteriak dalam keterpaksaan berteriak dan mencari celah , jalan keluar, karena hanya jadi  kuda beban Jono , tidak pernah  hidup tanpa hasil bagi kuda itu. Kuda makin kelelahan  tidak ada  tambahan gizi , seluruh binatang dinaikkan ke setrek itu . ada kadal, ada serigala, ada musang, ada anjing, ada kerbau , ada sapi, dan semua binatang sejagad dimasukkan keatas kereta itu, walau sarat beban  tetapi sang pengawas memaksa dan tidak menambah kuda lain, kusirnya tak boleh berfikir akan berjalan kemana , diarahkan ke timur atau ke barat , kusir tidak tahu arah sebab pengawas terlalu kejam dank eras , para penumpang yang usrek diturunkan di tengah jalan begitu saja tanpa diberi bekal perjalanan , kalau perlu malah di denda. Moncong-moncong mulai saling memfitnah , ada moncong yang dipojokkan oleh penumpang lain, lantaran ia paling banyak berteori ,paling banyak membawa buku, paling hafal semua rumus dan filsafat. Moncong itu tak pernah diberi kesempatan untuk berfikir sekalipun apalagi kok bicara. Akhirnya moncong itu menemukan jalan keluar dengan melobangi perlahan –lahan kereta itu dari bawah samapai ia menemukan jalan keluar untuk beranjak dari kubangan itu.. jalan keluar bagi kusir , kalau belum usai, mungkin dalam kebimbangannyapara penumpang itu ermosi menyetop pedati lain. Timbul masalah baru yang mengerogoti otak’ apakah ia sengaja diperosokkan  kusir baru di pedati ini .
Sementara pendepan mencari sopir pedati baru yang sabar dan bersemangat, muncul korban yang sering dilupakan orang-orang, tidak masuk daftar hitungan dan selalu dicampakkan. Orang-orang lupa itu betapa semangat memperdaya orang  dalam hitungan itu, bahkan menghabisi hak hidupnya apakah esok masih ada matahari diantara semak-semak ini ?


Dimana ketenangan

Wahai murid-muridku, bagaimana pikiranmu, mana yang lebih banyak membantahnya, air yang ada didalam empat samudera ataukah air yang  kutumpahkan ketika air mataku menangis, ketika kau berpetualang dan tersesat dalam ziarah yang panjang ini , sebab yang jadi bagianmu adalah segala yang kau benci, yang kau cintai dan yang tidak berguna bagimu .

Nrimo ing pandum dan pasrah diri

Orang bijaksana merasa tenang  bukan karena ia bicara pada dirinya sendiri melainkan adalah lebih baik untuk bersikap tenang. Ia bersikap tenang karena memang tidak ada sesuatupun di dunia ini yang mengganggu pikirannya. Jika air bias begitu jernih bila sedang tenang, begitu pula batin manusia ?. jika pikiran orang bijaksana  bisa menjadi cermin alam semesta yang memantulkan semua yang ada di dalamnya; sikap pasip, lenang, lemah,tanpa prasangka, tanpa aksi , menunjukkan alam semesta dalam keadaan damai dan menampakkan betapa tingginya perkembangan watak manusia.

Penderitaan
Penderitaan yang menderaku tanpa batas, kematian yang menekan begitu dahsyat , emncekam, satu persoalan filsafat serius menghempasku yaitu keinginan untuk bunuh diri, barangkali itu yang menjawab pertanyaan filosofis. Hal ini seperti seorang yang telah dihunjam anak panah beracun, dan seorang kawanpun tak ada yang menolong.orang sakitpun ber ujara:aku tidak sudi anak panah ini dicabut samapi aku tahu siapa nama-nama orang  yang telah melukai aku, samapai aku tahu entah darimana dia berasal.’ Orang tadi akan mati tanpa pernah tahu sebab kematiannya, apa yang diketahuinya. Begitu pula entah dunia ini kekal atau tidak… masih saja ada kelahiran , usia tua, kesengsaraan , ratapan, penderiataan , duka cita dan keputus asaan yang papa.(batas sakitku).

Kebenaran yang mulia

Oh Guru… inilah kebenaran mulia  tentang melenyapkan pederiataan.melenyapkan itu berarti menghapuskan keinginan secara sempurna, membuang keinginan itu, menyangkal diri, memisahkan dari diri dan tidak memberikan tempat baginya.
Oh guru, inilah kebenaran mulia tentang jalan menuju pelenyapan penderitaan itu. Delapan langkah yang benar, yaitu : Pengliuhatan yang benar, keinginan yang benar, perbuatan yang benar, hidup yang benar, usaha yang benar, dan semedi yang benar.

Engkau tidak memiliki dirimu sendiri, sebab dirimu dipinjamkan oleh alam kepadamu. Ia adalah harmoni yang dipinjamkan alam kepadamu, kodratmu bukan milikmu; ia adalah  perkembangan alamiah yang dipinjamkan kepadamu oleh alam semesta. Alhamdu lillaahi robbil aalamiin. Ia tidak mau mencampuri hidup orang lain, tidak mau memaksakan kehendaknya pada mereka, tetapi ia menolong mereka menjadi bebas; lewat keterlibatannya ia membimbing mereka pada kesatuan, dan pada kesatuan itu pulalah diia membimbing kodrat, membebaskan nasib mereka.

Pembebas Rohani

Ibu itu adalah Tao,sumber segala sesuatu. Anak-anaknya adalah benda dan ala mini, yang merupakan manifestasi. Dengan mengetahui bahwa segala sesuatu dalam ala mini dari sumber yang sama dan tetap memelihara keharmonisan dan kesatuan, seseorang mencapai Pembebasan Rohani, tidsak lagi terikat pada individualitas benda-benda.adalah permulaan dari alam semesta adalah ibu, dari ibu kita mengenal-anak-anaknya, tetaplah bersatu dengan ibu itu. Maka seluruh hidupmu terhindar dari kerugian .kalau orang lain bertindak keluar batas dari peraturan , aku bekerja dalam batas-batas peraturan itu. Orang lain hanya melihat apa yang akan mereka capai sehingga mereka bertindak diluar garis peraturan hidup”.


Membentuk opini hidup

Orang-orang purba ingin melindungi watak yang murni dan bersih.
Hati-hati lho dik, ora sah tutuk ning kidulan , koe ngko difitnah, di dendo, di grebeg, omongan wae di enggo dasar hukum , bahaya! ( ayatollah fatahillah arit, Edy kampak 11) memANG ADA BENARNYA EDI KAMPAK  walau ia orang kafir  ia menolongku dengan motivasinya , untuk berhati hati jerat Yono, digdo ,toyo moden sempret dan  Naryo kancane Jayus,. Sekitar 5 januari 2012 ada penangkapan oleh korp reskrim  polres untukmenangkapku karena mengajarkan aliran sesat , ada serse sebanyak 500 orang dengan komendsan 3 dan itu semua sekayasa Digdo yang memakai senjata partai ora umum. Aku ditolong  saudara laki lakiku Arif  lalu melobi mbah sarpin yang masih saudaranya jenderal sarbini.

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives