LIR RESPATI BUMIDAYA
Penarik
pedati di kubangan
Kutarik pedati usang dengan
roda terseok seok, aku tak tahu kalau para penumpangnya penuh terkubang
dilubang berlobang-lobang di jalan sejarah yang tidak rata. Para penumpang
sendiri mulai gelisah apakah samapai
tujuan dengan keberadaan mereka semakin lama semakin sunyi karena menderita
ketakjutan, sunyi mencekam , penarik pedati yang sarat beban itru dengan kejam
mencambuki kuda beban itu tak berperi kemnanusian , tidak punya istirahat 07/01
kode pantatnya, setiap hari seperti itu , tak punya hati, tak punya perasaan ,
tak punya perasaan. Rasanya kepingin berteriak dalam keterpaksaan berteriak dan
mencari celah , jalan keluar, karena hanya jadi
kuda beban Jono , tidak pernah
hidup tanpa hasil bagi kuda itu. Kuda makin kelelahan tidak ada
tambahan gizi , seluruh binatang dinaikkan ke setrek itu . ada kadal,
ada serigala, ada musang, ada anjing, ada kerbau , ada sapi, dan semua binatang
sejagad dimasukkan keatas kereta itu, walau sarat beban tetapi sang pengawas memaksa dan tidak
menambah kuda lain, kusirnya tak boleh berfikir akan berjalan kemana ,
diarahkan ke timur atau ke barat , kusir tidak tahu arah sebab pengawas terlalu
kejam dank eras , para penumpang yang usrek diturunkan di tengah jalan begitu
saja tanpa diberi bekal perjalanan , kalau perlu malah di denda.
Moncong-moncong mulai saling memfitnah , ada moncong yang dipojokkan oleh
penumpang lain, lantaran ia paling banyak berteori ,paling banyak membawa buku,
paling hafal semua rumus dan filsafat. Moncong itu tak pernah diberi kesempatan
untuk berfikir sekalipun apalagi kok bicara. Akhirnya moncong itu menemukan
jalan keluar dengan melobangi perlahan –lahan kereta itu dari bawah samapai ia
menemukan jalan keluar untuk beranjak dari kubangan itu.. jalan keluar bagi
kusir , kalau belum usai, mungkin dalam kebimbangannyapara penumpang itu ermosi
menyetop pedati lain. Timbul masalah baru yang mengerogoti otak’ apakah ia
sengaja diperosokkan kusir baru di pedati
ini .
Sementara pendepan mencari
sopir pedati baru yang sabar dan bersemangat, muncul korban yang sering
dilupakan orang-orang, tidak masuk daftar hitungan dan selalu dicampakkan.
Orang-orang lupa itu betapa semangat memperdaya orang dalam hitungan itu, bahkan menghabisi hak
hidupnya apakah esok masih ada matahari diantara semak-semak ini ?
Dimana
ketenangan
Wahai murid-muridku, bagaimana
pikiranmu, mana yang lebih banyak membantahnya, air yang ada didalam empat
samudera ataukah air yang kutumpahkan
ketika air mataku menangis, ketika kau berpetualang dan tersesat dalam ziarah
yang panjang ini , sebab yang jadi bagianmu adalah segala yang kau benci, yang
kau cintai dan yang tidak berguna bagimu .
Nrimo ing pandum dan pasrah diri
Orang bijaksana merasa tenang
bukan karena ia bicara pada dirinya sendiri melainkan adalah lebih baik
untuk bersikap tenang. Ia bersikap tenang karena memang tidak ada sesuatupun di
dunia ini yang mengganggu pikirannya. Jika air bias begitu jernih bila sedang
tenang, begitu pula batin manusia ?. jika pikiran orang bijaksana bisa menjadi cermin alam semesta yang
memantulkan semua yang ada di dalamnya; sikap pasip, lenang, lemah,tanpa
prasangka, tanpa aksi , menunjukkan alam semesta dalam keadaan damai dan
menampakkan betapa tingginya perkembangan watak manusia.
Penderitaan
Penderitaan yang menderaku tanpa batas, kematian yang menekan begitu
dahsyat , emncekam, satu persoalan filsafat serius menghempasku yaitu keinginan
untuk bunuh diri, barangkali itu yang menjawab pertanyaan filosofis. Hal ini
seperti seorang yang telah dihunjam anak panah beracun, dan seorang kawanpun
tak ada yang menolong.orang sakitpun ber ujara:aku tidak sudi anak panah ini
dicabut samapi aku tahu siapa nama-nama orang
yang telah melukai aku, samapai aku tahu entah darimana dia berasal.’
Orang tadi akan mati tanpa pernah tahu sebab kematiannya, apa yang
diketahuinya. Begitu pula entah dunia ini kekal atau tidak… masih saja ada
kelahiran , usia tua, kesengsaraan , ratapan, penderiataan , duka cita dan keputus
asaan yang papa.(batas sakitku).
Kebenaran yang mulia
Oh Guru… inilah kebenaran mulia
tentang melenyapkan pederiataan.melenyapkan itu berarti menghapuskan
keinginan secara sempurna, membuang keinginan itu, menyangkal diri, memisahkan
dari diri dan tidak memberikan tempat baginya.
Oh
guru, inilah kebenaran mulia tentang jalan menuju pelenyapan penderitaan itu.
Delapan langkah yang benar, yaitu : Pengliuhatan yang benar, keinginan yang
benar, perbuatan yang benar, hidup yang benar, usaha yang benar, dan semedi
yang benar.
Engkau tidak memiliki dirimu sendiri, sebab dirimu dipinjamkan oleh alam
kepadamu. Ia adalah harmoni yang dipinjamkan alam kepadamu, kodratmu bukan
milikmu; ia adalah perkembangan alamiah
yang dipinjamkan kepadamu oleh alam semesta. Alhamdu lillaahi robbil aalamiin.
Ia tidak mau mencampuri hidup orang lain, tidak mau memaksakan kehendaknya pada
mereka, tetapi ia menolong mereka menjadi bebas; lewat keterlibatannya ia
membimbing mereka pada kesatuan, dan pada kesatuan itu pulalah diia membimbing
kodrat, membebaskan nasib mereka.
Pembebas Rohani
Ibu
itu adalah Tao,sumber segala sesuatu. Anak-anaknya adalah benda dan ala mini,
yang merupakan manifestasi. Dengan mengetahui bahwa segala sesuatu dalam ala
mini dari sumber yang sama dan tetap memelihara keharmonisan dan kesatuan,
seseorang mencapai Pembebasan Rohani, tidsak lagi terikat pada individualitas
benda-benda.adalah permulaan dari alam semesta adalah ibu, dari ibu kita
mengenal-anak-anaknya, tetaplah bersatu dengan ibu itu. Maka seluruh hidupmu
terhindar dari kerugian .kalau orang lain bertindak keluar batas dari peraturan
, aku bekerja dalam batas-batas peraturan itu. Orang lain hanya melihat apa yang akan mereka
capai sehingga mereka bertindak diluar garis peraturan hidup”.
Membentuk opini hidup
Orang-orang purba ingin
melindungi watak yang murni dan bersih.
Hati-hati
lho dik, ora sah tutuk ning kidulan , koe ngko difitnah, di dendo, di grebeg,
omongan wae di enggo dasar hukum , bahaya! ( ayatollah fatahillah arit, Edy
kampak 11) memANG ADA BENARNYA EDI KAMPAK walau ia orang
kafir ia menolongku dengan motivasinya ,
untuk berhati hati jerat Yono, digdo ,toyo moden sempret dan Naryo kancane
Jayus,. Sekitar 5 januari 2012 ada penangkapan oleh korp reskrim polres untukmenangkapku karena mengajarkan
aliran sesat , ada serse sebanyak 500 orang
dengan komendsan 3 dan itu semua sekayasa Digdo yang memakai senjata partai ora
umum. Aku ditolong saudara laki lakiku
Arif lalu melobi mbah sarpin yang masih
saudaranya jenderal sarbini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar