Kamis, 04 Oktober 2012

nOBEL tt MENGENANG SITI rA NGERTI KALIMAH

LIR RESPATI BUMIDAYA
 
Si Picek dari Gua tak tahu (si buta dari Gunung jebrol)

Penjilat picek itu selalu mencahari muka menghalalkan segala cara, bahasanya mengalir lancar dan berbelit-belit . berputar-putar, tipu muslihatnya memenuhi bathok kepalanya managemennya tanpa aturan dan amburadul, mencerminkan pikirannya yang semrawut. Hidup dengan gaya serampangan seperti lonthe ibukota saja gayanya.. predikat guru hanya topeng belaka, sangat busuk dan  tidak produktif. Dibalik itu ia adalah mayat hidup atau vampire yang menyedot darah kawan-kawannya. Jono keluarga- keluarga terhormat itu berbuat ngawur gudhal jaran, hidup kapitalistik , menekan  mrmpressur yang bawah. Guru bawah hanya untuk bancikan , tak tahu diarahkan kemana anak tiri ini diarahkan tak ada yang tahu, tak pernah senang dengan kreativitas orang, dan membuang  setiap hasil karya orang lain ke dalam keranjang sampah, wateg ora tau nyenengake kancane. Mbok matio , emoh kenal , wong ora keno dikelah, ora keno diberi masukan. Amergo kelahe nganggu konspirasi .

Terlebih dahulu aku mengeluarkan statemen, ”kamu bebas sebebas-bebasnya, melayani ikatan-ikatan emosionil, ikatan duniawi yang, kebencian dan kepalsuan, kepaitan, dosa santhet dan sihir”.” Tapi aku adalah orang yang dipersiapkan Tuhan untuk menghadapi itu semua itu dan sekaligus menghindari semua itu” , dua hal yang bertentangan : melalui ujian-ujian Fitnah, persoalan kehidupan, pelatihan ,masalah-masalah, sampai setiap orang akan siap untuk dipakai Tuhan. Mungkin lebih baik orang muallaf yang bertaubat dan taat, dari pada pengkhianat yang dilahirkan dengan kelakuan jahat.aku musti mengembangkan diri untuk menangkis tangkisan, karena tingkat kerohanian yang masih kanak-kanak. Masih harus belajar terus-menerus, belajar mengembangkan diri, mempersiapkan diri, agar dapat melayani dengan baik dan tahan banting. Terima semua didikan dengan suka cita.
Nasehat-nasehatmu selama ini hanya membuatku muak, aku makin tidak memahami tiap derap gerak langkahmu, sebab kamu mencontohkan yang lain , bagaimana aku harus mengikutinya. Sebab langkahku semula hanyalah cita-cita, tapi semua kau buyarkan . kalau tak kusampai pada kenyataan , itu bagiku wajar- wajar saja, itu karena kelakuanmu yang mnenjebakku.Romantisme ekstrim hanya melahirkan pembelaan massif, membabi buta yang membuatku muak,fanatisme, sektarian kotor yang dibatasi ruang dan waktu. Kamu mulai tidak memberiku ruang gerak dan tempat berpijak, bagaimana cara aku beratahan, bagaimana aku dapat mengenalimu, karena kau menarik mata-mata nanar orang yang menbenciku dan memiliki dendam kesumat sejarah denganku , mana pernah fair penilaiannya terhadapku, kau angkat pedang keangkuhan, kesombongan, kekerasan melebihi preman , pedang arogan, lalu kau menuai kapitalisme yang runtuh , sedang aku merujuk pada komunisme dan kebebasan mimbar akademik dengan berbagai friksi yang tak pernah kau fahami, kemajuan yang tak pernah kau toleransi. Walau aku rapuh, aku masih mencari sosok dirimu disela-sela waktu, walau dengan segenggap dendam dan kebencian yang tak kunjung jua  kutemukan dimana wajahmu lagi . aku hilang rupa dihadapanmu .

Seandainya kau tolak mentah-mentah kewarasanku, bocah liar kemarin sore saja kau pelihara dengan penuh kasih, sedangkan aku kau godog dalam kawahmu dengan  guru sapto dharmo ra duwe duit, sangkan paraning dumadi,dengan segala kekurangannya, sejuta harapan sirna, runtuhnya jurang pemisah menghadangku, pekatnya kegelapan melanda hidupku , musnahkan segala asa.haruskah kulari mengejar bayang-bayang,fantasi. Mengapa selalu saja ada saja orang yang mencuri keju digudangku, dia tidak banyak bicara tetapi selalu  menderita berpikir yang tak pernah usai, selalu ada yang mengganjal, dan menakutkan, meretas kaki menghembus nafas terakhir .kini terbukti orang baik-baik malah mati dipenjara , sedangkan penjahat berpesta pora.aku digantung mati oleh para serigala buas.karena aku macan gendaman, sedang mereka mendekat pada singa ompong.trhempas lagi aku disini , dengan ijazah sd, kk , dan ijazah sarjana yang kusam, karena terlalu capek cari kerja .segudang harapan digantung disana malah ketemu setan-setan bergentayangan dan sejumlah masalah-masalah setan, yang aku tak pernah tahu ujung dan pangkalnya, ada setan jauhari, mad juhari yang mencuri uang, ada setan syahli, ada setan mas’ngud, ada setan sukir yang mencuri pipa air, yang  semua setan-setan itu erat dengan hidupku, ada setan jono yang mertampas kedudukan dan kehormatanku, ada setan pencuri tanah dan fakta ;suhadi, ada setan pencemar nama baik; Munta’ib, Nur akmad, siti kalimah Da’im, soleh, rozak,dan semua menjegalku berniar membunuhku dengan menusuk kehormatanku dari belakang. Aku mau ikut setan sholeh  saja atau setan narto dan Yota entah bagaimana rasanya sebab dengan dinas sebagai anak buah setan barangkali lebih tenang daripada jadi Iblis-ajajil, yang angkuh, munafiq, bermuka dua dan sakit-sakitan. Masya allah, bahkan kalau sampe waktuku berlalu aku tak tahu kemana arah langkahku akan kusebut namamu, para setan-setan bangsat .

Penarik pedati di kubangan

Kutarik pedati usang dengan roda terseok seok, aku tak tahu kalau para penumpangnya penuh terkubang dilubang berlobang-lobang di jalan sejarah yang tidak rata. Para penumpang sendiri mulai gelisah apakah  samapai tujuan dengan keberadaan mereka semakin lama semakin sunyi karena menderita ketakjutan, sunyi mencekam , penarik pedati yang sarat beban itru dengan kejam mencambuki kuda beban itu tak berperi kemnanusian , tidak punya istirahat 07/01 kode pantatnya, setiap hari seperti itu , tak punya hati, tak punya perasaan , tak punya perasaan. Rasanya kepingin berteriak dalam keterpaksaan berteriak dan mencari celah , jalan keluar, karena hanya jadi  kuda beban Jono , tidak pernah  hidup tanpa hasil bagi kuda itu. Kuda makin kelelahan  tidak ada  tambahan gizi , seluruh binatang dinaikkan ke setrek itu . ada kadal, ada serigala, ada musang, ada anjing, ada kerbau , ada sapi, dan semua binatang sejagad dimasukkan keatas kereta itu, walau sarat beban  tetapi sang pengawas memaksa dan tidak menambah kuda lain, kusirnya tak boleh berfikir akan berjalan kemana , diarahkan ke timur atau ke barat , kusir tidak tahu arah sebab pengawas terlalu kejam dank eras , para penumpang yang usrek diturunkan di tengah jalan begitu saja tanpa diberi bekal perjalanan , kalau perlu malah di denda. Moncong-moncong mulai saling memfitnah , ada moncong yang dipojokkan oleh penumpang lain, lantaran ia paling banyak berteori ,paling banyak membawa buku, paling hafal semua rumus dan filsafat. Moncong itu tak pernah diberi kesempatan untuk berfikir sekalipun apalagi kok bicara. Akhirnya moncong itu menemukan jalan keluar dengan melobangi perlahan –lahan kereta itu dari bawah samapai ia menemukan jalan keluar untuk beranjak dari kubangan itu.. jalan keluar bagi kusir , kalau belum usai, mungkin dalam kebimbangannyapara penumpang itu ermosi menyetop pedati lain. Timbul masalah baru yang mengerogoti otak’ apakah ia sengaja diperosokkan  kusir baru di pedati ini .
Sementara pendepan mencari sopir pedati baru yang sabar dan bersemangat, muncul korban yang sering dilupakan orang-orang, tidak masuk daftar hitungan dan selalu dicampakkan. Orang-orang lupa itu betapa semangat memperdaya orang  dalam hitungan itu, bahkan menghabisi hak hidupnya apakah esok masih ada matahari diantara semak-semak ini ?


Dimana ketenangan

Wahai murid-muridku, bagaimana pikiranmu, mana yang lebih banyak membantahnya, air yang ada didalam empat samudera ataukah air yang  kutumpahkan ketika air mataku menangis, ketika kau berpetualang dan tersesat dalam ziarah yang panjang ini , sebab yang jadi bagianmu adalah segala yang kau benci, yang kau cintai dan yang tidak berguna bagimu .

Nrimo ing pandum dan pasrah diri

Orang bijaksana merasa tenang  bukan karena ia bicara pada dirinya sendiri melainkan adalah lebih baik untuk bersikap tenang. Ia bersikap tenang karena memang tidak ada sesuatupun di dunia ini yang mengganggu pikirannya. Jika air bias begitu jernih bila sedang tenang, begitu pula batin manusia ?. jika pikiran orang bijaksana  bisa menjadi cermin alam semesta yang memantulkan semua yang ada di dalamnya; sikap pasip, lenang, lemah,tanpa prasangka, tanpa aksi , menunjukkan alam semesta dalam keadaan damai dan menampakkan betapa tingginya perkembangan watak manusia.

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives