LIR RESPATI BUMIDAYA
BABAK III
Pulang
sekolah, Rino langsung mengerjakan tugas dari Pak Anton. Adiknya Ratih juga
mengerjakan tugas sekolahnya setelah pulang sekolah.
21. Ratih : Apa aku boleh tanya sesuatu sama kakak?
22. Rino : Memangnya kamu mau tanya apa?
23. Ratih : Aku hanya mau tanya, apa benar sekolah kita
akan membuat film?
24. Rino : Kakak juga gak tahu. Kakak dengar seperti itu,
katanya sekolah kita akan membuat film.
25. Ratih : Aku juga dengar kalau film itu akan dibuat
menurut cerita kalas VIII yang terpilih.
26. Rino : Mungkin saja begitu.
(Masih
terlihat bingung).
27. Ibu : Kalian sudah mengerjakan tugas kalian?
(Tiba-tiba
Ibu muncul dari luar rumah. Rino yang saat itu sedang melamunkan sesuatu
tiba-tiba saja terkaget).
28. Rino : Aku sudah selesai Bu.
29. Ratih : Ratih juga selesai Bu.
30. Ibu : Kalau begitu ayo kita duduk-duduk di luar
rumah, ini ada singkong rebus tadi Ibu sudah memasaknya.
(Duduk di
balai bambu sambil membawa sepiring singkong rebus).
31. Rino : Iya Bu sebentar lagi.
32. Ratih : Iya Bu.
(Rino dan
Ratih menyusul Ibunya yang duduk-duduk di balai bambu. Mereka betiga
berbincang-bincang dengan santai sambil memakan singkong rebus).
BABAK IV
Pagi-pagi
sekali Rino dan Ratih berangkat sekolah. Kelas Rino tidak ada guru yang
mengajar, namun tiba-tiba Pak Anton datang.
33. Pak Anton : Selamat pagi anak-anak!
(Menyapa
murid-murid dengan lembut).
34. Murid-murid : Selamat pagi Pak!
(Menjawab
dengan serentak).
35. Pak Anton : Hari ini Bapak akan mengumumkan sesuatu.
Sekolah kita akan membuat film dan yang dipiilih untuk membuat caritanya adalah
kelas kalian. Jadi tugas kalian nanti adalah membuat cerita dan salah satu
diantara kalian akan dipilih untuk cerita film sekolah kita.
(Rino yang
masih bingung menanyakan sesuatu).
36. Rino : Jadi, tugas kita disuruh buat cerita dan yang
paling bagus akan digunakan untuk cerita film kita, begitu Pak?
37. Pak Anton : Iya Rino, kamu benar sekali. Apa kalian sudah
mengerti?
38. Murid-murid : Sudah Pak.
BABAK V
Dirumah,
Rino bekerja keras membuat cerita yang bagus. Ia berharap ceritanyalah yang
akan terpilih untuk cerita film sekolahnya.
39. Rino : Aku harus membuat cerita yang bagus. Aku harus
berusaha. Kalau ceritaku terpilih untuk cerita film sekolahku, berarti cerita
yang kubuat sangat bagus dan aku juga bisa meraih kesempatan untuk jadi penulis
novel yang hebat.
(Rino
sangat optimis. Ia tetap bekerja keras, ia tidak memperdulikan waktu. Ia hanya
berpikir tentang ceritanya. Saat sore hari, Rino pergi ke sawah. Ia duduk-duduk
di gubuk tengah sawah. Ia berharap bisa mendapat inspirasi dari situ).
40. Rino : Di sini ternyata enak juga. Semoga kalau disin
dapat inspirasi untuk buat cerita yang bagus.
(Sambil
menyandarkan diri di salah satu tiang gubuk dan melamunkan sesuatu. Tiba-tiba
Ratih datang dan berteriak-teriak memanggil kakaknya).
41. Ratih : Kakak ... kakak ...!
42. Rino : Ada apa sih Ratih, koq kamu berteriak-teriak
begitu?
43. Ratih : Kakak itu yang ada apa. Ratih panggil-panggil
kakak gak menjawab juga.
44. Rino : Iya, maafin kakak kalau gitu. Oh ya, kamu bawa
apaan?
(Sambil
menunjuk ke arah barang yang di bawa Ratih).
45. Ratih : Ini singkong rebus, tadi ibu suruh bawain buat
kakak.
(Menyerahkan
singkong rebus ke arah Rino).
46. Rino : Ya sudah, sini kamu duduk juga kita makan
singong rebusnya.
(Mengajak
Ratih duduk di sampignya).
47. Ratih : Iya kak. Oh iya kak, kalau boleh tau kakak
kenapa lebih suka jadi penulis novel daripada lainnya?
48. Rino : Karena kalau kita jadi penulis novel kita bisa
ugkapkan semua yang ada di pikiran kita, di hati kita. Kita bisa bercerita
semau kita dan hasil cerita kita bisa dinikmati juga asal ceritanya itu
mengandung nilai yang positif.
49. Ratih : Jadi itu alasannya.
50. Rino : Iya.
BABAK VI
Pagi
harinya Rino mengumpulkan tugasnya. Pak Anton pun mengumumkan cerita siapa yang
dipilih untuk cerita film.
51. Pak Anton : Anak-anak hari ini Bapak akan mengumumkan
cerita siapa yang terpilih untuk pembuatan film sekoah kita. Apa diantara
kalian ada yang belum mengumpulkan tugas?
52. Murid-murid : Tidak ada Pak.
(Menjawab
dengan kompak).
53. Pak Anton : Baiklah, Bapak akan umumkan sekarang. Cerita
yang di pilih untuk cerita film sekolah kita adalah cerita milik Rino.
54. Rino : Bapak yakin kalau itu milik saya?
55. Pak Anton : Iya Rino cerita itu memang punya kamu. Apakah
kamu bisa tolongin Bapak Rino?
56. Rino : Tentu saja bisa, Pak.
57. Pak Anto : Tolong, kamu tunjuk teman-teman kamu untuk
jadi pemain-pemainnya.
58. Rino : Kalau begitu, nama-nama yang aku panggil
slahkan maju ke depan. Rudi, Ida, Haikal, Sheila, dan Andi Ketua Kelas kita
silahkan maju kedepan.
59. Pak Anto : Bapak akan membagi peran yang akan kalian
bawakan. Rudi menjadi Ari, Haikal menjadi Rizky, Ida menjadi Rana, Sheila
menjadi Mawar, dan Andi menjadi Ardi. Bagaimana menurut kalian?
60. Rudi : Saya setuju Pak, kalau teman-teman yang lain
saya gak tau.
(Melihat
ke arah teman-temannya, Haikal, Ida, Sheila dan Andi menganggukkan kepalanya yang
berarti setuju).
BABAK VII
Teman-teman
Rino berlatih dahulu sebelum bermain film. Mereka sangat serius berlatih. Pak
Anton melatih mereka dengan bersungguh-sungguh.
61. Haikal : Pak, apa flm ini akan ditonton banyak orang?
62. Pak Anto : Tentu saja Kal, film kan memang ditujukan
untuk ditonton banyak orang.
63. Ida : Berarti kita harus serius berlatih dong pak?
64. Pak Anton : Meskipun ini film sekolah dan kebanyakan di
tonton murid-murid sekolah dan guru-guru, kita harus berusah menghasilkan film yang terbaik.
65. Andi : Kata Pak Anton itu benar sekali. Kita harus
tunjukkan pada kakak kelas, adik kelas dan guru-guru kalau kita bisa.
66. Rudi : Iya, aku setuju dengan Andi dan Pak Anton.
67. Ida dan Sehila : Kita juga setuju.
(Ida dan
Sheila hampir berbarengan).
68. Haikal : Kalau begitu kita berlatih lagi yuk!
(Tiba-tiba
Rino datang membawa makanan dan minuman untuk teman-tamannya dan Pak Anton).
69. Rino : Giman Pak Anton, apa latihnnya sudah selesai?
Ini saya bawakan makanan dan minuman,
70. Pak Anton : Latihannya hampir selesai. Makanan dan
minumannya letakkan saja di situ.
(Sambil
menunjukkan pojok belakang meja).
71. Rino : Iya Pak. Teman-teman ayo sitirahat sebentar,
ini ada makanan dan minuman.
(Memanggil
teman-temannya. Teman-temannya pun menghampiri Rino dan mereka makan bersama).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar