LIR RESPATI BUMIDAYA
KA’BAH
Para jamaah haji melaksanakan thaawaf ifadah yaitu
mengelilingi ka’bah sebanyak 7 x sebagai salah satu rukun haji. Firman Allah
dalam Surah Ali Imran ayat 96 :
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk
(tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang diberkahi dan
menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
Baitullah al haram tidak pernah sepi . . . jutaan
manusia setiap tahun dari seantero dunia berduyun-duyun untuk mendatanginya.
Ka’bah berasal dari kata ka’bun yng berarti segi
empat karena ka’bah hanyalah tumpukan batu-batu yang berbentuk kubus, sudah
berulang kali ka’bah dirombak dan diperbaiki namun fungsi dan falsafahnya tidak
pernah berubah.
SA’I
Sa’i adalah lari-lar kecil antara bukit shafa dan
marwah sebanyak 7 x. Sa’i menyimpan sejarah tersendiri, Sa’i adalah menifestasi
cinta seorang ibu kepada anaknya. Siti Hajar resah dan gelisah melihat putra
tercintanya Ismail yang sedang kehausan. Segera Siti Hajar berlari menuju
tempat yang tinggi yaitu bukit shafa untuk melihat kalau-kalau ada mata air,
lalu berlari lagi ke bukit marwah berulang kali namun airpun tak ditemukan.
Subhanaallah, hentakan kaki bayi mungil Ismail
ternyata mengeluarkan air dari sela-sela pasir. Itulah sumber mata iar zam-zam
yang membuktikan kebesaran Allah SWT.
TAHALLUL
Setelah sa’i para jamaah haji melaksanakan tahallul
yaitu memotong rambut minimal 3 helai, Tahallul adalah lambang untuk
Namun pengorbanan untuk melaksanakan ibadah haji
yang besar itu diimbangi pula dengan janji Allah yaitu surga.
“Haji yang mabrur pahalanya tiada lain kecuali
surga.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar