Rabu, 14 November 2012

MNS

LIR RESPATI BUMIDAYA


AROFAH
            Arofah adalah melambangkan berakhirnya sebuah pencarian, Adam dan Hawa bertemu setelah sekian lama berpisah ketika diturunkan dari surga ke bumi.
            Wukuf di padang Arofah bagi jamaah haji yang hanya diberi kesempatan waktu sejak tergelincir matahari tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah.
Di padang Arofah para jamaah haji melaksanakan sholat dzuhur dan ashar dengan jama’ takdim serta qosor setelah adzan dan iqomah.
            Pada harinArofah jamaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul di satu tempat untuk melaksanakan rukun haji yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji, sebagaimana disabdahkan oleh Rosulullah SAW :
            “Haji itu wukuf di Arofah”
            Jamaah haji berpakaian ihram dan melepaskan kebahagiaan dan kebanggaan dunia, meunjukkan sikap tawadu’ kepada Allah SWT. Pengkuan dosa dinyatakan kepada Allah dengan suara terbata-bata dan deraian air mata,

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Kloter 1. Menuju ke padang Arofah . . . . .
(Penyerahan bendera merah putih oleh . . . . . .)
            Sebagai perjalanan suci, haji adalah merupakan rangkaian panjang suatu ibadah yang memerlukan niat yang kuat, biaya dan tenaga . . .
Rasulullah bersabda :
            “Belanja yang dikeluarkan untuk ibadah haji sama dengan belanja yang dikeluarkan untuk berjihad dijalan Allah, satu dirham akan dibalas dengan 700 x lipat.”
Hati mereka menjerit menggetarkan langit memohon ampunan dari segala dosa. Setiap jamaah haji menyadari benar betapa dekatnya Allah kepada hamba-hambanya pada hari itu. Rasulullah bersabda :

            “Tiada hari yang lebih banyak Allah membebaskan seorang hamba dari neraka dari pada hari Arofah.”

MUZDALIFAH
            Apabila matahari telah terbenam, maka jamaah haji berangkat menuju ke muzdalifah untuk melaksanakan mabit.Di muzdalifah jamaah haji mengambil batu-batu keriki yang akan digunakan untuk melempar jumrah dan sebelum matahari terbit mereka berangkat ke mina untuk melaksanakan pelemparan jumrah.

MINA
            Di mina para jamaah haji melaksanakan pelemparan jumrah.
Mina adalah tempat Nabi Ibrahim A.S. akan melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih putranya ismail A.S. sebelum sampai di tempat yang di tuju, Nabi Ibrahim digoda oleh iblis untuk membatalkan niatnya, Ismail segera mngambil batu kerikil dam melempar iblis dengan membaca

            Melempar jumrah adalah melambangkan permusuhan yang abadi antara iblis dan manusia
            Demikialah iblis akan selalu menggoda manusia betapapun kecil kadar kebajikan yang akan dilakukan oleh manusia. Iblis akan selalu menghadang.
            Di mina jamaah haji akan melaksanakan 3 x pelemparan yaitu jumrotul Ula, Wustho, dan Aqobah.
            Mina menginsafkan diri arti sebuah perjuangan perintah untuk menyembelih putra tercinta Ismail tentu bukanlah suatu yang mudah bagi Ibrahim karena Ismail adalah sebagai penerus risalah . .namun karena hal tersebut sudah diperintahkan Allah, maka Ibrahim pun melaksanakannya.Setelah itu Allah berkehendak lain, karena Allah tahu kesungguhan cinta Ibrahim kepada –Nya, maka Ismail tidak jadi di qurbankan dan diganti dengan Qibas.




 

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives