LIR RESPATI BUMIDAYA
AROFAH
Arofah adalah melambangkan
berakhirnya sebuah pencarian, Adam dan Hawa bertemu setelah sekian lama
berpisah ketika diturunkan dari surga ke bumi.
Wukuf di padang Arofah bagi jamaah
haji yang hanya diberi kesempatan waktu sejak tergelincir matahari tanggal 9
Dzulhijjah hingga terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah.
Di
padang Arofah para jamaah haji melaksanakan sholat dzuhur dan ashar dengan
jama’ takdim serta qosor setelah adzan dan iqomah.
Pada harinArofah jamaah haji dari
berbagai penjuru dunia berkumpul di satu tempat untuk melaksanakan rukun haji
yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji, sebagaimana disabdahkan oleh
Rosulullah SAW :
“Haji itu wukuf di Arofah”
Jamaah haji berpakaian ihram dan
melepaskan kebahagiaan dan kebanggaan dunia, meunjukkan sikap tawadu’ kepada
Allah SWT. Pengkuan dosa dinyatakan kepada Allah dengan suara terbata-bata dan
deraian air mata,
“Aku
datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tidak
ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah
milik-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Kloter
1. Menuju ke padang Arofah . . . . .
(Penyerahan
bendera merah putih oleh . . . . . .)
Sebagai perjalanan suci, haji adalah
merupakan rangkaian panjang suatu ibadah yang memerlukan niat yang kuat, biaya
dan tenaga . . .
Rasulullah
bersabda :
“Belanja yang dikeluarkan untuk
ibadah haji sama dengan belanja yang dikeluarkan untuk berjihad dijalan Allah,
satu dirham akan dibalas dengan 700 x lipat.”
Hati
mereka menjerit menggetarkan langit memohon ampunan dari segala dosa. Setiap
jamaah haji menyadari benar betapa dekatnya Allah kepada hamba-hambanya pada
hari itu. Rasulullah bersabda :
“Tiada hari yang lebih banyak Allah
membebaskan seorang hamba dari neraka dari pada hari Arofah.”
MUZDALIFAH
Apabila matahari telah terbenam,
maka jamaah haji berangkat menuju ke muzdalifah untuk melaksanakan mabit.Di
muzdalifah jamaah haji mengambil batu-batu keriki yang akan digunakan untuk
melempar jumrah dan sebelum matahari terbit mereka berangkat ke mina untuk
melaksanakan pelemparan jumrah.
MINA
Di mina para jamaah haji
melaksanakan pelemparan jumrah.
Mina
adalah tempat Nabi Ibrahim A.S. akan melaksanakan perintah Allah untuk
menyembelih putranya ismail A.S. sebelum sampai di tempat yang di tuju, Nabi
Ibrahim digoda oleh iblis untuk membatalkan niatnya, Ismail segera mngambil
batu kerikil dam melempar iblis dengan membaca
Melempar jumrah adalah melambangkan
permusuhan yang abadi antara iblis dan manusia
Demikialah iblis akan selalu
menggoda manusia betapapun kecil kadar kebajikan yang akan dilakukan oleh
manusia. Iblis akan selalu menghadang.
Di mina jamaah haji akan
melaksanakan 3 x pelemparan yaitu jumrotul Ula, Wustho, dan Aqobah.
Mina menginsafkan diri arti sebuah
perjuangan perintah untuk menyembelih putra tercinta Ismail tentu bukanlah
suatu yang mudah bagi Ibrahim karena Ismail adalah sebagai penerus risalah .
.namun karena hal tersebut sudah diperintahkan Allah, maka Ibrahim pun
melaksanakannya.Setelah itu Allah berkehendak lain, karena Allah tahu
kesungguhan cinta Ibrahim kepada –Nya, maka Ismail tidak jadi di qurbankan dan
diganti dengan Qibas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar