Minggu, 30 September 2012

TENDANG

LIR RESPATI BUMIDAYA
saya tidak pandai nulis. tidak pandai berpolitik. saya tidak berani menggunakan jubah tuhan, yaitu kesombongan.
kalau saya boleh meminjam kata kata bang reza, saya adalah juru kritik yang muram. hehehehe.
wah… bang muazhier, jangan di masukin ke hati. ini sindiran lelucon politik… santai bro… kalau mau perang, perang tulisan… anggap saja saya menjadi stimulasi menulis anda. atau jangan jangan anda sudah mengeluarkan fatwa, bahwasanya, darah saya halal?
saya ini muslim. tidak taat. tidak juga terlalu bejat.
saya muslim. itu identitas diri saya. tapi kalau saya di tanya islam apa?? maka saya akan menjawab saya islamnya muhammad dan abu zhar! bukan islamnya dinasti ummayah, seperti di aceh ini! korup, zhalim, dan mapan!
penerapan syariat islam di aceh, sarat muatan politis bro. masa agama di politisir.?
dalam islam juga biasa diskusi seperti ini. al quran menjelaskan dengan bahasanya yang cukup jelas, bahwa perbedaan adalah hal yang biasa, dan kita serahkan pada allah yang menetukan, siapa yang benar dan tidak, siapa yang jadi muslim atau domba!
buka quran (QS 34:24-26). SENGAJA SAYA TIDAK MELAMPIRKAN ISI SURATNYA di sini, biar kawan buka quran di rumah dan mau usaha menemukan hidayah allah…
kawan, agama islam itu dekat dengan rasionalitas. banyak sekali bermain dengan logika sosial, ekonomi, politik dan budaya dll…
nah, kalau ketemu saya, silakan sapa.beri saya senyuman, maka saya akan beri senyuman 5 detik lebih lama dari senyum anda. (anjuran muhammad boss..)
satu lagi, saya sangat apresiasi dengan tulisan anda. sungguh anda adalah penulis yang produktif. salut! tulisan saya tidak sebanding dengan tulisan anda…. yah namanya juga penulis pemula yang mau belajar…. ahahahah. saya takut sie kalau banyak banyak menulis, takut terbang karena pujian dan secara tak sengaja menarik jubah tuhan…. hehehe
“aku mendoakan kalian semua wahai saudara ku, agar jalan sirotol mustaqim mulus dan lebar, selancar dan senyaman jalan tol JAGORAWI”.   MuNa
ini kunjungan saya yang pertama dan saya awali dengan membaca tulisan ini,, ternyata saya betah!!dan setelah saya cermati, tulisan ini mencerminkan kelakuan dan kepribadian penulisnya,, dan timbul sebuah pertanyaan…
yg anda maksud [para kaum lelaki menunjuk pada “jam 12 tepat”]ini PENGALAMAN PRIBADI anda kah?
saleum aneuk nanggroe!
HAHA;
—Saya teringat, Oryza, Nindy, Mita, Resa adalah salah satu penulis buku berjudul Santeut (Sila cari di TB Dokarim kalau Anda penasaran! Tanpa bermaksud promosi, tapi hari ini kita berbicara bukti real dong!)—
menerbitkan buku gampang sekali, asal punya uang, lanjut!. tetapi jika tulisan di muat dimedia, nyan yang payah tengku. gata berapa kali sudah??
haha : baca komen saya tgl berapa, oke! dan tulisan Ori di HA tgl berapa? beu cerdas bacut!
–Ayo kita melawan bank yang menerapkan bunga, melawan rokok yang telah difatwakan haram oleh MUI, melawan riba dan tengkulak, melawan monopoli pasar, melawan anggota dewan yang bisa cuma makan gaji saja, tanpa memikirkan rakyat kecuali waktu menjelang Pemilu.
ANDA BERANI ?–
jawb Siwok ; inilah tugas anda yang untuk menulis. dan orang lain juga nulis yang lain. saya sudah menulis kerudung.
oriza; maksud saya, klo mau komen yang sopan aja bos, saya siap mendengar seperti komen anda di awal, tapi jangan di forum Online gini. rame yang baca, hana mangat. mengerti kan? harga diri juga dijaga bro. gitu maksud aku. kamu ini… Alah??
menyo meurumpek di kampus (atau solong), terserah awak gata pu yang ka peugah . yang penteng lon kutuleh!. na meuphom ken!?
MUNA :
anda perempuan!?
ini sangat pribadi tengku. saya boleh kata ia atau tidak?. sebab dalam sebuah naskah yang saya tidak ingat lagi siapa yang catat, begini di tulis ; tulis saja apa yang kamu lihat, kamu rasa dan hayati.
jika engkau mau tau lebih lanjut jawaban saya, sila tanya saja sama Moderator, email saya apa. (anda paham maksud saya tentunya ya)
saya juga pernah dengar dari ‘cang panah’ seorang kawan, tulisan dengan penulis tak bisa di samakan.
iya, terserah situ mau lihat dari mana.
Wallahul Muaffiq, Illa Aqwamithariq.
Oke.
salam TanpaBatas.
mbah kumar

yah,,,, mah!!! kalo tulisan azier itu mainstream patut saja di muat! kan tulisan pasaran!!!
main hina2 mereka oryza dkk, mereka sudah menulis di kompas muda! asal tahu saja….
tugas azier apa? menulis kerudung? ahha gambar saja perempuan pake kerudung, apa yang mau ditulis kerudung hahahaha aneh sekali!sudah berapa tulisan azier yang bicara soal kerudung? mungkin ratusan!! heheheh
boleh lah mbah salut kalo tulisan azier dimuat di serambi atau lainnya, mungkin azier di dikte sama editor koran supaya tulis apa orang2 di pasaran mau! mungkin!
mbah sebenarnya tidak mau seperti azier yang menyerang secara tidak intelek dan profesional… tapi mau gimana lagi azier sendiri yang mulai merendahkan anak2 itu! saya mau tanya! umur berapa azier sudah mulai berpikir agak “progressif” dan mulai menulis? mereka masih muda sekali!
mbah tambah lagi, tulisan ory itu dahsyat! dia berani melawan oknum2 sialan itu! sedangkan azier? beraninya menulis tulisan yang rata2 orang di nanggroe bakal angguk2 saja dan sudah beribu2 kali teungku2 kita di kampung selalu kasih khutbah masalah itu!tulis lain lah! bilang saja azier tak sanggup menulis dan analisis seperti itu kan? hayo ngaku! ehhehe kalo mau sini biar mbah ajarkan!
lagi2 mungkin karena azier tidak sanggup lagi berargumentasi soal tulisannya,, karena lemah! makanya menyerang dengan cara yang tidak profesional meuah beuh teungku wagepap!!!

saleum hana mangat!

Mbah kumar bak gampong

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives