LIR RESPATI BUMIDAYA
, Di jebak
Kesalehan MIstik
(Bingung membedakan yang benar mana yang salah, aku menanti
kebenaran tapi juga nggak kuat dipersalahkan).
Bang Dull sudah tahu segala
yang ku alami, dan segala yang terjadi, apalagi yang terjadi di Karang Ketanggi, karena dia pandai
membabar cerita, sesuai dengan fakta
tentang kesalehan .Hidup
ditanah perjanjian, aku malah tidak kuat lagi , aku tidak bisa mengerjakan
apa-apa selain mengeluh dan berkeluh kesah, memutar kepala bagaimana agar dapat
hidup enak, tanpa keras keringat, hidup kecukupan bersama keluarga besar pesulap
, bakul jamu dan jim ifrit bernama Tumhijaen,yang pandai bersulap dan pandai
menipu dengan sejuta fitnah gombal mukio.. kalau perlu jagad ini akan di
emperinya dengan akalnya saja, akan dikuasainya dengan akal busuknya, enggak
mau ragat, tapi mendapat , bisanya hanya menggerogoti
kekayaan orang lain, memutar balikkan fakta ,, tidak percaya pada kebaikan
, akal licik , ndakik, sehingga karena sekian besarnya fitnah dan tenung,Teluh, kolong nada, sebeh, guna-guna dan santhet, tumbal
dikirimkan dari dunia arwah, membuat aku tidak bisa bertemu dengan
keluargaku dan anak-anakku, istriku , bapakku, ibuku , semua adalah fitnah yang
didatangkan dari alam arwah.mungkin orang lumrah mengatakan dunia arwah itu
dunia khayal , tapi aku yakin ternyata dunia
arwah itu ada sehingga aku berani menghadirkan cerita ini.hanya yang tidak
tanggap saja, tidak tahu karena tidak menyadarinya bahwa kita semua di lahirkan
dan di tumbuhkan dari alam arwah.ada rasa kesakitan dari ujung rambut kepala
sampai ujung kaki. Semua di buhulkan sampai jemari aku terputus oleh alam arwah yang merasuki Ibuku, akibatnya sampai
sekarang jari kelingking kananku kithing
. sehingga rasanya aku males kembali ke alam normal ,apalagi kok diajak kerja ,
paling males, karena kuperjuangkan
samplai gleput nggejebvoh pin dapan
paido, aku tak pernah lagi kebagian peran dan posisi, aku males untuk kembali
ke sana, semua tak dapat diatur , semua mau mengatur, aku tak kebagian peran ,
aku terlanjur dibenci , aku terlanjur disakiti, aku terlanjur dendam kesumat.
Aku terkadung tersandung masuk ke jurang-perasaan tidak berguna. Aku tersesat dalam alam arwah, aku tidak bisa
lagi hidup wajar , sekalipun toh aku juga tidak bisa mati ,. Aku gentayangan, aku
tyerlanjur masuk alam Ruh. Karena tetangga duniaku punya kerja , naik pangkat ,
memiliki perabot mewah duniawi , membangun rumah dengan keramik , sedang aku
tak punya apa-apa. Melainkan hanya mampu menumpang hidup di alam arwah saja,. Di
alam arwah ini aku merasa aman , karena tidak kenal apa yang namanya membangun , begjo; ciloko
soal nasib , nggak kepikir lagi , apalagi kok berumah tangga , blass nggak
kepikiran , sama sekali tidak ada pikiran, maunya hanya hidup sendiri, atau
melanjutkan mati saja. Yang bisa di lakukan hanya hidup secukupnya, seadanya,
mengharap pemberian orang , hidup sederhana,apa adanya, semeleh , sambil berkeliling-keliling
, cukup jajan murah-murahan atau njanthok saja, mengitari seluruh dunia dengan
kebebasan, kepingin tahu apa yang ingin diketahui dan puas setelah tahu, ada
apa gerangan di alam – dunia lain, tidak peduli.
Waktu aku masih hidup normal
dulu , aku sering ditipu orang , dijanjikan kerja ,diangkat pegawai, dijanjikan
pangkat , di beri kehormatan , gelar, harga diri, nilai-nilai , status sosial
dan embel-embel keningratan . tapi ujung-ujungnya aku hanya ditipu
mentah-mentah,Mulai
ditarik uang 20,000, sampai pada ratusan juta , kalau hanya puluhan juta
nggak kitung , nggak ketanggung , semua
lenyap habis. aku hanya disuruh bayar ratusan juta rupiah., aku terpaksa
bekerja dan bertanggung jawab demi sejumlah uang, yang kalau dipakai di dunia
normal, sungguh jauh dari cukup . .
hanya sekedar cukup untuk berkeliling-keliling di dunia arwah belaka, kukira
denga terikat dalam institusi arwah daramah
aku dapat aku bisa leluasa dalam pengembaraan pikir dan keliling di dunia maya,
pumpung tidak usah bayar , tetapi ternyata tidak cukup.. lalu setelah lepas
dari sama aku malah leluasa keliling dunia, menasa, kemana-mana, apapun hal
yang kuinginkan terlaksana ketika aku masuk di dunia maya .
Aku sempat berkunjung ke Kazakhstan
bertemu dengan Borat. Bertemu dengan
keakraban alam, mengelilingi Pakistan
dan India
tapi aku tidak bertemua siti al mumtaaz yang cantik seperti yang diceritakan
kang dul. Yang serba rumit, aku tersesat tidak ketemu guru roh-spiritual
spesialis alam ghaib, semua sungguh rumit sekali, amalan –amalan bodoh
dilakukan tanpa tujuan.
Yang aku tahu sekarang ini aku
sendiri jadi arwah- gentayangan dan aku ganti nama dengan kunta wahyu susilo tomo, sperti nama seorang seniman yang terkenal gentayangan
karena belum bertemu dngan hakekat hidup, belum ketemu tarikat jalan
menuju kepada Tuhan, Gusti Allah yang
maha kuasa. Toh kalau sabar nati suatu saat akan di ajak memasuki jalan itu.
Benar memang, sekarang walaupun di alam arwah sifat duniawian masih
terbawa-bawa, masih hobi guyonan, hobi mincing, bercanda dengan kawan. Walau
tahu bahwa semua yang aku tekuni orang tidak boleh Gojeg. Dan menurut keyakinan
yang aku anut , ada saja alam arwah hidup bersama-sama dengan lamanyata,
manusia biasa dan dipakai oleh manusia yang hidup di dunia biasa.yaitu alamnya
arwah gentayangan.sebenarnya bukan “arwahnya” yang gentayangan tyetapi pikiran
yang tergoncangh, perasaan yang tidak jelas karena kekarepan tidak keturutan,
pemenuhan hasrat hidup yang terlalu berat, membuat orang-orang pada
gentayangan, begutu belaku alam arwah begitu juga kehidupan. Dunia nyata pun
digonjang dari alam arwah lain dari dunia lain , seperti krisis global, krisis
multi dimensi , juda berlaku di alam dunia, alam arwah tergoncang alam duniapun
terguncang, dunia bawah sadar pun terguncang, harga sama pun naik harga minyak
pun naikturun, itu termasuk alam barsah, alam bursa, alam pasar yang ditawarkan
oleh iblis-ajazil.
Nah itulah sedikit cuplikan
pengalaman aku tentang alama arwah, dalam alam arwah sana pun ada KPK alam
arwah , ada pengadilan ala alam arwah, yaitu pengadilan yang dipimpin oleh
Allah langsung, akan tetapi aku belum sampai ke alam situ, karena aku belum
belajar ilmu hukum mudah –mudahan secepatnya aku sampai disana, sebagaimana aku mimpikan dan aku
dambakan untuk secepatnya sampai kesana./.
Sama sekali tidak sama , antara ukuran sengasara orang dialam dunia
dan sengsara di alam arwah. Sangat jelas terlihat betapa
payahnya, sengsaranya orang dunia yang bergelimang kepentingan , nafsu
kedagingan. Terkadang aku ajak kang dull, untuyk melihat catatan amal jariyah aku,
melalui film DVD , dan VCD, agak transparan sejak kecil, aku sungguh merasa.
Kami berdua memiliki perasaan yang sama,
nasib terhempas, tidak mempunyai pekerjaan, auranya pun sama, sama sama
terjebak di alam arwah. Tapi aku melihat ada aura bagus dalam jiwa kang dul,
tapi saying badannya dibiarkan dibacok oleh san beruk yang jahat. Di tengah
malam , darah bercucurang mengalir di
sekujur badannya. Aku juga melihat dengan jelas ulah kekerasan Geng
Nero, sangat jelas dilihat dari kacamata arwah,. Semuya tembus pandang , sangat
jelas walau tanpa melihat berita di TV maupun Radio.suatu ketika kami
hadir kepada pemimpin alam arwah; kami
berdua katanya memiliki aura bagus , karena memiliki keluguan dan kejujuran
yang sama, denga jiwa sehat dan akal sehat pula , hanya saja kaura kang dul merata di sekujur
badannya kira kira tebalnya lima centimeter, ya
semacam ilmu lembu sekilan. Tetapi pas aura itu tidak melekat pada dirinya ,
dia didatangi san Beruk, demi mempertahankan kejujuran , keramahan , dan
kebaikan aura batin, terpaksa ia mengoprbanjkan badannya , dibantai oleh san
beruk. Tubuhnya hancur tapi nyawanya terselamatkan karena dia di tolong oleh pak Dhenya. Sebenarnya
menurut pengamatan aku auranya lebih mirip seperti kaca yang tebal, seperti es
yang melindungi dirinya, sangat dingin dan keras , hanya dapat ditembus dengan
panas matahari,lebih bening dari kaca dan lebih jernih dari air, sehingga mata
biasa dan anak kecil saja dapat mngenali dengan akarab kang dul itu siapa.
Hanya orang yang berwatak jahat yang tidak mampu mengenali aura kang dull. Semua yang biasa hidup di alam arwah
tahu. Sedangkan auraku seperti es setebal 30 centimeter lebih tebal
lagi sehingga tidak tembus dilihat siapa saja .,penglihatan terhadapku siapapun
samar sebenarnya siapa aku ?, agak pedhut seperti kaca sasaran tembak agak alot
tetapi lentur, ya mirip seperti , semacam fiberglass sehingga tak seorangpun
dapat melihat aku kalau bukan orang
digdaya, sakti mandraguna.diatas kepala aku ada semacam parabola ;lingkaran
besar yang dapat menangkap aura sedunia, diwajah aku sebesar mangkok keramik
putih sperti piring , dari belakang terlindungi sperti helm , hanya samping
kiri kanan telinga terbuka lebar .apa kelihatan oleh anda ? “ tukas si penanya . ya say melihat samar-samar ,
tapi aku tidak mengeerti itu maknanya. Tetapi dalam perjalanan keliling dunia
hal-hal semacam itu terasa sangat kecil, enteng dan remeh. Aku telah menemui
berbagai manusia sakti yang lebih dari kang dul dan kamu “tukas si penanya. Ada juga orang yang tulus
dan jujur melebihi kang dull.
Dikisahkan juga sebelum masuk
ke alam arwah aku ini seorang palay boy yang suka bermain wanita, dan mertuaku
adalah seorang tentara berpangkat kolonel. Saudara-saudaranya
banyak yang sarjana dan kopassus (komando pasukan
orang susah). Semua kelihatan gambling , hanya aku saja yang tersesat ke dalam
alam khayal.
Ada juga orang
yang tulus mau mengambil anak angkat aku mempunyai tanda-tanda kebesaran
seperti jenderal, kesaktian dan kedigdayaan yang luar biasa walaupun
begita ia sangat menghormatiku sehingga
anak putrinya boleh aku persunting, sehingga aku merasa sedikitpun tidak
khwatir jika dekat dengan beliau,jendral
yang sangat shaleh dan jujur, mempertahankan kesejatian dan keyakinan dan hanya
makan gaji hasil kerjanya saja , tidak mau sambilan seperti Jendral-Jendral
yang lain yang rangkus dan serakah, pantas
bila pada saat pensiun ia tidak
mempunyai apa-apa, tapi diberi kesehatan
badan dan jiwa , diberi anak yang pinter-pinter.tidak tersiksa seperti aku
waktu masih jadi budaknya Jono yang dulu , yang selalu dimarahi,
selalu di damprat dan di kamplengi
sampai pencoratau kalau tidak begitu
didenda samapai hartaku ludes, sedangkan ia menari-nari diatas penderitaan
orang banyak. . hanya dengan bayaran $40
sebulan. Mungkin dengan keluar dan menghindar dari berbagai kekejaman ,
aku bisa nyambung bercerita da alam
arwah.semua gamblang tergambar jelas di alam arwah , tidak ada yang
ditutup-tutupi, sehingga aku pun bebas bercerita dalam konteks alam arwah, yaitu cerita tentang adanya
mesiah berbentuk batu, besi dan kayu-kayu keramat , keris bertuah, dan kepercayaan pada Nyi roro
kidul dan beberapa kepercayaan nenek moyang yang dipertahankan, yang berkembang
sangat subur , di sekitar kang dul yang sama sekali tidak faham , bahwa dia pun
juga memiliki alam arwah dan penarawangan yang tajam.orang sekitar tidak faham
, tapi aku paham betul, itu karena kini kang dul memasuki alam kewalian,
memasuki alam arwah tertinggi, tempat dimana ditemui arwah-arwah suci, tempat
apai pensucian , tempat penyikasaan pengkhianat dan orang dzalim yang disiksa
dengan duri-duri yang dililitkan di kepala dan badannya samapai berdarah, api
membulat tempat pencucian dosa yang berkarat seperti jelaga, tempat penyiksaan
yang super pedih,, surga neraka ,bala’ dan anugerah.dabn ruang besar seperti
sel dimana arwah-arwah itu ditempatkan sebelum menerima pengadilan atas
kelakuan-kelakuannya sewaktu masih hidup, juga ada ruang kecil tempat
penampungan, ruang tahanan, dan tempat pengadilan. Seperti nyanyian Ida laela.
Dan kalau
derajat orang alam arwah bisa naik terus, nati bisa samapai ke sidratul muntaha
tempat ia melihat surga semua berhenti. Di saat lain kang dull bercerita
tentang gurunya yang maha sakti, yang tembus pandang sampai ke alam arwah yang
tinggi dengan segala kejujuran. Saat memohon agar supaya setiap munajatnya
terpenuhi,bertahajjut dua tahun penuh mulkai jam 2 tengah malam sampai jam 4
pagi , mengadukan tentang kedudukanku didunia akung selalu tersingkir dan tidak
punya apa-apa, datang dua orang gagah perkasa mau menghentikan munajatku
kepqada tuhan khawatir terjadi apa-apa
denganku, lalu datang kiai mekukuhan yang
semare ing gunung sumbing , syeh subakir dipuncak gunung tidar , mbah
saridin , semua menggurui akau, mereka memerintahkan akau supaya aku bersabar
dengan derita dan cobaan manusia dunia , semua guru gaib seluruh dunia
mendatangiku berdiri berjajar di
depanku, dan aku sama sekali tidak
merasa sungkan dan takut , melainkan merasa nikmat aman dan tenteram , tidak
seperti waktu masih bersama Jono , manusia bengis yang haus uang , darah dan
kekuasaan itu.aku menjadi murud keakungan
mereka , mereka menjumpai aku dimana aku berada , di Gua-Gua, puncak Gunung ,
di kesunyian malam , bahkan ditengah pasar yang ramai.. semua berada diluar jangkauan akal sehat , semua
yang aku lakukan hanya angger saja , berjalan menurut hukum alam Gha’ib. aku
kira lakuku ini sama seperti dilakukan walai-wali, Nabi-Nabi, orang pintar,
sufi, kekasih Allah, para kiai, ulama” khos, dan penguasa-penguasa yanbg adil,
ada yang datang mendekati aku sem,acam kiai panggung, arwah alaustazd-ustzd
yang khusyu’ . para pendeta dari berbagai benua dan bangsa , menemui aku dan
mencuim bersujud terhadapku, laha ini semua membuat aku sungkan dan tidak enak.
Mau nggak mau aku hanya mengucapkan syukur ke hadirat allah yang mengetahui
segala rahasia ini, lalu aku di beri ladduni ,di ajari tentang pengetahuan
berbagai agama , di fakultas Alam semesta , jurusan jalan Lurus siroothol
mustaqiim.
Lebih
mengherankan dan mengejutkanku lagi, waktu tiba –tiba aku disuruh mengisi kuliah pelajaran spiritual, aku bersembunyi, aku tidak perlu menyebutkan apa keyakinan aku ,
karena penganut agama seluruh dunia dan para athe’is juga datang mendengarkan kuliah aku, maka aku beri
pelajaran saja mereka bagaimana cara berkhikmah, cara berfilsafat , mulai
filsafat timur sampai filsafat barat , filsafat klasik, sampai filsafat Modern
, tidak lupa juga aku selipkan filsafat jawa, juga tasawwuf, semua aku ungkap gambling di kuliah
spontan itu , sehingga setelah itu aku diberi gelar DOKTOR honoris causa dari alam Arwah, karena aku menguasai
semua dengan Gamblang, lengkap dengan garis-garis besar pergolakan semua
pemikiran-pemikir-pimikir alam arwah dan foot noot buku yang aku baca di alam
arwah, semua spontan dan ladduni , hanya dari rohmat Allah. Pantha Rhei aku pun
akhirnya berkuliah betulan di alam arwah doctor jurusan Ilmu-ilmu Arwah, dan aku
bertemu professor-profesor seluruh dunia, tentang adat dan tradisi mereka, dan aku
minta di ajari yang Universal- Universal saja asalkan njalur, kurang lebih berada di jalur
kehidupan nyata dan alam arwah seimbang,
jalur kebenaran yang bisa diterima orang banyak, kebenaran universal, tidak
menitik beratkan pada Satu keyakinan apapun.ya semacam tasawuflah lengkap
dengan do’a-doanya semua diajarkan oleh maha guru,juga ajaran yang aku terima
dari guru sejati, meliputi pengertian semua agama secara bijaksana, lengkap
dengan filsafat-filsafatnya, baik timur maupun barat demua diteliti dengan
njlimet, semua yang ada di buku-buku suci semua agama- di dunia.
Jalan arwah yang aku lalui
, aku lami betul keberadaannya 100% jalan
absolute , jalan allah , jalan menuju Tuhan yang maha esa , kuasa hebat
yang semua di ajarkan kepada aku.ini benar benar pengajaran langsung , kasyaf
tanpa pembatas, sangat berbeda dengan teologi yang aku anut selama ini , ada syari’at, ada
ushuludin, ada dakwah, hukum , adab maupun Tarbiyah. Pengalamanku selama ini
tenggelam dan sia-sia.
Dan pengalam
baru ini sangat bermakna, uniq dan benar-benar berbeda , dengan apa yang
diajarkan orang-orang sehari-hari, sewaktu masih di bangku kuliah dulu, sangat
kontras dan tidak cocok. Misalnya Filsafat etika yang di ajarkan kharis Zubair
yang diajarkan padaku dulu di sebuah perguruan teologi terkenal di jagakarsa , sangat tidak memuaskanku. Aku
tidak terpuaskan dengan berbagai kegagalan lengkap, persis seperti kata-kata
temanku waktu kuliah dahulu, kalau aku benar-benar repot, dan tak akan pernah menemukan konsep jalan kehidupan,
tak akan mendapatkan apa-apa hanya dengan mempertontonkan konsep belaka,
setelah melihat kenyataan para sarjana filsafat seperti aku mati di ujung
tombak pemikirannya sendiri, tenggelam
dalam lumpur otaknya yang meluap, akhirnya maut menjemput, dalam
perjalanan menuju kebijaksanaan. Ya
kenyataan semua temanku mati tatau hidup dalam kegilaan, mencari hakekat
hidup yang tak pernah purna, ada yang sampai menerjunkan diri dari atas tebing
yang curam , ada yang rela menenggak racun, minum obat serangga, ada yang
frustrasi karena hidupnya tidak bahagia, ada yang jadi tentara lantas menembak
kepalanya sendiri karena tidak tega menembak musuh. Ada yang jadi pengembara seperti aku ini,
yang tak pernah selesai mencari jati diri, yang akhirnya terjebak di alam
“arwah”. Banyak jalan menuju roma , tapi tak pernah ada yang tahu pasti ,
melalui pintu mana orang masuk kea lam arwah , aku sendiri tak tahu mula-mula
aku masuk ked sini. Ada pula temanku yang bernama Gatot yang berkutat dengan
ontology , da Hormuz yang terjebak dalam faham eksistensialisme , , si Rusdi
yang sangat tis dengan faham
religiusnya, ada yang lebih hebat lagi , Si Afnan Malay yang pakar bermain ideologo-politik bahasa dan
Hukum, semua dia kuasai hingga ia dekenal sebagai delegasi
alam Ghaib, sebagian temanku dapat kuceritakan sekenanya , karena samapai
sekarang auranya masih menempel ditubuh aku , walau barangkali ia sudah tidak
mengenaliku, karena auraku makin hari makin tebal sehingga ibu , anak,
istrikupun makin tak mengenaliku ,
apalagi kok teman, karena mereka belum mengenal auranya sendiri dan inilah
sedikit pembahasan aku tentang aura.
Waktu aku
keliling-keliling dunia , aku mampir di damaskus, yerissalem , Israel, Qatar
, yordania , Beirut,
mesir , dan Palestiana. Tapi alu belum sempat ke mekah atau
medinah karena sanguku Habis. Aku juga melihat
tempat tempat suci ,seperti masjidil Aqsa sabilil muttakiin, aku melihat
Gereja Roma Italia, aku juga melihat sinar putih dan bening di atas menara
Pisa, memancar dari langit tegak lurus dengan bumiku berpijak dan
menyilaukan.yang tingginya jauh tak terukur oleh jangkauan pandanganh mata
biasa.
Selain itu juga , aku melihat ada seberkas cahay seperti baterai yang
panjang, memancar dengan indahnya , menembus sampai ke tanah Jawa tempat aku
dilahirkan, lha wong aku ini orang jawa kok. Di tanah jawa ini ada beberapa
tempat yang bisa tembus bila dilihat dari langit sidratul muntaha, ada
sebahagian di jawa barat, di jawa tengah , ada juga di jawa timur.
Aku teringat waktu dahulu , waktu aku masih menghuni alam normal, sempat
mempelajari Tasawuf dari zaman ke zaman, waktu aku mengajarkan ajaran Islam ,
aku sempat menderita panas dingin , sebentas panas , sebentar dingin sehingga
badanku cepat lelah dan lunglai, aku lelah bukan karena menjalankan wirid ,
tetapi karena di larang oleh seorang sesepuh preman untuyk tidak mengajarkan
tariqoh dengan istighosah , kjatanya itu mistik , klenik , rood, tertolak dan
tidak sah menurut alam pikirannya, kemudian aku meninggalkan tempat itu karena aku
suka melakukan riadhoh dan istighosah, aku merasa seperti di tampar , di
doktrin materialistis dan sahwat kedagingan, hal yang tidak cocog dengan alam kemanusiaan
aku. Kemudian setelah aku meninggalkan padepokan itu , aku berjalan-jalan di
lereng-lereng gunung , hutan-hutan , pematang sawah dan mendatangi kerumunan
orang desa untuk aku ajak bger mujahadah, aku merasa lebih hidup, kemudian sat
itu juga aku meninggal, tapi merasa seakan masih hidup. Atau aku inimati suru ,
mati dalam hidup , atau hidup di alam orang mati., bergentayangan , di cancang
di kuburan , tempat-tempat angker, berjalan tanpa arah , tanpa henti , sekan
tidak bisa berhenti, sampai tubuhku kehabisan cairan darah. Aku kesana kemari
,tapi ketemu bekas m muridpun mereka sudah tidak mengenali diri aku , ramburku
gondrong , gembel , bajuku compang camping , dan jalanku sudah terseok-seok .
orang hidup sudah tak ada lagi mengenaliku, aku sendiripun sudah tak mau menegenali diriku sendiri ,
bahkan sanak famili , keluargakupun nggak mau mengenal aku , aku berubah Total
. akhirnya aku masuk ke dalam dunia orang mati. Tidak ada yang membekas dari
perjuangan hidupku , tidak ada yang
tersisa semua wassaaalaaam meninggalkanku , tak ada yang tersisa. Ajaran
agama yang diajarkan guru-guruku dulu tdak sesuai semua, dan pengajaranku
kepada murid-muridku pun jadi kabur , pengertiannya terbang hilang melayang
tanpa bekas ; mereka berani dengan orang tua , mereka rakus terhadap harta, mereka tidak hormat kepada guru, mereka juga tidak jenak
dirumah , dan selalu suka mendatangi
even-even dangdut dan minum-minuman keras,kebut-kebutan di jalanan,
mereka sama sekali tidak malu melakukan kemaksiatan, mereka meninggalkan sholat
, tidak mau bepuasa pada bulan romadlon dan bangga melakukan maksiat dan dosa,
tidak mau hidup tertib dan taat seperti aku walaupun aku masuk ke alam ruh,
lantas gemar beribadah ke masjid, untuk Sholat berjamaah , pengajian-pengajia
gak-gak gak habib syekh , menuntut ilmu agama, berjanjen dibaan. Kata mereka
murid-murid aku itu kuno, susah untuk
ikut kea lam arwah terlalu menyakitkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar