LIR RESPATI BUMIDAYA
ikut kea lam arwah terlalu menyakitkan berpuasa, tidak
ada kebebasan dan kesenangan, kurang gaul , tidak keren, tidak ada sedikitpun
kepuasan kesenangan , menyulitkan kuno dan kolot , kata murid-murid.
Aku malu kepada masyarakat , atas ajaran aku yang
tidak merasuk pada ajaranku itu, dan tidak mau menganggung dosa mereka , aku
diprotes dan ditipu habis-habisan oleh alam khayal. Hasil ajaran agama itu aku
dipertanyakan, sehingga aku membulatkan tekad untuk masuk ke alam arwah. Lam
habis habisan setelah semua kenyatan hilang , alam fa’al.Alam yang serba aneh ,
alam yang tidak mengenal batas , tidak mengenal waktu , tidak mengenal
berakhir, kalaupun khilaf dari sisi kemanusiaan, itu bisa dibenarkan di alam
arwah, karena disana dibimbing oleh ruh
suci yang serba memaafkan.. aku pun bertemu kawan-kawan aku di dalam alam
arwah, di ruang pengadilan arwah, semua
kawan-kawan pengacara memberi salam kepada aku, bergegas merangkul aku,
ada mubassirin , ada hartono ,ada edi purwanto , ada sudir santosao, juga ada
Ahmad Yasin Mantan dari DPR yang sudah
masuk lebih dulu di alam arwah . yang terakhir menedekati aku dan bertanya soal
sembahyang, dengan pertanyaan jawa yang khas “ Dik, koe wis sembahyang ? kata Yasin serta merta
mengingatkan aku , sekalipun sudah masuk di alam arwah kita tetep musti rajin
sembahyang . Yasin selalu mengingatkan aku setiap ketemu ,
sekalipun sudah masuk di alam arwah, dia
tetep musti rajin sembahyang . lalu kemudian melihat aku masuk neraka kenapa ,
apa karena kau sering meninggalkan sembahyang , tidak mau bekerja , tidak
bertanggung jawab ? ternyata tidak , atau aku di adili karena memusuhi ibuku, istriku , saudaraku,
anakku dan semua tetanggaku. Yang jelas kawan-kawan dekatku pada tahu bahwa ku
di jemput malaikat izra’il untuk mempertanggung jawabkan dosaku kepada Tuhan,
aku di naikkan ambulan putih karena kena penyakit migraine dan strook akut,
jasadku dibawa ke rumah sakit, sementara
arwahku dibawa ke kantor malaikat
berseragam coklat-coklat lengkap dengan seragam dan tanda pangkat dan nama
–nama mirip seperti nama manusia.malaikat berseragam coklat agak kehitaman itu namanya Izra’il,
sebelum ditanyai dengan baik-baik terlebih dulu mereka menggertak , setelah
kujawab , malahan mereka memukuliku beramai-ramai hingga tulang belulangku
remuk, wajahku kehilangan bentuk, sedangkan aku tak boleh mengundang pengacara
sep[erti waktu di dunia normal., aku kehilangan banyak darah, malaikat-malaikat
itupun mengangkat dan menyeret aku untuk
di masukkan ke lokap , semacam kamar
kecil sempit beratap seng, tanpa peri kemanusiaan , disana tidak dikasih
makan dan minum sampai berhari-hari , barangkali lebih dari seminggu. Di alam
malaikat semua transparan , tetapi masih ada juga malaikat yang jahat.
Perbuatan baikku semua tidak di hargai,
ditutup-tutupi , seakan aku tak pernah berbuat baik.sedangkan perbuatan yang
seakan-akan jahat di beberkan dimana-mana, dan semua orang memfonis aku yang
keliru lantas di jerumuskan ke pengadilan yang dzalim , sebelum sempat aku
membela diri, mereka memutuskan keputusan aku harus di masukkan ke naraka
jalanan, yah tak pernah deberi kesempatan untuk mendapatkan pembelaan akademis
maupun etis . aku di keluarkan begitu saja.kelirunya pemahaman manusia normal
mereka merasa paling benar, suka membuat-buat, menambah nambah berita tentang
kesalahan seseorang, terutama kepada
penganut “alam arwah”. Pendapat manusia
normal selalu minta di benarkan, selalu mengaku yang paling benar,
sedangkan pendapat alam arwah hampir selalu di maafkan bila ada kesalahan, atau
bahkan di salahkan sehingga aku hampir tak pernah benar.
Padahal bagiku , sekalipun malaikatpun bisa juga salah
menurut pendapat alam arwah, karena pada adasarnya pandangan pemahaman manusia
dan malaikat agak berbeda.
Itulah kenapa dikemudian hari aku berani
dimasukkan ke dalam api neraka, seperti
halnya memasuki panasnya lumpur otakku sendiri yang tak henti-hentinya
berfikir, menciptakan asa sendiri, menciptakan harapan sendiri, masuk neraka
yang aku nyalakan sendiri. Sedangkan api neraka itu seperti api penyucian atau
seperti api pembersihan dari thoghut, menurut aku pun sebenarnya aku ini pun
harus dihukum, walaupun dilain pihak seharusnya aku juga mendapat penghargaan
dan segera dibebaskan dari api neraka, trapi aku tetap berdo’a semoga aku segra dipindah dari jurang api neraka ke
tempat yang lebihsejuk berkumpul dengan orang-orang yang aku sukai seperti abu
nawas.selanjutnya guru arwahku menasehati aku :
Begini lho dik sekarang tidak ada lagi orang yang tidak gosong dimakan
api seperti Ibrahim, karena ia telah diangkat Tuhan langsung, tetapi aku sudah
di angkat oleh Tuhan, aku sudah di entaskan dari jurang kehinaan ke dalam
jurang kemuliaan.otomatis setelah keluar dari api itu aku bertambah bersih
seperti emas yang dibakar lalu dibersihkan jelaganya. Api itu aneh, panasnya
tidak membakar diriku , tapi mentahirkan aku, api ini bukanseperti umumnya api
di dunia, atau lautan apai yang lain, karena juga banyak yang nyemplung ke situ
karena berbagai alas an yang belum final. Setiap aku di cemplungkan dalam api
itu aku tidak terbakar ataupun hangus, tetapi malah dingin seperti masuk sumur,
apinya berkobar-kobar merayapi tubuhku tapi aku tak merasakan apa-apa.
Lantas aku dientaskan dari kawah itu, karena mereka takut kesaktianku melebihi
para malaikat, tak mempan dibakar api
itu, dalam pepatah jawa “lir kadya diobong tan kobongo, dipepe ora garing , dicelup ora teles.” Seperti itulah aku di lam Arwah.
Kesaktianku sudah di kenal banyak orang semenjak aku masuk ke dalam alam arwah.
Tak ada lagi hawa nafsu merasuki diriku.tapi aku jadi tidak betah dirumah , aku
jadi nomadden berganti-ganti alamat.selanjutnya aku dipindahkan ke dalam Hall yang sangat luas dengan jalan yang lurus
dan halus tapi seakan akan kakiku tidak tememplek
lemah(tanah), ruangan itu mirip sekali dengan asrama militer, mirip sekali
dengan gedung pengungsian.gedungnya luas memanjang loos tanpa kamar hanya
ditutupi pembatas terpal biru seperti sak, semua orang campur aduk disitu,
dalam htiku beku ,dingin rasanya ingin untuk pulang dan kembali normal.tapi
warisanku sudah habis di jual ibuku dan saudaraku, semua uangku raib di tipu,dibawa
kabur , aku dikibuli orang-orang sampai semuanya ludes tinggal baju dan celana,
rumahku satu-satunya warisan orang tuaku tenggelam oleh lumpur, tah longsor ,
gempa bumi dan sunami , gubug bambuku diterpa angin putting beliung dan di
rusak gempa dan tanah longsor. Aku ingat aku dicampur aduk antara orang dengan
barang, campur aduk dengan pengungsi dari bosnia Herzegovina , dari palestina
–isra’el, dan dari berbagai suku bangsa,bangsa manapun berkumpul disitu
berdesak desakan minta pembagian makanan dan obat-obatan supaya bisa kembali
normal.tapi aku tidak bisa aku terjerat,
Aku pun terjebak
di alam arwah-arwah.di situ juga ada semacam sekolah yang dibangun.ada juga
kursus-kursus berbagai bahasa kuno, bahasa asing yang tak aku kenal.jadi kalau
aku pergi hanya dalam jam-jam tertentu yang ditetapkan sekolah itu , karena aku
juga dijadikan staff pengajar di sekolahan arwah itu, di sekolahan arwah orang
tidak boleh menuntut bayaran, harus iklas , demi aewah , demi pengabdian, demi ummat, kata
pemimpin alam arwah , mengajarnya mirip seperti budak , diberi jam sedikit dan
harus mengajar sepanjang tahun penuh, sebualan penuh , seminggu penuh ,
seharian penuh , sehingga tak ada aktivitas lain yang bisa di kerjakan, jadi
tidak bisa berfikir untuk ke mana-mana,
apa lagi kok merantau cari duit banyak, atau membangun rumah, mengurusi anak istri
dan rumah tangga, melainkan bejibaku umengabdi ntuk para pemimpin alam arwah,yang beiri
institusu kraman Pembina pengurus ,pemimpin organisasi masa dan pemilik saham gabungan PT Arwah . sekolahan pondokan itu dipimpin oleh arwah seorang kiai yang
bringas, bengis, suka memukul, keras dan jahat.disitu ditetapkan disiplin yang
ketat , salah sedikit saja ditempeleng sampai remuk, ada yang ditinju sampai nyonyot , dipukul sampai mati
, diperkosa oleh gurunya.dan peraturannya berubah setiap detik Guru tidak boleh
melawan murid tapi murid boleh membantai
Gurunya semua konsep terbalik dari pendidikan dunia , bayarannya berkali-kali
langsung masuk ke akntong Pembina sekolahnya , dan tidak masuk ke administrasi sekolah , tidak ada admistrasi-administrasian,
semua di buat serba kabur dan tidak jelas sehingga para gurunya kadang-kadang bisa rekreasi ke
dunia alam normal , mereka kumpulan dengan
cara protokoler alam normal dengan bahasa alam normal, mereka juga kondangan melompat jalur.
Kalau pagi-pagi sekali para murid sekolahan arwah di beri pelajaran oleh raga jalan jalan mejeng di pinggir jalan, anak sekolah dan gurunya disuruh ramai-ramai berolah
raga mengikuti muridnya, lalu masuk sekolah di ruangan yang pengap , cor batako putih
bolong-bolong , bangunan belum jadi, atapnya dari selambar seng, dengan
keringat bercucuran untuk menerima pelajaran bahasa Dunia Maya, Inggris ,Perancis , jerman , belanda dan Bahasa
Arwah yang sulit difahami itu, katanya dengan didoktrin dengan mempelajari bahasa arwah itu orang bisa masuk sorga ,
sehingga ada lafadz-lafal bahasa arwah yang di ulang-ulang ribuan kali agar
orang bisa naik ke sorga , dihapus dosanya diringankan penderitaannya ,
mendapatkan istri cantik, mendapat rumah bagus dan kendaraan yang dinamakan
buroq.setiap orang disana diwajibkan
sekolah, ada program makanan bergizi, atau diwajibkan mengajar,mandinya beramai-ramai, semacam kamar mandi
besar, disediakan kamar mandi super besar dan luas dan air yang jernih ,
walaupun pada saat kemarau air mahal dan suli t da
dapatkan dan semua orang jarang mandi dan mencuci, sehingga rata-rata penganut alam arwah baunya tengik
dan enggak karuan. Ketika enak-enaknya tidur kami selalu di bangunkan pagi-pagi benar, masih fajar , ya
kira-kira jam 3-4 disuruh segera mandi atau ambil wudlu’ lalu sembahyang
beramai-ramai menurut ajarannya masing masing dan membaca kitabnya masing
masing, siang harinnya digiring ke kali juga untuk mandi beramai-ramai, kalinya
juga airnya jernih, ya kami di mandikan mirip seperti sapi.
Setelah mandi dan masih basah karena ndak pakai handuk
, kami baru boleh makan , kami diberi
rangsum dengan piting dari seng dan cangkir dengan lauk satu tempe goreng dan sup kol, dsan mengambil sambal terasi yang sangat poedas dan nasi secukupnya, sendoknya
juga dari stainless, setelah makan kami digiring ke kelas masing masing menurut
jurusannya, yang jurusan matematika
harus masuki jurusannya , yang jurusan ipa juga harus memasuki
jurusannya , demikianpun jurusan pendalaman Ilmu Arwah juga ada jurusannya,
ada ujuga olah raga yang dilakukan oleh semua jurusan , olah raganya di ajari
cara berperang , bela diri panca sakti, karate , inkai, silat, belajar memanah,
melempar batu, cakram, lembing, melempar granat , Bom, dan juga ada pelajaran
merakit Bom, pelajaran pungdahmah(pengepungan dan penggeledahan rumah),
pelajaran seni menyamar, memanjat, merangkak diatas satu tali, climbing ,
mountainaring, guling , terbang layang. Otak kami harus cerdas , gerakan orang
arwah harus gesit, mengusasai semua medan, cepat mencerna semua pelajaran,
matematika kami harus sepuluh , biologi-
fisika harus sempurna, menguasai 10 paling tidak bahasa dunia normal, juga
ditambah bahasa arwah dan bahasa
alkitab.ada bahasa prancis, swedia , latin, yunani, inggris , belanda , bahasa
bahasa Venesia, Asia:;,Hongkong, Tiongkok, Jepang, Suvyet, Korea dan seabreg
bahasa verbal maupun bahasa Tekhnik. Cuma
akungnya hasil pengetahuan dari alam arwah musti da dapat dari model
pendidikan alam arwah, dan untuk memperjuangkan ide-ide kaum Arwah. Semua
pelajaran tidak perlu buku atau pulpen, semua pelajaran harus langsung kea lam pikiran dan perbuatan , ya..
tidak boleh dicatat atau diberitahukan kepada dunia luar, yaitu dunia orang
normal entar dikira Gila.bagi mereka
hal itu metode yang paling benar,
tidak bisa di katakan tidak benar ada beberapa nama teman aku penganut
alam arwah yang Sangat Setia: Surozuddin
Sirizar, Abdul malik bin sofa musthofa
,Abdul kadir al-munsyi,Muntha’ib, Nur Ohmad bin barak, Abdul halim
siddiq, Ali dzulqurnain dan banyak lagi nama temanku yang terkesan di ingatan,
mereka memiliki nomer telepon yang berbeda-beda, tidak boleh protes , tidak
boleh bertanya , harus membenarkan, boleh bertanya tapi musti dijawab sendiri,
kalau belum faham disuruh baca sendiri dan mengarang sendiri, di perpustakaan
baitul maqdis yang bukunya tidak di pinjamkan , hanya boleh dibaca disitu dan
tidak boleh dibawa keluar ke alam normal . Memang berat pelajaran di alam
arwah .
Di alam arwah pun ada fenomena dunia lain,dimana orang tidak perlu repot sembahyang’ katanya sembayang daim , karena sembayang sare’at merepotkan , sembahyang pun bisa dilakukan dimana-mana, karena seiap tempat adalah masjid , termasuk di supermarket, sembahyang itu dianggapnya
sama dengan kenduri, kondangan , slametan, dengan hidangan semangkuk nasi penuh
dengan panggang bucu ( ingkung ayam )
yang siap disantap beramai-ramai, dianggapnya semangkok nasi sayur dan paha
ayam, secangkir the, cukup untuk memberi makan para arwah, semua arwah
menganggap semua itu dise diakan segitu
banyaknya sama rasanya baik sayur , maupun daging, semua tidak bisa dirasakan ,
ya dapat baunya saja sudah cukup , melihat anak cucunya rukun saja sudah cukup.Sesama
mereka tidak bisa omong, dngan yang lain , mau ngomong saja susah , mau mengutarakan
kebutuhan saja susah, kalau aku ajak mereka ngomong , mereka diam saja, mereka
seperti tidak mau mendengar omongan orang lain ,selain pendapatnya sendiri, mau
ngomong saja susah sekali karena
keterbatasan bahasamaklum bahasa hati kami berbeda
Agar anak-cucunya rukun saja sudah cukup melihat anak-istrinya makan-minum
saja sudah senang..Sesama mereka tidak bisa omong, terbentang jarak antara satu
dengan yang lain , mau ngomong saja susah , mau mengutarakan kebutuhan saja
susah, kalau aku ajak mereka ngomong , mereka diam saja, mereka seperti tidak
mau mendengar omongan orang lain selain pendapatnya sendiri, mau ngomong saja susah sekali karena keterbatasan bahasa
, atau perasaan yang sama sama tidak enak, mungkin yang diandalakan di alam
arwah adalah tinggal hati dan perasaan,Tarji bertanya padaku , “ya
mungkin barangkali harus memiliki ilmu
kadigdayanku untuk masuk ke alam
arwah, kekuatan gaib lebih, untuk berbicara dengan antara alam arwah?”.
Jawabku”ya kalau pingin tahu ya coba sendiri, begitu kita konsentrasi dan
mengumpulkan segenap kekuatan dan bekal yang cukup untuk kembali dengan cepat
supaya aku dapat berbicara dengan keluargaku, ibuku , kakekku nenekku, dan
saudaraku, dalam hati kecilku selam ini aku ingin sekaqli ngobrol santai kekeluargaan
dengan mereka tetapi perbedaan alam dan setatus sosisl, gengsi sebagai orang
alam nyata, mereka tidak bisa , dianggapnya setiap pembicaraanku menyinbggung
mereka, membingungkana mereka, memboroskan waktu , seperti orang ndleming ,
kehilangan akal, ada juga alas an lain yang tidak bisa mereka terima, padahal
rumah kami berdempetan berdekatan , dan kami dari jhalaur keluarga yang sama .
kalau dirumahnya saja kok boleh
dimasuki, lumayan bis bertemu sampai dekat, yang paling jengkel adalah tidak
bisa ngobrol. Waktu begitu sepi ia terlalu berpamrih , aku bisa menembus dunia
saja tidak cukup dengan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar