LIR RESPATI BUMIDAYA
kejujuran , ketyulusan dan kesaktian , tapi harus banyak duit , oh
betapa menyakitkan memasuki dunia alam normal. Sungguh tiada ketulusan dan
keikhlasan, dia hanya akan mendekatiku bila aku mau memasuki dunianya orang
hidup, kata mereka .
Mereka
sembahyang setiap waktu dari subuh hingga subuh lagi ,b erdikir mantra-mantra lama sekali , kadang kadang malah sembari menunggu
jamah mereka menunggu berjam-jam hanya menunggu
kiainya datang , dengan pengeras suara mereka
berdendang , bernyanyi-nyanyi , loap-laop yang membisingkan gendag
telinga , sudah suaranya dibuat-buat dan tidak merdu , memekakkan telinga lagi
, belum lagi sebel dengan tingkah laku mereka memanjatkan do’a-do’a lama sekali , tapi tak juga merubah perilaku
jahatnya , sama sekali tak bisa disanak, diingatkan, tak bisa di dekati apalagi
kok diajak ngobrol , ya susah sekali , bahkan yang bikin jengkel itu adalah
tidak bisa diajak ngobrol.gengsinya sebagai
orang paling waras dan normal masih no .
satu sehingga nggak mau kalah, apalagi kok kenal. Kata mereka Waktu hidupku sudah
habis untuk leha-leha dan lenggang-kangkung karena peri hidupnya terjamin dan
dapat di andalkan.Sedangkan mereka yang merasa hidupnya berjuang bekerja keras
banting-tulang peras-keringat setengah mati, kepala jadi kaki , kaki jadi
kepala, sampai sekarang setelah
matipun merasa kebiasaannya ngantor dan
bekerja merangkai pikiran untuk mafia , dan saling menjegal, menjatuhkan martabat
pengikut alam arwah . Mau bepergian
susah sekali karena terikat kontrak
bekerja di suatu tempat sepanjang hayat, dunia serasa sama ,bumi yang sama,
langit yang sama, semua datar , tak ada tanjakan , dan tak ada turunan, semua
sama, mau bicara nggak bisa,mau diam saja salah tingkah, orang-orang di sekitar
yang dekat juga tidak ada yang kenal. Berbeda dengan keadaan arwah ibuku yang sukanya
pergi jalan-jalan ke kota mekkah , katanya itu di sebut ibadah haji,
menghabiskan uang untuk belanja belanja , menaikkan gengsi social, dan ngrumpi
selama berjam-jam, melakukan ritual itu
, semua serba denda dsan sangat memboroskan uang katanya Dam , paling paling
setelah pulang hanya mendapat gelar Hajjah saja . arwah ibuku berangkat haji sendirian dengan menjual kebun, sawah dan sapi-
bapak.sedangkan aku dianggap tidak pantas ikut menunaikan haji ,
karena perbuatanku lebih mirip bangsaat dari pada santri .ibuku suka hidup
berpetualang semasa hidupnya , ia pergi ke sawah-sawah lading-hutan mencari kayu
, mengumpulkan sampah-sampah daun untuk dibakar dan di jadikan pupuk, katanya ,
dan diwaktu istirahat di rumah, ia suka ngrunpi membicarakan aku anaknya sendiri , istriku , anakku, dengan orang
–orang sekeliling rumah, apa kebiasaannya itu dibawa –bawa sampai luang-alam
Arwah?
Disini aku malas kenalan,kenalan dengan Jin adan alam arwah semua erpamrih , maunya duit , belum
apa-apa sudh ngemplang duit. akuu tidak tahu
orang apa’ seperti apa yang ada di sekitarku, aku terasing disini, sendiri,
bahasaku ya
bahasaku sendiri, kelakuanku ya kelakuanku ,sendiri tak difahami orang , bahasaku tidak mumpuni untuk ngrumpi
seperti mereka, dengan bicara terbahak-bahak, terpingkal-pingkal membicarakan
orang lain . ada orang bule , kulit hitam, orang arab , orang cina grumpung,
semua asing bagiku, jadi males bicara,”
ujar ibuku . lalu apa yang dikerjakan sehari –hari ?”, tanyaku. Aku sehari hari
hanyalah nganggur , tiduran sambil
mendengarkan radio . uang uangan dolar yang kau kirimkan dari Amerika dulu tidak laku disini, rumah mewah dan makanan
enak-enak yang kau kirimkan dari dunia dulu tidak enak dimakan disini, warisan
yang ditinggal ayahmu dulu sudah tak ada manfaatnya lagi disini, semenjak aku
menghuni alam arwah dan semenjak aku memasuki alam Ghaib, semua sudah tidak ada
lagi , semua tidak nyata , pekerjaan yang dijanjikan dengan menyogok untuk jadi
pegawe oleh Zubaer dulu juga malah mengakibatkan pecahnya persaudaran,hancurnya
sendi-sendi ahlak celaka berat, mengakibatkan berdirinya tembok tinggi dan
jurang yang teramat dalam rentang jarak dan sakit hati. Kebun mangga yang penuh buah dan harganya selangit
dulu juga tak lagi ada manfaatnya, karena harganya dan biaya perawatannya tidak
sebanding,ka semua sudah
diyebang lagi tak ada lagi lang-aloang dan daun mangga kadang-kadang membusuk sendiri di pohonya semua seperti mimpi,berlalu begitu saja, tidak
berbekas, semua hanya kenangan, semua terjadi terlalu singkat, aku hanya
merasakan sebentar, aku hanya sebentar sejenak tinggal disitu,lalu kemudian
pergi lagi tidak sampai setahun rasanya , aku merasa kesepian sekali, begitu kalian memasuki alam arwah.
Memang waktu itu aku bangga tinggal di rumah mewah itu, semula aku senang
sekali tinggal dirumah itu, semua perabot ada , pembantu ada , kebunnya luas
dengan kolam ikan di depan rumah, ada ayamnya di situ .
Sehingga setiap aku pergi kerumah adikmu , aku selalu
berpesan “ awas” ayamnya dikasih makan ,
ya ?.tapi ya itu aku tinggal disitu tidak lama, aku dijemput paksa karena
kekejamanku kepada kamu dan bapakmu , dosaku
sudah sundhul utek, akhirnya
aku di paksa diajak pergi oleh seseorang bernama Izra’el, lalu ditaruh dirumah kecil ukuran 2x1, diruang kecil itu
tidak ada apa-apanya yang ada hanya tiga butir tanah sebesar genggaman Gelu,
disana aku dijaring, di ajak jalan ke sebuah gedung besar , seperti kam
konsentrasi sehingga aku bertemu kamu ini,dan kamu malah jadi pejabat besar dan orang terkenal di alam
arwah, dijaga oleh orang –orang berpakaian seragam hitam, tidak seperti di
dunia dulu , semua warna pakaian bebas dipakai , yang boleh pakaian uniform warna-warni hanya malaikat
saja, sedang manusia hanya boleh pake pakaian putih-putih, siapa saja boleh
masuk di ruangan itu. waktu aku nolah-noleh, kupikir barangkali aku bisa
nanti ada yang dapat aku ajak bicara,
barangkali ada diantara mereka kenal aku, bisa aku ajak berteman disini, eh
ternyata tidak ada, tidak seorangpun yang mengenalku. Aku mau beritahu mereka
kalau aku butuh obatpenawr sakit pusing, tapi sesakit apapun disini tak ada yang memberi obat , tidak ada
dokter, tidak ada perawat, sedang anak-anak mereka tak ada yang bisa memberi pertolongan mengobati mereka , kekayaan mereka
tak ada manfaatnya, tak bisa menolong mereka seperti apa yang kau lakuakan di
dunianya dulu.
Aku rasanya ingin hidup lagi secara normal seperti
dulu kembali dan ingin memberitahu mereka , anak-anaknya , agar mereka percaya ada kehidupan di alam gha’ib benar-benar ada seperti
yang kualami sekarang ini , bahwa segalanya serba susah, semua serba
terbalik. Kalau waktu itu kau ceritakan seperti itu ibu sering tidak percaya.
Tapi begitu aku mati aku baru percaya ternyata kamu anak yang sholeh, dari pada
saudara-saudara ibu yang dahulu, semua munafik,semua berpamrih, yang anak anaknya
tidak pernah diperkenalkan dengan alam arwah, dianggapnya ia bisa terus hidup di dunia selama-lamanya dan mau
mendoakan dan menolong arwah-arwah orang tuanya , aku pasti menolongnya.. ujar
ibuku.saudara-saudara ibu yang anak-anaknya percaya dan mau minta tolong untuk
arwah-arwah orang tuanya pasti akan
menolongnya.. aku ini kangen sekali dengan saudara-saudaraku yang telah
meninggal tapi tidak pernah bisa bertemu dengan mereka, walaupun hanya sekali,
kecuali pada saat acara sembangyang di tempatmu, semua dapat hadir dan bertemu,
tapi tidak dapat berbicara, aku ingin sekali dapat ngobrol, persaudaraan dengan
mereka, tapi mereka menjauhi aku, lagipun alamku tak memungkinkan aku bertemu
dengan dirinya. Dosa apa yang disandang oleh mnereka masing-masing sampai mereka
menyisihkanku.. dulu waktu masih hidup tidak ada yang percaya dengan apa yang
dinamakan dosa, kok sekarang jadi
susah begini ya? Ujar arwah ibu. Aku mau berkunjung ke anak-anakku dan istriku saja susah sekali,
kalau sebentar-sebentar aku diminta, mendekat memilih untuk melobi , berkunjung
dan menjilat, aku ogah, mau pake jalan apa, jalan mana yang kutempuh dan ucapan
apa yang kuucapkan untuk meluruhkan perasaan hati orang waras itu, susah sekali , terlalu politis , terlalu ndakik,
sedangkan ijin berkunjungku ke alam kewarasan terlalu sebentar, tinggal satu sampai
lima menis saja bisa bertemu , tidak lebih itu , karena ia terlalu penting di
dunianya , sedang kedatanganku hanya mengganggu
saja, susah kalau sudah begini., ya akhirnya aku pilih kerumahmu saja
karena yakin kamu mau menemuiku dengan hati tulus, walau waktu hidupku aku
menyia-nyiakanmu, karena dirumahmu akau bisa minta obat , bisa mengantarkan aku
ke dokter, istrimu mau menggodokkan jarang
untukku,tapi kok baru sekarang aku bisa berbicara dengan kalaian berdua.
Bersyukur sekali sama Tuhan telah memberi kalian berdua kemampuan berbicara
denbgan alam arwah, kenapa adik-adikmu kok tidak bisa seperti kalian dan aku
sebenarnya kangen sekali dengannya , anakku Ina dan cucuku Nada, seperti kau
berdua, kenapa ? supaya aku dapat
menolong para arwah orang tuanya. Itu tak lain karena kesibukannya berdagang
dan mengembangkan kehidupannya sebagai orang waras ,m mana mungkin dapat
bertemu dengan orang dari alam lain.lho kok pertemuanku dengan mu hanya terasa
sebentar, lalu aku dijemput, disuruh kembali ke barak, diberi tahu suruh
menunggu sebentar, ya ditungguin juga sebentar, supaya aku diobati dulu oleh
anakku , agar aku kembali tidak sakit .sedikit aku tambahkan cerita alam arwah
Ibuku, sinopsisnya seperti ini; bahwa ibu adalah arwah yang paling banyang datang
–hadir ditengah-tengah ruamah kami, banyak bercerita perihal ghaibnya yang
disampaikan kepadfa kami berdua tentang perjalanan spiritual awalnya. Dia
dipindah dari satu tyempat ke tempat yang lain seakan sperti mencari suaka
politik atau perlindungan dari kejahatanku , katanya. Tapi malah akhirnya
terjebak juga di alam arawah. Tinggal ditampung di sebuah rumah yang sangat
besar tanpa nama tanpa alamat dengan banyak penghuni.
Belum siap meninggal kok dzikir terus malah ditegur sama malaikat. Cerita
kang Lubab yang belum siap mati tapi berdikir terus siang malam , eh malah ia
akhirnya mati muda dijemput para arwah dan ditegur para malaikat yang
suci-suci, bajunya.setelah aku Tanya pengalamannya ia menjawab begini : sebetulnya
aku ini belum siap mati , tidak terfikir oleh aku kalau aku ini mati mendadak
begini,. Yang aku pikirkan selama ini aku hidup selamanya; ilmu aku itu
dapat aku ajarkan terus-menerus
sebanyak-banyaknya, aku gali terus sebanyak mungkin, sedapat mungkin, wong aku
ini sudah agak tua umur sekitas 45 tahun, ya sebisa-bisanya sisa hidup aku
pakai berdzikir , berwirid, sambil nggelathuk ilmu ndleming aku ajarkan kepada
santri-santri aku semacam kamu, naryo , ali, muklis, samadi dan lain-lain,
semua yang aku bisa aku ajarkan termasuk ilmu zadhab.aku merninggal inim
sungguh tidak sengaja , aku matipun tidak biasa , baru pertaama kali ini aku
mati,m itupun bukan karena dibunuh san beruk atau kesetrum listrik, aku mati
malah dalam keadaan wirid, waktu itu aku coba melakukan zikir , menghafal
al-kitab, di dalam zikir itu kusebut asma-asma orang-orang terkenal , kukirim
surat alfatihah dan surat–surat inti, mu’awidzatain, di dalam dzikirku sebagai
kiriman hadiah untuk alam arwah , baik yang masih hidup di dunia gentayangan ,
di alam arwah abadi -kelanggengan , maupun di alam barzakh. Tiba-tiba aku
melihat ada malaikat datang menuding aku, karena ia tak berhasil mengambil
nyawa seorang tua di desa sebelah , lhah daripada pulang ke sana ndak membawa hasil , terpaksa nyawaku
yang diambil ,dan aku tidak bisa nggandhuli , tapi sebelum itu dia bertanya :
“kamu itu dzikir terus mau apa ?”. timpalku” lho dzikir kok mau apa?”, dzikir
itu kan memuliakan , mensucikan , memuji Allah , Tuhanku ., sudah jadi kwajiban
setiap manusia yang dicipta di dunia, aku kok heran dalam hati kok tidak cocok
dengan pelajaran aqidahku yang di ajarkan guruku pak LL mar’ah dulu, malaikat
kok gobloknya begini , pikirku “aku heran
emangnya salah kalau manusia itu
pada dzikir memuliakan Allah ?Lantas dzikirnya pake caranya sendiri. Malaikat
itu menjawab ‘”Dzikirnya itu tidak salah, tapi kalau dilakukan tanpa batas , kan ya jadinya salah,
wong menghabiskan waktu . kamu kan
juga harus bekerja menghidupi anak-Istri cucumu , kalau kamu begitu tak butuh
makan , lha kamu ?. Aku balik bertanya “ memuliakan Allah itu kok ada batasnya,
ndadak di hitung segala, itu bagaimana cxeritanya , akupun nggak tahu ? aku
hanya nurut buku-buku yang di jual di bis-bis itu . menurut kamu bagaimana? Malaikat
itu menjawab dengan antusias “Kau manusia tahu apa soal wirid, soal dzikir ?apa
kalian pernah belajar soal hukum allah ? belajar soal politik,
perundang-undangan, tatahukum dan otonomi daerah yang diberikan oleh yang Maha
Penguasa ? maksudku hukumnya alam Ghaib , alam Arwah , dan alam padang , dalam
perbandingan yang seimbang ? apa cukup kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar