Kamis, 04 Oktober 2012

nOVEL TTT

LIR RESPATI BUMIDAYA
 
kejujuran , ketyulusan dan kesaktian , tapi harus banyak duit , oh betapa menyakitkan memasuki dunia alam normal. Sungguh tiada ketulusan dan keikhlasan, dia hanya akan mendekatiku bila aku mau memasuki dunianya orang hidup, kata mereka .
 Mereka sembahyang setiap waktu dari subuh hingga subuh lagi ,b erdikir mantra-mantra lama sekali , kadang kadang malah sembari menunggu jamah  mereka menunggu berjam-jam hanya menunggu kiainya datang , dengan pengeras suara mereka  berdendang , bernyanyi-nyanyi , loap-laop yang membisingkan gendag telinga , sudah suaranya dibuat-buat dan tidak merdu , memekakkan telinga lagi , belum lagi sebel dengan tingkah laku mereka memanjatkan do’a-do’a lama sekali , tapi tak juga merubah perilaku jahatnya , sama sekali tak bisa disanak, diingatkan, tak bisa di dekati apalagi kok diajak ngobrol , ya susah sekali , bahkan yang bikin jengkel itu adalah tidak bisa diajak ngobrol.gengsinya  sebagai orang paling waras dan normal  masih no . satu sehingga nggak mau kalah, apalagi kok kenal. Kata mereka Waktu hidupku sudah habis untuk leha-leha dan lenggang-kangkung karena peri hidupnya terjamin dan dapat di andalkan.Sedangkan mereka yang merasa hidupnya berjuang bekerja keras banting-tulang peras-keringat setengah mati, kepala jadi kaki , kaki jadi kepala, sampai sekarang  setelah matipun  merasa kebiasaannya ngantor dan bekerja merangkai pikiran untuk mafia , dan saling menjegal, menjatuhkan martabat pengikut alam arwah . Mau bepergian susah  sekali karena terikat kontrak bekerja di suatu tempat sepanjang hayat, dunia serasa sama ,bumi yang sama, langit yang sama, semua datar , tak ada tanjakan , dan tak ada turunan, semua sama, mau bicara nggak bisa,mau diam saja salah tingkah, orang-orang di sekitar yang dekat juga tidak ada yang kenal. Berbeda dengan keadaan arwah ibuku yang sukanya pergi jalan-jalan ke kota mekkah , katanya itu di sebut  ibadah haji, menghabiskan uang untuk belanja belanja , menaikkan gengsi social, dan ngrumpi selama berjam-jam, melakukan  ritual itu , semua serba denda dsan sangat memboroskan uang katanya Dam , paling paling setelah pulang hanya mendapat gelar Hajjah saja . arwah ibuku  berangkat haji sendirian  dengan menjual kebun, sawah dan sapi- bapak.sedangkan aku dianggap tidak pantas ikut menunaikan  haji  , karena perbuatanku lebih mirip bangsaat dari pada santri .ibuku suka hidup berpetualang semasa hidupnya , ia pergi ke sawah-sawah lading-hutan mencari kayu , mengumpulkan sampah-sampah daun untuk dibakar dan di jadikan pupuk, katanya , dan diwaktu istirahat di rumah, ia suka ngrunpi membicarakan aku anaknya  sendiri , istriku , anakku, dengan orang –orang sekeliling rumah, apa kebiasaannya itu dibawa –bawa sampai luang-alam Arwah?
Disini aku malas kenalan,kenalan dengan Jin adan alam arwah semua erpamrih , maunya duit , belum apa-apa  sudh ngemplang duit. akuu tidak tahu orang apa’ seperti apa yang ada di sekitarku, aku terasing disini, sendiri, bahasaku  ya bahasaku sendiri, kelakuanku ya kelakuanku ,sendiri tak difahami orang , bahasaku tidak mumpuni untuk ngrumpi seperti mereka, dengan bicara terbahak-bahak, terpingkal-pingkal membicarakan orang lain . ada orang bule , kulit hitam, orang arab , orang cina grumpung, semua  asing bagiku, jadi males bicara,” ujar ibuku . lalu apa yang dikerjakan sehari –hari ?”, tanyaku. Aku sehari hari hanyalah nganggur , tiduran  sambil mendengarkan radio . uang uangan dolar yang kau kirimkan dari Amerika dulu  tidak laku disini, rumah mewah dan makanan enak-enak yang kau kirimkan dari dunia dulu tidak enak dimakan disini, warisan yang ditinggal ayahmu dulu sudah tak ada manfaatnya lagi disini, semenjak aku menghuni alam arwah dan semenjak aku memasuki alam Ghaib, semua sudah tidak ada lagi , semua tidak nyata , pekerjaan yang dijanjikan dengan menyogok untuk jadi pegawe oleh Zubaer dulu juga malah mengakibatkan pecahnya persaudaran,hancurnya sendi-sendi ahlak celaka berat, mengakibatkan berdirinya tembok tinggi dan jurang yang teramat dalam rentang jarak dan sakit hati. Kebun  mangga yang penuh buah dan harganya selangit dulu juga tak lagi ada manfaatnya, karena harganya dan biaya perawatannya tidak sebanding,ka semua sudah  diyebang lagi tak ada lagi lang-aloang dan daun mangga kadang-kadang membusuk sendiri di pohonya semua  seperti mimpi,berlalu begitu saja, tidak berbekas, semua hanya kenangan, semua terjadi terlalu singkat, aku hanya merasakan sebentar, aku hanya sebentar sejenak tinggal disitu,lalu kemudian pergi lagi tidak sampai setahun rasanya , aku merasa kesepian sekali, begitu kalian memasuki alam arwah. Memang waktu itu aku bangga tinggal di rumah mewah itu, semula aku senang sekali tinggal dirumah itu, semua perabot ada , pembantu ada , kebunnya luas dengan kolam ikan di depan rumah, ada ayamnya di situ .
Sehingga setiap aku pergi kerumah adikmu , aku selalu berpesan “ awas”  ayamnya dikasih makan , ya ?.tapi ya itu aku tinggal disitu tidak lama, aku dijemput paksa karena kekejamanku kepada kamu dan bapakmu , dosaku  sudah sundhul utek, akhirnya aku di paksa diajak pergi oleh seseorang bernama Izra’el, lalu ditaruh dirumah kecil ukuran 2x1, diruang kecil itu tidak ada apa-apanya yang ada hanya tiga butir tanah sebesar genggaman Gelu, disana aku dijaring, di ajak jalan ke sebuah gedung besar , seperti kam konsentrasi sehingga aku bertemu kamu ini,dan kamu malah  jadi pejabat besar dan orang terkenal di alam arwah, dijaga oleh orang –orang berpakaian seragam hitam, tidak seperti di dunia dulu , semua warna pakaian bebas dipakai , yang boleh  pakaian uniform warna-warni hanya malaikat saja, sedang manusia hanya boleh pake pakaian putih-putih, siapa saja boleh masuk di ruangan itu. waktu aku nolah-noleh, kupikir barangkali aku bisa nanti  ada yang dapat aku ajak bicara, barangkali ada diantara mereka kenal aku, bisa aku ajak berteman disini, eh ternyata tidak ada, tidak seorangpun yang mengenalku. Aku mau beritahu mereka kalau aku butuh obatpenawr sakit pusing, tapi sesakit apapun  disini tak ada yang memberi obat , tidak ada dokter, tidak ada perawat, sedang anak-anak mereka tak ada  yang bisa memberi  pertolongan mengobati mereka , kekayaan mereka tak ada manfaatnya, tak bisa menolong mereka seperti apa yang kau lakuakan di dunianya dulu.
Aku rasanya ingin hidup lagi secara normal seperti dulu kembali dan ingin memberitahu mereka , anak-anaknya , agar mereka percaya  ada kehidupan di alam gha’ib benar-benar ada seperti yang kualami sekarang  ini ,  bahwa segalanya serba susah, semua serba terbalik. Kalau waktu itu kau ceritakan seperti itu ibu sering tidak percaya. Tapi begitu aku mati aku baru percaya ternyata kamu anak yang sholeh, dari pada saudara-saudara ibu yang dahulu, semua  munafik,semua berpamrih, yang anak anaknya tidak pernah diperkenalkan dengan alam arwah, dianggapnya ia bisa terus  hidup di dunia selama-lamanya dan mau mendoakan dan menolong arwah-arwah orang tuanya , aku pasti menolongnya.. ujar ibuku.saudara-saudara ibu yang anak-anaknya percaya dan mau minta tolong untuk arwah-arwah orang tuanya  pasti akan menolongnya.. aku ini kangen sekali dengan saudara-saudaraku yang telah meninggal tapi tidak pernah bisa bertemu dengan mereka, walaupun hanya sekali, kecuali pada saat acara sembangyang di tempatmu, semua dapat hadir dan bertemu, tapi tidak dapat berbicara, aku ingin sekali dapat ngobrol, persaudaraan dengan mereka, tapi mereka menjauhi aku, lagipun alamku tak memungkinkan aku bertemu dengan dirinya. Dosa apa yang disandang oleh mnereka masing-masing sampai mereka menyisihkanku.. dulu waktu masih hidup tidak ada yang percaya dengan apa yang dinamakan dosa, kok sekarang jadi susah begini ya? Ujar arwah ibu. Aku mau berkunjung  ke anak-anakku dan istriku saja susah sekali, kalau sebentar-sebentar aku diminta, mendekat memilih untuk melobi , berkunjung dan menjilat, aku ogah, mau pake jalan apa, jalan mana yang kutempuh dan ucapan apa yang kuucapkan untuk meluruhkan perasaan hati orang waras itu, susah sekali , terlalu politis , terlalu ndakik, sedangkan ijin berkunjungku ke alam kewarasan terlalu sebentar, tinggal satu sampai lima menis saja bisa bertemu , tidak lebih itu , karena ia terlalu penting di dunianya , sedang kedatanganku hanya mengganggu  saja, susah kalau sudah begini., ya akhirnya aku pilih kerumahmu saja karena yakin kamu mau menemuiku dengan hati tulus, walau waktu hidupku aku menyia-nyiakanmu, karena dirumahmu akau bisa minta obat , bisa mengantarkan aku ke dokter, istrimu mau menggodokkan jarang untukku,tapi kok baru sekarang aku bisa berbicara dengan kalaian berdua. Bersyukur sekali sama Tuhan telah memberi kalian berdua kemampuan berbicara denbgan alam arwah, kenapa adik-adikmu kok tidak bisa seperti kalian dan aku sebenarnya kangen sekali dengannya , anakku Ina dan cucuku Nada, seperti kau berdua, kenapa  ? supaya aku dapat menolong para arwah orang tuanya. Itu tak lain karena kesibukannya berdagang dan mengembangkan kehidupannya sebagai orang waras ,m mana mungkin dapat bertemu dengan orang dari alam lain.lho kok pertemuanku dengan mu hanya terasa sebentar, lalu aku dijemput, disuruh kembali ke barak, diberi tahu suruh menunggu sebentar, ya ditungguin juga sebentar, supaya aku diobati dulu oleh anakku , agar aku kembali tidak sakit  .sedikit aku tambahkan cerita alam arwah Ibuku, sinopsisnya seperti ini; bahwa ibu adalah arwah yang paling banyang datang –hadir ditengah-tengah ruamah kami, banyak bercerita perihal ghaibnya yang disampaikan kepadfa kami berdua tentang perjalanan spiritual awalnya. Dia dipindah dari satu tyempat ke tempat yang lain seakan sperti mencari suaka politik atau perlindungan dari kejahatanku , katanya. Tapi malah akhirnya terjebak juga di alam arawah. Tinggal ditampung di sebuah rumah yang sangat besar tanpa nama tanpa alamat dengan banyak penghuni.
Belum siap meninggal kok dzikir terus malah ditegur sama malaikat. Cerita kang Lubab yang belum siap mati tapi berdikir terus siang malam , eh malah ia akhirnya mati muda dijemput para arwah dan ditegur para malaikat yang suci-suci, bajunya.setelah aku Tanya pengalamannya ia menjawab begini : sebetulnya aku ini belum siap mati , tidak terfikir oleh aku kalau aku ini mati mendadak begini,. Yang aku pikirkan selama ini aku hidup selamanya; ilmu aku itu dapat  aku ajarkan terus-menerus sebanyak-banyaknya, aku gali terus sebanyak mungkin, sedapat mungkin, wong aku ini sudah agak tua umur sekitas 45 tahun, ya sebisa-bisanya sisa hidup aku pakai berdzikir , berwirid, sambil nggelathuk ilmu ndleming aku ajarkan kepada santri-santri aku semacam kamu, naryo , ali, muklis, samadi dan lain-lain, semua yang aku bisa aku ajarkan termasuk ilmu zadhab.aku merninggal inim sungguh tidak sengaja , aku matipun tidak biasa , baru pertaama kali ini aku mati,m itupun bukan karena dibunuh san beruk atau kesetrum listrik, aku mati malah dalam keadaan wirid, waktu itu aku coba melakukan zikir , menghafal al-kitab, di dalam zikir itu kusebut asma-asma orang-orang terkenal , kukirim surat alfatihah dan surat–surat inti, mu’awidzatain, di dalam dzikirku sebagai kiriman hadiah untuk alam arwah , baik yang masih hidup di dunia gentayangan , di alam arwah abadi -kelanggengan , maupun di alam barzakh. Tiba-tiba aku melihat ada malaikat datang menuding aku, karena ia tak berhasil mengambil nyawa seorang tua di desa sebelah , lhah daripada pulang ke sana ndak membawa hasil , terpaksa nyawaku yang diambil ,dan aku tidak bisa nggandhuli , tapi sebelum itu dia bertanya : “kamu itu dzikir terus mau apa ?”. timpalku” lho dzikir kok mau apa?”, dzikir itu kan memuliakan , mensucikan , memuji Allah , Tuhanku ., sudah jadi kwajiban setiap manusia yang dicipta di dunia, aku kok heran dalam hati kok tidak cocok dengan pelajaran aqidahku yang di ajarkan guruku pak LL mar’ah dulu, malaikat kok gobloknya begini , pikirku “aku heran  emangnya salah kalau manusia  itu pada dzikir memuliakan Allah ?Lantas dzikirnya pake caranya sendiri. Malaikat itu menjawab ‘”Dzikirnya itu tidak salah, tapi kalau dilakukan tanpa batas , kan ya jadinya salah, wong menghabiskan waktu . kamu kan juga harus bekerja menghidupi anak-Istri cucumu , kalau kamu begitu tak butuh makan , lha kamu ?. Aku balik bertanya “ memuliakan Allah itu kok ada batasnya, ndadak di hitung segala, itu bagaimana cxeritanya , akupun nggak tahu ? aku hanya nurut buku-buku yang di jual di bis-bis itu . menurut kamu bagaimana? Malaikat itu menjawab dengan antusias “Kau manusia tahu apa soal wirid, soal dzikir ?apa kalian pernah belajar soal hukum allah ? belajar soal politik, perundang-undangan, tatahukum dan otonomi daerah yang diberikan oleh yang Maha Penguasa ? maksudku hukumnya alam Ghaib , alam Arwah , dan alam padang , dalam perbandingan yang seimbang ? apa cukup kamu

Tidak ada komentar:

TRIK DAN SARAN

ADA KELUHAN ATAU PERTANYAAN?

TINGGAL ISI FORUM DI BAWAH INI.

foxyform

    • Popular
    • Categories
    • Archives